Kota Lama Semarang Bisa Jadi Percontohan Pengembangan Parekraf

JAYAKARTA NEWS – Kota Semarang, dengan Kota Lama sebagai ikonnya, dapat menjadi percontohan dalam hal pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif pada suatu destinasi wisata. Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat hadir pada acara Kelana Nusantara, di Restoran Kampung Laut Semarang, Jawa Tengah.

“Kota Lama Semarang dapat menjadi lesson learned bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di destinasi lainnya,” katanya, dikutip dari Siaran Pers, Minggu (17/7).  

Sandiaga mengatakan, dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Semarang, Kemenparekraf  menghadirkan program Kelana Nusantara.

Dalam program tersebut, pelaku parekraf dapat menyampaikan aspirasi dan kendala yang dihadapi dalam usahanya mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Selain itu, melalui Kelana Nusantara, pelaku parekraf juga dapat membangun jejaring yang lebih kuat antara sesama pelaku ekonomi kreatif, pemerintah kota, dan pemerintah pusat.

“Melalui kegiatan Kelana Nusantara, pemerintah diharapkan dapat menciptakan kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu melalui adaptasi, inovasi, dan kolaborasi untuk mendukung terciptanya peluang usaha dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Sandiaga.

Sebelumnya, Kelana Nusantara telah diselenggarakan di beberapa kota, yaitu Aceh, Surakarta, Yogyakarta, Mataram, Sragen, dan Jakarta, dengan menghadirkan peserta dari para pelaku ekonomi kreatif di berbagai subsektor ekraf.

Pada kesempatan tersebut, Menparekraf  turut mendorong komunitas film di Kota Semarang untuk mengikuti salah satu program Kemenparekraf yaitu Family Sunday Movie (FSM). “Family Sunday Movie adalah program Kemenparekraf yang ditujukan bagi para sineas untuk menyalurkan ide-ide kreatif mereka dalam bentuk film pendek,” ujarnya lagi.

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga didorong untuk mengembangkan potensi fesyennya, melalui gagasan Semarang Fashion Week. Hal ini mengingat fesyen merupakan subsektor unggulan yang ditetapkan melalui Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) pada tahun 2017 lalu.

Dalam acara Kelana Nusantara ini, pelaku ekonomi kreatif mengeluhkan minimnya aktivitas dan kendala dalam peminjaman peralatan yang ada di Creative Hub Kota Semarang. Selain itu, para pelaku juga menyampaikan kendala dalam mendapatkan akses informasi program-program pemerintah yang sampai ke pelaku ekraf, dan pemasaran produk kreatif.

“Melalui platform digital dan pemanfaatan teknologi, saya optimistis dapat menjawab permasalahan pemasaran produk kreatif ekonomi di Kota Semarang. Saya juga mengimbau para peserta yang hadir saat ini untuk dapat saling membantu menjembatani diseminasi informasi program-program Kemenparekraf untuk sampai ke pelaku parekraf di daerah,” kata Menparekraf Sandiaga.

Dengan semakin berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di Kota Semarang, Menparekraf optimistis target tahun 2022 untuk menghadirkan 1,1 juta lapangan kerja dan 4,4 juta di tahun 2024 dapat terwujud.

Foto Ilustrasi (Kemenparekraf)

“Saya sangat optimistis bahwa target 1,1 juta lapangan pekerjaan dapat kita capai di tahun ini, mudah-mudahan bisa terwujud dengan kolaborasi kita bersama Kadispar, asosiasi, dan pemangku kepentingan yang ada di sektor parekraf,” kata Sandiaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, R. Wing Wiyarso Poespojoedho, menyampaikan, Kota Lama Semarang saat ini memang menjadi fokus pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Semarang. Tidak dapat dipungkiri bahwa Kota Lama telah menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan internasional.

“Ke depannya, pengembangan sektor parekraf di Kota Semarang akan mencakup area Kampung Pecinan, Kampung Melayu, dan Kampung Arab. Semarang dulunya adalah kota bandara, termasuk dalam jalur rempah. Kami akan gali potensi seni dan budaya, untuk memajukan Kota Semarang dan Indonesia pada umumnya. Terima kasih atas kehadiran Bapak Menparekraf ke Kota Semarang. Tentunya akan menambah semangat kami dalam mengembangkan potensi yang kami miliki,” kata Wing Wiyarso.

Turut mendampingi Menparekraf, Inspektur I Kemenparekraf/Baparekraf, Bayu Aji; Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Haryanto; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Bapak R. Wing Wiyarso Poespojoedho; dan Wakil Ketua Umum Kadin Wilayah Sulawesi, Bapak Kukrit Suryo Wicaksono.***/mel

Manakarra Fair 2022,  Momentum Kebangkitan Pariwisata Sulawesi Barat

JAYAKARTA NEWS, MAMUJU – Kalau mendengar nama Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mungkin yang pertama muncul di pikiran adalah alamnya, terutama laut serta terumbu karang yang indah. Tetapi Mamuju juga memiliki pesona lain yang sangat menarik.  Pesona tersebut adalah  Manakarra Fair, sebuah event di Mamuju, Sulawesi Barat yang terlaksana setiap tahun sejak tahun 2016.

Manakarra Fair sendiri diambil dari kata “Manakarra” yang memiliki arti “pusaka yang sakti”. Dengan diberinya nama tersebut, diharapkan Manakarra Fair dapat menjadi kekuatan yang menarik pengunjung untuk berkunjung ke Mamuju.

Tahun ini, Manakarra Fair kembali diadakan tanggal 14-16 Juli dengan tema “The Window of Promotion”.  Kegiatan yang masuk dalam 100 besar Kharisma Event Nusantara (KEN) ini diharapkan jadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Mamuju, Sulawesi Barat.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti event kebudayaan, fesyen, pameran produk UMKM, pertunjukan musik, e-sport, dan Motor Contest.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno membuka secara resmi “Manakarra Fair 2022”, Kamis malam (14/7)  di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat.  

Menparekraf  saat memberikan sambutan di pembukaan mengatakan, hari ini dapat dilihat sebagai satu optimisme yang tinggi dari masyarakat Mamuju, Sulawesi Barat, bahwa event di Mamuju sudah mulai bisa terlaksana dengan hasil kolaborasi semua pihak.

“Saya ingin memberi apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju. Ini adalah momen kebangkitan, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kita hari ini mulai lihat semangat tatanan ekonomi baru yang kita ciptakan,” kata Menparekraf.

Momentum ini, kata Sandiaga, sangatlah penting untuk dapat terus dijaga dan ditingkatkan. Seperti diketahui, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat tinggi bagi perkembangan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Apalagi sebelumnya Kabupaten Mamuju juga pernah beberapa kali terdampak akibat gempa bumi.

“Manakarra Fair 2022 berhasil masuk 100 besar KEN 2022, ini tidak gampang karena kurator dari luar negeri ikut memberikan penilaian. Saya lihat event ini bukan hanya beautifikasi, tapi mengedepankan aspek-aspek seperti unique selling point, inclusivity, dan juga sustainability,” katanya.   

Ia meyakini dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang terus ditingkatkan dan juga go digital, pariwisata dan ekonomi kreatif di Mamuju akan segera bangkit. Berbagai tantangan yang dihadapi di dalam atraksi, amenitas, dan aksesibilitas bisa diatasi.

“Dengan lintas kementerian/lembaga saya akan dorong untuk dapat dibenahi satu per satu. Dengan potensi sumber daya manusia yang kita miliki, kreativitas, melalui kolaborasi, akan jadi momentum kita untuk bangkit ke depan. Buka peluang usaha dan ciptakan lapangan kerja,” kata Sandiaga.

Sementara Pj. Gubernur Sulawesi Barat, Akmal Malik, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenparekraf bagi kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Barat. Khususnya melalui dukungan penyelenggaraan “Manakarra Fair 2022”.

“Kehadiran Pak Menteri bagi kita menjadi sebuah stimulan, kita tunjukkan pada dunia dan daerah lain bahwa Sulawesi Barat bukan lagi daerah remote, Sulawesi Barat akan menjadi satu penunjang pariwisata di Indonesia karena kita punya potensi yang luar biasa. Mohon dukungan terus dari Pak Menteri,” kata Abdul Malik.

Sementara Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, mengatakan “Manakarra Fair 2022” mengusung tema “The Window of Promotion” yang menitikberatkan pada promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di Mamuju. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulawesi Barat, dan Mamuju pada khususnya.

“Memacu dan mengubah potensi yang ada menjadi produk pariwisata dan ekonomi kreatif yang memakmurkan masyarakat,” kata Sitti.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno dalam mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Mamuju.***/uli

Yuk, Kenalan Sama Adat Lampung Barat di Festival Sekala Bekhak 2022

JAYAKARTA NEWS – Dua hari ini, sejak 10-12 Juli 2022 di Lampung Barat digelar Festival Budaya Sekala Bekhak. Festival ini diadakan oleh Pemda Lampung Barat di Lapangan Merdeka, Kelurahan Pasar Liwa, Lampung Barat  Apa itu Sekala Bekhak?  

Yuk, Kenalan Sama Adat Lampung Barat di Festival Sekala Bekhak 2022. Bahan mengenai festival ini, Jayakarta News ambil dari laman Kemanparekraf.

Adanya Lampung sebagai salah satu provinsi di Indonesia tentu sudah familier.  Namun, apakah sudah pernah mendengar tentang The Origin of Lampung?

Tepatnya di Lampung Barat, ada sebuah Kerajaan Sekala Bekhak yang dipercaya sebagai leluhur masyarakat asli Lampung. Masih berlakunya hierarki adat dan juga peninggalan sejarah yang tersimpan rapi di Lampung Barat menjadi bukti kalau adat dan tradisi Kerajaan Sekala Bekhak masih melekat dan terjaga secara autentik.

Bahkan, mereka masih aktif mengadakan beragam pagelaran adat. Salah satunya adalah agenda tahunan Festival Sekala Bekhak. Festival ini sebagai ajang mempromosikan daya tarik dan atraksi wisata Lampung Barat.

 Festival Sekala Bekhak berisi kisah informasi dan edukasi mengenai seluk beluk Suku Bangsa Lampung yang dikupas dengan beragam rangkaian acara.

Kolaborasi antara budaya dan pesona alam  

Tema yang dipilih untuk melestarikan seni budaya warisan leluhur tahun ini adalah “Menikmati Alam dan Budaya Bumi Sekala Bekhak, Pariwisata Bangkit, Tumbuh Bersama Menuju Pariwisata Hebat”.

Foto: Kemenparekraf

Sejalan dengan tema tersebut, tujuan diadakan kembali Festival Sekala Bekhak ialah supaya wisata dan seni budaya Lampung dapat dikenal lebih luas serta menjadi daya tarik wisata yang menggoda.

Maka, penyajian acara dalam festival ini merupakan pagelaran dan atraksi budaya yang dikolaborasikan dengan panorama alam asri.  Rangkaian kegiatan tentunya sesuai dengan bagaimana kehidupan serta interaksi sosial masyarakat asli di wilayah Kerajaan Sekala Bekhak sehari-hari dan acara juga diisi oleh masyarakatnya.

Di sana, terkenal sebuah tradisi yang kerap dilakukan sebagai pertemuan khusus antara para meghanai (bujang) dan muli (gadis) bersilaturahmi untuk berkenalan dengan menari, namanya tarian nyambai. Namun pada perkembangannya, kini tarian nyambai ditarikan oleh semua anggota masyarakat, baik yang belum maupun yang sudah menikah.

Selain pagelaran nyambai dan orkes gambus, penyelenggara Festival Sekala Bekhak juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam Lomba Penulisan Cerita Rakyat yang bisa ditulis secara fakta maupun fiksi dan juga Lomba Foto Pariwisata dan Budaya Bumi Sekala Bekhak. Tertarik untuk mengikuti lomba ini? Cek informasi lengkapnya di instagram @pariwisata_lampungbarat, ya!***/uli

Memasuki Libur Sekolah, Menparekraf Rekomendasikan Destinasi Wisata Unggulan di Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memberikan beberapa rekomendasi destinasi wisata yang dapat dikunjungi oleh para pelajar tanah air yang akan menikmati momen libur sekolah setelah berakhirnya semester genap tahun ajaran 2021/2022.

Menparekraf Sandiaga mengatakan libur sekolah menjadi waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia bersama keluarga. Selain destinasi wisata di Puncak, Jawa Barat, yang selalu menjadi favorit, masyarakat dapat menjajal destinasi unggulan lainnya.

“Berdasarkan data-data yang kita terima ada Bali dan destinasi lainnya yang konsepnya personalize, customize, localize, smaller in size. Karena populasi Indonesia banyak di pulau Jawa, maka yang di Jawa akan berlibur sekolah di dekat lokasi mereka tinggal, sekitar 200 sampai 250 kilometer dengan berkendaraan darat sehingga mereka bisa menyikapi harga pesawat yang mahal,” kata Menparekraf Sandiaga dalam Siaran Pers, Selasa (28/6).

Bagi warga Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) tentu bisa mengunjungi tiga destinasi andalan, yakni Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, serta Taman Margasatwa Ragunan.

Kemudian, di sekitar Jawa Barat bisa mengunjungi Kota Bandung yang mendapat predikat sebagai daerah dengan wisata kuliner terbaik. Kabupaten Pangandaran, yang memiliki sejumlah objek pemandangan alam seperti Pantai Pangandaran, Green Canyon, Pantai Batu Hiu. Kabupaten Garut, juga menawarkan panorama alam yang menakjubkan seperti Kawasan Wisata Cipanas, Pantai Santolo.

Bagi yang berada di Jawa Timur, Bromo tentunya sangat diminati para wisatawan. Jawa Tengah terdapat Candi Borobudur, Desa Wisata Candirejo, Desa Wisata Dieng Kulon, dan lainnya. Sementara di D.I Yogyakarta terdapat Desa Wisata Nglanggeran sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia 2021 yang ditetapkan oleh organisasi pariwisata dunia (UNWTO).

Selain itu, untuk yang berada di kawasan Sumatra, Desa Wisata Hilisimaetano, Nias Selatan dapat menjadi pilihan untuk para pelajar untuk memperdalam pengetahuan budaya, karena desa adat ini masih menjaga nilai-nilai leluhurnya. Hingga destinasi super prioritas lainnya yang tidak kalah indah yaitu Mandalika, Sumbawa, dan Likupang.

Menparekraf Sandiaga mengusulkan sembari berlibur, para pelajar juga bisa menghitung Carbon Footprint Calculator dan Offsetting melalui aplikasi yang telah diluncurkan Kemenparekraf bersama dengan Jejak.in guna mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Saya yakin jika kunjungan mereka itu diberikan kesempatan untuk menghitung carbon footprint kalkulatornya mereka bisa melakukan kegiatan yang ramah lingkungan,” kata Menparekraf.

Sandiaga berpesan kepada seluruh masyarakat yang akan berlibur pada momentum libur sekolah untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap pandemi COVID-19. Protokol kesehatan yang sesuai dengan Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2022 harus diterapkan dengan disiplin, karena dengan menjaga protokol kesehatan, kita tidak hanya melindungi diri kita tapi juga melindungi masyarakat luas.

“Kita harus tetap mengingatkan tentang kewaspadaan terhadap kenaikan angka penularan COVID-19. Jadi tetap berwisata namun dengan penuh kewaspadaan dengan protokol yang ketat dan disiplin. Jangan sampai euforia libur sekolah kita lupa menerapkan standar protokol kesehatan yaitu CHSE yang ketat pada destinasi, akomodasi, dan atraksi wisata,” ujar Sandiaga.

Tour Leader Perlu Pastikan Kesiapan Bus Pariwisata

Menparekraf Sandiaga juga menginstruksikan kepada para tour leader yang menjadi garda terdepan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk selalu memastikan keselamatan dan keamanan para wisatawan yang melakukan perjalanan wisata menggunakan bus pariwisata.

“Kami akan memberikan suatu instruksi tegas kepada para tour leader sebagai garda terdepan dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengutamakan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan, terapkan protokol kesehatan yang sangat disiplin dalam memilih bus pariwisata dan pastikan pengemudi dalam keadaan tidak ngantuk, dalam keadaan sehat dan fit 100 persen untuk memandu perjalanan wisata,” kata Menparekraf.

Ini dilakukan karena masih banyak terjadinya kasus kecelakaan bus pariwisata yang menyebabkan luka-luka hingga meninggal dunia. Sedangkan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih bus pariwisata dan pastikan bus pariwisata yang dipilih sudah terdaftar melalui portal SPIONAM (Sistem Informasi Perizinan Portal Angkutan dan Multimoda) yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyediakan portal SPIONAM tersebut untuk mencegah maraknya angkutan ilegal (tidak berizin) yang beroperasi di jalanan. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memilah angkutan pariwisata yang aman dan nyaman karena sudah memiliki izin resmi.

“Safety first, karena keselamatan baik penumpang dan pengemudi merupakan yang utama,” ujar Menparekraf.***/mel

Pulau Labengki Surga Tersembunyi Kata Direktur MURI Aylawati Sarwono

JAYAKARTA NEWS – Bagi penggemar wisata bahari, Pulau Labengki bagaikan sebuah surga yang jatuh dari langit dan tersembunyi di Sulawesi Tenggara. Pulau eksotis ini termasuk kedalam gugusan pulau yang berbatasan langsung dengan wilayah geografis Sulawesi Tengah dan Tenggara. Terletak di wilayah administratif Kabupaten Konawe Utara.

Beberapa waktu lalu, rombongan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) membawa para penyelam untuk menikmati berbagai keindahan di sekitar Labengki, baik keindahan pantai, keindahan gugusan karst seperti di Raja Ampat, maupun keindahan lainnya. 

“Terdapat banyak spot snorkling dan diving yang juga bagus disini,” ujar Lila Noviastantri, salah satu penyelam dan juga penulis Cerpen 55281 sebuah antalogi, yang ikut rombongan MURI. Sabtu (28/5/2022).

Keindahan alam di sekitar Pulau Labengki diakui Direktur MURI Aylawati Sarwono yang mendampingi para penyelam ketika mencoba snorkling dan berjalan di antara gugusan karst dengan panorama air laut yang sangat jernih sehingga terlihat kehidupan bawah lautnya itu.

Pulau Labengki (Ist)

“Saya sangat beruntung sekali bisa datang ke Labengki, menurut saya ini adalah benar-benar surga yang tersembunyi,” ujar Aylawati Sarwono. 

Istri budayawan Jaya Suprana ini juga menyarankan agar berkunjung ke tempat ini, minimal sekali sebelum tutup mata karena tempat ini sangat indah pemandangannya. 

Menurut Manajer Nirwana Resort, Yusak Yulius, pihaknya berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini yang memiliki kapasitas menginap untuk 80 orang tamu, dengan kamar-kamar di atas laut seperti rumah penduduk suku Bajo. Beberapa objek wisata wajib didatangi di tempat ini, yaitu Twin Lagoon. Sebuah laguna atau danau yg berwarna hijau kebiruann.

“Sungguh ini merupakan sebuah hidden paradise. Dan ini adalah miniatur Raja Ampat. Dari atas bukit kita dapat menyaksikan gugusan batu karst dan birunya laut,” ujar Fifi Purwohardono, penyelam asal Jakarta. 

Untuk dapat sampai ketempat ini, rombongan Muri menggunakan sebuah kapal cepat yang bertolak dari dermaga Kendari dengan waktu tempuh sekitar 3 jam lamanya. 

Ketika dalam perjalanan ke Labengki, rombongan penyelam dari Muri ini dikejutkan dengan kemunculan sekawanan Lumba-Lumba dari sisi kiri kapal yang mengikuti beberapa saat sehingga mereka berteriak kegirangan.

“Wow…! Luar biasa, kawanan Lumba-Lumbanya banyak sekali,” seru Sabena Betty Sihombing.***/mel