Kebisingan Bandara Picu Tekanan Darah Tinggi

 

 

 

 

 

SEBUAH penelitian terbaru menemukan bahwa tingkat kebisingan bandar udara (bandara) dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Peneliti Yunani mempelajari 420 orang yang tinggal di dekat Bandara Internasional Athena, yang mana rata-rata 600 pesawat lepas landas dan mendarat setiap hari.

Peta yang dibuat selama pembangunan bandara, membagi daerah sekitarnya dengan tingkat kebisingan: kurang dari 50 desibel, 50 sampai 60 desibel (sebagai gambaran, 60 desibel adalah tentang tingkat kebisingan AC ruangan), dan lebih dari 60 desibel, sehingga peneliti dapat melacak paparan dari kebisingan tepat.

Sekitar dua pertiga penduduk tinggal di daerah yang secara teratur mengalami kebisingan pada tingkat 50 sampai 60-desibel, dan hampir setengahnya memiliki tekanan darah tinggi saat penelitian dimulai. Selama 10 tahun ke depan, ada 71 kasus hipertensi yang baru didiagnosis.

Studi tersebut yang dilaksanakan  Occupational and Environmental Medicine itu mendapati,  bahwa untuk setiap kenaikan kebisingan pada malam hari 10 desibel, maka terdapat risiko pengembangan hipertensi meningkat dua kali lipat. Aritmia jantung juga terkait dengan eksposur malam hari.

Tidak ada kaitan yang signifikan dengan stroke, diabetes atau hal-hal yang membuat jengkel perasaan seseorang karena kebisingan. Para peneliti mencatat, faktor usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, merokok, olahraga dan faktor lain mempengaruhi tekanan darah.

Penulis utama, Klea Katsouyanni, seorang profesor biostatistik dan epidemiologi di Universitas Athena, mengatakan bahwa ini adalah salah satu penelitian pertama yang menunjukkan bahwa kebisingan di luar mungkin buruk bagi kesehatan kardiovaskular.

 

Investor RRT Komit Investasi Sektor Wisata Rp130 Triliun

KEMOLEKAN Morotai sebagai destinasi wisata, menbuat “ngiler” kalangan investor, yang menunjukkan minat besar untuk mengembangkan industri wisata di Provinsi Maluku Utara tersebut. Morotai bakal menjadi destinasi utama pariwisata Indonesia, seperti halnya Pulau Bali, yang telah menikmati gurihnya industri wisata.

Ada kabar menggembirakan yang disampaikan  Chairman PT Jababeka, Darmono, yang pada  dua pekan lalu sudah menandatangani  memorandum of understanding (MoU) dengan salah satu pemain utama industri wisata asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Raksasa  travel and tourism dari negeri tirai bambu itu, setidaknya telah memiliki  60 hotel berbintang di Tiongkok.

Investor asal Tiongkok itu berkomitmen sebagai tahap permulaan, dalam setahun kedepan  akan  membangun 300 kamar hotel  dan 100 vila di area 100 hektar. Menurut Darmono, kelompok bisnis travel ini terkenal sekali dalam memobilisasi mendatangkan turis Tiongkok  ke berbagai negara di seluruh dunia.

Untuk tahap awal, sambung Darmono, investasi tersebut siap menggelontorkan investasi senilai  US$100 juta atau sekitar  Rp1,3 triliun. Investasi mereka nantinya akan menyentuh nilai hingga  US$1 miliar atau  Rp130 triliun.

Investasi sebesar itu pasti bukan tanpa syarat. Mereka membutuhkan dukungan, agar proyek perdana di Indonesia berjalan mulus, mendapat sambutan yang antusia, sehingga sukes mendatangkan turis ke Morotai.

Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan kabarnya juga telah menegaskan  komitmennya untuk memperbaiki infrastruktur perhubungan untuk mengakses Morotai.  Bandara setempat akan diperpanjang dan diperlebar landasan pacunya  agar dapat didarati  pesawat berbadan besar yang mampu menganguut  130 penumpang.

Menurut Darmono, jika diperlukan bandara setempat dapat dikembangkan menjadi bandara internasional, sehingga  para turis tidak perlu lagi transit di  Manado. Transit seperti itu akan menghambat  jumlah wisatawan yang berhasrat ke Morotai.***