JAYAKARTA NEWS – PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 7.536 ton penebusan pupuk bersubsidi oleh petani sejak awal tahun hingga 3 Januari 2025 dengan jumlah 27.092 transaksi. Pupuk urea 4.532 ton, NPK 2.966 ton, NPK Formula Khusus 16,7 ton, dan pupuk organik 20,8 ton.
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Tri Wahyudi Saleh mengatakan, kegiatan penebusan pupuk bersubsidi pada awal tahun ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah yang telah berhasil menyederhanakan skema penebusan pupuk bersubsidi dan alokasi yang lebih terencana dengan baik.
“Kami sampaikan sesuai janji Pemerintah, mulai 1 Januari 2025 Pupuk Indonesia siap menyalurkan pupuk bersubsidi, dan benar pada pukul 00.00 detik ke 22 titik,” ujar Tri Wahyudi seperti dikutip Sabtu (4/1/2025).
Ke-22 titik itu antara lain ada petani dari Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, Serdang Bedagai, totalnya ada 10 petani yang bertransaksi pada malam tahun baru.
“Jadi Allhamdulillah, petani sudah bisa menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2025,” ujar Tri Wahyudi.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 644/KPTS/SR.310/M.11/2024, Pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 9,5 juta ton. Alokasi tersebut terbagi menjadi Urea 4,6 juta ton, NPK 4,2 juta ton, NPK Kakao 147.798 ton, dan Organik 500.000 ton.
Tri Wahyudi memastikan penyaluran pupuk subsidi ini diperuntukkan bagi petani terdaftar pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan subsektor tanaman pangan (padi, jagung, kedelai), hortikultura (cabai, bawang merah, bawang putih), serta perkebunan (tebu rakyat, kakao, kopi).
Adapun syarat lain bagi petani yang mendapatkan alokasi pupuk subsidi yaitu memiliki luas lahan maksimal 2 hektare (ha), termasuk petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) atau Perhutanan Sosial.
“Kami menyambut baik kegiatan penebusan di awal tahun 2025, karena kegiatan ini dapat kami harapkan dapat mendukung dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” terang Tri Wahyudi.
Proses penebusan pupuk bersubsidi yang dapat dilakukan pada awal tahun 2025 ini disambut baik para petani terdaftar yang berada di beberapa lokasi.
Wiyono, petani asal jawa Tengah, misalnya. Dia merasa senang lantara awal tahun sudah dapat menebus pupuk guna memenuhi kebutuhan di awal musim tanam.
“Terima kasih kepada Pemerintah dan Pupuk Indonesia atas ketersediaan stok pupuk yang selalu ada, hari ini saya Wiyono, petani dari Prambanan bisa menebus pupuk subsidi dengan KTP di hari Rabu, 1 Januari 2025,” ujar Wiyono.
Hal senada diungkapkan Ridwan, petani asal Pinrang, Sulawesi Selatan. Menurutnya, stok pupuk tersedia dan proses penebusannya mudah melalui i-Pubers.
“Per tanggal 1 Januari 2025. Saya sudah bisa melakukan penebusan pupuk bersubsidi di kios UD Daun Buah, cukup menggunakan KTP dan tidak ada kendala sama sekali,” ujar Ridwan.
Pupuk Indonesia mencatat stok pupuk nasional pada awal tahun 2025 mencapai 1.558.558 ton. Seluruh stok ini terdiri dari pupuk bersubsidi sebesar 1.147.453 ton dan nonsubsidi sebesar 411.105 ton.
Adapun rincian stok pupuk bersubsidi yaitu urea 572.700 ton, NPK 510.125 ton, NPK Formula Khusus 17.306 ton, dan pupuk organik sebesar 47.322 ton.
Sedangkan stok pupuk nonsubsidi untuk urea 349.974 ton dan NPK 61.131 ton. Dengan stok yang tersedia dan di atas minimum stok yang ditentukan pemerintah ini, Pupuk Indonesia meyakini siap memenuhi kebutuhan pupuk petani terdaftar pada musim tanam awal tahun 2025.
Tri Wahyudi mengatakan, pihaknya mengajak kepada seluruh petani terdaftar di RDKK untuk segera melakukan penebusan pupuk guna memenuhi kebutuhan pupuk di awal musim tanam 2025.
“Penebusan sudah dapat dilakukan dengan mudah, cukup membawa KTP dan proses penebusannya melalui i-Pubers,” kata Tri Wahyudi. (yr)








































