JAYAKARTA NEWS— Setelah 17 tahun berkecimpung dalam film drama dan sejarah, sineas Hanung Bramantyo akhirnya membikin film horor. Judulnya ‘Trinil’ (Balekno Gembungku yang artinya ‘Kembalikan Badanku’)
Perusahaan Dapur Film miliknya kali ini menggandeng Seven Skies Motion guna bekerjasama dalam pembuatan film ini. “Saya sengaja mengajak bintang-bintang muda di film yang penuh daya magis ini. Hanya seorang aktris senior yaitu Wulan Guritno yang ikut berperan,” jelas Hanung yang pernah meraih 2 piala Citra dalam FFI.
Kisahnya pasutri Rara dan Sutan siap menghadapi masa depannya pasca bulan madu. Rara mewarisi perkebunan teh yang luas di Jateng milik ayahnya, William Saunder, orang Belanda yang sangat mencintai Indonesia.
Sedangkan Sutan bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit.
Suatu hari, Rara bersedih karena diganggu dalam tidurnya. Sutan meminta bantuan pada Yusof, teman sekolahnya di Penang, Malaysia. Yusof kini lihai menangani kasus mistis.
Rara makin diteror malam-malam yang mulai mencekam.
Mendadak sontak selalu muncul sosok setan tanpa badan yang merintih. “Trinil, balekno gembungku (kembalikan badanku)”. Rara jelas terganggu dan tidak nyenyak tidur.
Film ini dipenuhi sebarisan pemeran muda yaitu Carmela van Der Kruk, Rangga Nattra, Tatian Amin (aktor Malaysia), Shalom Razade dan Wulan Guritno.
Rangga Nattra mengaku Hanung Bramantyo selalu menjaga karakter dirinya. “Mas Hanung selalu mengontrol dan mengingatkan aku selama syuting,” papar Rangga Nattra.
Sedangkan Shalom Rezada didapuk jadi Ayu muda. Dan Wulan Guritno menjadi Ayu dewasa.
“Ayu ini terobsesi ingin menguasai segalanga,” ungkap Wulan Guritno.
Cerita ‘Trinil’ diangkat dari sandiwara radio 80-90an. Rintihan ‘balekno gembungku’ populer yang diucapkan oleh mbok Suminten yang menyaingi kharisma Nek Lampir dan Nini Pelet. (pik)

NOVEL Bumi Manusia karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, buku pertama dari Tetralogi Buru, yang telah sukses dicetak dalam 43 bahasa di seluruh dunia, segera diangkat menjadi film layar lebar. Novel itu ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer ketika mendekam di tahanan pulau Buru, dengan menggunakan kertas bekas bungkusan semen untuk menulis kisah Bumi Manusia, sebelum dituliskan pada tahun 1975.
Film Bumi Manusia sendiri akan mulai syuting pada pertengahan bulan Juli hingga Agusus 2018. Produksi dan pengambilan gambar akan dilaksanakan di dua negara yakni Indonesia (Yogyakarta dan Semarang) dan Belanda. Pemain utama dalam film ini adalah Iqbaal Ramadhan sebagai Minke, Mawar Eva de Jongh sebagai Annelies dan Sha Ine Febriyanti sebagai Nyai Ontosoroh.