Salah satu spot yang banyak disebut-sebut “angker” dan “berpenghuni” adalah kawasan “LAVA BANTAL” di Berbah, Sleman, Yogyakarta. Lokasi bebatuan yang terbentuk dari muntahan lava panas yang membeku, membentuk bongkahan-bongkahan batu dengan tekstur yang unik.
Batu-batu di area hulu Sungai Opak itu, disebut-sebut banyak dihuni lelembut. Ada gendruwo, kuntilanak, pocong, dan yang tak kalah menyeramkan adalah “siluman ular”.
Jurnalis Jayakarta News Channel menelusuri spot “berpenghuni” ini untuk Anda semua. Selamat menyaksikan.
JAYAKARTA NEWS—
Berbagai versi tentang makhluk Kuntilanak lengkap dengan cerita mistis dan
dongeng mewarnai cerita horor di Indonesia. Kali ini, sutradara Azhar Kinoi
Lubis menggarap film bergenre horror thriller bertajuk ‘Mangkujiwo’ yang
merupakan cerita awal tentang lahirnya Kuntilanak?
Meski berasal dari Medan, tapi Azhar Kinoi cukup teliti
menggarap film yang sangat kental dengan mistik Jawa. “Saya sudah lama
tinggal di Jawa dan sering membaca buku-buku tentang budaya dan mistik
Jawa,” terangnya.
Bahkan, Azhar Kinoi juga memasukkan beberapa tembang Jawa
dalam film yang akan tayang 30 Januari 2020. Dan pilihan dia sangat tepat yaitu
Sujiwo Tejo sebagai pemeran utama pria. Sujiwo adalah seorang dalang, dan
budayawan lulusan ITB dan pernah jadi wartawan bidang budaya harian Kompas.
Sujiwo Tejo –foto istimewa
Sujiwo didapuk menjadi Brotoseno. Mangkujiwo adalah kisah
asal muasal sosok Kuntilanak yang merupakan akibat langsung dari perseteruan
antara dua tokoh, Brotoseno dan Cokrokusumo (Roy Marten) dalam memperebutkan
pengaruh dan kekuasaan atas Loji Pusaka.
Perebutan Loji Pusaka membuat Brotoseno harus melepas
jabatannya karena difitnah oleh Cokrokusumo. Brotoseno merencanaksn balas
dendam melalui bayi yang dikandung oleh Kanthi (Asmara Abigail), hasil hubungan
gelap dengan Cokrokusumo.
Kanthi harus menjalani pasung karena fitnah sebagai
perempuan yang mengandung anak setan. Seperti apa balas dendam yang dilakukan
Brotoseno? Apakah anak dari Cokrokusumo dan Kanthi akan lahir dalam keadaan
normal?
“Saya bermain total di fillm ini. Dan saya juga nembang
(menyanyikan lagu Jawa) di beberapa adegan,” kata Sujiwo Tejo. Film
produksi MVP Pictures berdurasi 109 menit ini dibintangi oleh Asmara Abigail,
Sujiwo Tejo, Roy Marten, Yasamin Jasem, Karina Suwandi, Djenar Maesa Ayu,
Septian Dwi Cahyo, Landung Simatupang
dan Samuel Rizal. (pik)
SELAIN segi cerita dan teror, Kutilanak juga menghadirkan pemeran baru sebagai tokoh utamamya, yakni Aurelie Moremans. Nantinya, Aurelie akan ditemani oleh tiga anak-anak yang akan turut andil dalam film ini. Pasalnya, seperti kita tahu, legenda hantu kuntilanak kerap dikaitkan dengan hilangnya anak secara gaib yang disebut diculik oleh makhluk astral tersebut.
Di film ini, kisah hantu kuntilanak juga digambarkan sama, yakni mengincar anak-anak. Di mana hantu tersebut memburu sekelompok anak yang tengah mengikuti acara reality show untuk membuktikan keberadaan kuntilanak untuk dijadikan korban baru.
Walau menghadirkan kisah yang baru, produser eksekutif, Amrit Punjabi menyatakan bahwa dalam film Kuntilanak akan tetap ada benang merah dengan trilogi Kuntilanak yang sebelumnya. “Intinya ada elemen yang menjadi ‘penyambung’ yaitu cermin. Dan itu yang menjadi arti penting dari Kuntilanak dulu dan sekarang,” tutur Amrit.
Selain Aurelie Moeremans, film ini juga dibintangi oleh Andryan Sulaiman, Sandrinna Michelle Skornicki, Adlu Fahrezy, dan Fero Walandouw. Kuntilanak siap meneror penonton pada libur Lebaran mendatang, tepatnya mulai tanggal 15 Juni 2018. ***