Kutaraja Restaurant, The Singhasari Resort & Convention

Salah satu fasilitas The Singhasari Resort & Convention, Kota Wisata Batu, Jawa Timur memiliki banyak sekali fasilitas yang memanjakan para tamu. Semua dikemas dalam layanan penuh disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Termasuk, saat kita breakfast di Kutaraja Restaurant.

Hidangan yang lengkap, plus menu tradisional, juga para waiter dan waitress yang mengenakan face shield, bermasker, dan bersarung tangan. Pelayanan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, tak pelak mendapat apresiasi dari para tamu.

Mereka merasa nyaman sekaligus aman menginap dan beraktivitas di resort bintang lima terbesar di Jawa Timur ini.

Benarkah Ada Arwah Noni Yolanda di Sini ?

Jejak digital menyebutkan, dalam acara “Tukul Jalan-jalan” ke lokasi bekas pabrik gula (PG) Banjaratma, Kec. Bulakamba, Kab. Brebes, Jawa Tengah, ada sesuatu di sana. Dikisahkan, tentang adanya arwah noni Belanda bernama Yolanda, yang meninggal saat amuk massa.

Ia meninggal bukan karena dieksekusi warga, melainkan karena lari ketakutan bermaksud sembunyi. Tiba-tiba ia tersandung dan terjatuh. Wajahnya terantuk benda tajam, sehingga Yolanda meninggal seketika. Meski jazadnya dibawa ke Belanda dan dimakamkan di sana, tetapi arwahnya dipercaya masih sering muncul di sini.

Lepas dari kisah itu, rest area ini sangat artistik, sangat indah, dan memanjakan mata. Banyak sekali spot selfie di sini. Di samping, banyak juga pusat oleh-oleh jajanan khas Brebes dan sekitarnya.

Ponot Air Terjun Bertingkat Dua

Jayakarta News –  Air terjun…, terbersit di benak dari kejauhan bak kapas yang melayang-layang, semakin mendekat terdengar percikan air menderu berbalas-balasan di kiri kanan air terjun tampak pepohonan rindang nan hijau, memberikan penyegaran bagi mata si penglihatannya.

Air terjun merupakan formasi arus air dari ketinggian mengikuti kondisi tekstur badan pebukitan atau pegunungan mengalir hingga ke bawah. Terlalu indah dilukiskan dan lama untuk dikenang, salah satu ciptaan Sang Khalik yang tidak bisa diduakan secangih apa pun teknologi modern.

Air Terjun Efrata, tingginya sekitar 100 meter, berada di Desa Sosor Dolok, Kec. Harian Boho, Kab. Samosir, Sumatera Utara. (Foto: Monang Sitohang)

Di Indonesia terdapat sejumlah air terjun nan indah dengan ketinggian di atas 100 meter antara lain, Air Terjun Efrata sekitar 100 meter berada di Desa Sosor Dolok, Kec. Harian Boho, Kab. Samosir, Air Terjun Sipisopiso, 120 meter berada di Desa Tongging, Kec. Merek, Kab. Karo, Air Terjun Janji Martahan, sekitar 110 meter berada di Desa Janji Martahan, Kec. Harian Boho, Kab. Samosir, dan Air Terjun Ponot, 250 meter berada di Desa Halado, Kec. Pintu Pohan Meranti, Kab. Toba (sebelumnya Tobasa), ke empat air terjun tersebut berada di Provinsi Sumatera Utara.

Air terjun Ponot adalah air terjun yang tertinggi di Indonesia, berada di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan air laut (MDPL). Selain memiliki ketinggian, air terjun ini memiliki debit air yang deras dan besar bentuknya juga agak unik sebab air tidak langsung mengalir ke bawah namun memiliki dua undakan (tingkat) air terjun.

“Jarak tempuh dari Kota Medan menuju Air Terjun Ponot via Kota Porsea bisa sekitar 5 – 6 jam via kota Porsea dan lokasi air terjun ini dapat diakses oleh kenderaan roda 2 dan 4, hingga ke lokasi, kemudian hanya tinggal jalan kaki beberapa puluh meter untuk mencapai air terjunnya,”ujar Jhonny Siahaan seorang fotografer melalui WhatsAppnya beberapa hari lalu.

Air Terjun Sipiso-piso, memiliki tinggi 120 meter, berada di Desa Tongging, Kec. Merek, Kab. Karo, Sumatera Utara. (Foto: Monang Sitohang)

Memang lokasi ini bisa juga diakses via Pulau Raja, Asahan, dan kawasan ini memang perbatasan antara Asahan dan Toba. Biaya parkir masuk ke lokasi Air Terjun Ponot ini Rp.20.000 untuk kenderaan roda empat, biaya lain tidak ada. Dan fasilitas yang sudah tersedia di lokasi air terjun ini, seperti MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan tempat berjualan juga ada menyediakan berbagai makanan dan gorengan.

“Air terjun Ponot memiliki panorama yang luar biasa keindahanya, dan gampang diakses oleh pengunjung. air terjun ini terdiri dari 2 tingkat, terlihat di bawah curahan air terjun banyak terdapat batu-batuan alam yang berukuran besar sehingga, ini menjadi daya tarik tersendiri sebagai pelengkap keindahan Air terjun Ponot,”jelas Jhonny Siahaan.

Objek wisata ini tidak tahu sejak kapan dipublikasikan, yang pasti lokasi ini gampang diakses setelah adanya proyek PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Siguragura, karna lokasi air terjun ini berdekatan atau berdampingan dengan air terjun Siharimo yang airnya dipakai untuk PLTA Asahan Siguragura.

Luangkan waktu ringankan langkah bersama, ajak sanak keluarga dan teman datanglah ke Air terjun Ponot niscaya kepenatan, kejenuhan barangkali sirna seketika. (Monang Sitohang)

Penghargaan Trip Advisor untuk The Singhasari Resort

The Singhasari Resort & Convention, Kota Wisata Batu, Jawa Timur meraih penghargaan Trip Advisor lima tahun berturut-turut. Sebuah prestasi besar dan tertinggi bagi jasa perhotelan. Tak heran jika hotel yang terletak di kawasan sejuk Kota Wisata Batu ini memiliki pelanggan tetap.

Anda Sudah Boleh Naik ke Gunung Bromo

Jayakarta News – Reaktivasi kawasan wisata alam Bromo – Tengger – Semeru (BTS) secara bertahap mulai dibuka hari ini Jumat (28/8). Pembukaan kembali kawasan wisata ini setelah  melalui diskusi virtual dengan pemerintah pusat.

Dengan diskusi tersebut maka keluar adanya rekomendasi dan kesepakatan  empat kepala daerah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Pasuruan serta  Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa dalam pembukaan kembali wisata di Taman Nasional BTS ini sementara hanya untuk kawasan Gunung Bromo. Sedangkan untuk Gunung Semeru masih belum dibuka kembali.

Wisata Gunung Bromo dibuka mulai hari ini. Pada prinsipnya reaktivasi kembali kawasan wisata alam Gunung Bromo ini berdasarkan rekomendasi empat kepala daerah serta Balai Besar TNBTS  yang sepakat untuk membuka kembali destinasi pariwisatanya dengan mempertimbangan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Jika salah satu tidak setuju maka tidak bisa dilaksanakan. Oleh karena itu tanggung jawab menjaga kapasitas wisatawan serta protokol kesehatan harus di monitor oleh semua pihak baik empat pemkab maupun TN- BTS,” kata Gubernur Khofifah, Jumat (28/8/2020), di Gedung Negara Grahadi.

Reaktivitasi wisata alam Gunung Bromo ini dilakukan bertahap dengan menerapkan sistem kuota pada wisatawan yang berkunjung. Kontrol kuota jumlah wisatawan ini dilakukan melalui sistem pembelian tiket wisata secara online.

Tiket online bisa diperoleh pengunjung dengan memesan di situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Hanya wisatawan yang sudah melakukan booking online dan mendapatkan tiket yang bisa berkunjung ke kawasan wisata Gunung Bromo.

“Saya beberapa hari ini juga sudah berkoordinasi dengan tokoh tetua Suku Tengger bahwa akan ada check poin di titik-titik masuk kawasan Gunung Bromo. Misalnya di Ngadisari kalau via Probolinggo , akan ada tim yang mengecek  wisatawan, misalnya akan menginap dimana, di home stay atau di hotel mana, lalu akan ada tim yang monitor agar semua terjaga dengan baik” tegas Khofifah.

Lebih lanjut, reaktivasi wisata alam Gunung Bromo ini menerapkan sejumlah SOP kunjungan wisata yang telah bersama-sama disusun oleh Balai Besar TN-BTS dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru.

Selain booking online, wisatawan yang ingin menikmati wisata alam TN-BTS juga dibatasi usia. Yaitu lebih dari 14 tahun dan maksimal 60 tahun.

Selama ada di kawasan wisata, wisatawan juga diwajibkan menggunakan perangkat protokol kesehatan seperti masker, diwajibkan menggunakan sarung tangan selama berada di kawasan wisata, dicek suhu badannya, dan diwajibkan menjaga jarak serta tidak berkerumun.

Serta juga diterapkan pembatasan kuota wisatawan di setiap site yang diizinkan untuk direaktivasi. Seperti site bukit cinta hanya 28 orang per hari, site Penanjakan hanya 178 orang per hari, site bukit Kedaluh hanya 86 orang per hari, site Savana Teletubies hanya 347 orang per hari, dan site Mentigen hanya 100 orang per hari.

Sedangkan untuk kawah Bromo masih dilarang untuk dikunjungi. Hal tersebut berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) PGA Cemoro Lawang. Dalam rekomendasi itu dituliskan bahwa dilarang mengunjungi Kawah Bromo dengan batas radius aman 1 kilometer dari kawah Bromo.

Demi penerapan protokol kesehatan di kawasan Wisata Gunung Bromo, Gubernur Khofifah telah mengedrop ribuan masker bagi pengelola wisata, masyarakat suku Tengger, dan juga masyarakat yang mengelola wisata di kawasan Bromo.

Selain masker, yang dititipkan juga adalah vitamin dan hand sanitizers. Khofifah ingin bahwa protokol kesehatan tetap ketat diberlakukan dalam reaktivasi kawasan wisata Bromo.

“Kami pesan kalau misal jumlah masker di sana sudah mulai menipis maka segera kontak Satgas Covid-19 agar langsung kita kirimkan,” tuturnya.

Dengan reaktivtasi bertahap, bertingkat dan berlanjut untuk sektor pariwisata khususnya Gunung Bromo ini, perekonomian Provinsi Jawa Timur diharapkan bisa secara bertahap  terdongkrak. (poedji)

Kampung Warna-Warni Tigarihit

Jayakarta News – Kampung Warna-Warni Tigarihit di Parapat. Sumatera Utara menjadi destinasi wisata baru bagi para wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba. Kampung ini diresmikan oleh Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Tiba (BPODT) Arie Prasetyo bersama Pokdarwis dan Camat Girsang Sipangan Bolon, Senin, 17 Agustus 2020.

Arie Prasetyo mengatakan, peresmian yang dilakukan bertepatan dengan HUT ke-75 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2020 lalu merupakan suatu momentum untuk membangkitkan pariwisata Danau Toba yang terdampak pandemi Covid-19. “Peresmian Kampung Wisata Warna-Warni kami lakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Arie.

Kampung Warna-warni Trigahirit, Parapat. (ist)

Kampung Wisata Tigarihit berada di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Tepatnya di Jalan Kolonel TPR Sinaga, tak jauh dari Kota Parapat.

Para penduduk kampung yang rata-rata berprofesi sebagai pekerja pariwisata menyadari bahwa wilayah mereka bisa dijadikan objek wisata yang menarik. Kemudian mereka mengubah cat rumah dengan beragam warna untuk membuat spektrum yang indah dan menarik untuk dinikmati wisatawan. Selain itu, ada seni mural juga menghiasi di beberapa titik yang menjadikan Kampung Tigarihit semakin “instagramable”.

“BPODT sangat memberi perhatian pada Tigarihit sebagai salah satu destinasi wisata di kawasan Danau Toba. Apalagi, masyarakat Tigarihit sangat mendukung hal ini,” kata Arie Prasetyo.

Selain menikmati spektrum warna-warni di Kampung Tigarihit, Arie juga memperkenalkan dan mengajak wisatawan menikmati matahari terbenam (sunset) di Tigarihit. Dalam acara peresmian Kampung Warna-Warni Tigarihit, BPODT mempromosikan pertunjukan sunset di tepi Danau Toba yang eksotis. Selain itu ada juga parade obor dan pertunjukan lampion.

Keindahan Kampung Trigahirit di tepi Danau Toba yang ada di Parapat, Sumut. (ist)

Sekarang wisatawan yang menginap di sekitar Parapat bisa jalan-jalan santai sambil menikmati kopi dan indahnya matahari terbenam di ujung utara Pulau Samosir.

“Kami ingin menampilkan semua sisi menarik dari Tigarihit. Menikmati matahari terbenam di Danau Toba dari perbukitan Tigarihit adalah sesuatu yang sangat menarik. Keindahan alam yang luar biasa ini tidak bisa kita ciptakan, sudah pemberian Tuhan. Bagaimana kita mau menikmatinya, di situlah ide dan kreativitas muncul,” papar Arie.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik atas diresmikannya Kampung Warna-Warni Tigarihit yang menjadi daya tarik baru di Danau Toba, satu dari lima destinasi super prioritas yang ditetapkan pemerintah. Kampung Warna-Warni Tigarihit menjadi wujud kreativitas dan inovasi dari masyarakat dalam memaksimalkan potensi keindahan alam juga budaya.

“Situasi pandemi seperti sekarang ini menuntut semua pihak harus lebih kreatif dan inovatif. Kita semua harus berupaya _extra ordinary_ agar dapat memberi dampak yang luar biasa. Semoga kehadiran Kampung Warna-Warni Tigarihit memberikan dampak yang besar bagi masyarakat,” kata Wishnutama. (*/Monang Sitohang)

Wisata Pedesaan Kampoeng Caringin – Bogor

Salah satu lokasi wisata menarik yang patut untuk anda kunjungi di wilayah Bogor adalah Villa Kampoeng Caringin. Konsep yang ditawarkan di Kampoeng Caringin ini adalah, hidup khas pedesaan. Suasana ini sangat cocok, khususnya bagi Anda yang tinggal di daerah perkotaan, yang merasa bosan dengna deretan gedung dan lalu lalang kendaraan bermotor.

Belum lagi, rutinitas pekerjaan di kantor yang melelahkan. di Kampoeng Caringin Anda bisa refreshing dan menenangkan pikiran dengan merasakan kembali nuansa khas pedesaan yang sejuk, indah, dan damai. Kampoeng Caringin berlokasi di Desa Caringin, sekitar 7 kilometer dari Pintu Keluar Caringin (Bocimi).

Breakfast Nyaman di Kutaraja Restaurant

Jayakarta News – The Shingashari Resort Hotel (TSR) merupakan hotel pertama bintang lima di Jawa Timur. Yang mana baru-baru ini hotel tersebut menerima penghargaan dari Tripadvisor, sekaligus dinobatkan dengan “Certificate of Excellence Hall of Fame Tripadvisor”.

Hotel yang telah menerima Certificate of Excellence dan Tripadvisor Travel Choice Awards selama 5 tahun secara berturut-turut sejak 2015 – 2019 ini banyak memiliki fasilitas, salah satunya yaitu Kutaraja Restaurant.

Berkesempatan beberapa hari lalu sebagai tamu di TSR, saat check in diberikan voucher breakfast untuk dua orang dan keesokan di pagi hari itu sekitar pukul 08.30 WIB kami menuju restaurant Kutaraja. Di depan, waitress menyapa para tamu,”Selamat pagi, maaf Bapak – Ibu dari kamar nomor berapa?” ujar salah seorang waitress.

Tampak pagi itu di restaurant Kutaraja menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 menuju adaptasi kehidupan baru, dengan ketat. Para tamu yang hendak masuk harus menggunakan masker, kemudian dicek suhu tubuh menggunakan thermal gun, lalu diwajibkan mencuci tangan dengan hand sanitizer yang sudah disediakan di atas meja waitress.

Kemudian terlihat tatanan serta suasana di restaurant juga di-setting sesuai protokol kesehatan, misalnya penempatan meja, kursi diberi jarak antara satu sama lain, khusus kursi di set up ada long table yang seharusnya bisa 8 orang menjadi hanya boleh untuk 4 orang. Ada beberapa kursi diberi tanda silang merah pertanda tidak boleh diduduki.

Waitress dan waiter terlihat semua menggunakan face shield, masker lagi, dan sarung tangan. Sebagai pekerja di bidang hospitality mereka telah memberikan yang terbaik buat tamu-tamu. Setiap tamu yang sudah menggambil menu pilihannya dipersilakan cari meja lalu peralatan seperti sendok garpu diantar dengan keadaan dibungkus rapi. Lalu ada yang keliling melihat minuman tamu jika sudah habis ditawari, apakah hendak ditambah?

Ketika tamu sudah siap makan, dengan cekatan waiter langsung meng-clear up peralatan di atas meja, seperti piring, sendok, garpu dan lainnya. Setelah itu waiter menyemprotkan disinfektan ke meja, kursi hingga bersih siap untuk digunakan oleh tamu berikutnya.

“Jadi bukan hanya pada saat tamu selesai makan saja, itu meja, kursi, lantai dan lainnya disemprot disinfektan, melainkan sebelum restaurant Kutaraja dibuka para waitress dan waiter sudah terlebih dahulu menyemprotkan disinfektan sesuai imbuan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan,” jelas Rusmaidi Fetra, General Manager (GM) The Singhasari Resort & Convention kepada awak Jayakarta News pagi itu.

Untuk menu-menu juga membudayakan tradisional seperti minuman ada jamu, sedangkan makanan ada aneka bubur seperti sumsum, kacang hijau dan lainnya. Jadi benar-benar lezat rasanya. Dekorasi restaurant juga terlihat menarik tidak terlepas dengan sentuhan nilai-nilai budaya yang artistik lagi klasik.

Anda dapat melihat aneka menu makanan dan minuman, serta pelayanan restoran Kutaraja The Singhasari Resort & Convention, seperti di dalam tayangan video di bawah ini. (Monang Sitohang)

Lima Tahun Berturut-turut, The Singhasari Resort Raih Penghargaan Trip Advisor

Jayakarta News – Periode kuarter kali ini, The Singhasari Resort and Convention, Kota Wisata Batu, baru baru ini mendapat penghargaan sertifikat dari Tripadvisor. Tripadvisor merupakan salah satu situs review terbesar di internet, dan situs wisata nomor satu yang diakui dunia.

Resort bintang lima terbesar di Jawa Timur ini, dinobatkan dengan “Certificate of Excellence Hall of Fame Tripadvisor”, sebab hotel resort ini telah menerima Certificate of Excellence dan Tripadvisor Travel Choice Awards selama 5 tahun secara berturut-turut sejak 2015 – 2019.

Tripadvisor Certificate of Excellence ini merupakan penghargaan tentang seluruh aspek di The Singhasari Resort, mulai dari fasilitas, hospitality, kebersihan, taste makanan, dan lainnya. Sedangkan Tripadvisor Traveler Choice adalah penghargaan yang didapatkan dari pilihan wisatawan.

Resort bintang lima pertama di Jawa Timur ini hadir dengan hospitality yang maksimal serta menawarkan perpaduan budaya Indonesia, kemudian tradisi, serta keindahan dan gaya hidup.

Perpaduan konsep tradisional dengan unsur modern kontemporer yang sangat menyentuh menghiasi seluruh area hotel. Tamu-tamu TSR ketika tiba dapat merasakan sensasi perpaduan tersebut, mulai saat tiba di lokasi hotel, seperti saat chekin di resepsionis, tampak ada beberapa alat musik tradisional gamelan, lalu di dinding ada foto-foto 3D dengan tampilan tradisional dan masih banyak lain yang menarik.

Selain itu sejumlah fasilitas terbaik ditawarkan untuk memanjakan para tamu diantaranya, free shuttle of Batu interest point, Minigolf, Kids Club, Game Zone, Tennis and basketball court, Minigolf, Gym Center, Movie Theater, Swimming pool, Jaccuzi, Sauna, Biliard, Table Tennis, Flying Fox, dan fasilitas spa dengan aneka ragam pilihan terapi tradisional.

Resort terbaik di Jawa Timur ini menawarkan perpaduan budaya Indonesia, tradisi, keindahan dan gaya hidup. Perpaduan konsep tradisional dengan unsur modern kontemporer sangat apik menghiasi seluruh area hotel.

Dengan adanya fasilitas yang super lengkap serta kenyamanan yang diberikan kepada tamu-tamu TSR, pantaslah di usia yang ke enam ini The Singhasari dinobatkan sebagai salah satu resort terbaik.

The Singhasari Resort selalu berkomitmen untuk menjadi resort yang lebih baik dan tetap menjaga kualitas hospitality yang menjadi motivasi agar selalu memberikan yang terbaik untuk para tamu-tamunya. (Monang Sitohang)

https://youtu.be/qEtb288SlQk

The Singhasari Resort, Diapresiasi Tamu karena Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Jayakarta News – Era adaptasi kebiasaan baru (new normal), memberi peluang banyak sektor kembali beraktivitas. Termasuk jasa perhotelan. Satu di antaranya adalah resort bintang lima pertama di Jawa Timur, The Singhasari Resort, Kota Wisata Batu.

Sudah sejak awal Juni 2020, jasa perhotelan diperkenankan beroperasi dengan melaksanakan protokol kesehatan. The Singhasari Resort and Convention, resort dengan konsep perpaduan antara budaya Indonesia, tradisi, keindahan dan gaya hidup, itu, terbilang sangat ketat dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Setiap tamu yang datang, harus melewati alat deteksi suhu tubuh yang dihubungkan dengan gerbang pintu masuk tripod. Jika suhu tubuh di bawah ambang batas, maka sepasang pintu masuk tripod itu akan membuka secara otomatis. Sebaliknya, pintu tidak akan terbuka jika suhu di atas 37,5 derajat, plus tidak memakai masker.

“Kami tidak hanya memberi rasa nyaman, tetapi juga rasa aman terhadap ancaman terpapar Covid-19. Protokol kesehatan yang ketat ini, mungkin awalnya terasa kurang nyaman, tetapi akhirnya para tamu justru mengapresiasi ketatnya kami menjaga protokol kesehatan,” ujar Rusamaidi Fetra, General Manager The Singhasari Resort Batu, hari ini (30/7/2020).

Rusamaidi Fetra, General Manager The Singhasari Resort Batu, saat penghargaan penghargaan Indonesia Leading MICE Venue pada perhelatan 9th Annual Indonesia Travel and Tourism Awards 2018 di Jakarta. (foto: TSR)

Peraih penghargaan penghargaan Indonesia Leading MICE Venue pada perhelatan 9th Annual Indonesia Travel and Tourism Awards 2018 di Jakarta, itu menambahkan, sejak dibuka, para tamu mulai berdatangan. Terutama para pelanggan The Singhasari Resort. “Peak-nya Jumat dan Sabtu,” ujar lulusan Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata (BPLP) Medan yang kemudian berubah menjadi Akpar Medan, dan saat ini menjadi Politeknik Pariwisata Medan.

Ia juga mengimbau kepada Dinas Pariwisata dan para pelaku pariwisata untuk bersama-sama menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Program pentahelix itu mengharuskan semua pihak secara bergotong royong mengatasi masalah. Di sana ada unsur pemerintah, pengusaha, masyarakat/komunitas, pakar/akademisi, dan media.

Para tamu The Singhasari Resort, Kota WIsata Batu, tanpa kecuali, melewati protokol kesehatan sejak kedatangan, hingga kepulangna. (foto: TSR)

Aparat yang berwajib, diimbau untuk membantu Satuan Tugas Covid-19 mengendalikan Covid-19. “Maklumlah, masyarakat kita memang susah. Sebab, di kita tidak ada budaya antre. Jadi meminta masyarakat tidak berkerumun atau menjaga jarak, susahnya bukan main. Tapi mau-tidak-mau kan itu harus dilakukan. Itu jika kita tidak ingin penyebaran Covid-19 bisa lebih terkendali,” ujar Fetra yang telah malang-melintang di dunia hospitality luar negeri itu.

Terbiasa hidup dan berpola hidup masyarakat maju di negeri orang, membuat Fetra sangat peduli terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di The Singhasari Resort. Tidak hanya pada saat melayani tamu datang, tetapi juga selama para tamu menginap.

Resort bintang lima yang terletak di Jl. Ir. Soekarno No. 120 Batu, ini memiliki fasilitas lengkap ditunjang kualitas pelayanan memuaskan. Free Shuttle to Batu Interest Point merupakan fasilitas yang disediakan resort ini. Selain itu, di sini juga tersedia fasilitas olahraga seperti Tennis and Basketball court, Minigolf dan Gym Center. “Yang ingin gowes, juga kami sediakan sepeda,” ujar Fetra.

Sedangkan, fasilitas hiburan keluarga yang bisa dinikmati antara lain Kids Club, Game Zone, Movie Theater, Swimming pool, Jaccuzi, Sauna, Biliard, Table Tennis, Flying Fox dan tentunya Fasilitas Spa dengan beranekaragam pilihan terapi tradisional. “Selain itu semua, kamilah pemilih convention hall terbesar di Jawa Timur. Convention hall kami mampu menampung hingga 5.000 orang. Untuk masa pandemi, menjadi separuhnya,” kata Fetra pula. (rr/monang)

The Singhasari Resort Convention Hall, terluas di Jawa Timur. Mampu menampung 5.000 orang (2.500 orang selama masa pandemi). (foto: TSR)