Orasi di Apel Siaga PDIP, Puan Kobarkan Semangat Kader untuk Menangkan Ganjar

JAYAKARTA NEWS— Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Politik sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan orasi politik di perhelatan Apel Siaga Pemenangan Pileg dan Pilpres 2024 partai berlambang moncong putih itu. Dalam orasinya, ia menyebut seluruh kader PDIP harus tegak lurus amanat partai dengan mengobarkan api perjuangan untuk mencapai kemenangan.

Apel Siaga Pemenangan Pileg dan Pilpres 2024 digelar di Stadion Jati Diri, Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (25/8/2023) malam. Acara ini dihadiri 33 ribu kader PDIP. Apel siaga yang digelar PDIP menjelang Pemilu 2024 tersebut mengambil tema ‘Nyalakan Api Semangat, Satu Barisan Satu Komando’.

Dalam moment tersebut, Puan dan Capres PDIP Ganjar Pranowo duduk bersebelahan dan kompak memakai pakaian bewarna hitam. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga tampak hadir secara virtual menyaksikan ribuan kader riuh bergemuruh memeriahkan apel akbar.

Selain Puan dan Ganjar, juga terlihat Tuan Guru Bajang (TGB), Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto. Beberapa politikus PDIP lainnya yang juga tampak hadir, seperti Abidin Fikri, Johan Budi, Trimedya Panjaitan, dan Junimart Girsang.

Untuk membakar semangat seluruh kader PDIP yang hadir di Stadion Jaka Baring, Bung Karno dihadirkan ke tengah-tengah masa memberikan orasi dalam bentuk hologram. Bukan hanya itu, dalam tampilan visual terlihat Presiden Pertama RI itu menyerahkan tongkat kepemimpinan sebagai tanda meneruskan perjuangan.

Puan yang didaulat menerima tongkat kepemimpinan dari Bung Karno tegas menyatakan siap menerima amanat dari bapak bangsa tersebut. Ia mengungkapkan tongkat komando tersebut adalah amanat Bung Karno agar PDIP bisa memenangkan Pemilu 2024.

“Kita akan mewujudkan Pemerintah ke depan dipimpin oleh kader terbaik PDI Perjuangan, pemimpin yang merakyat, saya panggil calon Presiden kita Ganjar Pranowo,” ucap Puan usai menerima tongkat komando dari Bung Karno.

Penyerahan Tongkat Komando

Puan kemudian menyerahkan tongkat komando kepada Ganjar Pranowo sebagai Capres PDIP yang disambut gemuruh seluruh kader yang hadir di Stadion Jaka Baring. Di atas panggung, Puan mengangkat tangan Ganjar lalu mengajaknya berkeliling menyapa kader yang hadir dari setiap sisi panggung.

Setelahnya, Puan mempersilahkan Ganjar untuk menyampaikan orasi politiknya di hadapan ribuan kader yang sudah mengenakan seragam bertuliskan ‘Ganjar Untuk Semua’.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Bacapres Ganjar Pranowo /foto: PDIP

Usai Ganjar, Puan lalu menyampaikan orasinya. Di hadapan ribuan kader, Puan menekankan pentingnya sebuah perjuangan dalam mewujudkan kehidupan rakyat yang sejahtera. Demi mewujudkan itu, ia meminta seluruh kader merapatkan barisan dan berjuang bersama memenangkan PDIP dan Ganjar Pranowo.

“Malam ini, kita berkumpul, untuk menyatukan semangat dan langkah juang dalam memenangkan Pemilu 2024. Kita, PDI Perjuangan, akan mengabdikan diri untuk mewujudkan kehidupan rakyat yang sejahtera, tata tentrem kerta rahardja,” ucap Puan dalam orasi politiknya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu melanjutkan, PDIP telah melahirkan salah satu kader terbaiknya dalam tubuh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selama 2 periode menjabat presiden, kata Puan, Jokowi telah membuat program-program yang sejalan dengan visi misi partai untuk mensejahterakan rakyat.

Oleh sebab itu dalam Pilpres 2024, Puan meminta seluruh kader partai turun ke seluruh lapisan masyarakat untuk memenangkan Ganjar Pranowo yang akan meneruskan perjuangan Jokowi dalam memberikan kesejahteraan bagi bangsa dan negara.

“Kita ingin dengan kepemimpinan nasional dari PDI Perjuangan maka kita kembali menjalankan tugas sejarah mewujudkan Indonesia yang semakin maju, negara yang dihormati dunia, Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” tutur Ketua Pemenangan PDIP pada Pemilu 2024 itu.

Untuk mencapai hal tersebut, menurut Puan, tantangan terbesar yang harus dilalui agar kembali menjadi partai pemenang pemilu ketiga kali berturut-turut adalah menghindari perpecahan. Seluruh kader PDIP pun diingatkan harus merapatkan barisan.

“Tantangan yang kita hadapi bagaikan batu karang yang menghadang, terpaan gelombang, bahkan kadang seperti hantaman badai,” tegas Puan.

“Tapi bukan Banteng Namanya kalau ciut, bukan PDI Perjuangan Namanya kalau takut bertempur demi kebenaran. Kita adalah para pejuang. Sekali banteng tetap banteng. Sekali PDI Perjuangan tetap PDI Perjuangan,” sambungnya.

Di pertengahan orasi politiknya, Puan mengatakan PDIP dibangun dengan pengorbanan, derita dan ujian. Hal tersebut lah yang membentuk para kader menjadi pribadi yang militansi dan sejalan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Partai kita, PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri, dapat tetap kokoh berdiri dengan tegak, solid bergerak terus memperjuangkan dan mewujudkan cita-cita dan tujuan bernegara kita,” ujar Puan,

“PDI Perjuangan telah melahirkan kader-kader terbaik di seluruh Indonesia; Bupati berprestasi, Walikota berprestasi, Gubernur berprestasi, Pimpinan dan Anggota DPR RI, serta DPRD terbaik,” tambah cucu Bung Karno itu.

Jokowi Kesayangan Mega

Puan menyatakan, Megawati Soekarnoputri selalu mencurahkan perhatian dan dukungan bagi seluruh kader yang tengah berjuang dalam Pemilu. Bahkan, ia menyinggung bahwa Jokowi adalah salah satu kader yang sangat disayangi Megawati.

“Apalagi Kecintaan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri pada kader terbaiknya yaitu Presiden Jokowi. Kecintaannya tidak akan pernah luntur, layaknya seorang ibu pada anaknya. Kasih Ibu sepanjang masa,” ucap Puan.

Puan pun menekankan pentingnya solidaritas seluruh kader agar tidak tergoda oleh usikan yang akan menimbulkan perpecahan dan mempertentangkan arahan dari partai.

“Kita jangan terbawa pada arus perpecahan, kita harus tetap solid. Kita akan segera memasuki medan juang untuk mendapatkan suara rakyat dalam pemilu. Strategi kemenangan kita harus dipimpin oleh partai, berbasiskan gotong royong, bertumpu pada mesin partai,” ungkap Puan.

Dengan bergotong royong dan bekerja sama, para kader disebut akan mewujudkan cita-cita partai yang berjuang demi kesejahteraan bangsa dan negara. Puan lantas mengutip pernyataan Bung Karno tentang makna perjuangan dan gotong royong.

“Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya,” katanya.

Lebih lanjut, Puan mengajak seluruh kader partai untuk bahu membahu memenangkan Capres PDIP, Ganjar Pranowo. Ia meminta para kader menyampaikan ke seluruh masyarakat bahwa PDIP berjuang bersama rakyat demi tujuan dan cita-cita bersama.

“Kita kobarkan api perjuangan untuk menang. Jaga soliditas, tingkatkan militansi, tegak lurus bergerak dibawah komando partai. Siap? Solid?” tanya Puan mengobarkan semangat kepada seluruh kader yang hadir.

“Siap!!” jawab seluruh kader secara serempak.

Mendengar gemuruh dari kader PDIP yang hadir, Puan menugaskan para kader untuk tetap solid dan terus mendulang suara untuk PDIP.

“Dari Jawa Tengah kita bawa PDI Perjuangan menang di Indonesia, dengan semangat perjuangan kita menangkan Ganjar Pranowo menjadi Presiden Republik Indonesia,” tukas Puan.

Pada apel akbar PDIP ini, Megawati yang hadir secara hologram memberikan pesan singkat kepada para kader. Pidato Megawati juga turut disiarkan di lokasi acara.***din

Sabtu Besok, Ganjar Halalbihalal dengan Ribuan Relawan Pendukung Jokowi

JAYAKARTA NEWS – Bakal Calon Presiden (Bacapres) 2024 Ganjar Pranowo bakal menghadiri halalbihalal 245 organisasi sukarelawan Joko Widodo (Jokowi) di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (13/5/2023) pukul 19.00 WIB.

Wakil Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres PDI Perjuangan (TKRPP PDIP) Adian Napitupulu mengatakan organisasi sukarelawan Jolowi yang hadir itu ialah mereka yang sudah bertransformasi mendukung Ganjar sebagai Capres 2024.

“Besok 245 sukarelawan Jokowi yang akan hadir bersama Pak Ganjar di Basket Hall, dan kira-kira ada tiga ribu atau empat ribu orang. Di situ halalbihalal, Pak Ganjar akan bicara dan hal lainnya,” kata Adian dalam konferensi pers di Sekretariat TKRPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2023).

Dia menyadari jumlah sukarelawan Jokowi pada Pilpres 2019 menyentuh 300-an, sedangkan angka pendukung eks Gubernur DKI Jakarta itu yang bertransformasi menyokong Ganjar di Basket Hall sekitar 245.

Adian menjelaskan perbedaan itu disebabkan sejumlah sukarelawan Jokowi membubarkan diri setelah Pilpres 2019.

“Nah, besok yang akan hadir di Hall Basket ada 245 organisasi sukarelawan. Kalau ada yang tanya yang lain kemana? Ada yang sudah membubarkan diri, karena Jokowi sudah menang periode kedua, ada juga yang kemudian metamorfosis menjadi sukarelawan Ganjar,” ungkap legislator Komisi VII DPR RI itu.

Adian melanjutkan Ganjar pada Sabtu pukul 15.00 WIB juga menghadiri pameran foto Peringatan 25 Tahun Reformasi di Jakarta.

“Besok itu ada dua acara Pak Ganjar di Jakarta yang terkait dengan kami (TKRPP PDIP, red), ada pameran foto jam 15.00 WIB di Jalan Hos Cokroaminoto 115,” ujarnya.

“Itu lebih kepada Peringatan 25 Tahun Reformasi bahwa kebebasan atau ruang kebebasan yang saat ini, bebasnya media dan partai tidak lepas dari peristiwa itu dan hadirnya Pak Ganjar menjadi bagian menghargai peristiwa itu dan pengorbanan teman-teman,” kata Adian.

Sementara itu, Sekretaris TKRPP PDIP Deddy Sitorus mencatat organisasi besar sukarelawan Jokowi pada Pilpres 2019 sebenarnya 70 dan 90 persen di antaranya sudah menjalin komunikasi dan koordinasi ke pihak mereka.

“Sekali lagi saya katakan bahwa kalau sukarelawan Pak Jokowi yang besar itu organisasinya sekitar 70 dan saya percaya dan menyakini bahwa setidaknya mendekati 90 persen sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kami,” ujarnya.***din

Ditanya Peluang Sandiaga Jadi Cawapres Ganjar, Megawati: Kok, yang Disebut Cuma Satu

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyatakan dirinya merasa heran ketika wartawan bertanya soal peluang Sandiaga Uno sebagai cawapres Ganjar Pranowo.

Adapun, pertanyaan itu diungkapkan awak media setelah elite PDIP bersama PPP menggelar pertemuan di lantai lima kantor partai berkelir merah itu, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (30/4/2023).

Awalnya, Megawati lebih dahulu menerangkan kepada awak media untuk bersabar menunggu pengumuman nama cawapres pendamping Ganjar. Namun, awak media kembali bertanya kepada Megawati menyikapi kencangnya isu Sandi sapaan akrab Sandiaga Uno yang bakal menjadi Cawapresnya 2024 pendamping Ganjar.

“Nah ini siasat wartawan, padahal tadi sudah tegas. Sabar, tunggu, ehh malah masuk spesifikasi. Siapa yang mau dijadiin. Saya mengerti adik-adik ini senangnya dapat berita headline, berita utama,” kata Megawati.

“Makanya sabar, kok, yang disebut cuma satu, ya,” lanjut Presiden kelima RI itu.

Megawati dalam menjawab cawapres pendamping Ganjar kemudian menyinggung tentang kereta yang sedang dibangun anak Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu. “Saya sudah bilang, kereta saya sudah banyak yang mau naik, loh, tunggu saja. Saya sudah punya di sini berapa, tuh, 10 atau berapa, ya, nanti, kan, mengerucut sendiri oleh pikiran saya,” kata Megawati.

“Yang mau ikut banyak banget. Cuma banyak juga yang malu-malu kucing,” tambahnya.

Terkait pendamping Ganjar, Megawati kembali mengingatkan agar semua pihak bersabar.

Menurutnya, masih ada waktu sebelum diputuskan dan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. “Jadi tolong sabar ya, tunggu saja mainnya toh. Sudah ada tadi ke KPU nya, 22-29 Oktober, itu boleh kalian deg-degan deh. Karena itu sudah akhir maksudnya batas waktu,” jelas Megawati.

Mega juga menyebut, urusan mencari cawapres pendamping Ganjar tidak bisa didasarkan semata oleh elektabilitas menurut lembaga survei. “Saya suka bilang, ini boleh, dong, dikritisi, yang namanya survei, saya dahulu belajar statistik, jadi saya tau, loh, sebenenrya beneran survei atau enggak,” katanya.***/din

Megawati Ditemani Ganjar Sambut Elite PPP yang Datang ke Kantor PDIP

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kedatangan Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono beserta rombongan, di lantai 5 kantor parpol berkelir merah itu, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (30/4/2024)

Sejumlah elite PDIP seperti Utut Adianto, Komarudin Watubun, Rachmat Hidayat, Yasonna Laoly, Pramono Anung, Hasto Kristiyanto, dan Ahmad Basarah tampak menemani Megawati menerima rombongan PPP.

Tampak, Gubernur Jawa Tengah sekaligus Capres 2024 Ganjar Pranowo terpantau pula menemani Megawati menerima rombongan elite PPP.

Megawati yang mengenakan setelan batik bekelir merah terlihat tersenyum ketika menyambut rombongan PPP yang dipimpin Mardiono.

“Monggo,” kata Megawati sembari kedua tangannya mengatup mengarah kepada Mardiono yang baru tiba.

“Mohon maaf lahir batin,” balas Mardiono mendengar ucapan Megawati.

Tidak lama, beberapa elite PPP terlihat menyalami Megawati dan satu di antaranya memberikan buku kepada Presiden kelima RI.

Elite PPP lainnya juga terlihat memberikan sebuah buku yang sama kepada Ganjar dan mantan legislator Komisi II itu menerima tanda mata dengan tersenyum.

Adapun, elite PPP yang terpantau hadir di DPP PDIP ialah Arwani Thomafi, Arya Permana Graha, Zarkasih Nur, Romahurmuziy, dan Amir Uskara.

Setelah prosesi salaman, para pimpinan PDIP dan PPP memasuki sebuah ruangan untuk menggelar pertemuan di lantai lima kantor DPP PDIP.

Mars PDIP dan PPP terlantun sebelum kedua elite parpol menjalin pertemuan yang diagendakan secara tertutup bagi awak media.

Diketahui, PDIP dan PPP ialah partai yang sudah menyatakan dukungan kepada Ganjar sebagai Capres 2024.

Jajaran PPP Jalan Kaki

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyambut rombongan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono bersama jajarannya yang berjalan kaki. Diketahui, kantor DPP PDIP dan PPP lokasinya bersebelahan di Jalan Diponegoro, Jakarta.

Hasto yang didampingi oleh Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondonkambey, dan Anggota Fraksi PDIP Said Abdullah sempat menyalami Plt Ketum PPP Mardiono.

Hasto pun sempat menunjukkan spanduk besar yang dipasang di DPP PDIP bertuliskan “Kerjasama Politik PDI Perjuangan-Partai Persatuan Pembangunan”.

“Wah PPP ikut ini pasang di sebelah,” kata Mardiono yang disambut tertawa oleh kedua jajaran saat hendak masuk ke dalam DPP PDIP.

Bukan hanya itu, saat berada di lobi DPP PDIP, Hasto pun menunjukan slogan “Satyameva Jayate” yang terpajang besar. Hasto pun menjelaskan bahwa kata-kata itu yang menjadi pegangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Diketahui arti kata yang berasal dari sansekerta itu adalah “Hanya Kebenaran yang Berjaya”.

“Ini menjadi keyakinan Ibu Mega,” kata Hasto kepada Mardiono dan rombongan.

Setelah itu Hasto bersama jajaran DPP PPP langsung menuju lantai 5 DPP PDIP untuk mengukuhkan kerja sama politik yang dipimpin langsung oleh Megawati.***/din

Tiba di Pertemuan Kerjasama PPP, Megawati Disambut Ganjar dan Hasto

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Prof.Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri tiba di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Selatan, Minggu (30/4/2023). Kehadirannya untuk menerima kunjungan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono dan jajaran pengurusnya.

Megawati tiba didampingi oleh Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondonkambey dan Politikus Senior PDIP Pramono Anung itu disambut oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Calon Presiden dari PDIP Ganjar Pranowo, serta Anggota Fraksi PDIP Said Abdullah.

Ganjar pun langsung bersalaman dengan Megawati. Dengan senyum merekah, Presiden Kelima Republik Indonesia itu menyapa para awak media yang menunggu.

Diketahui, hari ini rencananya PDIP dan PPP akan mengukuhkan kerja sama politik mereka. Diketahui, PPP sudah secara resmi mendukung Ganjar sebagai capres di Pilpres 2024.***/din

Soal PPP Usung Ganjar Pranowo, Ketua DPP Partai Golkar Ace: KIB tak akan Bubar!

JAYAKARTA NEWS— Partai Golkar memahami kebijakan Partai Persatuan Pembangunan dalam menentukan kepemimpinan nasionalnya, termasuk soal penentuan calon Presiden. Namun yang seharusnya menjadi catatan penting dari kebijakan PPP ini adalah bahwa kita sebelumnya selalu bersama dalam merumuskan Visi kebangsaan yang akan diperjuangkan dalam Pemilu Presiden 2024 nanti.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menanggapi kebijakan DPP PPP yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) pada Pilpres 2024.

“Setiap Partai memiliki kebijakan masing-masing. Jika PPP telah memutuskan kebijakan pencapresan dari PPP, ya itu kebijakan internal mereka. Partai Golkar juga masih konsisten dengan Pak Airlangga Hartarto sebagai Capres dari Golkar,” ucap Ace.

Terkait Koalisi Indonesia Bersatu, tegas Ace, tidak akan bubar. Partai Golkar dan PAN masih sejalan dan konsisten dengan kesepakatan yang telah dibangun bersama bahwa kita mengedepankan politik gagasan dan ide.

Partai Golkar dengan PAN masih tetap memenuhi untuk persyaratan presidential threshold. Jadi jika PPP telah memiliki kebijakan sendiri, tak mengurangi kecukupan tiket Pilpres 2024 dari KIB. “Kami terus berkomunikasi secara intensif untuk mendorong koalisi besar dengan partai-partai lainnya,” tegas Ace.

Sebagaimana diketahui, Partai Persatuan Pembangunan memutuskan mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Umum Presiden 2024 yang akan datang. Keputusan DPP PPP ini disampaikan Plt Ketum PPP M Mardiono di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (26/4/2023).***/din

Ganjar Capres, Ini Sikap Gerakan Pemuda Marhaenis

JAYAKARTA NEWS, JAYAKARTA – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024. Pengumuman disampaikan Megawati yang juga alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di tempat bersejarah. Hing Puri Bima Sakti di Batu Tulis, Bogor adalah kediaman Bung Karno.

Presiden Republik Indonesia yang juga kader PDI Perjuangan Ir. Joko Widodo hadir dalam pengumuman di hari Jumat (21/4) itu. “Pada jam 13.45 WIB dengan mengucap bismillah, menetapkan Ganjar Pranowo sebagai kader dan petugas partai, ditingkatkan tugasnya sebagai calon presiden,” ujar Megawati.

Pengumuman capres oleh Megawati disambut antusias oleh Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM). Sebuah organisasi sosial yang dulu menjadi underbouw Partai Nasional Indonesia (PNI). Dalam pernyataan tertulis berisi sikap politik GPM yang ditandatangani oleh ketua umum Ir. H.I Emir Moeis, MSc dan sekjen Ir. R Satyo Hadi Wibowo disampaikan tiga poin sikap politik GPM.

Berikut ketiga poin sikap politik Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM):

1. Memberikan ucapan Selamat kepada Bapak H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. atas penunjukannya sebagai Calon Presiden dari PDI Perjuangan. Seperti telah diumumkan Ibu Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan pada tanggal 21 April 2023 di Istana Batutulis Bogor.

2. Mendukung pencalonan Bapak H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. sebagai Calon Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029.

3. Memerintahkan seluruh jajaran Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di seluruh Indonesia untuk mensosialisasikan. Serta bekerja bersama bahu-membahu untuk memenangkan Bapak Ganjar Pranowo agar terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029.

Dengan keluarnya sikap politik Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) itu menjadi pesan jelas. Sebuah sambutan antusias di kalangan marhaenis (penerus ajaran Bung Karno) dalam merespon pengumuman capres dari PDI Perjuangan. Pernyataan sikap juga meminta seluruh jajaran GPM untuk gotong royong memenangkan Ganjar Pranowo. (jan)

Pidato Lengkap Capres Ganjar Pranowo

JAYAKARTA NEWS— PDI Perjuangan telah menetapkan Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden. Berikut ini adalah pidato lengkap Ganjar Pranowo setelah penetapan yang disampaikan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jumat (21/4/2023) di Batu Tulis, Bogor.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu, namo buddhaya, rahayu.

Yang sangat kita hormati, kita banggakan, Ibu Ketua Umum, Ibu Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri. Tentu yang terhormat, yang kita banggakan kader terbaik bangsa, terbaik kita semua yang kita semua miliki Bapak Presiden Joko Widodo yang hari ini bertugas sebagai Presiden RI.

Hadir dalam ruang ini, Mas Prananda, Mbak Puan yang sudah menjabat sebagai Ketua DPR RI, kader perempuan terbaik. Pak Ollie terima kasih. Pak Pram, Mas Hasto, Pak Sekjen terima kasih.

Tentu ini adalah sebuah keputusan yang diambil oleh Ketua Umum yang melalui proses yang sangat panjang, sebuah kehormatan buat saya mendapatkan penugasan sebagai kader partai.

Di samping tentu ini tugas yang tidak mudah, maka kiranya kawan-kawan yang hadir baik secara luring maupun daring, ada kepala daerah, ketua DPD PDI-Perjuangan, DPC, PAC, ranting, anak ranting, satgas dan seluruh komponen partai yang lain, kami mohon dukungan, kami mohon kritikan, saran, ini lah momentum buat kita untuk konsolidasikan kekuatan untuk bersatu. One for all, all for one.

Ibu Ketua Umum, Bapak Jokowi, seluruh hadirin yang sangat saya hormati, tentu ini bukan penugasan saya yang pertama dari partai ini. Awalnya sebelum masuk dalam jabatan publik, kami pernah ditugaskan oleh partai untuk membentuk, membidani lahirnya Badiklat pusat.

Setelah itu partai juga memberikan penugasan kepada saya untuk ikut serta dalam melahirkan Badan Penanggulangan Bencana dan Departemen Otonomi Daerah. Setelah itu penugasan berikutnya diberikan kepada saya untuk menjadi anggota DPR RI sampai dua periode.

Dan sampai dengan hari ini masih dalam jabatan yang saya emban, Ibu Ketua Umum PDI-Perjuangan memberikan penugasan kepada saya sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode.

Dan hari ini Ibu mengumumkan memberikan amanat kepada saya yang jauh lebih berat, mudah-mudahan saya mampu berjuang dengan baik soal itu, sebagai calon presiden RI.

Ibu Ketua Umum, tentu saja proses kaderisasi dengan diklat yang saya terima bukan lahir begitu saja. Saya lahir dari partai ini, digembleng oleh partai ini, dan besar di partai ini.

Dengan nilai-nilai kejuangan, dengan semangat, spirit, dan inspirasi dari Bung Karno yang tentu kita sebagai anak-anaknya, anak-anak bangsa selalu menghormati, mengikuti, dan selalu menjalankan apa yang menjadi pemikiran beliau sebagai seorang pemikir politik bagaimana beliau berbicara dalam taraf global, dalam taraf nasional, bahkan sampai yang kecil sampai tingkat lokal yang tadi disampaikan bagaimana kita bersentuhan dengan rakyat secara langsung.

Seluruh inspirasi dari segala pemikiran-pemikiran Bung Karno ini lah yang kemudian musti kita wujudkan. Tugas belum tuntas. Harus kita tuntaskan oleh anak-anak bangsa bagaimana spirit dalam Pembukaan UUD musti kita wujudkan, bagaimana negara ini bisa berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan tidak pernah lepas kita punya kepribadian dalam kebudayaan. Itulah yang memberikan spirit kami.

Tentu saya ingin mengucapkan terima kasih terkhusus kepada Mbak Puan, yang dalam penugasan-penugasan politik pernah menjadi pasukan tempur, panglima tempur di Jawa Tengah sampai dengan dua periode.

Mas Nanan terima kasih yang selalu memberikan arahan. Wabil khusus Pak Presiden, Pak Jokowi, saya sebagai perpanjangan tangan di daerah, bagaimana kita gotong royong membangun spirit sebagai bonding partai untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas ideologis dan melayani masyarakat.

Tentu terobosan-terobosan yang diberikan oleh Pak Jokowi, fundamen yang telah dibangun musti kita lanjutkan. Hanya kita yang terus berkomitmen untuk terus melanjutkan itu di mana beliau mendobrak kemapanan-kemapanan, kenyamanan-kenyamanan sehingga Indonesia harus bergerak maju untuk itu.

bu Mega, terima kasih. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Insyaallah kami akan melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Dan tentu saja kader-kader lahir dari tokoh perempuan yang sangat hebat di hari Kartini pada hari ini.

Kepada seluruh umat Muslim, selamat menjalankan Idulfitri, mohon maaf lahir batin, mohon dukungannya. Salam Pancasila! Merdeka!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Hasto: Tidak Benar Megawati Pilih Ganjar Jadi Capres PDI Perjuangan

JAYAKARTA NEWS— Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan tidak benar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah menetapkan Ganjar Pranowo sebagai capres yang diusung PDI Perjuangan.

Pernyataan Hasto sekaligus membantah Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang sempat menyebut Ganjar telah mendapat restu Mega. Menurut Hasto, pernyataan itu tidak benar dan telah diluruskan sendiri oleh Rudy.

“Hanya Ibu Ketua Umum yang akan mengumumkan calon tersebut. Sampai sekarang belum diputuskan,” kata Hasto, sebagaimana dikutip dari laman gesuri.id

Dia menyebut bahwa kewenangan menetapkan calon presiden PDIP sepenuhnya merupakan kewenangan Megawati sesuai hasil kongres partai V. Menurut Hasto, hanya Megawati yang akan mengumumkan capres Partai Banteng di waktu yang tepat.

Saat ini, kata dia, partai tengah menyiapkan para calon anggota legislatif dari agar memiliki kesadaran ideologi, politik, dan organisasi. Di sisi lain, Hasto menyebut capres dan cawapres bagi partainya tak akan ditempatkan semata pada sosok popuparitas, namun yang lebih penting harus didukung oleh kekuatan kolektif partai.

“Jadi sabar saja, pada momentum yang tepat akan disampaikan,” katanya.

Rudy sempat menyatakan Ganjar bakal maju sebagai capres PDI Perjuangan di Pilpres 2024. Namun, belakangan itu telah meralat pernyataannya tersebut. Rudy mengatakan penetapan calon presiden merupakan keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Yang jelas saya belum pernah diwawancarai wartawan. Saya tidak ditanya Ganjar capres atau tidak, saya bilang tanya saja Pak Sekjen atau Bu Mega. Saya kader di bawah mengikuti instruksi ketua umum,” kata Rudy.***