• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Hutan Bambu Pasca Karhutla, Bukan Sawit

Hutan Bambu Pasca Karhutla, Bukan Sawit

September 12, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, October 25, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Hutan Bambu Pasca Karhutla, Bukan Sawit

by admin
September 12, 2026
in Kolom
0
Hutan Bambu Pasca Karhutla, Bukan Sawit
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Toto Izul Fatah
(Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA)

Ada ungkapan satir yang belakangan ramai di jagat sosial media setiap kali terjadi kebakaran hutan dan lahan. “Hutan terbakar, terbitlah sawit.”

Kalimat itu memang bukan rumus ilmiah. Bukan pula vonis hukum. Tetapi ia lahir sebagai bentuk kecurigaan publik terhadap apa yang terjadi setelah api padam.
Jangan-jangan, setelah hutan habis dilalap api, yang kemudian tumbuh bukan lagi hutan, melainkan perkebunan.

Kekhawatiran semacam itu tentu tidak boleh dianggap sekadar prasangka. Apalagi, praktik membuka lahan dengan cara membakar memang menjadi persoalan serius.

Kementerian Lingkungan Hidup pada Agustus 2026, misalnya, kembali menerbitkan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Praktik jahat dan kotor tersebut, selain masih terjadi, juga menimbulkan kerusakan ekosistem, pencemaran udara, hilangnya keanekaragaman hayati, serta emisi gas rumah kaca.

Sementara, hingga akhir Agustus 2026 Karhutla belum sepenuhnya selesai. Aparat pun telah menangkap puluhan orang dan menyelidiki sejumlah perusahaan berkaitan dengan dugaan pembakaran ilegal.

Karena itu, kekhawatiran bahwa api dalam sebagian kasus berkaitan dengan kepentingan pembukaan atau penguasaan lahan memang tidak sepenuhnya muncul dari ruang kosong. Meskipun, kesalahan siapapun tetap harus melalui proses hukum.

Setelah api benar-benar padam, tugas pemerintah sebenarnya belum selesai. Justru pekerjaan yang lebih panjang baru dimulai.

Pertanyaannya sederhana: apa yang akan ditanam di atas tanah yang telah hangus itu? Di sinilah pemerintah perlu membuktikan bahwa ungkapan satir “hutan terbakar, terbitlah sawit” hanya tinggal satire.

Caranya juga sederhana. Jangan biarkan kawasan hutan yang terbakar kemudian beralih menjadi perkebunan sawit hanya karena lahannya telah menjadi terbuka.

Ini bukan berarti sawit harus dimusuhi. Kelapa sawit tetap merupakan komoditas ekonomi penting bagi Indonesia. Jutaan orang menggantungkan kehidupan pada industri tersebut.
Tetapi sawit harus tumbuh pada tempat yang tepat. Bukan dengan mengorbankan kawasan hutan yang seharusnya dipulihkan.

Persoalannya, mengembalikan hutan seperti sebelum terbakar bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Butuh waktu kurang lebih 30 sampai 40 tahun. Bahkan, dalam kondisi tertentu bisa lebih lama lagi.

Karena itulah kita membutuhkan strategi pemulihan yang sekaligus cepat, ekologis dan produktif secara ekonomi. Dan salah satu tanaman yang sangat layak dipertimbangkan sesuai kebutuhan adalah: bambu.

Tentu, bukan sekadar menanam beberapa rumpun bambu. Tetapi, menanam melalui sebuah program besar nasional, misalnya, Hutan Bambu Indonesia.

Mengapa harus bambu? Setidaknya ada empat alasan. Pertama, bambu tidak memerlukan puluhan tahun untuk tumbuh. Inilah keunggulan bambu yang paling mudah dilihat.
International Bamboo and Rattan Organization atau INBAR menyebut bambu sebagai salah satu tanaman dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Pertumbuhan rumpun bambu juga dapat mencapai kematangan produksi dalam waktu sekitar tiga sampai lima tahun. Bandingkan dengan banyak jenis pohon hutan yang membutuhkan puluhan tahun.

Karena itu, dalam restorasi lahan terdegradasi yang tepat, bambu menawarkan kecepatan yang sulit disaingi. Hari ini kita menanam. Dalam beberapa tahun kemudian, bentang hijau sudah mulai terbentuk.

Itulah yang kita perlukan setelah jutaan pohon dan vegetasi hilang atau rusak akibat kebakaran. Yaitu, kecepatan menghijaukan kembali bumi tanpa merusaknya kembali.

Kedua, bambu adalah “Mesin Ekologis.” Bambu bukan hanya cepat tumbuh. Akar bambu juga sangat bagus untuk rehabilitasi lahan. Ia bermanfaat, antara lain, untuk mengendalikan erosi tanah, konservasi air, rehabilitasi lahan dan penyerapan karbon.

Bahkan, kajian terbaru mengenai agroforestri berbasis bambu juga mencatat kemampuan bambu dalam meningkatkan bahan organik tanah, mengurangi erosi, menjaga kelembapan tanah, mendukung penyimpanan karbon dan bermanfaat bagi perlindungan daerah aliran sungai.

Bayangkan jika ratusan ribu hektare lahan rusak ditumbuhi vegetasi semacam ini. Tanah yang sebelumnya terbuka mulai terlindungi. Air hujan lebih banyak tertahan. Erosi dapat ditekan. Karbon kembali terserap. Dan bentang alam yang berwarna hitam setelah kebakaran perlahan-lahan kembali hijau.

Karena itu, menanam bambu seharusnya tidak dibaca sekadar sebagai kegiatan penghijauan. Menanam bambu adalah membangun infrastruktur ekologis.

Ketiga, dipanen tanpa harus menghabisi hutannya. Bambu berbeda dari banyak komoditas kayu. Ketika kayu dipanen, pohonnya ditebang dan harus ditanam kembali.
Pada bambu, batang yang sudah matang dapat dipanen secara selektif sementara rumpunnya tetap hidup dan menghasilkan rebung serta batang baru.

Ada prinsip ekonomi yang sangat menarik. Kita bisa memanen hasilnya tanpa harus menghabiskan hutannya. Bambu dapat menjadi bahan bangunan, furnitur, kerajinan, flooring, tekstil berbasis serat, pulp, biomassa, arang bambu hingga berbagai material modern berbasis bambu.

Artinya, hutan bambu tidak harus menjadi proyek lingkungan yang hanya menghabiskan APBN. Ia justru bisa dibangun menjadi sebuah ekosistem ekonomi hijau. Dan masyarakat di sekitar kawasan bisa dilibatkan sebagai penanam, pemelihara, pengolah sekaligus pemilik manfaat ekonominya.

Keempat, bambu bisa menjadi brand Indonesia di mata dunia. Dan alasan lain yang tidak kalah penting, bambu sangat dekat dengan sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Selain memiliki sekitar 176 spesies bambu, dengan sekitar 105 di antaranya disebut endemik. Itu berarti kira-kira 10 persen jenis bambu dunia terdapat di negeri ini.

Tetapi ironisnya, ketika dunia mulai melihat bambu sebagai material masa depan yang ramah lingkungan, Indonesia belum sepenuhnya menjadikannya komoditas strategis nasional.

Jepang punya sakura. Belanda punya tulip. Mengapa Indonesia tidak membangun positioning dengan brand baru. Indonesia, Negeri Bambu Dunia.

Kita punya iklimnya. Kita punya tanahnya. Kita punya sejarahnya. Dan sekarang kita punya alasan ekologis yang semakin mendesak untuk mengembangkannya.

Tentu ada satu catatan penting.Gagasan hutan bambu tidak berarti seluruh kawasan yang terbakar secara seragam harus diganti menjadi bambu.

Ilmu restorasi tidak bekerja demikian. Untuk kawasan hutan alam dengan kemampuan regenerasi yang masih baik, vegetasi asli seharusnya dipertahankan dan dibantu pemulihannya. Dan yang harus dipulihkan lebih dulu adalah airnya. Bukan hanya sekadar memadamkan apinya.

Setelah api padam, pemerintah seharusnya segera memetakan seluruh kawasan terbakar. Mana hutan konservasi, mana gambut, mana hutan produksi, dan mana kawasan yang harus dikembalikan penuh kepada vegetasi aslinya. Setelah itu baru ditentukan model restorasinya.

Dan yang jauh lebih penting, bagaimana pemerintah bisa menjawab satire yang selama ini beredar: “Hutan terbakar, terbitlah sawit.” Jawabannya adalah jutaan bibit yang ditanam setelah api padam. Bukan dengan pidato dan baliho.

Sehingga suatu hari kita bisa mengganti satire lama tadi dengan kalimat baru yang jauh lebih optimistis: “Hutan terbakar, terbitlah hutan bambu.”

Jakarta, September 2026

Tags: bambu memulihkan lahankarhutlakebakaran hutan dan lahan
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version