Pengalaman Seru Rossa di Panggung Java Jazz 2019

Rossa–instagram rossa

Rossa tampil ngejazz untuk pertama kalinya lewat panggung Java Jazz Festival 2019 di JI Expo Kemayoran Jakarta, Sabtu malam (2/3). Dia tampil dengan penuh percaya diri.

Rossa tampil dalam program Yamaha Music Project di Teh Botol Sosro Stage. Untuk lagu pertama dia membawakan “Sakura”, berduet dengan Is Pusakata, mengutip antaranews.com

Rossa di panggung Java Jazz 2019—foto
instagram Is Pusakata

Lagu tersebut diaransemen menjadi lebih jazz dan upbeat. Rossa dan Is saling mengisi dengan part-nya masing-masing.

“Ini adalah kali pertama saya di Java Jazz Festival. Terimakasih telah dikasih kesempatan. Saya dikasih pe-er untuk menyanyikan lagu yang biasa saya nyanyiin tapi tidak terdengar seperti yang biasa saya nyanyiin,” kata Rossa.

Meski tidak biasa mendengar Rossa bernyanyi jazz, penampilannya tetap menyenangkan untuk disimak. Dia pun tidak terlihat canggung dengan gaya bernyanyinya yang baru.

Rossa kemudian membawakan “Pudar” yang juga telah berubah aransemen menjadi jazz. Penonton yang memadati Teh Botol Stage pun ikut bernyanyi bersama Rossa. Bahkan, di area penonton yang berdiri, tidak sedikit yang ikut bergoyang.

Penampilan Rossa  diakhiri dengan menyanyikan “Inikah Cinta”. Dia juga memanggil Is dan juga Rinni Wulandari yang terlebih dahulu tampil di Yamaha Music Project. “Pengalaman yang seru banget dimana lagu aku di re-arrange oleh Ronald Steven. Such an amazing feeling being able to sing in an uncommon way and nailed it,” tulis Rossa di akun instagramnya.***pik

 

Catatan Java Jazz 2019: Penampilan Toto Sempurnakan Kepuasan Penonton

Penampilan grup Toto di panggung Java Jazz 2019–foto istimewa

Penampilan grup musik legendaris Toto di BNI Java Jazz Festival 2019 yang telah ditunggu-tunggu Minggu malam (3/3) sukses digelar. Penggemar Toto memenuhi BNI Hall untuk menyaksikan idolanya secara langsung dalam selebrasi 15 tahun Java Jazz Festival dimana tak kurang dari 16 lagu dipersembahkan oleh Toto pada malam ini.

Konser dibuka dengan penyambutan penonton oleh Cameron Smith yang dulunya adalah penyiar radio danTV personality asal Amerika disusul dengan nyanyian lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ardhito Pramono dimana semua penonton berdiri dan dengan lantang menyanyikan lagu kebangsaan.

Toto memulai penampilannya dengan lagu Devil’s Tower dengan sangat sempurna. Di lagu keduanya, yaitu Hold the Line,Toto berhasil membuat para penonton histeris dan bernyanyi bersama. Kemeriahan konser berlanjut dengan lagu-lagu yang tidak asing di telinga para penggemarnya yaitu Lovers in the Night, Alone, dan Rosanna yang dibawakan dengan sangat memukau dan membuat para penonton bernyanyi bersama.

Penampilan Toto di panggung Java Jazz 2019–foto instagram javajazz2019

Keramaian di pertunjukan Toto dapat dibilang sangat kompak, penonton tidak henti-hentinya bernyanyi bersama. Teriakkan histeris juga terdengar saat lagu Georgy Porgy dinyanyikan.

Steve Lukather, sang gitaris menyapa penonton dengan berkata “Ready to sing along?” setelah itu mereka memainkan lagu Human Nature yang di populerkan oleh Michael Jackson. Hal tersebut membuat penonton yang berada di belakang maju kedepan dan penonton yang duduk berdiri.

Saat laguI’ll be Over You dibawakan, penonton lagi-lagi bernyanyi bersama dengan kompak. Hal menakjubkan terjadi saat lagu While My Guitar Gently Weeps yang dipopulerkan oleh The Beatles dibawakan oleh Toto pada malam ini. Dipertengahan lagu, para penonton menyalakan flashlight handphone nya dan melambaikan tangannya keatas.

Grup band Toto–sumber instagram javajazz2019

Steve Lukather kembali menyapa penonton dengan mengatakan “Are you ready for the next song?” dan penonton berteriak dengan kencang sebagai tanda bahwa mereka siap. Tidak lama kemudian Toto membawakan lagu yang telah ditunggu-tunggu yaitu Africa. Semua penonton menjadi histeris dan bertepuk tangan dengan kompak dan tentunya bernyanyi bersama. Setelah lagu Africa selesai, Toto meninggalkan panggung dan membuat penonton di dalam BNI Hall berteriak “We want more! We want more!”

Seketika lampu kembali gelap dan Toto  kembali ke atas panggung. Saat itu, Toto mengumumkan bahwa ini adalah penampilan terakhir dalam turnya yang saat ini sedang berjalan dan mereka berterima kasih kepada para krunya. Penampilan Toto di Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 diakhiri dengan lagu Home of the Brave membuat para penonton yang hadir malam ini terlihat puas dan bahagia. *** (pik)

Panggung ‘Broadway’ Java Jazz 2019 Dimeriahkan 100 Musisi

Ilustrasi pagelaran Java Jazz di Kemayoran–foto mildspot com

Java Jazz 2019 segera digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat hingga Minggu mendatang (1-3 Maret). Untuk penyelenggaraan tahun ini, 100 musisi akan meramaikan ajang tahunan besutan Java Festival Production tersebut.

“Jumlah musisi asing ada 35, Indonesia ada sekitar 65. Tahun ini, tema yang dipilih ‘Broadway’ karena Java Jazz adalah event tahunan yang harus selalu ada penyegaran. Java Jazz adalah edisi regenerasi bagi penonton 18-34 tahun ” ujar Dewi Gontha, Direktur Utama Java Festival Production, dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

Angka 100 penampil tak beda jauh dari tahun lalu, yang juga diisi 100-an musisi asing dan lokal. Jumlah panggung pun tetap sama, 11 buah.

Dewi Gontha, Direktur Utama Java Festival Production–foto ipik

Festival bertajuk asli Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 ini memang sudah memasuki tahap konstan dan mature (dewasa), jika mengikuti istilah Dewi.

Seperti jumlah traffic, yang sudah konstan pada kisaran 110 ribu hingga 115 ribu dalam tiga tahun belakangan ini. Dewi tak menggunakan istilah “penonton” atau “tiket terjual”, melainkan “traffic” karena tiket Java Jazz bisa dibeli harian atau terusan.

Rahasianya adalah perubahan strategi dalam mengincar pangsa pasar. Dua tahun terakhir, Java Festival Production menampilkan artis muda yang populer di kalangan milenial dan gen Z. Tahun lalu ada Daniel Caesar, tahun ini ada Raveena dan H.E.R.

“Dua tahun ini kami melebarkan target audiensi untuk mengejar teman-teman yang lebih muda. Tahun lalu kami berhasil, tahun ini mengejar target yang sama,” jelas Dewi.

Regenerasi penonton diperlukan agar festival ini bisa bertahan hidup. Penonton setia Java Jazz yang mengikuti festival ini sejak tahun awal, kini beranjak tua dan matang.

Itu jadi salah satu faktor mengapa Java Jazz bisa bertahan di tahun ke-15. “Kami cukup bangga bisa jadi festival yang bertahan selama 15 tahun dan konstan,” ungkap perempuan bernama asli Dewi Allice Lydia Gontha ini.

“Kami bisa bertahan 15 tahun karena sponsor dan penonton,” lanjut Dewi. Biasanya, untuk pembelian awal, tiket Java Jazz dijual jauh lebih murah daripada membeli pada tanggal yang sudah dekat dengan hari penyelenggaraan.

Sponsor masuk untuk melakukan subsidi terhadap harga tiket. “Saya sudah pernah merasakan mengerjakan event yang sponsornya kurang. Akhirnya jatuh bangun,” keluh Dewi.

Selama 15 tahun ini, tentu saja berbagai kendala pernah membayangi Java Festival Production. “Hal paling mudah (diingat, red.) adalah, tiba-tiba hujan. Pasti dimaki-maki. Kalau di luar, saya pernah ngetes, kalau hujan, penontonnya tenang-tenang saja. Di sini, penonton kita jauh lebih sensitif,” ungkap Dewi. (pik)

 

Java Jazz Festival 2019 Hadirkan Grup Band Toto

Pagelaran festival musik jazz Jakarta International BNI Java Jazz Festival yang akan diselenggarakan pada tanggal 1, 2 dan 3 Maret 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, baru saja mengumumkan jajaran artis fase ke 3 yang akan tampil pada Festival tersebut dan juga 2 artis special show mereka.

Nama-nama yang termasuk dalam pengumuman fase ke 3 di Jakarta International BNI Java Jazz Festival ini antara lain adalah Allen Hinds & L.A. Super Soul, Andien, Elfa Zulham & The Beatz Messengers, Endah N Rhesa Extended, Indra Aziz For Good, Jeff Bernat, Jeslla, Mac Ayres, Parkdrive, Saxx in the City, Teddy Adhitya, The Soulful, Tommy Pratomo, Warner Music Project feat. Andini, Hanin Dhiya, Rahmania Astrini dan Trisouls, Yuri Mahatma dan Zsolt Botos.

Sementara untuk dua special show Jakarta International BNI Java Jazz Festival adalah Toto dan Raveena.

Melalui keterangan resmi tersebut, Dewi Gontha selaku Direktur Utama PT Java Festival Production, menyampaikan rasa bahagianya bisa memboyong Toto untuk manggung beraksi Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019.

“Kami sangat senang dengan kehadiran Toto di Jakarta International BNI Java Jazz Festival2019 dan kami berharap orang-orang juga tidak sabar untuk menyaksikan pertunjukan yang akan menjadi once in a life time experience ini,” kata Dewi Gontha.

“Begitu juga dengan Raveena, artis yang sangat bertalenta, suaranya sangat merdu dan musiknya terdengar berwarna. Selain itu juga akan ada penampilan yang menakjubkan dari Andien, Parkdrive, Elfa Zulham & The Beatz Messengers dan masih banyak lagi,” lanjutnya lagi.

Selain nama-nama di atas, berikut daftar lineup Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019:

Allen Hinds & L.A. Super Soul, Andien, Bob James Trio, Cyrus Chestnut Trio, Donny McCaslin, Elfa Zulham & The Beatz Messengers, Endah N Rhesa Extended, GoGo Penguin, Gretchen Parlato, Indra Aziz For Good, James Vickery, Jeff Bernat, Jeslla, JMSN, John Beasley’s MONK’estra, Kneebody, Knower, Louis Cole, Lucky Chops, Mac Ayres, Masego, Moonchild, Nathan East Band of Brothers.

Ada Pula nama-nama lain seperti Nick Zavior, Parkdrive, Peter White, R+R=NOW, Raveena, Ron King Big Band, Saxx in the City, Sinéad Harnett, Teddy Adhitya, The Soulful, The Funky Knuckles, The Soul Rebels, The Suffers, Tommy Pratomo, Tony Monaco Trio, Toto, Warner Music Project feat. Andini, Hanin Dhiya, Rahmania Astrini, Trisouls, Yuri Mahatma dan Zsolt Botos. (pik)