Lintasan “Bowlingdiningrat” untuk Amal

Peserta “Bowlingdiningrat” berfoto bersama sebelum memulai turnamen. (ist)

Untuk melanjutkan penggalangan bantuan bagi para korban bencana alam Lombok, Palu, dan Donggala, Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia Yogyakarta wilayah Jakarta (IKA UII Jakarta), melangsungkan turnamen bowling, Sabtu (1/12) di Ancol, Jakarta.

Wakil Ketua IKA UII DKI Nanang Firmansyah menyatakan, uang yang diperoleh dari sponsor akan dipergunakan untuk melanjutkan kesinambungan membuat prasarana ibadah dan sekolah, yang sudah dirintis sebelumnya oleh IKA UII di daerah bencana.

Sementara, Anang Seputro, ketua penyelenggara menjelaskan, turnamen kali ini diikuti oleh 19 tim dan 55 perseorangan putra-putri. Hadiah yang disediakan selain tropi juga uang sebesar Rp12 juta untuk juara 1, juara ll Rp9 juta, dan juara lll mendapat Rp7,5 juta. Selain itu ada hadiah lain bagi peraih 10 besar.

Disebutkan Anang, turnamen ini merupakan yang ke-4, dan rutin diselenggarakan tiap tahun untuk memperebutkan piala IKA UII Jakarta.

Nanang Firmansyah berharap level turnamen ini bisa ditingkatkan sebagai turnamen nasional. Karena itu pihaknya tengah berupaya agar turnamen bertajuk “bowlingdiningrat” bisa masuk kalender tetap Persatuan Bowling Indonesia. “Kami sedang mengurusnya agar level turnamen bisa ditingkatkan,” ujar Nanang. (am)

Suasana turnamen bowling “Bowlingdiningrat” Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Wilayah Jakarta, di lintasan bowling Ancol. (ist)

Sharon Limansantoso Gaet Perunggu di Amerika Serikat

Sharon Limansantoso meraih medali perunggu nomor master putri.

SETELAH sehari sebelumnya trio atlet Indonesia Tannya Roumimper, Putty Armein, dan Sharon Limansantoso, yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 merebut medali perunggu di nomor trio putri, kini Sharon Limansantoso meraih medali perunggu nomor master putri.

Sharon Limansantoso sukses meraih medali kedua pada Kejuaraan Dunia Boling di Las Vegas, Amerika Serikat yang berakhir Selasa atau Senin malam (4/12/2017) waktu setempat

Perunggu yang diraih Sharon itu tidak lepas dari kekalahan yang diterima di babak semifinal setelah kalah dari peboling Malaysia, Sin Li Jan dengan sistem tiga gim. Gim pertama kalah 169-216, menang 218-178 dan di gim penentuan kalah 163-223.

“Dengan medali ini membuat saya dan teman-teman lebih percaya diri menghadapi Asian Games tahun depan. Saya optimis bisa memberikan yang terbaik,” kata Sharon Limansantoso dalam keterangan yang diterima media.

Cabang olahraga boling di Indonesia sebenarnya sudah mampu berbicara di tingkat Asia, namun dalam pelaksanaan Asian Games beberapa seri terakhir mengalami penurunan. Prestasi terbaik diraih di Doha 2006 dengan raihan satu emas dan satu perak lewat Ryan Lalisang dan Putty Armein.

Sebelumnya Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBI Gatot Aryo Nugroho mengatakan apa yang diraih Sharon Limansantoso dan kawan-kawan merupakan sebuah prestasi yang membanggakan karena selama ini atlet Indonesia selalu kesulitan di kejuaraan dunia.

Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih atlet. Ini adalah pencapaian tertinggi selama mengikuti kejuaraan dunia,” katanya.

Dengan hasil di kejuaraan dunia tersebut, kata Gatot, pihaknya mulai bisa menganalisasi kemampuan atlet Indonesia maupun calon lawan yang ada dihadapi di Asian Games 2018 mengingat peluang Indonesia untuk meraih prestasi tertinggi sangat terbuka.

Nomor trio putri memang salah satu andalan Indonesia. Hanya saja pihaknya tetap mewaspadai calon lawan yang sudah dikenal kemampuannya. Sebut saja tim Korea, Jepang hingga negara tetangga Indonesia yaitu Malaysia dan Singapura.

Pada kejuaraan dunia bowling di Amerika Serikat, Indonesia mengirimkan enam pebowling putri. Selain trio Tannya Roumimper, Sharon Limansantoso dan Puttu Armein juga ada nama Nadia Pramanik, Novie Phang dan Aldila Indryati.

Keberangkatan kontingen Indonesia ke kejuaraan yang diikuti 42 negara ini didampingi pelatih asing PB PBI Purvis James Granger dan pelatih Thomas Tan. Dengan hasil ini menambah optimistis Indonesia pada kejuaraan empat tahunan itu. ***

Trio Putri Indonesia Sabet Perunggu di Kejuaraan Dunia Boling

Tannya Roumimper, Sharon Limansantoso, dan Putty Armein

TIM Boling Indonesia yang dipersiapkan ke Asian Games 2018 mencatat prestasi maksimal mempersembahkan medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Boling di Las Vegas, Amerika Serikat, Senin (4/12).

Medsali perunggu dipersembahkan oleh tim trio putri, yang terdiri atas Tannya Roumimper, Sharon Limansantoso, dan Putty Armein. Tim trio putri harus mengakui keunggulan tim tangguh tuan rumah Amerika Serikat di Semifinal 610-663.

Dengan demikian trio peboling terbaik putri ini harus puas dengan medali perunggu bersama Cina Taipei Adapun medali emas di nomor ini diraih Amerika Serikat dan perak oleh Jerman.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB.PBI Gatot Aryo Nugroho di Jakarta, Senin (4/12) mengatakan, ini pencapaian terbaik boling indonesia sepanjang keikutsertaan di kejuaraan Dunia. ”kami samgat mengapresiasi pencapaian di kejuaraan Dunia ini mengingat kita jarang mengirimkan tim ke kejuaraan Dunia,” ujar Gatot Aryo Nugroho.

Menurut Gatot, dari Kejuaraan Dunia PBI bisa melihat peta persaingan perebutan emas di Asian Games nanti. ”Nomor trio putri yang  menjadi andalan kita di Asian Games. Dari sini terlihat saingan terdekat adalah Korea, Jepang, Malaysia dan Singapura dan mereka masih dibawah kita,” jelas Gatot.

Pengurus Besar Persatuan Bowling Indonesia menjadikan ajang kejuaraan Dunia ini sebagai uji coba menuju Asian Games. PB.PBI terpaksa harus menanggung dana sendiri untuk mengirimkan tim ke Kejuaraan Dunia di Las Vegas amerika Serikat.

PB PBI pada Kejuaraan Dunia tersebut mengirimkan enam pebowling putri , Tannya Roumimper, Sharon Limansantoso, Putty Insavilla Armein, Nadia Pramanik, Novie Phang, dan Aldila Indryati. Didampingi pelatih asing PBI Purvis James Granger dan pelatih dalam negeri Thomas Tan. Kejuaraan Dunia Bowling di Las Vegas Amerika Serikat diikuri 42 negara. ***