• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

October 12, 2026
Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

October 12, 2026
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

October 11, 2026
Prabowo Dorong Bahasa Asing dari SD, Menteri P2MI: Bekal Pekerja Migran Tembus Pasar Global

Kabar Baik! Malaysia Usul Batas Maksimal Usia Calon Pekerja Migran Indonesia 45 Tahun

October 11, 2026
Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

October 10, 2026
Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

October 10, 2026
Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

October 10, 2026
Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

October 10, 2026
Rupa Buku Rupa Kata

Rupa Buku Rupa Kata

October 10, 2026
Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

October 10, 2026
Rencana Penyesuaian Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek, Rekomendasi DTKJ dan Peningkatan Pelayanan

Rencana Penyesuaian Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek, Rekomendasi DTKJ dan Peningkatan Pelayanan

October 10, 2026
BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

October 10, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 12, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

by Redaksi
October 12, 2026
in Kabar
0
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, mantan pekerja migran Indonesia yang sukses menjadi pengusaha /Foto: dok Humas KP2MI

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Berawal dari keinginan memperbaiki ekonomi keluarga, Midah merantau ke Malaysia pada usia 18 tahun. Lebih dari dua dekade kemudian, perempuan asal keluarga petani ini berhasil membangun usaha olahan ikan bandeng khas Banten, membuka lapangan kerja bagi lebih dari 50 orang, hingga menembus pasar internasional.

Keberhasilan tidak selalu lahir dari jalan yang mudah. Ada pengorbanan, keberanian mengambil keputusan, dan kemauan untuk terus bangkit ketika keadaan tidak berpihak. Perjalanan hidup Midah menjadi salah satu gambaran nyata tentang bagaimana mimpi dapat tumbuh di tengah keterbatasan.

Jauh sebelum dikenal sebagai pengusaha olahan ikan bandeng khas Banten, Midah hanyalah seorang perempuan muda yang ingin mengubah nasib keluarganya. Ia pernah menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, bekerja di pabrik manufaktur, lalu pulang ke Tanah Air dengan tekad melanjutkan pendidikan dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Namun, perjalanan menuju keberhasilan tidak berlangsung dalam semalam. Midah harus memulai kembali dari awal, merintis usaha kecil-kecilan di Serang, Banten, hingga akhirnya mampu mengembangkan bisnis yang kini menjangkau pasar dalam dan luar negeri.

Merantau pada Usia 18 Tahun demi Keluarga

Tahun 1999 menjadi titik awal perjalanan Midah. Berbekal ijazah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ia memutuskan mencari pekerjaan demi membantu perekonomian keluarganya yang berasal dari lingkungan petani.

Saat itu, usianya baru 18 tahun. Informasi lowongan kerja dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) membuka jalan baginya untuk mencoba peruntungan di negeri jiran. Setelah melewati proses seleksi yang ketat dan bersaing dengan puluhan peserta, Midah akhirnya dinyatakan lolos dan berangkat ke Malaysia melalui sebuah lembaga pelatihan.

Di sana, ia bekerja selama dua tahun di sebuah pabrik manufaktur di kawasan industri Tampoi, Johor Bahru. Jauh dari keluarga dan lingkungan yang dikenalnya, Midah belajar menghadapi kehidupan dengan disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.

Pengalaman itu bahkan membawanya dipercaya menduduki posisi asisten manajer. Sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa kerja kerasnya mendapat pengakuan dari perusahaan tempatnya bekerja.

“Kehidupan di negeri jiran memberikan banyak pelajaran berharga tentang kedisiplinan dan manajemen kerja. Berkat ketekunan dan kemampuan beradaptasi, saya bahkan sempat dipercaya memegang posisi asisten manajer,” kenang Midah saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Meski perusahaan ingin mempertahankannya, Midah tidak serta-merta tergoda untuk memperpanjang masa kerjanya. Ia berpegang pada rencana awal: merantau cukup dua tahun. Setelah itu, ia ingin pulang, melanjutkan pendidikan tinggi, dan mengejar mimpi yang sempat tertunda.

Bagi Midah, bekerja di luar negeri bukanlah tujuan akhir. Pengalaman tersebut merupakan bekal untuk menata masa depan.

Pulang Bukan Berarti Langsung Berhasil

Pada 2001, Midah kembali ke Indonesia. Akan tetapi, kepulangannya tidak disertai tabungan besar yang cukup untuk langsung membangun usaha.

Selama bekerja di Malaysia, hampir seluruh penghasilannya rutin dikirimkan untuk membantu perekonomian keluarga. Uang yang tersisa dari pengembalian pajak pun tidak seberapa. Ia menyadari bahwa keinginan berwirausaha membutuhkan modal yang saat itu belum dimilikinya.

Midah tidak menyerah. Demi mengumpulkan modal awal, ia kembali bekerja selama satu tahun di kawasan industri EJIP, Bekasi.

Namun, pengalaman bekerja sebagai karyawan justru semakin menguatkan keinginannya untuk memiliki usaha sendiri. Ia ingin membangun sesuatu yang dapat dikembangkan dengan kemampuannya, bukan selamanya bekerja di perusahaan milik orang lain.

Pada 2002, Midah mengambil keputusan yang tidak mudah: merantau ke Serang, Banten. Ia memilih memulai hidup di tempat yang benar-benar baru, tanpa kenalan dan tanpa bergantung pada jaringan keluarga.

“Saya ingin memulai dari nol di tempat di mana tidak ada orang yang kenal saya. Jadi posisi saya seperti apa, tidak ada yang tahu,” ungkap Midah mengenang masa-masa awal perjuangannya.

Keputusan itu menjadi awal babak baru dalam hidupnya. Di tempat yang asing, Midah memiliki kesempatan untuk membangun jalan hidupnya sendiri, meski harus menghadapi ketidakpastian.

Melihat peluang dari dibukanya gerbang Tol Serang Timur kala itu, ia mulai merintis usaha warung kecil-kecilan di sekitar akses tol. Barang yang dijualnya pun sederhana: kopi, mi instan, hingga air mineral dalam kemasan dus.

Tidak ada usaha besar yang langsung berdiri. Semuanya bermula dari aktivitas perdagangan sederhana yang dijalani dengan sabar. Dari warung kecil itulah Midah belajar membaca kebutuhan pasar, melayani pembeli, dan melihat peluang yang mungkin tidak disadari orang lain.

Seiring waktu, arus wisatawan yang semakin ramai ke Banten membuka peluang baru. Midah mulai melihat potensi kuliner lokal, terutama ikan bandeng yang telah lama dikenal sebagai salah satu bahan utama oleh-oleh khas daerah tersebut.

Dari sinilah arah usahanya perlahan berubah.

Dari Warung Kecil ke Lebih dari 10 Varian Olahan Bandeng

Midah memahami bahwa olahan ikan bandeng memiliki tempat tersendiri di hati wisatawan yang berkunjung ke Banten. Sate bandeng, misalnya, telah dikenal sebagai salah satu produk kuliner khas daerah itu.

Namun, Midah tidak ingin berhenti pada satu produk saja. Ia melihat peluang untuk mengembangkan bandeng menjadi beragam olahan yang memiliki nilai tambah dan dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, ia terus membekali diri melalui berbagai pelatihan dan seminar. Ia juga bergabung dengan komunitas wirausaha untuk memperluas pengetahuan, bertukar pengalaman, dan mencari inspirasi dalam mengembangkan bisnis.

Upaya itu membuahkan hasil. Usaha yang dibangunnya kini menghasilkan lebih dari 10 varian produk inovasi olahan bandeng. Produknya mencakup abon bandeng, pangsit abon, kerupuk ikan, bakso, hingga berbagai varian kuliner kreatif lainnya.

Diversifikasi produk tersebut membuat usaha Midah tidak hanya bergantung pada satu jenis olahan. Bandeng yang semula identik dengan sajian tertentu kini diolah menjadi beragam produk yang bisa dinikmati dalam berbagai kesempatan.

Perjalanan lebih dari 25 tahun di dunia usaha juga membawanya mengembangkan bisnis ke bidang lain, yakni katering dan pengadaan barang.

Dari sebuah warung kecil di sekitar akses Tol Serang Timur, Midah perlahan membangun usaha yang lebih luas. Perkembangan itu bukan hanya mengubah kehidupannya, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitarnya.

Kini, usahanya mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 50 orang karyawan.

Menembus Pasar Luar Negeri, Membawa Cita Rasa Banten

Perjalanan Midah tidak berhenti pada pasar lokal. Produk olahan bandeng yang dikembangkannya kini telah menjangkau pasar nasional melalui jejaring ritel dan perdagangan elektronik atau e-commerce.

Lebih jauh lagi, produk tersebut berhasil menembus pasar internasional. Melalui skema agregator, produk olahan bandeng Midah secara rutin diekspor untuk memenuhi kebutuhan warung-warung Indonesia di Malaysia, Singapura, hingga kawasan Timur Tengah.

Pencapaian ini menjadi babak penting dalam perjalanan usahanya. Negara yang dahulu menjadi tempat Midah bekerja sebagai pekerja migran kini termasuk dalam jangkauan pasar produk yang dihasilkannya di Tanah Air.

Sebuah perjalanan yang memperlihatkan perubahan peran: dari perempuan muda yang merantau demi membantu ekonomi keluarga menjadi pengusaha yang produknya menjangkau konsumen di luar negeri.

Di balik perkembangan bisnis tersebut, ada proses panjang yang dibangun melalui kerja keras, kemauan belajar, dan keberanian mengambil peluang. Midah tidak memulai usahanya dengan modal besar. Ia mengawalinya dari keterbatasan, membangun pengalaman sedikit demi sedikit, lalu mengembangkan usaha sesuai peluang yang ditemuinya.

Kini, lebih dari 25 tahun setelah memulai perjalanan usahanya, Midah telah membuktikan bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar modal yang dimiliki seseorang ketika memulai. Ketekunan untuk bertahan, keberanian untuk mencoba, dan kemauan untuk terus berkembang juga menjadi bagian penting dari perjalanan menuju keberhasilan.

Kisah Midah sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan tidak harus menjadi akhir dari sebuah cita-cita. Dari pengalaman merantau, bekerja, pulang dengan modal terbatas, hingga merintis warung kecil di Serang, ia terus bergerak membangun masa depan.

Kini, usaha olahan bandeng khas Banten yang dirintisnya bukan hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga memberikan manfaat bagi puluhan pekerja dan membawa produk lokal menjangkau pasar internasional.

Bagi Midah, jalan menuju keberhasilan memang tidak selalu mudah. Namun, selama ada kemauan untuk berusaha dan keberanian untuk memulai kembali, selalu ada peluang untuk mengubah kehidupan. (Sumber: KP2MI/di)

Tags: jayakartanewsKP2MIPekerja Migran Indonesia
Share197Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

October 12, 2026
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

October 12, 2026
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version