Google Nyatakan Telah Menambal 1.072 Bug Keamanan pada Browser Chrome

JAYAKARTA NEWS— Google mengatakan telah memperbaiki lebih banyak bug Chrome pada bulan Juni dibandingkan dua tahun terakhir, berkat AI.

Dengan bantuan alat AI internalnya, Google mengatakan telah menambal lebih banyak celah keamanan di browser Chrome-nya dalam sebulan terakhir dibandingkan gabungan dua tahun terakhir.

Mengutip TechCrunch, raksasa teknologi itu mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah memperbaiki 1.072 bug keamanan dalam dua versi Chrome terakhir, yang keduanya dirilis pada bulan Juni. Jumlah itu lebih banyak daripada jumlah bug yang ditambal dalam 23 versi sebelumnya yang dirilis selama dua tahun terakhir, yang berjumlah 1.036 perbaikan.

Sejak munculnya LLM, para ahli keamanan siber telah memperingatkan bahwa sistem bertenaga AI akan menemukan semakin banyak bug secara eksponensial, memaksa para pembela untuk juga menggunakan AI untuk mengantisipasi peretas jahat.

Prediksi itu mulai menjadi kenyataan, dan didukung oleh data nyata.

Grafik yang diterbitkan oleh Google, yang diungkapkan perusahaan sebagai bagian dari white paper tentang upaya perusahaan untuk menggunakan AI untuk menemukan celah keamanan dan memperbaikinya lebih cepat, menunjukkan peningkatan eksponensial. Sebagai konteks, Chrome 126 dirilis pada Juni 2024, sementara dua rilis Chrome terbaru, Chrome 149 dan 150, dirilis bulan lalu. Google menyebut setiap versi sebagai “tonggak sejarah.”

Doug Turner, direktur teknik Chrome, mengatakan kepada TechCrunch dalam sebuah pernyataan bahwa LLM telah “secara fundamental mengubah ekonomi keamanan siber, mengubah penemuan kerentanan menjadi operasi otomatis berskala industri.”

“Dengan menerapkan model seperti Gemini, kami secara proaktif memperbaiki kerentanan, mengungguli lawan kami, dan membuat Chrome lebih aman dengan setiap pembaruan,” kata Turner, dikutip dari TechCrunch.

Ilustrasi/Foto: Angel Bena, Pexels.com

Microsoft juga Menambal 570 Celah Keamanan pada Produknya

Google bukanlah satu-satunya perusahaan yang melihat tren ini.

Awal bulan ini, Microsoft mengumumkan bahwa mereka telah menambal rekor 570 celah keamanan di seluruh lini produknya sebagai bagian dari putaran tambalan terjadwal bulanan mereka — yang secara informal dikenal sebagai “Patch Tuesday.” Microsoft menyebutkan penggunaan AI mereka sendiri untuk menjelaskan lonjakan mendadak dalam perbaikan bug.

Sementara itu, Apple tampaknya tidak mencatat peningkatan eksponensial yang sama. Menurut penghitungan independen bug yang diperbaiki di produknya, Apple telah menambal 482 bug pada tahun 2026, yang kira-kira sama atau melampaui jumlah bug yang diperbaiki dari tahun lalu, dan juga kira-kira sama dengan jumlah bug yang ditambal Apple pada tahun 2015.

TechCrunch menghubungi Apple untuk meminta komentar, tetapi tidak mendapat balasan. (Sumber: TechCrunch)

Tok! Google Resmi Serahkan Surat Kepatuhan pada Pemerintah

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah mengapresiasi komitmen Google yang secara resmi menyatakan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Rabu (22/4/2026), usai pertemuan dengan Director of Government Affairs and Public Policy YouTube Asia Pacific, Celeste Campbell-Pitt dan Perwakilan YouTube, Danny Ardianto, dilansir InfoPublik.

Meutya Hafid menyampaikan bahwa Google telah menyerahkan surat kepatuhan secara resmi kepada pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, sebagai bentuk komitmen dalam menyesuaikan kebijakan platformnya dengan regulasi di Indonesia. “Pemerintah mengapresiasi karena YouTube yang berada di bawah Google telah menyampaikan surat kepatuhan secara resmi,” ujar Meutya.

Ia menjelaskan, sejumlah langkah konkret telah mulai diterapkan oleh YouTube, antara lain pemberlakuan notifikasi batas usia minimum 16 tahun, rencana deaktivasi akun pengguna di bawah usia tersebut, serta kebijakan untuk menghapus iklan yang menargetkan anak-anak dan remaja.

Menurut Meutya, secara keseluruhan saat ini tujuh platform digital telah menyatakan kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah, yaitu X, Bigo Live, Meta (Instagram, Facebook, Threads), TikTok, dan YouTube. Sementara satu platform lainnya masih dalam proses komunikasi.

Pemerintah juga memberikan tenggat waktu hingga Juni 2026 bagi seluruh platform untuk menyampaikan self-assessment sebagai bagian dari mekanisme pengawasan kepatuhan. “Delapan perusahaan ini menjadi role model bahwa jika mau, pasti bisa,” tegas Menkomdigi.

Selain itu, pemerintah akan terus memantau implementasi kebijakan secara bertahap dengan meminta laporan berkala dari platform terkait, termasuk perkembangan penertiban akun anak di bawah usia 16 tahun.

Perwakilan YouTube Indonesia dan South Asia, Danny Ardianto, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah dalam melindungi anak dan remaja di ruang digital.  “Kami terus berfokus menjaga ruang digital di platform kami tetap aman serta mendukung generasi digital di masa mendatang,” ujarnya.

Pemerintah berharap komitmen yang telah disampaikan oleh platform digital global dapat diikuti dengan implementasi nyata di lapangan, sehingga tercipta ekosistem digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab bagi seluruh masyarakat, khususnya anak-anak. (*/di)

Dugaan Pelanggaran Perlindungan Pengguna: Kemkomdigi Periksa Meta dan Google

JAYAKARTA NEWS— Kementerian Komunikasi dan Digital memeriksa dua platform digital terbesar dunia, Meta dan Google, atas dugaan pelanggaran kewajiban perlindungan pengguna sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pemeriksaan berlangsung di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Dilansir dari keterangan Kemkomdigi, Meta telah menjalani pemeriksaan dan menandatangani berita acara. Google memenuhi panggilan kedua pemerintah dan menjalani proses pemeriksaan pada hari yang sama.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar mengatakan tim Kemkomdigi mengajukan 29 pertanyaan untuk mendalami dugaan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, khususnya terkait kewajiban platform dalam melindungi pengguna.

“Hasil pemeriksaan kedua platform tersebut akan kami dalami lebih lanjut,” jelasnya di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Ia menegaskan langkah ini merupakan bagian dari pengawasan aktif pemerintah untuk memastikan platform digital menjalankan tanggung jawabnya kepada publik. (*)

Google Perluas Pengalaman Generative AI ke Situs Terpilih

JAYAKARTA NEWS – Google mengumumkan bahwa pengalaman pengguna terhadap ‘generative search‘ mereka akan diperluas untuk memungkinkan user menggunakan alat AI di berbagai situs web selain mesin pencarian Google.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (15/8/2023). Perusahaan teknologi ini, kini tengah bekerja keras, berusaha untuk dapat menghadirkan inovasi baru pada mesin pencari mereka. Langkah tersebut sebagai reaksi atas gebrakan Microsoft di pasar dengan menggabungkan teknologi dari startup OpenAI ke dalam mesin pencari “Bing”, miliknya Microsoft.

Alphabet, induk perusahaan Google, menyatakan dengan pengembangan baru yang dilakukannya, maka dimungkinkan bagi pengguna untuk bereksperimen dengan fitur-fitur baru. Tentu lebih menarik, karena menampilkan konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) saat mereka menjelajahi web. Hal ini dilakukan guna menjaga keunggulan Google di pasar yang dipenuhi oleh ancaman persaingan baru.

Tidak lama ini, Google merilis pengalaman “generative search”, atau SGE, di mana pengguna dapat mencoba versi eksperimental dari mesin pencarian mereka yang menampilkan respons yang dihasilkan oleh AI di atas daftar hasil pencarian biasa.

Dalam pengumumannya, perusahaan ini menjelalskan bahwa produk ini akan diperluas agar pembaca dapat menggunakan alat AI ini di situs web selain mesin pencarian Google untuk merangkum artikel-artikel panjang dan informasi mendalam.

Fitur ini “dirancang khusus untuk membantu orang terkait dengan konten panjang dari para penerbit dan penciptanya. Selain itu akan bermanfaat yang membuat pengguna lebih mudah untuk menemukan apa yang Anda cari saat menjelajahi web”, tulis Rany Ng, Wakil Presiden Manajemen Produk Pencarian Google, dalam sebuah pos di blog.

Google mengatakan pengguna dapat “mengetuk” untuk menampilkan daftar poin kunci yang dihasilkan oleh AI dari suatu artikel. Selain itu juga dapat mengakses fitur “jelajahi di halaman”, yang memberikan ringkasan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab oleh laporan tersebut dan tautan ke bagian-bagian yang relevan.

Perusahaan ini telah berusaha keras untuk menghadirkan inovasi pada mesin pencari utamanya setelah Microsoft menggebrak pasar dengan menggabungkan teknologi dari startup OpenAI ke dalam mesin pencari Bing-nya.

Penerbit-penerbit masih bergumul dengan dampak dari generative AI, yang dapat menghasilkan teks dan gambar dari perintah sederhana. Google mengatakan fitur baru ini hanya akan menghasilkan ringkasan untuk konten yang dapat diakses secara gratis.

“Fitur ini tidak memberikan poin kunci pada artikel-artikel yang dibatasi oleh pembayaran, dan para penerbit memiliki kendali atas hal ini,” tulis Rany Ng. Dia kemudian menambahkan bahwa perusahaan akan “mengumpulkan umpan balik dan mempelajari apa yang terbaik untuk kedua pihak, baik penerbit maupun pengguna, seiring perkembangan eksperimen ini dari waktu ke waktu.”

Menurut Google, pengguna yang menjelajahi halaman web dapat “mengetuk” untuk menampilkan daftar poin kunci yang dihasilkan oleh AI dari suatu artikel, serta mengakses fitur “jelajahi di halaman”, yang memberikan ringkasan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab dalam artikel tersebut dan tautan untuk beralih ke bagian yang relevan.

Selain itu, Google juga mengumumkan bahwa mereka akan mulai menampilkan definisi dalam konten yang dihasilkan oleh AI mereka dan membuatnya lebih mudah bagi orang untuk menggunakan SGE dalam pemrograman. (berg/scmp/sm)

Google Buat Mesin Pencari yang Lebih Canggih dengan AI

JAYAKARTA NEWS – Google mengumumkan rencananya untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang lebih canggih pada mesin pencarinya. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap salah satu ancaman terbesar bagi posisinya sebagai gerbang utama internet.
Perubahan ini dilakukan tiga bulan setelah mesin pencarian Bing milik Microsoft mulai menggunakan teknologi yang mirip dengan ChatGPT, chatbot yang menghadirkan salah satu sensasi di Silicon Valley sejak rilisnya iPhone pertama oleh Apple 16 tahun lalu.

Google, yang dimiliki oleh Alphabet Inc., telah menguji coba chatbot percakapan miliknya sendiri bernama Bard. Produk tersebut, yang didukung oleh teknologi AI generatif yang juga digunakan oleh ChatGPT, hanya tersedia untuk orang yang telah diterima dari daftar tunggu.

Namun, Google mengumumkan pada hari Rabu bahwa Bard akan tersedia bagi siapa saja di lebih dari 180 negara dan lebih banyak bahasa selain bahasa Inggris. Ekspansi multibahasa Bard akan dimulai dengan bahasa Jepang dan Korea sebelum menambahkan sekitar 40 bahasa lainnya.

Sekarang, Google siap untuk menguji coba kecerdasan buatan pada mesin pencarinya, yang selama 20 tahun terakhir telah menjadi sinonim dengan menemukan hal-hal di internet dan menjadi pilar dari kerajaan periklanan digital yang menghasilkan lebih dari $220 miliar pendapatan tahun lalu.

“Kita berada pada titik balik yang menarik,” kata CEO Alphabet Sundar Pichai dalam konferensi pengembang yang penuh sesak dengan referensi AI. “Kita mengimajinasikan semua produk kita, termasuk pencarian.”

Teknologi AI yang lebih canggih juga akan hadir pada Gmail Google dengan opsi “Bantu Saya Menulis” yang akan menghasilkan balasan email panjang dalam hitungan detik, dan alat untuk foto bernama “Editor Ajaib” yang akan secara otomatis mengedit foto. Transisi ke AI akan dimulai secara hati-hati pada mesin pencarian yang menjadi kebanggaan Google.

Pendekatan hati-hati ini mencerminkan kesulitan Google dalam mencapai keseimbangan antara tetap berada di garis depan teknologi sambil menjaga reputasinya sebagai penyedia hasil pencarian yang dapat diandalkan, yang dapat terkikis oleh kecenderungan AI untuk membuat informasi yang terdengar otoritatif padahal tidak benar.

Kecenderungan untuk menghasilkan jawaban-jawaban yang meyakinkan secara menipu –fenomena yang secara eufemistik disebut “halusinasi” — telah muncul selama pengujian awal Bard, yang seperti ChatGPT, bergantung pada teknologi AI generatif yang masih terus berkembang.

Google akan melangkah ke tahap berikutnya dalam pengembangan AI melalui laboratorium pencarian yang baru dibentuk di mana orang-orang di Amerika Serikat dapat bergabung dengan daftar tunggu untuk menguji bagaimana AI generatif akan dimasukkan ke dalam hasil pencarian.

Hasil AI akan jelas ditandai sebagai bentuk teknologi eksperimental dan Google berjanji bahwa ringkasan yang dihasilkan oleh AI akan terdengar lebih faktual daripada percakapan — suatu perbedaan yang jelas dengan Bard dan ChatGPT, yang diprogram untuk menyampaikan persona yang lebih mirip manusia. Google akan memasukkan pengaman yang akan mencegah AI dalam mesin pencari untuk menjawab pertanyaan sensitif tentang kesehatan — seperti, “Haruskah saya memberi Tylenol kepada anak berusia 3 tahun?” — dan masalah keuangan. Dalam kasus seperti itu, Google akan tetap membimbing orang ke situs web yang berwenang.
Google tidak memprediksi berapa lama lagi mesin pencari mereka akan menyertakan hasil AI generatif untuk semua orang. Perusahaan Mountain View, California, telah mendapat tekanan yang semakin meningkat untuk menunjukkan bagaimana mesin pencarinya akan mempertahankan kepemimpinannya sejak Microsoft mulai memuat AI ke dalam Bing, yang tetap menjadi runner-up yang jauh di belakang Google.

Ancaman potensial ini awalnya membuat harga saham Alphabet turun, meskipun belakangan ini telah kembali ke posisi semula ketika Bing mengumumkan rencana AI-nya dengan suara gemuruh.

Baru-baru ini, The New York Times melaporkan bahwa Samsung sedang mempertimbangkan untuk menghapus Google sebagai mesin pencari default di smartphone yang banyak digunakan, yang menimbulkan spekulasi bahwa Apple mungkin akan mengadopsi taktik serupa dengan iPhone kecuali Google dapat menunjukkan bahwa mesin pencarinya dapat berkembang dengan apa yang tampaknya akan menjadi revolusi AI yang akan datang.

Saham Alphabet melonjak 4% pada hari Rabu setelah pengumuman gelombang AI Google untuk menutup pada harga penutupan tertinggi sejak Bing mulai bergabung dengan ChatGPT pada awal Februari.

Saat Google mulai menanamkan AI dalam mesin pencarinya, Google bertujuan untuk membuat Bard lebih pintar dengan terhubung dengan generasi berikut dari data set besar yang dikenal sebagai “large language model” atau LLM yang menggerakkannya. LLM yang dibutuhkan Bard disebut Pathways Language Model atau PaLM. AI di mesin pencari Google akan mengambil dari PaLM2 generasi berikutnya dan teknologi lain yang dikenal sebagai Multitask Unified Model atau MUM.

Meskipun orang harus menunggu untuk melihat bagaimana mesin pencari Google akan menggunakan AI generatif untuk menemukan jawaban, alat baru akan segera lebih luas tersedia untuk semua pengguna. Google akan menambahkan filter baru yang disebut “Perspektif” yang akan difokuskan pada apa yang orang katakan online tentang topik apa pun yang dimasukkan ke dalam mesin pencari. Fitur baru ini akan ditempatkan bersama filter pencarian yang ada untuk berita, gambar, dan video.

Selain menggunakan acara teknologi tahunan mereka untuk memamerkan keahlian mereka dalam AI, Google juga mengungkapkan smartphone lipat pertama dalam rangkaian gadget Pixel mereka. Masuknya Google ke dalam desain smartphone baru yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan perangkat sebagai mini tablet juga dilakukan.***/sm

Pelecehan Seks, Google Tendang 48 Pegawai

Dalam foto file ini diambil pada 24 Mei 2018, seorang pria berjalan melewati logo perusahaan teknologi multinasional AS Google selama pameran perdagangan VivaTech (Viva Technology), di Paris.

 

PENGHARGAAN terhadap wanita, pentingnya kesetaraan gender, menjadi nafas penting yang dipegang teguh perusahaan global. Oleh karena itu, siapa pun yang menjadi bagian dari perusahaan global, di level apa pun mereka bekerja, harus paham bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun untuk melakukan pelecehan seksual.

Melanggar, berarti menandatangani surat pengunduran diri atau menyatakan siap dipecat.  Google meruapakan salah satu perusahaan global yang menjunjung tinggi harkat martabat wanita. Semenjak 2016, perusahaan ini telah memecat 48 orang, termasuk 13 manajer senior, atas klaim pelecehan seksual, demikian laporan yang dikutip dari BBC.

Dalam sebuah surat kepada karyawan, kepala eksekutif Sundar Pichai mengatakan, perusahaan raksasa teknologi itu mengambil “garis keras” pada perilaku yang tidak pantas.

Surat itu sebagai tanggapan atas laporan New York Times yang mengatakan, creator  Android,  Andy Rubin menerima paket pesangin $ 90.000.000 meskipun menghadapi tuduhan pelanggaran. Seorang juru bicara untuk Rubin, membantah tuduhan itu, kata surat kabar itu.

Sam Singer mengatakan Rubin memutuskan untuk meninggalkan Google pada tahun 2014 untuk meluncurkan perusahaan modal ventura dan inkubator teknologi yang disebut Playground. Dia diberi apa yang digambarkan oleh koran sebagai “hero’s farewell”  ketika dia pergi.

Surat Pichai mengatakan, bahwa kisah New York Times “sulit untuk dipahami” dan bahwa Google “sangat serius” tentang menyediakan “tempat kerja yang aman dan inklusif”.

“Kami ingin meyakinkan Anda bahwa kami meninjau setiap keluhan tentang pelecehan seksual atau perilaku tidak pantas.  Kami menyelidikinya dan kami mengambil tindakan,” lanjutnya. Tak satu pun dari karyawan yang diberhentikan dalam dua tahun terakhir menerima paket keluar, tambah Pichai.

Menurut laporan New York Times, dua eksekutif Google yang tidak disebutkan namanya, tekah meminta  kepala Larry Page agar mendesak  Rubin untuk mengundurkan diri setelah perusahaan mengonfirmasi keluhan yang disampaikan  karyawan wanita tentang pelecehan seksual di sebuah kamar hotel pada tahun 2013.

Investigasi Google menemukan bahwa keluhan wanita itu dapat dipercaya, demikian laporan koran tersebut, tetapi perusahaan belum mengonfirmasi hal ini.***

Scammer Mulai Menargetkan iPhone dengan Serangan Phishing Pintar

BARHATI-HATILAH!

Dukungan teknis penipuan telah berkembang begitu merajalela, sehingga banyak YouTuber menghabiskan seluruh waktu mereka untuk bagaimana bisa mengacaukan perusahaan palsu ini dan membuang-buang waktu para penipu.

Sebagian besar pengguna Windows PC telah menjadi  target, tetapi tampaknya di antara penipu juga mencoba untuk menipu para pengguna Mac.

Sekarang tampaknya para penipu ini mencoba membobol kancah ponsel dengan peringatan yang meyakinkan dan situs web yang ditargetkan di perangkat iOS. Para penipu menggunakan email phishing untuk mengarahkan pengguna ke situs web Apple palsu.

“Kerumitan phishing dan format halaman web dapat meyakinkan beberapa pengguna bahwa ponsel mereka telah ‘dikunci untuk kegiatan ilegal’ oleh Apple, memikat pengguna agar segera mengklik untuk menyelesaikan panggilan,” demikian laporan Ars Technica.

Tampaknya para scammer berusaha memikat pengguna agar mendaftar ke layanan keamanan Apple yang palsu. Namun, itu benar-benar memungkinkan aktor jahat untuk mendorong aplikasi berbahaya ke telepon pengguna.

Email secara cerdas dirancang agar terlihat seperti komunikasi resmi iCloud. Satu contoh berbunyi:

“[Username], Waspada penting untuk ID akun Anda 7458. Upaya masuk diblokir untuk akun Anda [alamat email]. Seseorang hanya menggunakan kata sandi Anda untuk mencoba masuk ke profil Anda. “

 

 

Di bawah peringatan itu ada tombol “Check Activity”   yang tertaut ke situs web yang disusupi untuk salon pria di India.

Wahhhh, pandai sekali mereka meniru gaya peringatan resmi yang dikeluarkan Apple dan Google. Duh…, Anda pernah mendapatkan peringatan seperti itu?

Setelah membaca peringatan seperti itu, pengguna kemudian diarahkan melalui beberapa situs lain sebelum mendarat di halaman  “Apple Support” yang tampak resmi. Namun, nama domain “applesecurityrisks” sangat mencurigakan.

Halaman ini menggunakan Javascript untuk memicu kotak dialog pada iPhone untuk menempatkan panggilan telepon ke “Apple Care.” Pada perangkat Apple lainnya, skrip mencoba meluncurkan panggilan FaceTime.

 

 

Ini juga mendorong layar peringatan ke perangkat yang mengatakan itu telah “terkunci karena aktivitas ilegal” (gambar di atas) dengan harapan menakut-nakuti pengguna untuk menyelesaikan panggilan.

Ketika Gallagher dari Ars Technica menelepon nomor tersebut, dia disambut oleh seseorang yang menyebut dirinya “Lance Roger, dan dia mengaku sebagai teknisi Apple Care. Gallagher mencoba untuk menggali lebih banyak informasi selama panggilan, tetapi orang itu menjadi curiga dan menutup telepon dia.

Ars Technica tekah memperingatkan Apple akan adanya penipuan ini, dan situs web tersebut telah ditandai sebagai “deceptive”   oleh Google dan Apple.***

Rumor Pixelbook 2 bisa jadi jawaban Google untuk Surface Pro

Evan ‘@evleaks‘ Blass, mobile reporter di  venturebeat.com meyakini bahwa Pixelbook generasi kedua akan diluncurkan bersama dengan ponsel Pixel baru, smartwatch dan earphone Pixel Buds.

Blass, yang kiat-kiatnya sangat di dengar, mengatakan bahwa Pixelbook 2 akan memiliki bezel yang lebih tipis dari pendahulunya. Pixelbook baru dijadwalkan untuk dikirim sebelum akhir tahun, kata laporan itu.

Jika perangkat generasi mendatang hadir dengan bezel tipis, perangkat ini akan lebih dekat ke perangkat Microsoft Surface Pro dalam hal desain.

Pixelbook asli sudah mengguncang desain tipis dan ringan, menawarkan kinerja yang luar biasa, daya tahan baterai yang sangat baik, dan kemampuan untuk mengunduh aplikasi dari Google Play Store.

 

 

Chromebook menawarkan layar QHD 12,3 inci, prosesor Core i7 7-gen dengan RAM 16GB.

Tidak ada berita tentang spesifikasi untuk model gen mendatang ini, tetapi kemungkinan akan tiba pada bulan Oktober tahun ini.

Kami mencetak Pixelbook 8/10 ketika tiba, hanya menandainya untuk speaker dan stylus hanya bekerja dengan beberapa pilihan aplikasi. Pada harga £ 999, ini ada di ujung skala Chromebook yang lebih mahal dan penurunan harga baru-baru ini menunjukkan bahwa pendatang baru mungkin sedang dalam perjalanan.

“PixelBook adalah Chromebook premium pertama yang benar-benar saya rekomendasikan,” kata pengulas di trustedreviews.

“Ini tidak sempurna di sisi perangkat lunak, tetapi memadai untuk dapat digunakan pada hampir semua tugas yang Anda lontarkan. Tentu saja, ketidakpastian yang biasa tentang apakah perangkat lunak yang Anda suka benar-benar akan tersedia tetap ada, tetapi itu adalah pertimbangan yang harus Anda buat sendiri. ”

Mantan Insinyur Google Pilih Kembali ke China

Colin Huang (Photo: Courtesy Bloomberg)

KEPUTUSAN Colin Huang untuk keluar dari Silicon Valley dan kembali ke China, membuktikan salah satu gerakan karier yang sangat ‘mengejutkan’ dalam beberapa tahun terakhir, bahkan di era penciptaan kekayaan ekstrem sekarang ini.

Mantan insinyur Google, yang mendirikan Pinduoduo Inc. yang berbasis di Shanghai tiga tahun lalu itu, dapat segera memiliki kekayaan $ 8,3 miliar, berdasarkan kepemilikannya di operator e-commerce. Dengan kekayaan itu, akan  menjadikannya di antara 25 orang terkaya di negeri ini, demikian menurut Bloomberg Billionaires Index.

Pinduoduo, yang didukung oleh Tencent Holdings Ltd. dan dikenal sebagai PDD, berencana untuk go public di AS, menawarkan 85,6 juta American Depository Shares pada $ 16 hingga $ 19 masing-masing, demikian menurut pengajuan yang disampaikan ke bursa saham. Huang akan memiliki 46,8 persen saham setelah IPO dengan asumsi opsi over-allotment tidak dilaksanakan.

Perolehan $ 8,3 miliar didasarkan pada harga terendah dari kisaran harga. Batas atas akan berarti kekayaan bersihnya $ 9,9 miliar, dan akan membuatnya menjadi orang terkaya ke-16 di China, di depan Richard Liu, pendiri peritel online No. 2 di China, JD.com Inc.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari perusahaan tentang kabar ini.

Teknologi memainkan peran penting dalam mencetak milyarder, terhitung lebih dari setengah dari 10 orang terkaya di Cina. PDD, berdasarkan pengajuannya, akan dinilai sebanyak $ 21 miliar setelah IPO. Penilaian luhur mungkin dibayangi oleh risiko termasuk ketakutan akan perang dagang, yang berkontribusi pada debut Xiaomi yang tidak bersemangat.

Huang, yang dibesarkan di Hangzhou dan belajar di Universitas Zhejiang, mendapat gelar master dalam ilmu komputer dari University of Wisconsin. Dia memulai karirnya di kantor pusat Google pada tahun 2004 sebagai insinyur perangkat lunak dan kembali ke Tiongkok pada tahun 2006 untuk membantu mendirikan Google China. Dia memulai perusahaan pertamanya pada tahun 2007, sebuah situs e-commerce bernama Ouku.com yang ia jual tiga tahun kemudian.

Pada bulan April, PDD mengeluarkan lebih dari 250 juta saham senilai setidaknya $ 1 miliar, berdasarkan pada akhir rendah dari kisaran harga, untuk perusahaan yang dikendalikan oleh Huang, sesuai dengan pengajuan. Huang berencana untuk menyumbangkan sebagian saham PDD-nya ke dua yayasan amal yang ingin ia bangun.***

Google Akui Kalah untuk Akuisisi GitHub

 

SEORANG eksekutif Google mengakui, raksasa mesin pencarian itu kalah untuk membeli GitHub.

Berbicara dalam sebuah acara  Fortune Magazine kemarin, kepala cloud  Diane Greene membuat pengakuan yang menarik. “Saya tidak keberatan membeli mereka, tapi tidak apa-apa,” kata Greene seperti dikutip Bloomberg.

Rumor sebelumnya menyubutkan bahwa  Google juga mencoba untuk mengakuisisi GitHub, bersama dengan tawaran Microsoft. Pendiri GitHub, Chris Wanstrath dilaporkan memilih Microsoft, karena hubungannya dengan CEO Satya Nadella.

GitHub adalah repositori kode besar yang telah menjadi sangat populer dengan pengembang dan perusahaan untuk meng-host proyek, dokumentasi, dan kode.

Apple, Amazon, Facebook, Google, dan banyak perusahaan teknologi besar lainnya menggunakan GitHub. Ada 85 juta repositori yang di-host di GitHub, dan 28 juta pengembang berkontribusi untuk mereka.

Google yang dimintai komentarnya oleh The Verge pada awal bulan ini ihwal  apakah masih akan terus menggunakan GitHub. Juru bicara perusahaan mengatakan pada saat itu “Kami tidak mengomentari akuisisi yang sedang berlangsung di seluruh industri.”

Facebook telah berkomitmen untuk GitHub, dan seorang juru bicara mengungkapkan: “selama GitHub tetap menjadi tempat yang bagus untuk berbagi proyek kami, dan berkolaborasi dengan komunitas open source, kami akan terus menggunakannya.”

Greene juga menggemakan keprihatinan serupa dari pengembang tentang Microsoft membeli GitHub dan masa depannya.

“Saya sangat berharap Microsoft dapat menjaga mereka sepenuhnya netral,” kata Greene.

Sebagian besar pengembang tampaknya menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi dengan akuisisi Microsoft.

The Verge juga mewawancarai beberapa pengembang terkemuka di GitHub, dimana beberapa di antaranya  memiliki kekhawatiran bahkan jika Google telah memperoleh layanan tersebut.

Microsoft telah berusaha menenangkan saraf awal, dan perusahaan diharapkan untuk menutup kesepakatannya akhir tahun ini.