• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Hutan Bambu Pasca Karhutla, Bukan Sawit

Hutan Bambu Pasca Karhutla, Bukan Sawit

September 12, 2026
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

October 11, 2026
Prabowo Dorong Bahasa Asing dari SD, Menteri P2MI: Bekal Pekerja Migran Tembus Pasar Global

Kabar Baik! Malaysia Usul Batas Maksimal Usia Calon Pekerja Migran Indonesia 45 Tahun

October 11, 2026
Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

October 10, 2026
Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

October 10, 2026
Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

October 10, 2026
Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

October 10, 2026
Rupa Buku Rupa Kata

Rupa Buku Rupa Kata

October 10, 2026
Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

October 10, 2026
Rencana Penyesuaian Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek, Rekomendasi DTKJ dan Peningkatan Pelayanan

Rencana Penyesuaian Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek, Rekomendasi DTKJ dan Peningkatan Pelayanan

October 10, 2026
BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

October 10, 2026
Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

October 10, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, October 11, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Hutan Bambu Pasca Karhutla, Bukan Sawit

by admin
September 12, 2026
in Kolom
0
Hutan Bambu Pasca Karhutla, Bukan Sawit
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Toto Izul Fatah
(Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA)

Ada ungkapan satir yang belakangan ramai di jagat sosial media setiap kali terjadi kebakaran hutan dan lahan. “Hutan terbakar, terbitlah sawit.”

Kalimat itu memang bukan rumus ilmiah. Bukan pula vonis hukum. Tetapi ia lahir sebagai bentuk kecurigaan publik terhadap apa yang terjadi setelah api padam.
Jangan-jangan, setelah hutan habis dilalap api, yang kemudian tumbuh bukan lagi hutan, melainkan perkebunan.

Kekhawatiran semacam itu tentu tidak boleh dianggap sekadar prasangka. Apalagi, praktik membuka lahan dengan cara membakar memang menjadi persoalan serius.

Kementerian Lingkungan Hidup pada Agustus 2026, misalnya, kembali menerbitkan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Praktik jahat dan kotor tersebut, selain masih terjadi, juga menimbulkan kerusakan ekosistem, pencemaran udara, hilangnya keanekaragaman hayati, serta emisi gas rumah kaca.

Sementara, hingga akhir Agustus 2026 Karhutla belum sepenuhnya selesai. Aparat pun telah menangkap puluhan orang dan menyelidiki sejumlah perusahaan berkaitan dengan dugaan pembakaran ilegal.

Karena itu, kekhawatiran bahwa api dalam sebagian kasus berkaitan dengan kepentingan pembukaan atau penguasaan lahan memang tidak sepenuhnya muncul dari ruang kosong. Meskipun, kesalahan siapapun tetap harus melalui proses hukum.

Setelah api benar-benar padam, tugas pemerintah sebenarnya belum selesai. Justru pekerjaan yang lebih panjang baru dimulai.

Pertanyaannya sederhana: apa yang akan ditanam di atas tanah yang telah hangus itu? Di sinilah pemerintah perlu membuktikan bahwa ungkapan satir “hutan terbakar, terbitlah sawit” hanya tinggal satire.

Caranya juga sederhana. Jangan biarkan kawasan hutan yang terbakar kemudian beralih menjadi perkebunan sawit hanya karena lahannya telah menjadi terbuka.

Ini bukan berarti sawit harus dimusuhi. Kelapa sawit tetap merupakan komoditas ekonomi penting bagi Indonesia. Jutaan orang menggantungkan kehidupan pada industri tersebut.
Tetapi sawit harus tumbuh pada tempat yang tepat. Bukan dengan mengorbankan kawasan hutan yang seharusnya dipulihkan.

Persoalannya, mengembalikan hutan seperti sebelum terbakar bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Butuh waktu kurang lebih 30 sampai 40 tahun. Bahkan, dalam kondisi tertentu bisa lebih lama lagi.

Karena itulah kita membutuhkan strategi pemulihan yang sekaligus cepat, ekologis dan produktif secara ekonomi. Dan salah satu tanaman yang sangat layak dipertimbangkan sesuai kebutuhan adalah: bambu.

Tentu, bukan sekadar menanam beberapa rumpun bambu. Tetapi, menanam melalui sebuah program besar nasional, misalnya, Hutan Bambu Indonesia.

Mengapa harus bambu? Setidaknya ada empat alasan. Pertama, bambu tidak memerlukan puluhan tahun untuk tumbuh. Inilah keunggulan bambu yang paling mudah dilihat.
International Bamboo and Rattan Organization atau INBAR menyebut bambu sebagai salah satu tanaman dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Pertumbuhan rumpun bambu juga dapat mencapai kematangan produksi dalam waktu sekitar tiga sampai lima tahun. Bandingkan dengan banyak jenis pohon hutan yang membutuhkan puluhan tahun.

Karena itu, dalam restorasi lahan terdegradasi yang tepat, bambu menawarkan kecepatan yang sulit disaingi. Hari ini kita menanam. Dalam beberapa tahun kemudian, bentang hijau sudah mulai terbentuk.

Itulah yang kita perlukan setelah jutaan pohon dan vegetasi hilang atau rusak akibat kebakaran. Yaitu, kecepatan menghijaukan kembali bumi tanpa merusaknya kembali.

Kedua, bambu adalah “Mesin Ekologis.” Bambu bukan hanya cepat tumbuh. Akar bambu juga sangat bagus untuk rehabilitasi lahan. Ia bermanfaat, antara lain, untuk mengendalikan erosi tanah, konservasi air, rehabilitasi lahan dan penyerapan karbon.

Bahkan, kajian terbaru mengenai agroforestri berbasis bambu juga mencatat kemampuan bambu dalam meningkatkan bahan organik tanah, mengurangi erosi, menjaga kelembapan tanah, mendukung penyimpanan karbon dan bermanfaat bagi perlindungan daerah aliran sungai.

Bayangkan jika ratusan ribu hektare lahan rusak ditumbuhi vegetasi semacam ini. Tanah yang sebelumnya terbuka mulai terlindungi. Air hujan lebih banyak tertahan. Erosi dapat ditekan. Karbon kembali terserap. Dan bentang alam yang berwarna hitam setelah kebakaran perlahan-lahan kembali hijau.

Karena itu, menanam bambu seharusnya tidak dibaca sekadar sebagai kegiatan penghijauan. Menanam bambu adalah membangun infrastruktur ekologis.

Ketiga, dipanen tanpa harus menghabisi hutannya. Bambu berbeda dari banyak komoditas kayu. Ketika kayu dipanen, pohonnya ditebang dan harus ditanam kembali.
Pada bambu, batang yang sudah matang dapat dipanen secara selektif sementara rumpunnya tetap hidup dan menghasilkan rebung serta batang baru.

Ada prinsip ekonomi yang sangat menarik. Kita bisa memanen hasilnya tanpa harus menghabiskan hutannya. Bambu dapat menjadi bahan bangunan, furnitur, kerajinan, flooring, tekstil berbasis serat, pulp, biomassa, arang bambu hingga berbagai material modern berbasis bambu.

Artinya, hutan bambu tidak harus menjadi proyek lingkungan yang hanya menghabiskan APBN. Ia justru bisa dibangun menjadi sebuah ekosistem ekonomi hijau. Dan masyarakat di sekitar kawasan bisa dilibatkan sebagai penanam, pemelihara, pengolah sekaligus pemilik manfaat ekonominya.

Keempat, bambu bisa menjadi brand Indonesia di mata dunia. Dan alasan lain yang tidak kalah penting, bambu sangat dekat dengan sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Selain memiliki sekitar 176 spesies bambu, dengan sekitar 105 di antaranya disebut endemik. Itu berarti kira-kira 10 persen jenis bambu dunia terdapat di negeri ini.

Tetapi ironisnya, ketika dunia mulai melihat bambu sebagai material masa depan yang ramah lingkungan, Indonesia belum sepenuhnya menjadikannya komoditas strategis nasional.

Jepang punya sakura. Belanda punya tulip. Mengapa Indonesia tidak membangun positioning dengan brand baru. Indonesia, Negeri Bambu Dunia.

Kita punya iklimnya. Kita punya tanahnya. Kita punya sejarahnya. Dan sekarang kita punya alasan ekologis yang semakin mendesak untuk mengembangkannya.

Tentu ada satu catatan penting.Gagasan hutan bambu tidak berarti seluruh kawasan yang terbakar secara seragam harus diganti menjadi bambu.

Ilmu restorasi tidak bekerja demikian. Untuk kawasan hutan alam dengan kemampuan regenerasi yang masih baik, vegetasi asli seharusnya dipertahankan dan dibantu pemulihannya. Dan yang harus dipulihkan lebih dulu adalah airnya. Bukan hanya sekadar memadamkan apinya.

Setelah api padam, pemerintah seharusnya segera memetakan seluruh kawasan terbakar. Mana hutan konservasi, mana gambut, mana hutan produksi, dan mana kawasan yang harus dikembalikan penuh kepada vegetasi aslinya. Setelah itu baru ditentukan model restorasinya.

Dan yang jauh lebih penting, bagaimana pemerintah bisa menjawab satire yang selama ini beredar: “Hutan terbakar, terbitlah sawit.” Jawabannya adalah jutaan bibit yang ditanam setelah api padam. Bukan dengan pidato dan baliho.

Sehingga suatu hari kita bisa mengganti satire lama tadi dengan kalimat baru yang jauh lebih optimistis: “Hutan terbakar, terbitlah hutan bambu.”

Jakarta, September 2026

Tags: bambu memulihkan lahankarhutlakebakaran hutan dan lahan
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

October 11, 2026
Prabowo Dorong Bahasa Asing dari SD, Menteri P2MI: Bekal Pekerja Migran Tembus Pasar Global

Kabar Baik! Malaysia Usul Batas Maksimal Usia Calon Pekerja Migran Indonesia 45 Tahun

October 11, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version