Dua Bulan Berlalu, Juara Marathon Internasional Belum Terima Hadiah

JAYAKARTA NEWS – Juara pertama lomba Female Marathon Foreigner International (FMFI), Nisha, warga India, hingga kini belum menerima hadiah dari panitia. Padahal event internasional yang berada dibawah pengawasan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat itu sudah berlangsung pada 26 Juni 2022 lalu di Sanur, Denpasar, Bali

“Sampai saat ini Nisha secara nyata belum.menerima hadiah dari panitia,”kata Esra Karo Karo, kuasa hukum Nisha, kepada pers, Jumat (26/8), di Denpasar. Nisha seharusnya menerima hadiah uang sebesar Rp 150.000.000.

Menurut Esra, Nisha hanya menerima hadiah secara simbolis saat dinyatakan sebagai juara pertama dengan catatan waktu 04:18:25. Namun secara nyata sampai sekarang belum menerima hadiah uang Rp 150.000.000.

Esra menyatakan, pihaknya pada 15 Agustus 2022 sudah pernah membuat somasi kepada panitia penyelenggara. Tapi, papar Esra, pihak panitia terkesan selalu menunda dan mengharuskan Nisha melengkapi persyaratan seperti memiliki KITAS dan NPWP. Padahal, ungkap Esra, sejak awal persyaratan ini tidak ada dicantumkan sebagai syarat untuk dapat mengikuti lomba.

“Ini kan sepertinya persyaratan yang mengada-ada,” tandas Esra. FMFI atau Indonesia International Marathon (IIM) 2022 digelar untuk memperlihatkan pada dunia bahwa Indonesia, khususnya Bali, sudah pulih dari pandemi covid 19.

Esra menambahkan, pada 24 Agustus 2022 lalu, Wakil Ketua Panitia IIM Hardjo Supoyo menyampaikan kepada Nisha bahwa KONI Pusat akan mencairkan hadiah sebesar Rp 40.000.000. Alasannya karena ada pengurangan hadiah sebesar Rp 50.000.000 dan pengurangan pajak Rp 10.000.000.

“Klien kami tidak bersedia menerima hadiah Rp 40.000.000 karena tidak masuk akal. Sepertinya ada saling lempar tanggung jawab antara panitia dengan KONI,” tandas Esra.

Dia menilai, kejadian ini dapat merusak citra Indonesia dimata dunia karena tidak sesuai kenyataan,” tegas Esra.

Sementara itu, ketika hal ini hendak dikonfirmasi, ternyata Panitia IIM tidak membalas pesan melalui WA maupun telepon. (GT)

Indonesia Berpeluang Kembangkan Sport Tourism

JAYAKARTA NEWS—  Olahraga bisa menjadi salah satu pendongkrak perekonomian dan mengembangkan sport tourism nasional.

“Olahraga merupakan industri yang cakupannya sangat luas, mulai dari industri events, industri pakaian, sepatu, bola, dan lain-lain,” tutur Presiden saat memberikan sambutan pada Puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXVII secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (9/9). Demikian dikutip dari laman setkab.go.id

Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan dalam olahraga juga terdapat industri media dan industri penyiaran, termasuk industri suvenir, piala, stiker, dan lain-lain, yang dapat melibatkan UMKM sampai perusahaan raksasa multinasional.

“Target pasarnya bukan hanya masyarakat daerah, bukan hanya pasar nasional, tetapi juga pasar global,” imbuh Presiden.

Olahraga, menurut Presiden, juga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan sport tourism.

Sport tourism telah menjadi tren pariwisata baru yang pasarnya sangat besar, sangat luas, yang akan memberikan multiplier effect pada kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Presiden.

Indonesia, menurut Presiden, memiliki banyak tempat indah untuk pengembangan sport tourismmulai dari gunung, laut, dan danau, yang selain alam yang indah juga kaya dengan seni dan budaya.

Hal ini, sambung Presiden, bisa dimanfaatkan untuk berbagai acara olahraga, seperti terbang layang, menyelam, bersepeda, atletik, dan olahraga rekreatif lainnya.

“Peluang pengembangan sport tourism ini semakin besar pasca pandemi nanti,” katanya. Masyarakat, menurut Presiden, akan lebih memilih berolahraga dan berwisata di ruang terbuka, di alam bebas.

“Peluang ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk Indonesia yang alamnya indah,” tandas Presiden.***/ebn

Presiden: Sistem Pembinaan Atlet harus di-Review Total

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo meminta prestasi olahraga dan tata kelola pembinaan atlet di-review total. “Kalau selama ini prestasi olahraga kita masih masih kurang berhasil. Itu artinya cara-cara yang selama ini kita lakukan mungkin tidak tepat, mungkin kurang tepat. Kita harus melakukan review total,” tutur Presiden saat memberikan sambutan pada Puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXVII secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Kepada Menpora, KONI, dan KOI, Presiden berpesan agar meningkatkan prestasi olahraga nasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru.

“Rancang tata kelola pembinaan atlet yang tersinergikan dengan baik dari daerah sampai pusat, dari lembaga pendidikan umum sampai lembaga pendidikan olahraga. Tingkatkan sinergi antara organisasi cabang olahraga sampai ke Kemenpora,” kata Presiden seperti dikutip dari laman setkab.go.id.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pemanfaatan Iptek bukan hanya untuk pengembangan pusat pelatihan yang berbasis sains tetapi juga pengembangan manajemen baru yang lebih baik.

“Kembangkan sistem informasi dan big data analytics yang bisa mendeteksi calon-calon atlet yang berkualitas. Ingat bahwa penduduk kita 267 juta lebih dan mayoritas adalah generasi muda,” imbuh Presiden.

“Sangat tidak masuk akal jika kita kekurangan calon atlet yang berbakat, pasti jutaan yang berbakat,” tuturnya.

Kalau kurang calon, menurut Presiden, pasti yang salah adalah manajemennya, bukan kekurangan bakatnya sehingga sistem pembinaan atlet nasional harus di-review total.

Pada kesempatan itu, Presiden juga meminta kepada Menpora untuk segera mengajak semua pihak yang terkait untuk merancang ulang sistem pembinaan atlet secara besar-besaran dan segera melaporkan hasilnya.

“Sekali lagi, sebagai sebuah negara besar kita harus punya nama besar di kompetisi olahraga-olahraga di arena internasional. Kita pernah mempunyai nama-nama besar di tingkat internasional di beberapa cabang olahraga, dan saat ini kita juga masih mempunyai nama-nama besar,” imbuhnya.

Kepala Negara juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya, serta telah mengharumkan nama Indonesia di arena-arena internasional.

“Kontribusi Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara selalu melekat dalam coretan sejarah olahraga Indonesia,” tandas Presiden.

Di akhir sambutan, Presiden mengajak untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.

“Masyarakat sehat, negara kuat. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, kita memulai semangat baru olahraga untuk negara kita Indonesia Maju,” pungkas Presiden. ***/ebn

Purnomo Mantan Sprinter Nasional Meninggal

INDONESIA kehilangan mantan spinter terbaiknya, Purnomo Muhammad Yudhi (56), atlet  yang pernah mengharumkan Indonesia di ajang Olimpiade Los Angeles 1984. Pria kelahiran Purwokerto tersebut, meninggal, pada Jumat, 15 Februari 2019.

Atlet cabang atletik untuk nomor lari jarak pendek dan estafet itu, mengembuskan nafas terakhirnya di  Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Tangerang Selatan.

“Kami mendapatkan konfirmasi dari keluarga bahwa beliau meninggal dunia pada Jumat pagi. Kondisi beliau memang sudah lemah pada pekan lalu. Tapi, kami tidak menanyakan sakit intinya apa. Kami selalu menyemangatinya agar lekas sembuh,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tuti Merdiko seperti dilaporkan  Antara, Jumat.

Purnomo menderita kanker getah bening. Menurut Tuti, sebelum menjalani perawatan terkahir di RS Pondok Indah Bintaro, Purnomo beberapa kali menjalani kemoterapi. Purnomo terkena  kanker kelenjar getah bening sejak 2015. Kanker itu sempat dapat disembuhkan,  tapi kembali muncul pada 2017. Saat dirawat, pada 8 Februari 2019 lalu,  rombongan para pengurus PB PASI membezuknya di RS tersebut.

Tuti menggambarkan, semasa hidupnya, alharhum adalah potret pribadi yang ramah dan memberikan perhatian yang luar biasa terhadap para atlet dan mantan atlet.

“Kami pernah bersama di jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia selain di PB PASI,” kata mantan atlet atletik itu.

“Dia pernah menyampaikan pesan singkat kepada saya, ‘Mbak, aku mau sehat. Kalau bisa jadi menteri olahraga. Aku mau perjuangkan nasib olahragawan Indonesia’. Itu dikirimkan sekira sebulan lalu,” katanya.

 

Purnomo tercatat sukses menembus putaran semifinal lari 100 meter putra dalam Olimpiade Los Angeles 1984 itu.  Dia bukan hanya memikirkan atlet dan mantan atlet cabang atletik, tetapi semu cabang olahraga.

“Dia ingin memperjuangkan nasib para atlet, tidak hanya ketika mereka masih aktif membawa nama Indonesia melainkan juga setelah pensiun sebagai atlet,” kata Tuti yang dulu menjadi atlet cabang senam pada era  1980-an itu.

Prestasi Purnomo:

  • Medali perak Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985
  • Medali perak Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985
  • Medali emas Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985
  • Medali emas lari 200 m SEA Games Bangkok 1985
  • Medali emas estafet 4 x 100 m SEA Games Bangkok 1985 (bersama Tim Indonesia)
  • Medali perunggu lari 100 m SEA Games 1985

***

 

KONI Perjuangkan Kesejahteraan Atlet Lewat BPJS

SUATU langkah strategis dilakukan KONI dalam upaya menjamin kesehatan atlet Indonesia. Terobosan KONI itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Hal itu terjadi saat kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Enda Ilyas Lubis dan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman di Kantor KONI Pusat Lantai 12 Gedung PPKGBK lSenayan, Jakarta, Rabu, (30/5).

“Ini adalah salah satu bentuk kehadiran negara dalam dunia olahraga. Kami menyadari jika sebagai atlet itu banyak menghadapi tantangan. Makanya kami hadir di sini,” kata Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Enda Ilyas Lubis di Kantor KONI Pusat.

Enda Elyas Lubis mengharapkan dengan adanya jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan, atlet tidak ragu lagi dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi sebuah pertandingan karena jika sampai mengalami cedera bakal ada yang menjamin karena dikategorikan sebagai kecelakaan kerja.

‘Selain itu, lanjut dia, atlet yang mengalami cedera dan bahkan tak bisa pulih sehingga mundur menjadi atlet juga akan disiapkan jaminan,”tambahnya. Jaminannya seperti dijelaskan Elyas, misalnya dialihkan ke profesi lain seperti menjadi pelatih. BPJS akan akan membantu pembiayaan pelatihannya.

Terkait dengan teknis untuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, Ilyas mengatakan, jika atlet yang bakal mewakili negara dalam sebuah kejuaraan atau melalui formal tertentu seperti surat keputusan (SK) pihak terkait, maka bisa menjadi anggota.

“Saat ini kami memiliki 300 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi akan sangat mudah untuk mendaftar. Saat ini kami juga sudah memiliki ‘digital service’. Jadi bisa dilakukan secara ‘online’,” kata dia.

Kesempatan sama Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman mengatakan dengan adanya kerja sama itu, pihaknya akan segera melakukan pendataan terhadap atlet, terutama yang saat ini menjalani pemusatan latihan untuk Asian Games 2018.

“Untuk tahap awal, SK pelatnas Asian Games 2018 akan dijadikan jaminan ke BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan ini memang sangat diperlukan demi hasil yang maksimal,” katanya.

Ke depan, kata dia, tidak hanya atlet pemusatan latihan nasional Asian Games 2018, namun juga atlet untuk persiapan SEA Games 2019 hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 akan mendapatkan jaminan yang sama. Untuk itu, pihaknya segera meneruskan program tersebut ke KONI daerah.

Bagi atlet daerah, menutur Tono akan dikoordinasikan dengan KONI Provinsi, Kabupaten/Kota. Dalam Rapat Anggota KONI beberaoa waktu lalu di Jakarta yang dihadiri oleh KONI Provinsi, pihak BPJS diberi kesempatan memaparkan program ini. ***

Musornaslub KONI, Tentukan Tuan Rumah PON 2024

SALAH satu agenda besar dihelat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat) adalah Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) adalah memilih tuan rumah PON XXI/2024 mendatang. Gawean ini akan digelar KONI Pusat pada 24-25 April di Hotel Bidakara, Jakarta.

Terdapat tiga calon tuan rumah PON 2024, yakni Sumatera Utara dan Aceh, Bali dan Nusa Tenggara Barat, serta Kalimantan Selatan. Sebenarnya satu peserta lain yang telah mendaftar, namun tidak lolos dalam verifikasi, yakni Sumatera Barat.

Menurut Wakil Ketua Umum KONI Puast IV Inugroho, Musornaslub kali ini memiliki makna khusus karena para peserta yang berasal dari 34 provinsi (peserta PON) akan menetapkan calon tuan rumah PON XXI 2024.

“PON menjadi agenda olahraga yang sangat strategis karena mengusung tiga tujuan pokok, yaitu memelihara persatuan dan kesatuan, menjaring bibit atlet potensial, dan meningkatkan prestasi olahraga. Dari tiga calon tuan rumah yang sudah diverifikasi yakni Sumut dan Aceh, Bali dan NTB, serta Kalsel yang telah memenuhi syarat,” terang Inugroho.

Namun Inugroho tidak menjelaskan secara rinci provinsi mana yang paling siap menajdi tuan rumah. Yang pasti ketiga calon tuan rumah tersebut telah memenuhi persyaratan minimal pembangunan infrastruktur mencapai 30 persen,” katanya.

Selain itu, Inugroho menambahkan, calon tuan rumah PON sudah harus ditetapkan 6 tahun sebelum venet digelar empat tahunan tersebut. “Pastinya ketiga calon tuan rumah tersebut sudah siap. Nanti terserah anggota atau peserta PON yang memilih mereka. Mohon maaf kami tidak bisa menyampaikan daerah mana yang paling siap,” tambahnya.

Selain Musornaslub juga akan digelar Rakernas KONI pada tanggal 25 April 2018. Penanggung jawab Rakernas KONI Pusat. Marsekal Muda (Purn) Surya Dharma menjelaskan bahwa, Rakernas KONI Pusat akan diikuti KONIDA-KONIDA ditambah KONI Kabupaten/Kota yang tidak lebih dari 30 persen.

“Jadi peserta Rakernas diperkirakan mencapai 600 peserta. Atau khusus biding tuan rumah sekiatar 30 persen. Rencananya Rakernas akan mengundang tiga Menteri terkait sebagai pembicara sekaligus memberikan pembekalan yakni Mendagri, Menpora, dan Mendikbud,” ujar Surya Dharma yang juga Wakil Ketua Umum V KONI Pusat.

Menanggapi induk organisasi cabang olahraga yang bersengketa, baik Inugroho maupun Surya Dharma mengatakan, semuanya sudah tak ada masalah termasuk PTMSI. ”Khusus PTMSI, KONI menganggap persoalan sudah selesai. Alasannnya hasil Munaslub sudah sesuai arahan Menpora yakni menuju PTMSI bersatu,”papar Inugroho.

Inugroho juga menjlaskan cabang-cabang olahraga yang belum menjadi anggota KONI tetapi ikut Asian Games 2018, tetap direkomondasikan agar memperolah alokasi anggaran. Jika mereka menjadi anggota resmi KONI, Inugroho menegaskan pintu terbuka sejauh memenuhi persyaratan minimal 10 Pengurus Provinsi (Pengprov) dan Pengkot/Pemkab.

Surya Dharma menambahkan bahwa Rakernas menurut rencana akan dihadiri Presiden Joko Widodo. Sementara untuk Musornaslub akan dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Menpora Imam Nahrawi. ***

PB Perkemi Berusaha Loloskan Kempo ke SEA Games

PENGURUS Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meloloskan Shorinji Kempo sebagai salah satu cabor yang dipertandingkan pada SEA Games mendatang

Hal ini dikatakan Saifudin Aswari Rivai saat dilantik sebagai Ketua Umum PB Perkemi bersama jajaran pengurus masa bakti 2018-2022, oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman di Gedung Sidharta A. Martoredjo Pusdiklat Shorinji Kempo Pondok Gede.

Ketua Umum PB Perkemi Saifudin Aswari Rivai menyatakan akan langsung bekerja dengan melakukan konsolidasi ke Pengprov Perkemi di seluruh Indonesia dan KONI serta KOI guna memastikan lancarnya roda organisasi.

Selain itu, Saifudin menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus pada peningkatan dan penyeragaman teknik bagi seluruh kenshi dengan mengirimkan para anggota Majelis Guru ke seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Tono Suratman menyatakan sangat senang dengan kepengurusan baru ini. Hal tersebut menunjukkan berjalannya regenerasi secara baik di tubuh organisasi PB Perkemi. Selain itu ia juga merasa yakin PB Perkemi akan semakin berjaya dan bisa mengharumkan nama Indonesia di event-event internasional.

Acara pengukuhan dan pelantikan ini dihadiri oleh pendiri Perkemi, Indra Kartasasmita yang juga merupakan Ketua Umum PB Perkemi periode 2014-2018, para pengurus KONI Pusat serta beberapa perwakilan cabang olahraga. ***

KONI Siap Perjuangkan Nasib Atlet Pasca Pensuin

NASIB pelakon olahraga pascapensiun di Indonesia memang tak sebaik negara lain. Jika, di negara lain mantan olahragawan masih mendapat perhatian, namun tidak di Indonesia.

Bahkan, teramat miris jika melihat nasib mereka. Bahkan, ada beberapa di antaranya yang hingga akhir hayat hidup menderita berbalut duka, padahal dia tercatat memiliki prestasi dan perenah membuat harum nama bangsa di blantika olahraga nasional bahkan internasional.

Namun, ada secercah cahaya bagi mereka. Sebab, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menjadi garda terdepan bagi nasib dan peningkatan kesejahteraan atlet-atlet nasional pascapensiun. Sebab. mereka (atlet) layak mendapatkan kesejahteraan itu.

Demikian ditegaskan Wakil II Ketua Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga KONI Pusat, Mahfudin Nigara, dalam diskusi di Jakarta baru-baru ini. Nigara menyatakan sudah layak dan sepantas jika pemerintah memikirkan nasib pahlawan di bidang olahraga.

“Selama ini nasib mereka tidak banyakmendapat porsi dari pemerintah. Jika ada pendapat bahwa untuk mengangkat mantan atlet sebagai komisaris independen di perusahaan-perusahaan negara ataupun daerah memang memungkinkan. Komisaris independen itu diangkat oleh jajaran direksi perusahaan itu,” kata Nigara.

Mantan Pemred Tabloid GO ini mengatakan bahwa posisi komisaris independen dalam perusahaan punya keuntungan dan kelebihan bagi para mantan atlet. “Kalau perusahaan dalam posisi untung, komisaris independen tidak mendapatkan hasil keuntungan itu karena mereka telah mendapatkan gaji sebagai komisaris,” ujar Nigara.

Namun, Nigara melanjutkan para mantan atlet tidak perlu mengkhawatirkan posisi mereka sebagai komisaris independen. “Jika ada kasus hukum dalam perusahaan, komisaris independen tidak terlibat dalam penandatanganan kebijakan,” kata Nigara.

Lebih lanjut komentator tinju nasional ini mengatakan bahwa peningkatan kesejahteraan atlet-atlet nasional perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, parlemen, pengurus cabang-cabang olahraga, maupun para tokoh olahraga.

Dalam kesempatan sama Ketua Bidang Media dan Humas KONI Pusat, Aziz Manaf yang membuka acara Bintek Humas KONI Pusat, mengatakan pihaknya terus melakukan kegiatan-kegiatan yang membantu Kementerian Pemuda dan Olahraga menjelang Asian Games 2018.

“Segala upaya terus kami lakukan untuk persiapan yang dimungkinkan sesuai dengan tugas kami. Tugas-tugas di luar itu kami masih menunggu petunjuk teknisnya,” kata Aziz. Aziz menambahkan bahwa media olahraga nasional mempunyai peran penting dalam pencapaian prestasi olahraga nasional menjelang persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games di Jakarta dan Palembang pada bulan Agustus 2018. ***

KONI Sudah Bergerak Cepat

Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengucapkan terima kasih karena KONI bergerak cepat menindaklanjuti perpres dan semangat membantu pemerintah. Namun, Menpora belum melimpahkan tugas sebagaimana diatur dalam Perpres 95.

Namun demikian, seperti diungkapkan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dalam keterangan tertulis yang diterima media di Jakarta, Kemenpora juga mengingatkan KONI soal langkah yang dilakukan KONI dalam menyikapi Peraturan Presiden (Perpres) No 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional, mengingat pelimpahan tugas belum diberikan.

“Kemenpora mengucapkan terima kasih karena KONI bergerak cepat menindaklanjuti perpres dan semangat membantu pemerintah. Namun, Menpora belum melimpahkan tugas sebagaimana diatur dalam Perpres 95,” kata Sesmenpora Gatot S Dewa.

Gatot mengatakan berdasarkan informasi dari pengurus cabang olahraga, KONI melalui surat No. 1288/UMM/X/2017 tertanggal 20 Oktober yang ditandatangani oleh Sekjen KONI mengundang induk cabang olahraga untuk melalukan persiapan menuju Asian Games 2018.

“Tujuan kegiatan tersebut bagus, akan tetapi ada hal yang penting patut diperhatikan dengan penuh kehati-hatian agar KONI tidak menyalani prosedur,” kata Gatot S Dewa Broto menegaskan.

Selain belum ada surat pelimpahan yang saat sudah disiapkan, kata Gatot, pihaknya juga menyikapi daftar undangan yang terlampir. Kemenpora menyoroti salah satu induk cabang olahraga yaitu Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI).

Dalam konteks PB PTMSI, Gatot menjelaskan jika KONI harus menyadari bahwa tanggal 28 Oktober 2017, Mensesneg Pratikno telah mengirimkan surat kepada Menpora Imam Nahrawi perihal Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 75/G/PTUN-JKT jo Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Nomor 302/B/2014/PTUN-JKT jo Putusan Mahkamah Agung No 274/K/TUN/2015 yang intinya agar KONI mematuhi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrach).

“Menunjuk putusan tersebut, KONI seharusnya mengundang PP PTMSI. Ketidakpatuhan terhadap pputusan tersebut dapat berakibat dianggap tidak mematuhi putusan PTUN dan MA dan juga kemungkinan besar mendorong ITTF untuk melarang pertandingan tenis meja di Asian Games 2018,” kata Gatot menegaskan.

Induk organisasi tenis meja selama ini ada dua yaitu PB PTMSI yang diundang oleh KONI dipimpin oleh Lukman Edy, sedangkan PP PTMSI selama ini dipimpin oleh Oegroseno. ***

PB JI Target Medali Emas di AG 2018

Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia.

PENGURUS Besar Ju-Jitsu Indonesia (PB JI) mengaku siap mempersembahkan emas bagi Indonesia dalam perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang mendatang.

Demikian disampaikan Ketua Umum PBJI, Laksamana Madya Desi Albert Mamahit usai dilantik KONI di Jakarta, Selasa (9/5/2017). Menurut Mamahit, pihaknya siap mewujudkan target medali emas bagi Indonesia dengan berbagai persiapan atlet ju-jitsu di Indonesia.

“Kita targetkan medali emas, perak dan perunggu untuk Indonesia pada Asian Games nanti. Ini menjadi target utama kami, mengingat event Asian Games akan diselenggarakan di Indonesia,” kata Mamahit.

Rencananya, untuk mempersiapkan dan mendapatkan atlet-atlet terbaik di seluruh Indonesia, PBJI akan menyelenggarakan Kejuaraan Nasional di Jakarta yang akan diikuti seluruh klub-klub ju-jitsu dan pengprov.

Tidak hanya itu, nantinya PBJI juga akan menyertakan atlet-atlet ke kejuaraan setingkat Asia pada Juli mendatang, sebagai persaiapan untuk memberikan pengalaman bertanding bagi atlet.

“Kita akan menyertakan para atlet terbaik yang terseleksi masuk dalam pelatnas mengikuti perhelatan kejuaraan Asia, sehingga mendapat pengalaman,” tambah Mamahit.

Usai pelantikan Ketua KONI, Tono Suratman, mengaku optimis kehadiran PBJI bisa memberikan prestasi bagi olahraga Indonesia nantinya, dan memberikan jenjang pembinaan bagi atet.

ini, dan optimis bisa ikut serta memberikan prestasi bagi Indonesia, khususnya pada Asian Games 2018,” ujar jenderal pensiunan bintang dua ini. ***