Desa Wisata Pentagen Jambi Masuk 50 Besar ADWI 2022, Unggulkan Taman Wisata Air dan Kerinci

JAYAKARTA NEWS – Desa Wisata Pendung Talang Genting (Pentagen) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, dengan unggulan daya tarik berupa wisata buatan berbasis taman wisata air (Taman Pertiwi) yang dibalut dengan sejuknya nuansa alam Kabupaten Kerinci.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan visitasi ke Desa Wisata Pentagen, Selasa (13/9/2022), mengapresiasi keberhasilan Desa Wisata Pentagen yang telah mampu menembus 50 besar desa wisata terbaik ADWI 2022. Hal ini tidak lepas dari kreativitas dan soliditas pengelola BUMDes Taman Pertiwi (masyarakat setempat) dalam melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan mengubah rawa menjadi destinasi wisata.

“Alhamdulillah Desa Wisata Pentagen berhasil menembus 50 besar desa terbaik di Indonesia. Kita sudah melihat bagaimana inisiasi kreasi anak bangsa dalam mengubah rawa-rawa yang tidak bernilai ekonomi menjadi sebuah situ atau di sini disebut embung. Bukan hanya untuk irigasi, perikanan, tapi juga untuk taman wisata,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Area wisata di Desa Wisata Pentagen yang disebut sebagai Taman Pertiwi ini dulunya merupakan rawa seluas 1,8 hektare yang tidak terurus. Namun sejak 2017, oleh BUMDes Taman Pertiwi yang dikelola warga setempat, area ini dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Desa wisata yang berada di ketinggian 800 mdpl ini pengembangan pariwisatanya secara khusus dilakukan sejak 2017 dengan memanfaatkan dana desa, dengan anggaran dana fisiknya difokuskan pada rawa yang dikembangkan menjadi embung desa.

Pengembangan desa wisata yang berada di Desa Pendung Talang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi ini pada akhirnya menciptakan sebuah embung yang juga difungsikan untuk penyimpanan air bagi petani. Para petani sebelumnya memang kerap menghadapi masalah kesulitan air terutama di musim kemarau. BUMDes Taman Pertiwi kemudian juga mengembangkan unit usaha budidaya ikan di kolam tersebut.

Dalam perkembangannya, melihat potensi yang ada, pengelola BUMDes juga mulai mengembangkan unit usaha pariwisata. Hal ini tidak lepas dari ketertarikan masyarakat yang mulai berdatangan untuk melihat daya tarik embung desa ini. Sehingga dilakukan berbagai penambahan fasilitas dan sarana prasarana penunjang kegiatan wisata. Di tahun 2018 Taman Pertiwi baru dibuka untuk publik.

Daya tarik utama dari Desa Wisata Pentagen adalah sebuah taman air buatan yang berasal dari embung desa, Taman Pertiwi. Beragam aktivitas dan wahana di Desa Wisata Pentagen berpusat di Taman Pertiwi, seperti sepeda air, bermain sepeda gantung, flying fox, juga memberi makan ikan.

Di sekitar taman air juga disediakan fasilitas-fasilitas untuk pengunjung yang ingin beristirahat atau berkumpul. Di sekeliling areal Taman Pertiwi terdapat pohon-pohon berukuran besar yang bisa dijadikan sebagai wahana untuk pemasangan hammock. Terdapat juga gazebo di pinggiran taman yang bisa disewa oleh pengunjung.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan visitasi ke Desa Wisata Pentagen, Selasa (13/9) (Kemenparekraf)

“Ini adalah bentuk bagaimana dana desa dikelola dengan baik dan menjadi nilai ekonomi yang membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Dana desa pada tahun 2017 digunakan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu secara seratus persen mengubah rawa-rawa yang tidak bernilai ekonomi menjadi embung yang bisa mengairi, menjadi tempat budidaya ikan, dan juga menjadi tempat wisata,” kata Sandiaga. 

“Saya salut Kerinci bisa tembus 50 besar desa wisata dan ini bagian dari pada penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” kata Sandiaga.

Selain taman wisata air, Desa Wisata Pentagen juga memiliki ragam potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Diantaranya adalah kesenian berupa ragam tarian. Salah satunya Tari Rangguk yang merupakan tarian tradisional dari Kabupaten Kerinci. Awalnya tari ini digunakan untuk berdakwah menyebarkan agama Islam dan hanya dilakukan oleh kaum pria. Namun sejak tahun 1950-an, tari Rangguk mulai dipentaskan oleh kaum wanita. Kata Rangguk sendiri artinya mengangguk.

Selain itu ada Tari Asek Inak Kaco. Tarian ini mengandung unsur magis berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang pada zaman dulu untuk meminta perlindungan sesuai kepercayaan saat itu. Tari ini menunjukkan kekebalan yang konon merupakan perlindungan dari nenek moyang.

Selain ragam seni, Desa Wisata Pentagen juga memiliki ragam budaya. Beberapa diantaranya adalah Menjalan Pemimpin, yakni tradisi yang dimaksudkan untuk halal bihalal antara rakyat dengan pemimpinnya dengan cara diarak keliling kampung. Tujuannya ingin menunjukkan keadaan desa dan warganya pada para pemimpin.

Selain itu juga ada Kenduri Seko. Upacara ini dilaksanakan 3 tahun sekali untuk melantik Depati Ninik Mamak. Dalam upacara ini dilakukan serah terima jabatan dari pemangku adat lama pada pemangku adat yang baru dengan menyerahkan alat pusaka di desa yang berupa Alquran yang ditulis tangan oleh nenek moyang yang pertama kali tinggal di Desa Pentagen.

Desa Wisata Pentagen juga memiliki produk ekonomi kreatif mulai dari kuliner, fesyen, juga kriya. Kulinernya seperti Gulai Dayek, Sambal Lokan, Keripik Ubi Ungu, Rebung Tumbuk, dan tidak ketinggalan kopi khas Kerinci.

“Kami sudah meninjau produk-produk ekonomi kreatif. Kami siap memberikan pendampingan dari segi pelatihan pemasaran dan juga pembiayaan. Harapannya ini dapat menghadirkan sebuah solusi yang berkelanjutan,” ujar Sandiaga.

Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno ke Desa Wisata Pentagen dalam rangkaian ADWI 2022. Ia berharap kehadiran Menparekraf serta secara khusus keberhasilan Desa Wisata Pentagen masuk 50 besar ADWI 2022 dapat meningkatkan keberhasilan Desa Wisata Pentagen ke depan.

“Kita juga berharap bimbingan dari Mas Menteri untuk kami semua sehingga pariwisata ke depan akan bisa mengangkat derajat kita semuanya. Kita juga berharap Desa Pentagen di Jambi kelak jadi favorit yang akan menjadi tujuan wisata di Jambi, Indonesia, bahkan dunia,” kata Al Haris. 

Hal senada disampaikan Bupati Kerinci, Adirozal. Ia mengatakan Kerinci memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang tinggi. Namun aksesibilitas dikatakannya menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kerinci.

“Dan kami yakin Pak Gubernur dan Pak Menteri dapat mendorong agar pesawat cepat kembali mendarat di Kerinci sehingga wisatawan bisa terus hadir di wilayah kami,” ujar Adirozal.

Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.***/uli

Tingkatkan Kunjungan Wisman, Kemenparekraf Gelar Famtrip Bagi Travel Agent/Tour Operator dari Belanda

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar kegiatan Perjalanan Wisata Umum Pengenalan/Familiarization Trip dengan mengundang 12 travel agent/tour operator (TA/TO) dari Belanda yang akan berlangsung di Bali pada 14 hingga 19 September 2022.

Program Perjalanan Wisata Pengenalan/Familiarization Trip untuk segmen pasar Belanda ini merupakan program kolaborasi antara Kemenparekraf dan Singapore Airlines sebagai tindak lanjut program kerja sama terpadu bagi para pelaku bisnis wisata di pasar Belanda.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye promosi #ItsTimeforBali.

Kemenparekraf gelar Famtrip Bagi Travel Agent/Tour Operator dari Belanda untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Bali (Foto: Kemenparekraf)

“Selain itu, kegiatan ini diharapkan juga mampu menjadikan Indonesia sebagai top of mind bagi wisatawan dari Belanda,” kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf berharap dari kegiatan ini tumbuh upaya post pandemic awereness campaign dalam rangka meyakinkan TA/TO di Belanda termasuk untuk mempertahankan eksistensi Indonesia melalui product update dan first-hand experience dalam masa normal baru.

Wellness and Sustainable Tourism diangkat sebagai tema penyelenggaraan familiarization trip kali ini. Pemilihan tema tersebut didasari atas preferensi wisatawan Eropa yang cenderung lebih menyukai aktivitas outdoor yang menstimulasi kebugaran jasmani dan wisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.

“Konsepsi wellness and sustainable tourism juga dapat merepresentasikan destinasi wisata di Bali telah siap menghadapi kondisi normal baru pascapandemi,” kata Menparekraf.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf Cecep Rukendi, menambahkan selain wisata pantai dan adventure, wisman Belanda juga menggemari seni budaya asal Bali.

Berbagai aktivitas disiapkan untuk menunjukkan keindahan Bali termasuk mengunjungi Ubud Palace, Pura Penataran Agung Lempuyang yang dikenal dengan istilah “The Gate of Heaven”, dan Tanah Lot. Peserta juga akan mengikuti berbagai aktivitas fisik seperti snorkeling, trekking, dan bersepeda.

“Selain untuk mendorong jumlah kunjungan wisman Belanda ke Indonesia, kegiatan ini diharapkan bisa membawa dampak yang positif bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Indonesia khususnya Bali,” kata Cecep.***/uli

Menparekraf: Pameran Deep and Extreme 2022 Perkuat Kebangkitan Wisata Selam Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno membuka secara resmi pameran olahraga esktrem terbesar Indonesia, “Deep and Extreme Indonesia 2022”  yang kembali digelar secara luring setelah dua sebelumnya tertunda akibat pandemi COVID-19.

Menparekraf Sandiaga Uno saat membuka secara resmi pameran “Deep and Extreme Indonesia 2022” di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2022), mengatakan, pemerintah saat ini terus berupaya maksimal dalam mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sebelumnya terdampak pandemi COVID-19.

“Termasuk di wisata selam tanah air. Untuk itu kami mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya ‘Deep and Extreme Indonesia 2022’ menjadi bagian dalam pemulihan ekosistem wisata selam kita yang dua tahun lebih ini menghadapi suatu pukulan yang sangat dahsyat,” kata Menparekraf.

Pameran yang menjadi wadah bagi para pecinta diving (menyelam) juga petualangan outdoor dalam mengakses berbagai informasi mengenai produk destinasi yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas wisata ekstrem ini diharapkan dapat memperkuat kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya wisata selam Indonesia.

Wisata luar ruang termasuk wisata selam dikatakan Sandiaga merupakan salah satu kegiatan wisata yang berpotensi menjadi pandemic winner. Hal ini lantaran pandemi COVID-19 telah mengubah minat dan tren wisatawan di Indonesia bahkan dunia yang lebih mengarah kepada wisata yang personalize, localize, customize, and smaller in size.

“Karenanya kami sekarang betul-betul all out untuk mendorong wisata minat khusus, termasuk wisata selam di mana Indonesia yang memiliki potensi yang begitu besar untuk menjadi destinasi selam terbaik di dunia,” kata Sandiaga.

Terlebih saat ini di tengah pandemi, Indonesia berhasil naik 12 peringkat dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2021 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF). Saat ini Indonesia berada di peringkat 32 mengalahkan Thailand, Malaysia, juga Vietnam.

Indonesia juga menjadi negara pertama di ASEAN yang memiliki komitmen dalam penurunan emisi karbon di sektor pariwisata sebesar 50 persen pada 2035 dan net zero emission pada 2050.

“Karena pariwisata lebih menuju ke alam bebas. Kita ingin bersama arahan Pak Presiden melakukan satu kebangkitan sektor yang berbasis alam budaya dan juga masyarakat untuk mendorong terciptanya 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun 2021 dan dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2004 yang sebagiannya kita harapkan dapat ditopang dari industri selam,” kata Sandiaga.

“Semoga hadirnya kembali event Deep and Extreme Indonesia 2022 menjadi momentum kebangkitan dan semakin majunya industri wisata selam Indonesia,” kata Sandiaga. 

Safe Diving Destination

Dalam kesempatan itu Menparekraf Sandiaga juga berkesempatan membuka diskusi “Indonesia as a Safe Diving Destination Roadmap: Safety Standards as the Core Element in Product and Promotion Strategy” yang dihadiri stakeholder wisata selam tanah air dalam upaya bersama memastikan standardisasi keamanan dan keselamatan wisata selam Indonesia.

Dalam rancangan roadmap ini Kemenparekraf bekerja sama dengan Divers Alert Network (DAN) yang merupakan kelompok organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk meningkatkan keselamatan menyelam bagi semua penyelam.

“Bahwa safety merupakan faktor yang sangat penting dalam setiap kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif. Oleh karena itu kami telah memulainya dengan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability),” kata Menparekraf Sandiaga.

Bersama DAN serta stakeholder industri selam lainnya, Kemenparekraf akan memastikan terpenuhinya faktor-faktor keamanan dan keselamatan di berbagai destinasi wisata selam tanah air.

“Selamat untuk seminar ini. Topik ini menjadi sarana yang efektif untuk memberikan insight tentang pengembangan wisata diving yang aman dan nyaman,” kata Menparekraf Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani; Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; serta Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf, Alexander Reyaan.***/uli

Desa Wisata Air Terjun Moramo Sulawesi Tenggara Kembangkan Wisata Konservasi Alam

JAYAKARTA NEWS – Desa Wisata Air Terjun Moramo, Sumbersari, Sulawesi Tenggara, berhasil mengembangkan wisata berbasis konservasi alam. Desa ini, dalam pengembangannya,  menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mementingkan konservasi alam dan berhasil masuk 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

“Saya melihat Desa Wisata Air Terjun Moramo Sumbersari merupakan paket yang sangat lengkap karena ada aspek konservasi. Bahkan ada satwa monyet dan anoa dalam konservasinya,” kata Menparekraf  saat melakukan visitasi ke Desa Wisata Air Terjun Moramo Sumbersari, Jumat (26/8/2022).

Sandiaga menyebut Desa Wisata Air Terjun Moramo Sumbersari juga memiliki pengolahan sumber energi baru terbarukan. Ini bisa menjadi jawaban masyarakat Sulawesi Tenggara untuk mengantisipasi krisis energi.

“Ada juga paket sumber energi baru dan terbarukan yaitu melalui pemanfaatan sumber mikro hydro yang menjadi listrik. Ini menjadi penjawab karena kenaikan harga bahan pokok termasuk bahan energi. Kalau misalnya kita bisa menciptakan kendaraan berbasis listrik seperti motor listrik, mobil listrik dengan peningkatan pembangkit di sini, kita tidak usah khawatir dengan harga naik karena kita bisa menyesuaikan dengan keunggulan dan kearifan lokal di sini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan Desa Wisata Air Terjun Moramo Sumbersari awalnya merupakan daerah transmigran, sehingga keberagaman suku dan budaya menjadi salah satu hal unik di sini. Masyarakat di desa sudah terbiasa dengan perbedaaan suku, budaya, bahasa, dan tradisi.

Hal ini menjadikan desa wisata ini laksana miniatur Indonesia. Terdapat 5 suku yang mendiami desa, antara lain Tolaki, Jawa, Sunda, Bali, dan Bugis.

Sandiaga berharap Desa Wisata Air Terjun Moramo Sumbersari bisa menjadi desa wisata unggulan, bahkan menjadi destinasi air terjun terbaik di Indonesia.

“Mudah-mudahan Air Terjun Moramo Sumbersari ini bisa menjadi yang terbaik di Indonesia. Tadi dengan jarak tempuh 1,4 kilometer saya jalan dari atas ke bawah, dan ini pemandangannya menakjubkan sekali, ini salah satu mungkin yang luar biasa,” kata Menparekraf.

Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, berharap kehadiran Menparekraf ke Desa Wisata Air Terjun Moramo Sumbersari bisa turut menarik wisatawan.

“Saya hanya mengucapkan syukur Alhamdulillah, kami tidak menyangka desa kami masuk 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Mas Menparekraf,” kata Sarunuddin.***/mel

Mossak, Bela Diri Suku Batak

Mossak adalah seni bela diri kuno asal Sumatera Utara tepatnya dari Beladiri Suku batak yang berpakaian hitam-hitam. Mossak di kenal memiliki ilmu-ilmu kebatinan dan tidak sembarangan orang untuk mempelajarinya.

Secara hakiki, Mossak tidak ada batas, ada parmossak memperagakan Mossak panujjuk, ada Mossak kebatinan, ada Mossak tari-tarian, ada Mossak sabbut, ada Mossak pengobatan, ada Mossak jurus harimau. Seni bela diri tradisi Sumatera Utara itu, baru-baru ini dipertunjukkan di Lapangan Merdeka Kota Medan.

Pantai Depok, Wisata Laut dan Kuliner Seafood

Pantai Depok adanya di sebelah barat Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Di sana, selain bisa menikmati keindahan pantai, juga bisa memanjakan lidah dengan kuliner Seafood.

Tak jauh dari bibir pantai, terdapat Pasar Ikan Segar. Setelah belanja ikan, kepiting, cumi, dan lain-lain, lalu dibawa ke warung untuk dimasak dengan bumbu sesuai selerai.

“Calendar Event Toraja” Hadirkan Ajang Berstandar Internasional

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan “Calendar Event Toraja Tahun 2022” yang berisi berbagai kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif berstandar internasional yang diharapkan kembali mendongkrak Toraja sebagai destinasi favorit wisatawan.

“Saya mengapresiasi komitmen dari rekan-rekan Teman Parekraf Nasional (Tepanas) bersama Toraja Tourism Board yang me-launching Calendar Event Toraja yang di dalamnya ada beberapa kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam Siaran Pers, Senin (1/8/2022).

Dalam sambutannya saat peluncuran “Calendar Event Toraja”, Minggu malam di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Menparekraf mengatakan, Toraja dengan keindahan alam dan ragam budaya di dalamnya pernah menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara kedua di Indonesia setelah Bali, khususnya di era tahun ’70-’80. Namun kondisi tersebut berubah pada tahun ’90an hingga awal tahun 2000.

“Kita sepakat bahwa Toraja dengan tempatnya yang indah dan budayanya yang kuat, harus memiliki event berskala internasional untuk dapat mendongkrak kembali kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara,” kata Sandiaga.

Untuk itu ia mengapresiasi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dari pemangku kepentingan di Toraja yang telah gerak cepat menghadirkan sejumlah event.

Adapun event-event tersebut yakni “Toraja Highland Festival” pada 11 hingga 13 Agustus 2022, “Magical Toraja” pada 15 hingga 30 Agustus 2022, “Toraja & Beyond Tourism Festival” pada 1 hingga 2 Oktober 2022, serta “Lovely December” pada 5 hingga 31 Desember 2022.

“Kehadiran Toraja & Beyond Tourism Festival diharapkan dapat menjadi leading international event di Toraja. Karena kami akan menjadikan event sebagai dasar dalam menunjang recovery. Seperti G20 di mana kami punya banyak event dan akan kami hubungkan Toraja dengan kegiatan itu di Bali,” kata Menparekraf Sandiaga.

“Dengan berbagai event di Toraja kita bisa mendorong kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga.

Tren pariwisata saat ini adalah pariwisata dengan karakter yang personalize, customize, localize and smaller in size. Toraja sangat sesuai dengan karakter tersebut sehingga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Apalagi dengan akan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) nanti, Toraja dapat menjadi destinasi favorit karena letaknya yang tidak memerlukan waktu tempuh yang lama dengan menggunakan pesawat terbang.  

“Kami akan buat travel pattern tourism dari IKN dan Toraja bisa jadi tujuan. Melalui event ini saya berharap kita bisa lalui tantangan dan dapat mewujudkan target 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” kata Sandiaga.

Chief Community Officer Teman Parekraf Nasional (Teppanas) Panca R Sarungu menjelaskan, akan ada banyak kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam rangkaian Calendar Event Toraja. “Toraja Highland Festival (THF) 2022” misalnya yang diinisiasi Masyarakat Sadar Wisata (Masata) DPC Toraja Utara bersama Geopark Toraja. Kegiatan akan berlangsung pada 11 hingga 13 Agustus 2022 di Lapangan Bakti Rantepao, Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema “Taste of Toraja” ini sebagai ajang promosi Toraja yang berbasis budaya, alam, dan olahraga. Sekaligus mendukung program pemerintah wisata #DiIndonesiaAja juga #BanggaBuatanIndonesia.

Adapun kegiatan yang dihadirkan dalam THF 2022 ini antara lain Run Above The Cloud 10K, Pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Pentas Seni Musik dan Tari, Fun XC Jelajah Desa Wisata Toraja, Pasar Kopi, dan Lomba Mural.

Sementara untuk “Magical Toraja” kegiatan akan berlangsung dalam tiga tahap yang salah satunya adalah pada 27 hingga 31 Agustus 2022. Selama kurun waktu ini akan digelar agenda wisata di acara-acara adat seperti Rambu Solo’ dan Ma’nene.

“Kami mengapresiasi dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Karena kita tidak bisa bekerja sendiri melainkan harus dengan kolaborasi. Semoga kegiatan ini dapat membangkitkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif di Toraja,” kata Panca Sarungu.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga Uno, Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhati.***/uli

Akan Hadir 24 UMKM dan 30 Industri Non UMKM di Wisata Kebugaran ‘IWTCF 2022’

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno akan hadirkan 24 industri UMKM dengan konsep wellness village dan lebih dari 30 industri non UMKM dalam Penyelenggaraan International Wellness Tourism Conference & Festival (IWTCF) 2022 di Kota Solo, Jawa Tengah.

Menparekraf  menjelaskan IWTCF 2022 dinilai tepat dilaksanakan di Kota Solo karena sesuai dengan Kota Solo sebagai “Solo Wellness City: The City of Java Wellness” yang telah diluncurkan oleh Walikota Solo.

“Kalau kita bicara wellness Solo itu cocok banget karena konsepnya holistic jadi kebugarannya itu bisa menjadi bagian dari kehidupan kota, ternyata dengan konsep ‘Solo Wellness City: The City of Java Wellness’, kita me-launching IWTCF 2022 ini yang sekarang menjadi unstoppable trend, saat pandemi ini banyak masyarakat yang ingin lebih baik dan bugar,” kata Menparekraf dalam Siaran Pers Selasa (26/7/2022).  

IWTCF 2022 ini merupakan inisiatif dari Kemenparekraf/Baparekraf, Indonesia Wellness Institute (IWI), dan Pemerintah Kota Surakarta.

Mengusung tema “Strategi Keberlanjutan untuk Pemulihan dan Pertumbuhan Pariwisata Dunia melalui Wisata Kebugaran (Wellness Tourism) untuk Semua”, penyelenggaraan event internasional ini bertujuan untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi wellness tourism dan penghasil produk wellness, serta mendukung salah satu sektor prioritas G20 yaitu penguatan arsitektur kesehatan global.

Sandiaga menjelaskan sebanyak 24 industri UMKM dan lebih dari 30 industri non UMKM, yang hadir pada event berskala internasional ini akan menampilkan produk-produk wellness dari 8 kategori wellness economy, diantaranya Healthy Eating, Nutrition, and Weight Loss; Physical Activities; Healthy Eating, Nutrition, and Weight Loss; Wellness Tourism; Traditional & Complementary Medicine; Public Health, Prevention, and Personalized Medicine; Wellness Real Estate; dan Mental Health. 

24 UMKM dan 30 Industri Non UMKM di Wisata Kebugaran  ‘IWTCF 2022’ (Kemenparekraf)
 

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, menyampaikan IWTCF 2022 juga ini akan menghadirkan Wellness Experience Trip yang di dalamnya terdapat 9 paket One Day Trip di Solo Raya, Yogyakarta, dan Bali, serta 6 paket Over Night Trip di destinasi Jawa Tengah sampai Bali.

Wellness Experience Trip ini mengacu dari pola perjalanan wisata kebugaran “A Journey for Healthy Life” yang telah disusun dan diterbitkan oleh Kemenparekraf/Baparekraf pada tahun 2020.

“Ada yang menarik, karena ditawarkan juga untuk fieldtrip yakni wellness trip baik ke Jawa Tengah maupun ke Bali dan ini juga ditawarkan dan experience-nya, karena diatur mulai dari makanan, perjalanan, aktivitasnya, jadi sangat menarik, jadi kegiatannya itu ada workshop  makanan sehat, workshop yoga, banyak produk wellnes dari UMKM , kita nanti punya wellnes village,” kata Rizki.

Rizki berharap dengan diselenggarakannya IWTCF 2022, Indonesia bisa dikenal oleh wisatawan mancanegara dengan wellness tourism.

“Kami berharap setelah ini kita lebih dikenal lagi dan lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke Indonesia untuk mencoba experience-experience wellness tourism di Indonesia,” kata Rizki.

Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf Alexander Reyaan mengatakan Kemenparekraf menargetkan 300 peserta yang hadir secara offline, dan 1000 peserta yang hadir secara online pada event IWTCF 2022.

“Sampai hari ini sudah lebih 50 persen yang sudah mendaftar. Bagi rekan-rekan yang ingin mengikuti kegiatan IWTCF kami harapkan untuk segera melakukan pendaftaran,” kata Alexander.***/uli

Likupang Tourism Festival 2022 Dorong Destinasi Pariwisata Super Prioritas Semakin Dikenal

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) merilis Karisma Nusantara (KEN) dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Pada Juli ini, salah satu event KEN yang akan diselenggarakan adalah Likupang Tourism Festival (LTF) 2022. Event yang akan diadakan pada 29-31 Juli ini kedua kalinya diselenggarakan. LTF 2022 diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

“Likupang Tourism Festival 2022 adalah kegiatan tahun kedua. Tahun 2021 lalu, kami menyelenggarakannya secara terbatas karena kondisi pandemi. LTF 2022 akan dilaksanakan dengan lebih ‘bebas’ dan kegiatannya akan lebih banyak,” kata Audi Sambul selaku Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara dalam Rilis Jumat, (22/7/22).

LTF 2022 digelar di 3 venue yang lokasinya berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang. Venue pertama di Pantai Paal, venue kedua di Pantai Pulisan, dan venue ketiga di Pulau Komang. Pantai Paal akan jadi venue utama. Berbeda dengan LTF 2021, Audi menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini akan dilengkapi dengan kegiatan alam, seperti melepas tukik, menanam mangrove, dan menanam terumbu karang. Tahun lalu, kegiatan ini tidak bisa dilaksanakan karena penerapan protokol kesehatan yang masih ketat.

“Tahun ini kami memberikan porsi yang lebih besar untuk acara yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Selain itu, kami juga akan menghadirkan lomba yang diikuti oleh masyarakat dan komunitas, seperti lomba perahu hias, lomba bakar ikan, lomba kesenian, dan lomba kebudayaan. Acara juga penampilan tarian tradisional yang akan dikolaborasikan dengan musik modern,” jelas Audi.

Ilustrasi Pantai Pulisan, Likupang, Minahasa Utara, Indonesia. (Foto: shutterstock/sonyherdiana).

Selain kegiatan lomba dan kesenian, LTF 2022 juga menjadi kesempatan para pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terlibat aktif. Penyelenggara menyediakan 30 booth untuk para pelaku. Pameran di LTF akan membuka kesempatan untuk pelaku industri kuliner, kriya, dan fashion untuk memperkenalkan produk mereka.

“Acara ini mengutamakan pameran kuliner, kriya, dan fashion khas dari Minahasa Utara. Untuk kuliner, kami ingin memperkenalkan makanan atau camilan yang terbuat dari pisang dan ikan cakalang, ikan mujair, dan woku dalam kemasan. Untuk kriya, kami ingin memperkenalkan produk kerajinan dari limbah dari turunan buah kelapa, mulai dari sabut hingga tempurung, dalam bentuk suvenir. Ada juga fashion show dari brand lokal. Tujuannya agar produk-produk masyarakat lebih dikenal dan mempromosikan pariwisata Likupang,” imbuh Audi.

Meski baru dilaksanakan untuk yang kedua kalinya, Audi mengaku sangat siap untuk menyelenggarakan LTF 2022. Tahun 2021 lalu, pelaksanaan LTF dibatasi secara ketat, hanya seribu orang saja. Namun ternyata, masyarakat sangat antusias hingga mencapai lima ribu orang. Untuk itu, pelaksanaan LTF tahun ini diadakan lebih besar agar bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat lebih banyak lagi.

“Syarat dari kami kepada masyarakat yang mau datang, yang terpenting sudah divaksinasi minimal dua kali. Setelah itu, tetap ikuti peraturan yang berlaku selama acara berlangsung. Kami berkaca pada pelaksanaan tahun lalu ketika antusiasme masyarakat sangat besar. Jadi, tahun ini kami berharap pengunjung yang datang lebih banyak lagi. Kami juga menambah waktu pelaksanaan, dari dua hari menjadi 3 hari,” ujar Audi.

Dokumentasi LTF booth Produk Lokal Cita Rasa Khas Likupang. (Foto: Dinas Pariwisata Kab. Minahasa Utara)

Pelaksanaan LTF diharapkan bisa menjadi wadah untuk mempromosikan Likupang agar semakin dikenal. Dampaknya dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dan menyebarluaskan tentang keunikan pariwisata di Likupang, seperti potensi wisata bahari dengan taman laut dan budaya lokal yang unik.

“Kami sangat optimistis bahwa kegiatan ini akan sukses. Kegiatan ini bisa sukses. Rencananya, tahun depan LTF ingin masuk ke dalam kegiatan internasional. Saat ini, kami sedang menganalisis potensi kegiatan dengan melibatkan peserta dari luar negeri dalam bentuk lomba yacht. Kami harapkan tahun depan LTF dilakukan dengan lebih besar lagi dan menjadi kegiatan internasional,” kata Audi.

Likupang Tourism Festival 2022 mengundang pihak dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian PUPR, dan Kementerian Perhubungan. Kehadiran kementerian ini untuk membahas pengembangan pariwisata di Likupang sebagai satu dari Lima Destinasi Super Prioritas.***/mel