BIN Selenggarakan Vaksinasi dari Rumah ke Rumah di Madiun

JAYAKARTA NEWS— Usai meninjau vaksinasi Covid-19 bagi pelajar di SMPN 3 Mejayan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kemudian meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat dari rumah ke rumah (door to door), di Gang Kampung Pesilat, Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kamis (19/08/2021).

Presiden Jokowi mengapresiasi upaya Badan Intelijen Negara (BIN) menyukseskan program vaksinasi pemerintah dengan menyelenggarakan rangkaian kegaitan vaksinasi Covid-19 dari rumah ke rumah.

“Saya sangat mengapresiasi program (vaksinasi) doortodoor ini karena memang ini adalah jemput bola, mendatangi masyarakat, datang ke kampung, kemudian langsung divaksin di rumah masing-masing,” ujar Presiden usai meninjau pelaksanaan vaksinasi tersbeut. Demikian dikutip dari laman setkab.go.id

Presiden menilai langkah tersebut merupakan sebuah pelayanan yang sangat baik kepada masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi.

“Kita harapkan program yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara ini betul-betul bisa berjalan dengan baik, tidak hanya di provinsi-provinsi yang telah dilaksanakan pada hari ini, tetapi juga di hari-hari yang akan datang juga bisa dilakukan,” ucapnya.***/ebn

Peneliti Unair Temukan Lima Kombinasi Obat Lawan Corona

Jayakarta News – Setelah melakukan riset dan penelinan, peneliti Universitas Airlangga (Unair) menemukan lima kombinasi obat untuk melawan Corona. Dengan dukungan Badan Inteligen Nasional (BIN) RI dan sejumlah pihak, temuan obat diumumkan di Jakarta dipimpin langsung Sekretaris Utama BIN, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo, Jumat (12/6) di Jakarta.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Dr dr Purwati SpPD K-PTI FINASIM mengatakan, obat itu terdiri dari, Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne, Lopinavir/ritonavir dengan doxycyline, Lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine, Hydroxychloroquine dengan azithromicyne dan Hydroxychloroquine dengan doxycycline.

Regimen kombinasi obat Corona tersebut dijelaskan dr Purwati tidak untuk diperjualbelikan secara bebas. “Belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara UNAIR, BNPB, dan juga Badan Intelijen Negara,” ujar dr Purwati.

Kombinasi regimen obat tersebut memiliki potensi dan efektivitasnya cukup bagus terhadap daya bunuh virus. Dosis masing-masing obat dalam kombinasi tersebut yaitu 1/5 dan 1/3 lebih kecil dibandingkan dosis tunggalnya sehingga mengurangi efek toksik dari obat tersebut bila diberikan sebagai obat tunggal.

“Kini sudah ada ratusan obat yang sudah diproduksi dan akan disebarkan kepada rumah sakit yang membutuhkan,” katanya.

Selain regimen kombinasi obat yang ditemukan, sejumlah peneliti UNAIR menemukan potensi dalam penelitian stem cell. Dr Purwati juga menemukan dua formula yaitu Haematopotic Stem Cells (HSCs) dan Natural Killer (NK) cells.

“Dari hasil uji tantang HSCs ditemukan bahwa setelah 24 jam virus SARS CoV2 isolat Indonesia sudah dapat dieliminasi oleh stem cells tersebut. Sedangkan hasil uji tantang NK cells terhadap virus, setelah 72 jam didapatkan sebagian virus dapat diinaktivasi oleh NK cells tersebut,” terangnya.

Dengan demikian keduanya memiliki potensi dan efektivitas yang cukup bagus sebagai pencegahan maupun pengobatan virus SARS CoV 2. Menurutnya, kedua pengobatan alternatif itu bisa menjadi rekomendasi bagi para dokter, industri obat dan masyarakat dalam menangani Covid-19 secara cepat.

Sementara itu dalam waktu yang bersamaan, dari Gedung Management Kampus C UNAIR, Rektor UNAIR, Prof Dr H Mohammad Nasih, MT SE Ak CMA juga memberikan penjelasan atas keberhasilan yang dilakukan oleh tim peneliti UNAIR.

Di hadapan awak media, Prof Nasih, mengatakan UNAIR akan terus mendukung segala usaha untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Indonesia. Hal itu merupakan bentuk ikhtar yang dilakukan dalam bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Kami akan mendukung penuh penelian UNAIR terkait percepatan Covid-19 ini. Semoga ini menjadi langkah baik bagi riset Indonesia dengan untuk membuktikan penelitiannya dalam waktu singkat. Artinya Indonesia mampu jika kita semua bersatu dan melakukan ini bersama,” ucapnya. (poedji)

Rapid Test Massal di Kawasan MRT Blok M Jakarta

JAYAKARTA NEWS— Rapid test massal kembali digelar di MRT Blok M Jakarta, Jumat (8/5/2020). Ini adalah rapid test kedua kalinya yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN). Pada kegiatan rapid test  sebelumnya di Dukuh Atas, Jakarta, awalnya disediakan  250 alat uji tes tapi ternyata kurang dan ditambahkan lagi 190 rapid test.

Info dari Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, BIN menyiapkan sebanyak 500 alat RT IgM/IgD antibody untuk pengetesan. Selain itu, BIN juga menyiagakan 4 mobil laboratorium yang mampu untuk mendapatkan hasil uji tes dengan metode polymerase chain reaction atau PCR dalam tempao 5 jam. Kepala Klinik BIN Sri Wulandari mengatakan bahwa tiga dokter, 15 perawat dan 8 tenaga kesehatan lain membantu pelaksanaan tes cepat ini.

Tes cepat BIN ini merupakan inisiatif untuk mendeteksi awal terhadap penyebaran Covid 19. Melalui deteksi awal tersebut, upaya pencegahan dapat dilakukan Gugus Tugas Nasional sejak dini. BIN merencanakan tes cepat massal seperti ini akan dilakukan dua kali seminggu di wilayah Jakarta. 

Rapid test sebelumnya di Dukuh Atas pada 6 Mei 2020 lalu, ada empat warga dinyatakan positif setelah hasil uji swab. Keempat warga selanjutnya dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet. 

Alur proses pemeriksaan massal dilakukan dengan melakukan pendaftaran dengan memberikan kartu registrasi kemudian dilakukan rapid test. Jika positif, warga langsung diuji dengan pendekatan uji swab, yang hasilnya dapat diketahui 5 jam berikutnya.

Aksi rapid test massal ini mendapat animo besar dari masyarakat yang melintas di sekitar lokasi meskipun pemberitahuan dilakukan semalam sebelumnya. Pada kegiatan rapid test  di Dukuh Atas, dari 250 uji tes yang disediakan ternyata kurang dan ditambahkan lagi 190 rapid test. Oleh karena itu, pada rapid test yang diselenggarakan pada MRT Blok M pada kali kedua ini difasilitasi sebanyak 500.

Sementara itu, empat mobil laboraturium yang disiapkan BIN mempunyai kapasitas uji 1.248 sampel per hari. Mobil tersebut diperuntukan untuk melakukan sejumlah pengujian ke daerah Jakarta dan sekitarnya. Mobil laboraturium tersebut juga berisi tes PCR yang lengkap dan canggih serta memenuhi standar kesehatan. Peralatan di dalamnya berupa Bio Safety Cabinet (BSC), Thermo Scientific TSC Series (freezer) Thermomixer,  Rotor-Gene Q, Centrifigue 5424 R, Mikropipet, dan wastafel cuci tangan.

Selain itu, petugas juga dilengkapi dengan helm monitoring suhu tubuh yg dapat langsung di pantau secara real time. Alat monitoring dilengkapi dengan kamera sekaligus sebagai sensor dan layar kacamata untuk melihat hasil monitor serta dilengkapi dengan dua buah baterai sebagai sumber daya dengan daya tahan satu baterai sampai dengan 5 jam.***/non

BIN Berikan Bantuan Alkes Penanganan Covid 19 ke RS Persahabatan Jakarta

JAYAKARTA NEWS—  Kepedulian banyak pihak untuk bersama melawan Covid 19 terus mengalir, di antaranya adalah pemberian bantuan alat kesehatan kepada para tenaga medis yang berjuang di garis terdepan dalam melawan Covid 19.

Badan Intelijen Negara (BIN, misalnya, juga  turut ambil bagian dengan memberikan bantuan Alat Kesehatan (Alkes) bagi tenaga medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta pada Kamis (2/4/2020) kemarin.

Bantuan diserahkan oleh perwakilan tenaga medis Poliklinik BIN, dr Indiani kepada dr Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS, selaku Direktur Utama RSUP Persahabatan. 

Bantuan diserahkan oleh perwakilan tenaga medis Poliklinik BIN, dr Indiani kepada dr Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS, selaku Direktur Utama RSUP Persahabatan–foto istimewa

Dokter  Indiani mengemukakan bantuan ini merupakan langkah nyata BIN untuk turut berkolaborasi dan membantu tenaga medis dalam menangani Covid-19. Oleh sebab itu, BIN berharap adanya bantuan Alkes ini dapat memaksimalkan kinerja serta melindungi tenaga medis dalam menangani pasien suspect maupun positif Covid-19. “Semoga para pahlawan kesehatan yang berada di garda terdepan dapat terlindungi dan lebih semangat dalam menangani pasien dengan adanya tambahan Alkes ini,” ucapnya.

Bantuan Alkes dari BIN meliputi Catridge & Collection Kit (2.000 pcs), PCR Biomolekuler (2 pcs), Ventilator (5 pcs), Digital Rontgen (2 pcs), Alat Pelindung Diri/APD (500 pcs), Masker N95 (300 box), Sarung Tangan Kesehatan (500 box), Dacron SWAB (10.000 pcs), serta Cloroquine (10.000 pcs).

Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr. Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan ini. Terlebih, saat ini para petugas medis cukup kesulitan mendapatkan APD akibat tingginya kebutuhan dalam penanganan virus ini. ”Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis agar dapat lebih maksimal dalam penanganan Covid-19,” jelas Rita.

Ia juga berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menanggulangi penyebaran wabah tersebut, baik melalui langkah preventif sesuai anjuran Pemerintah dan pihak medis. Physical distancing perlu dipatuhi oleh masyarakat guna menghentikan penyebaran Covid 19. “Masyarakat juga memiliki peran sentral dalam mengurangi pandemi Covid-19. Semoga kondisi ini segera berlalu dan kembali situasi kembali kondusif,” jelasnya.***alf