Oleh Gde Mahesa
Kepercayaan terhadap hal-hal mistis masih kuat mengakar di berbagai lapisan masyarakat Indonesia.
Garam memiliki berbagai manfaat spiritual dan telah dipakai oleh banyak budaya dan tradisi sepanjang sejarah, salah satunya mandi air garam yang telah lama dilakukan.
Kepercayaan yang cukup populer adalah mengenai kemampuan garam dalam mengusir makhluk halus bukanlah fenomena baru. Sejak zaman dahulu, garam telah dianggap sebagai elemen yang memiliki kekuatan magis di berbagai budaya di seluruh dunia, dan sering digunakan dalam ritual perlindungan dan pemurnian.
Hal ini diyakini karena sifat garam yang mampu menyerap energi negatif dan menjaga keseimbangan. Di Indonesia sendiri, kepercayaan ini dipengaruhi oleh perpaduan antara tradisi lokal, Hindu dan Buddha, sehingga garam dianggap sebagai simbol kesucian dan kebersihan, serta dipercaya dapat menjauhkan energi-energi negatif yang dibawa oleh makhluk halus.
Tekstur garam yang kasar dan tajam diasosiasikan mampu untuk melukai atau menolak entitas gaib.
Konon para makhluk halus tidak menyukai aroma atau rasa garam karena mereka bilang “pahit”.
Kepercayaan ini kemudian berkembang sampai menaburkan garam di sekeliling rumah, bahkan dipakai sebagai jimat perlindungan.
Walaupun secara ilmiah tidak bisa dibuktikan, namun, efek psikologis dari kepercayaan terhadap garam tidak bisa diabaikan. Praktek penggunaan garam dalam spiritual masih banyak dilakukan oleh masyarakat.
Kehidupan memang tak bisa lepas dari garam, sebab asam dan garam juga menunjukkan jam terbang. Sruputtt kopi pahitnya… bullll bullll klepussss….