JAYAKARTA NEWS – Di tengah modernisasi, beberapa masyarakat adat atau suku pedalaman menolak bersentuhan dengan dunia modern.
Kelompok ini memilih hidup secara tradisional meneruskan tradisi nenek moyang yang sudah ratusan bahkan ribuan tahun.
Mereka tinggal di daerah pedalaman atau terpencil yang membuat terpisah dari penduduk lainnya.
Di Asia, cukup banyak masyarakat adat yang masih tersisa.
Ainu
Meskipun Jepang dianggap negara homogen, sebenarnya ada suku asli Jepang yang secara budaya sangat berbeda, yaitu Ainu.
Suku asli Jepang ini tinggal di sebelah utara Jepang, tepatnya di Prefektur Hokkaido.
Dipercaya nenek moyang suku Ainu kombinasi suku Asia Selatan dan Jomon, penduduk purba di Jepang.
Setelah restorasi Meiji sekitar 150 tahun lalu, daerah Hokkaido diambil Jepang.
Suku Ainu pun tersisihkan dari tanah kelahirannya.
Bila ingin melihat kehidupan orang Ainu bisa ke Akanko Ainu Kotan, di Danau Akan, Hokkaido.
Perkampungan tradisional ini masih menjaga semua bangunan, karya seni dan dan tradisinya.
Bisa juga ke Upopoy National Ainu Museum dan Park di Shiraoin, Hokkaido, pusat revitalisasi budaya Orang Ainu.
Bhils
Dikenal juga dengan sebutan orang Bheels, mereka salah satu masyarakat adat terbesar di India.
Tempat tinggalnya tersebar di India Barat.
Meliputi negara bagian Gujarat, Madhya Pradesh, Chhattisgard, Maharashtra dan Rajastan.
Suku Bhils mengenakan baju daerah yang penuh warna dilengkapi beragam perhiasan.
Mereka juga suka menggunakan tato.
Sejumlah karya seninya punya bentuk mirip seni Aborigin dengan penggunaan motif titik-titik pada lukisannya.
Lukisannya biasanya mengambil kisah mitos dan cerita nenek moyang.
Rumah mereka sering dihiasi dengan lukisan bermotif titik ini yang dipercaya punya nilai spiritual.
Vedda
Masyarakat adat ini tinggal di Sri Lanka.
Orang Vedda diperkirakan sudah menempati hutan pedalaman Sri Lanka sejak 35.000 tahun lalu.
Mereka tersebar di Bintenne, Provinsi Uva, Anuradhapura, daerah sekitar Batticaloa, dan Trincomalee.
Masyarakat suku ini sudah ada jauh sebelum agama Buddha berkembang.
Hidupnya dari berburu dan mengumpulkan bahan makanan di hutan, termasuk madu liar.
Dengan semakin seringnya hutan dibabat tempat tinggal Suku Vedda semakin terpinggirkan.
Banyak dari mereka yang mencoba beradaptasi dengan kehidupan modern.
Salah satu desa Suku Vedda yang masih bertahan dan bisa dikunjungi ada di Dambana, Distrik Badula, Sri Lanka.
Suku Amis
Ini salah satu masyarakat adat di Taiwan yang populasinya sekitar 2,38% dari penduduk Taiwan.
Suku Amis atau kadang disebut juga Suku Pangcah tinggal di daerah pedesaan.
Tepatnya di Pegunungan Hualien, Taitung dan Semenanjung Hengchun.
Nenek moyang orang Amis berbeda dengan kebanyakan orang Taiwan.
Kalau nenek moyang orang Taiwan etnik Han di Tiongkok, orang Amis dari kelompok Austronesia-Polinesia.
Kelompok masyarakat tersebut bermigrasi di Taiwan sekitar 1.500 sebelum masehi.
Tradisinya cenderung mirip tradisi polinesia, termasuk pakaian daerah yang warna cerah dan bermotif khas polinesia.
Orang Amis punya sejumlah festival panen yang saat ini menjadi daya tarik wisata.***/mel