Alfito Kalsel Tantang Jagoan Jakarta Diaz di Final Seleknas PBSI 2022

JAYAKARTA NEWS— Di tengah dominasi atlet-atlet wilayah Jawa, mencuat Alfito Pringgo Yudanto asal Kalimantan Selatan membabat unggulan keempat, Aria Dinata (DKI Jakarta) lewat pertarungan sengit 21-18, 21-19. Kesuksesan itu menghantar Alfito berhadapan dengan ‘jagoan’ Jakarta, Iqbal Diaz Syahputra dalam final yang  bakal digelar Sabtu (15/1/2021).

Bertanding di lapangan satu Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Alfito bermain dengan sangat baik. Permainan sabar dan ulet diperlihatkan untuk meladeni agresivitas Aria. Bahkan ia sendiri tidak menyangka berhasil menembus babak puncak Seleknas PBSI 2022.

“Sebelum main saya memang cukup gugup dan tidak menyangka juga bisa menang. Saya pernah bertemu dia di Jakarta Open dan saya kalah straight game. Tapi berkat kerja keras dan percaya diri, saya akhirnya bisa menang,” ujar Alfito.

Alfito Pringgo Yudanto asal Kalimantan Selatan melaju ke final Seleknas PBSI 2022 setelah membabat unggulan keempat, Aria Dinata (DKI Jakarta)/foto: PP PBSI

“Kuncinya tadi bermain sabar dan fokus saja meladeni permainan lawan. Saya sangat bangga bisa menjadi wakil Kalimantan Selatan di partai final,” sambungnya.

Alfito menjadi satu-satunya perwakilan Non-Jawa di babak final Seleknas PBSI 2022. Besok tugas terakhirnya sudah menanti, memenangkan laga final untuk mewujudkan mimpi bergabung dengan tim nasional.

“Untuk besok saya ingin lebih fokus dan menang pastinya. Jaga kondisi biar besok lebih fresh,” ujar Alfito singkat.

Sementara itu, asisten pelatih tunggal putra utama Pelatnas Cipayung, Irwansyah mengaku terkesan atas bakat dan talenta yang ditunjukkan para atlet di Seleknas PBSI 2022. Ia juga yakin regenerasi bulutangkis Indonesia akan berjalan lancar.

“Kalau dilihat sejak awal memang permainan atlet-atlet ini sudah bagus ya, apalagi sudah masuk babak-babak akhir lebih terlihat lagi potensinya. Atlet-atlet ini terlihat sekali perkembangannya walau tidak ada turnamen nasional selama pandemi,” ucap Irwansyah.

“Saya yakin regenerasi atlet-atlet bulutangkis Indonesia berjalan lancar karena bakat dan talenta ini luar biasa dan kami sudah melakukan pemantauan siapa-siapa yang akan diajak bergabung. Walau tidak banyak kuotanya, tetapi itulah yang terbaik,” ucap Irwansyah lagi.

“Harapan saya siapa pun nanti yang terpilih masuk pelatnas, harus lebih semangat lagi, harus punya kemauan yang lebih tinggi lagi karena menjadi juara itu tidak mudah. Perlu kerja keras dalam latihan,” tutupnya.***/rnl

Wakil Jakarta Diaz Melaju ke Semifinal Seleknas PBSI

JAYAKARTA NEWS— Wakil DKI Jakarta, Iqbal Diaz Syahputra berhasil mengamankan satu tiket babak semifinal Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022 sektor tunggal dewasa putra. Hasil itu ia dapat usai menang atas wakil Jawa Tengah eks pelatnas, Muh. Asqar Harianto dua gim langsung 22-20, 21-11 pada babak perempat final di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (13/1).

Gim pertama berjalan cukup seru, kejar-mengejar angka terjadi sejak awal laga. Diaz yang sempat tertinggal akhirnya mampu mencuri kemenangan. Di gim kedua, Diaz yang bermain lebih sabar akhirnya memenangkan pertandingan seiring menurunnya kondisi sang lawan.

“Di gim pertama kami sama-sama masih tegang dan mencari-cari permainan. Saya sempat ketinggalan juga tapi coba tetap yakin karena belum poin 21 dan akhirnya bisa menang,” ucap Diaz saat diwawancara setelah pertandingan.

“Lalu di gim kedua, lawan sudah kelihatan menurun kondisinya jadi saya coba bermain sabar dan tidak banyak mati sendiri saja,” lanjutnya.

Punya peluang besar bergabung ke pelatnas, Diaz mengaku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia bertekad mengerahkan seluruh kemampuan di sisa dua laga yang menentukan. Yaitu babak semifinal dan final.

Di babak semifinal. Diaz akan menantang sesama wakil DKI Jakarta, Muhammad Rafi Zafran Ferary. Di laga lain dipertandingkan Aria Dinata (DKI Jakarta) melawan Alfito Pringgo Yudanto (Kalimantan Selatan).

“Sebelum main, yang penting selalu ada keyakinan dan motivasi untuk bergabung di tim nasional jadi untuk besok saya harus lebih sabar dan yakin lagi dari awal,” tutur Diaz.

“Targetnya pasti mau juara dan mau masuk pelatnas tapi saya mau fokus satu pertandingan demi satu pertandingan dulu dengan selalu mengeluarkan semua kemampuan terbaik,” tutupnya. Babak semifinal Seleknas PBSI 2022 digelar pada hari Jumat (14/1) mulai pukul 13.00 WIB.***/rnl

Seleknas PBSI 2022: Partai Sengit Warnai Perebutan Tiket Semifinal

JAYAKARTA NEWS— Laga-laga sengit mewarnai pertarungan babak perempat final Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022. Para pemain berjuang seru dan sengit demi memperebutkan tiket ke semifinal ajang seleksi untuk bergabung ke Pelatnas Cipayung.

Pertandingan Seleknas yang berlangsung di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (13/1), menunjukkan betapa ngotot dan semangat para pemain demi memenangi laga. Mereka berjuang untuk menang dan menjaga asa jadi juara.

Pada nomor ganda campuran taruna, misalnya,  pasangan Rafli Ramanda/Az-Zahra Putri Dania harus mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik. Wakil dari Jawa Barat ini pun akhirnya sukses merebut tiket semifinal usai mengalahkan unggulan keempat dari Jawa Tengah, Carlo Syah Gumilar/Aisyah Hanadiya Taisir dengan 21-12, 21-23, 21-16.

“Kunci kemenangan tadi, kami bermain lebih fokus, tenang, sabar, dan tampil yakin saja. Apalagi di gim ketiga kami bisa memimpin terus, sehingga lebih nyaman untuk memenangi pertandingan,” tutur Rafli, usai pertandingan.

“Kami akan terus berjuang keras agar bisa juara dan masuk pelatnas,” tambah Dania.

Di semifinal yang akan digelar Jumat (14/1), Rafli/Dania akan bersua Zaidan Arrafi Awal Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Wakil DKI Jakarta ini di babak 8 besar mengatasi rekan sedaerah yang diunggulkan di posisi pertama, Zidane Attauba Effendi/Alya Ardelia, 21-12, 21-11.

Semifinalis lain di ganda campuran taruna akan mempertemukan Muhammad Faris Andryansyah/Jessica Maya Rismawardani asal Jawa Tengah dan Marwan Faza/Az Zahra Ditya Ramadhani (Jawa Tengah).

Faris/Jessica lolos ke semifinal dengan menggusur James Declan/Mega Sedna Neyva (DKI Jakarta), 21-12, 21-13. Sementara Marwan/Az Zahra menyingkirkan Aziz Aditya Yudha/Yekti Titah Siheng Gusti (DI Yogyakarta), 21-8, 21-13.

Pada ganda campuran dewasa, juga tidak kalah sengit. M. Raynaldi Oktavianur Rizky/Ridya Aulia Fatasya harus berjuang seru untuk lolos ke semifinal. Wakil Jawa Tengah ini bertarung tiga gim ketat sebelum akhirnya menang 22-20, 16-21, 21-19 atas rekan sedaerah, Ghana Muhammad Al Ilham/Sofy Al Mushira Asharunnisa.

Di semifinal, Raynaldi/Ridya akan bersua wakil Jawa Tengah lainnya, Ryan Adi Wicaksono/Salli Lin yang sebelumnya menang atas Rafi Indrajati/Karen Kusnadi (DKI Jakarta), 21-9, 21-14.

“Untuk besok, saya akan tetap ngotot berjuang keras meskipun bertemu teman se daerah,” ujar Raynaldi.

Partai semifinal ganda campuran dewasa lainnya mempertemukan Muhammad Gibran Arfiansyah/Aisyah Salsabila Putri Pranata dari DKI Jakarta melawan kompatriot, Gerardo Rizqullah Hafidz/Sabrina Ajeng Takira.

Gibran/Aisyah lolos ke babak empat besar dengan menggusur Zank Oscarino Dewangga/Joeyline William (Jawa Barat), 21-13, 21-18. Sementara Gerardo/Sabrina merebut tiket ke semifinal dengan mengatasi Jafar Hidayatullah/Rista Berlian Maharani (Banten), 24-22, 22-20. Seleknas diikuti 397 atlet dari 27 provinsi mempertandingkan kategori dewasa dan taruna. Partai semifinal Seleknas akan digelar pada Jumat (14/1), mulai pukul 13.00 WIB.***/rnl

Perbasi Ingin Pemain Indonesia Patriots Berkembang di IBL

JAYAKARTA NEWS— Indonesia Patriots akan kembali meramaikan IBL 2022 yang akan digelar mulai 15 Januari nanti. Sebagaimana musim lalu, para pemain muda terbaik bangsa ini bertekad memberi warna dalam kompetisi kasta tertinggi bola basket nasional. Mereka akan bermain total karena di sinilah candrodimuka para pemain muda mendapatkan jam terbang sekaligus mengembangkan kemampuan sebelum terjun di kejuaraan internasional.

“PP Perbasi menurunkan pemain muda di IBL karena ingin memberikan jam terbang kepada mereka agar lebih berkembang. Dengan ditempa di kompetisi akan membuat mereka menjadi pemain yang lebih matang ke depannya. Mereka diharapkan bisa menjadi pelapis di timnas,” terang Ketum PP Perbasi Danny Kosasih, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi. “Pelatih Timnas (Rajko Toroman) juga akan terbantu jika IBL diramaikan pemain muda. Stok pemain jadi melimpah dan itu akan memudahkannya dalam membangun tim,” lanjutnya.

Ditambahkan Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi, secara kualitas, para pemain muda di Indonesia Patriots tidak diragukan lagi. Tapi, mereka butuh pengalaman bertanding. “Dengan diasah terus di kompetisi, diharapkan ke depan mereka bisa menjadi andalan menghadapi berbagai kejuaraan internasional,” jelas Nirmala.

Terdekat, Indonesia akan dihadapkan multievent antarnegara ASEAN, SEA Games XXXI Mei nanti di Hanoi. Pada ajang itu, mereka nanti akan jadi tumpuan dan akan diperkuat pemain senior yang kini menjadi andalan di masing-masing tim dalam kompetisi IBL. Di antaranya ada Andhakara Prastawa, Lester Prosper, Brandon Jawato, Arki Dikania Wisnu, Abraham Damar Grahita dan pemain berkualitas lainnya pilihan pelatih.

Manajer Tim Indonesia Patriots Jamin Mattotoran menambahkan, bermain di kompetisi juga menjadi sarana pelatih mematangkan strategi bermain ala Rajko Toroman melalui Coach Milos Pejic. Harapannya, saat pemain muda ini nanti gabung bersama pemain senior di timnas tidak butuh waktu lama untuk adaptasi strategi.

“Bermain di kompetisi IBL akan mengasah kemampuan bermain pemain Indonesia Patriots sekaligus mengaplikasikan sistem strategi dan taktik Coach Milos yang selaras dengan arahan dari Coach Rajko Toroman. Sehingga saat pemain muda ini bergabung dengan timnas senior tidak butuh waktu lama untuk adaptasi lagi. Kami tentunya mohon dukungan dari masyarakat dan juga dari rekan klub IBL untuk selalu mendukung tim ini menjadi lebih matang,” terang Jamin.

Apalagi, Pelatih Indonesia Patriots Milos Pejic tidak masalah tim asuhannya diisi pemain usia muda dan minim pengalaman. Sebaliknya, dia tertantang meramu mereka menjadi tim kuat. Ini sesuai dengan tujuan dibuatnya tim ini yang dipersiapkan untuk masa depan. Dan, IBL diharapkan bisa membantu mereka berkembang menjadi lebih baik.

“Tim Patriots sangat muda dan belum berpengalaman dalam mengikuti seri IBL ini, namun kami percaya terhadap ide tim ini dipersiapkan untuk masa depan Indonesia. Target kami di IBL adalah mempercepat proses penyerapan strategi pelatih selama kompetisi dan dengan semangat muda mereka saya yakin bisa terwujud,” ucap Coach Milos.

Coach Milos pun tidak akan memikirkan hasil dari setiap pertandingan di IBL. Terpenting, setiap pemain memberikan yang terbaik di setiap game. “Harapan kami, tim ini bisa memenangkan beberapa game selama seri IBL,” tukas arsitek berpaspor Serbia ini.

Kapten Indonesia Patriots Ali Bagir Al Hadar berharap dengan bermain di IBL mendapatkan experience bermain pada level tertinggi bola basket di Indonesia. Bersama rekan setimnya, akan berjuang pantang menyerah untuk mendapatkan hasil terbaik. Sekalipun tim ini diisi pemain muda dengan experience belum sebanyak pemain senior di tim lainnya. 

“Ke depannya jika saya bisa dipercaya untuk membela timnas senior, saya akan memberikan permainan terbaik saya untuk negeri ini,” jelas Ali Bagir.

Direktur IBL Junas Miradiarsyah mengatakan, meski Indonesia Patriots dihuni pemain muda tidak ada keistimewaan bagi mereka. Di IBL, mereka tetap akan melawan tim lain dengan kekuatan penuh. Dengan pemain asing yang dimiliki. Kebijakan ini diambil untuk menguatkan mentality pemain dalam berproses.

Sementara Diwangkoro Ratam Vice President Corporate Secretary Bank Mandiri senang dengan keseriusan PP PERBASI dalam menyiapkan timnas. Demikian juga dengan aura positif dari perkembangan bola basket Indonesia. “Kami total dukung olahraga bola basket Indonesia sampai FIBA World Cup 2023,” tukas Diwang. (rnl)

PBSI Resmikan Pelatnas Wilayah Barat

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna meresmikan Pelatnas Wilayah (Pelatwil) Barat di Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/1) sore. Dari Pelatwil ini diharapkan makin mengakselerasi lahirnya bibit pemain potensial dari Pulau Sumatera.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di Gedung PBSI Sumut, Jalan Gedung PBSI, Percut Sei Tuan, Medan. Selain Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, hadir pula Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta, Wakil Ketua II Eduart Wolok, dan Ketua Umum Pengprov PBSI Sumut Suripno Ngadimin.

“Hari ini adalah kesempatan kami untuk melakukan official announcement bahwa Pengprov PBSI Sumut akan mendapatkan sebuah kehormatan untuk menjadi Pelatnas Wilayah bagian barat Indonesia. PBSI merencanakan setidak-tidaknya akan memiliki tiga Pelatwil, untuk Indonesia barat, tengah, dan timur. Semua ini kelak bisa kita sebut dengan nama Pelatnas Desentralisasi,” jelas Agung dalam konferensi pers.

“Ini merupakan ide yang sudah 12 tahun tapi terkendala berkali-kali. Dan sekarang dengan persiapan yang cukup memadai, kita beranikan diri. Terima kasih kepada Pengprov PBSI Sumut dan juga Gubernur Sumut. Jadi kita punya pelatnas yang akan melakukan pembinaan dan pengembangan untuk atlet-atlet senior dan kemudian akan kita perluas ini sebagai bagian dari pelatnas junior untuk wilayah Indonesia barat,” tambahnya sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Pengprov PBSI Sumut memang sangat siap untuk menjadi tempat Pelatwil bagian barat. Untuk mewujudkannya, mereka merenovasi total gedung bulutangkis dan membangun asrama atlet. Nilai positif inilah yang akhirnya membuat PBSI mantap memilih Sumut untuk mengemban misi berat ini.

“Kita tahu betul Indonesia memiliki potensi talenta-talenta terbaik dan sudah tidak mungkin semuanya disentralisasi ke pusat. Namun sebagaimana juga desentralisasi, dibutuhkan kemampuan dan kemampuan itu harus ditunjukan terlebih dahulu. Dan hari ini Pengprov PBSI Sumut sudah menunjukkannya,” ucap Agung.

“Oleh karena itu, mereka kami percaya untuk mengolah atlet-atlet yang ada di Indonesia bagian barat ini. Semoga kita dapat menghasilkan atlet-atlet terbaik untuk membawa marwah PBSI. Paling tidak, ada satu olahraga yang bisa kita banggakan, yaitu bulutangkis,” tuturnya.

foto: PP PBSI

Agung pun sangat berharap program ini dapat berjalan secara optimal dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Nanti secara khusus akan kami siapkan regulasi terkait hal-hal apa yang akan dilakukan dalam Pelatwil ini. Kami juga berharap dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintah daerah agar penunjukkan Pelatwil ini dapat betul-betul memberikan hasil optimal, bukan hanya untuk Sumut tapi juga untuk Indonesia secara keseluruhan,” kata Agung.

Di dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih kepada PP PBSI yang mempercayakan Sumatera Utara sebagai tuan rumah Pelatwil bagian barat.

“Saya berterima kasih karena dipercaya PP PBSI untuk menjadi Pelatwil bagian barat Indonesia. Kita akan memberikan yang terbaik,” ucap Edy.

Sementara, Ketua Umum Pengprov PBSI Sumut Suripno Ngadimin tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia atas penunjukkan ini. Ia pun bertekad untuk mencetak atlet-atlet andal dari Sumatera.

“Saya bangga dengan penunjukkan ini. Terima kasih kepada PP PBSI. Ini merupakan kesempatan kita untuk mencetak dan membesarkan atlet-atlet dari Sumatera. Apalagi ditambah penambahan lahan sekitar 2 hektar dari Gubernur di sebelah gedung kami. Kemarin saya sudah tinjau, sebanyak 8-9 lapangan bisa itu kita bangun,” kata Suripno.

“Ini merupakan mimpi saya selama 40 tahun di bulutangkis. Terobosan yang dilakukan Pak Agung ini saya rasa berhasil. Dengan penunjukkan ini, saya yakin atlet-atlet Sumatera nanti bisa lebih bersaing lagi,” tutupnya.***/ebn

Ketua DPD RI Berharap Pencak Silat Dikenalkan ke Generasi Muda

JAYAKARTA NEWS— Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap Pencak Silat dapat diperkenalkan kepada generasi muda. Karena Pencak Silat bisa menjadi faktor penting untuk menghadapi disrupsi kebudayaan.

Hal itu dinyatakan LaNyalla saat dirinya dikukuhkan sebagai Dewan Penasehat Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten,  Rabu (12/1/2022).

“Salah satu faktor penting dalam menghadapi disrupsi kebudayaan adalah adanya karakter dan jati diri bangsa. Nah, nilai-nilai untuk membangun karakter dan jati diri bangsa tersebut ada di dalam Pencak Silat,” ujar LaNyalla sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Menurutnya, dalam Pencak Silat ada 3 unsur pokok yang bisa menjadi pedoman dalam membentuk karakter. Pertama, budaya Indonesia sebagai asal dan coraknya. Kedua, falsafah budi pekerti luhur sebagai jiwa dan sumber motivasi bagi yang mempelajari. 

Yang ketiga, pembinaan mental spiritual dan karakter, serta bela diri, seni dan olah raga sebagai aspek integral dari substansinya.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan para pengurus Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten/foto: humas DPD

“Tiga hal luar biasa dari Pencak Silat akan melatih mulai dari olah tubuh yang membuat badan sehat, olah pikir yang mencerdaskan otak, olah nafas yang berguna bagi pengendalian nafsu, dan olah rasa yang menyeimbangkan jiwa-raga, serta olah jiwa yang pada akhirnya akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” bebernya.

Saat ini, kata LaNyalla, arus kebudayaan negara-negara luar masuk dengan cepat dengan adanya perkembangan teknologi yang luar biasa. Karena itu, ia mengapresiasi Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten yang terus menjaga warisan budaya luhur nenek moyang.

“Saya juga bersyukur banyak Lembaga Pendidikan dari tingkat dasar hingga tinggi yang telah membuka Unit Kegiatan Pencak Silat sebagai ekstra kurikuler,” ucap dia lagi.

Namun, menurut Senator asal Jawa Timur itu, upaya membumikan Pencak Silat dengan cara tersebut belum cukup sebab masih di wilayah Karitatif. 

“Bagi saya yang perlu dan penting adalah mendekatkan prinsip pembangunan karakter jati diri bangsa dari Pencak Silat dengan semangat warga bangsa ini untuk membangun karakter jati diri bangsa secara nasional,” tegasnya.

Jati diri bangsa yang dimaksud LaNyalla, harus dibangun dengan karakter yang sama dengan karakter para pendiri bangsa. Dimana para pendiri bangsa menginginkan agar Indonesia menjadi negara besar yang mampu mewujudkan hakikat dari cita-citanya, yaitu mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Makanya saat ini Indonesia memanggil seluruh anak bangsa untuk merenungi, meresapi, sekaligus menghayati jiwa besar negarawan para pendiri bangsa saat merumuskan ideologi, dasar dan tujuan dari lahirnya bangsa ini, yaitu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berdikari, tidak bergantung pada bangsa lain,” tegasnya.

LaNyalla juga menegaskan bahwa DPD RI sedang berjuang untuk mengembalikan Jati Diri Sistem Demokrasi Pancasila, dengan memperkuat posisi dan peran utusan-
utusan daerah dan golongan-golongan non-partisan, untuk ikut menentukan arah perjalanan bangsa ini. 

“Yang pasti, kami DPD RI membuka diri seluas-luasnya bagi para pejuang kebudayaan untuk bersama-sama membuat Indonesia ke depan lebih baik dengan melahirkan generasi yang memiliki jati diri dan karakter bangsa yang kuat,” tukasnya.

Hadir dalam acara pengukuhan antara lain Senator asal Lampung, Bustami Zainudin, senator asal Sulawesi Tengah Muhammad J Wartabone dan Afriansyah Noor (Sekjen Partai Bulan Bintang).

Sedangkan dari Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten (PPSTB) hadir Ketua Umum DPP PPSTB Yadi Sufiyadi, Suci Azhi (Ketua DPW PPSTB), Pimpinan Ponpes TQN Al-Mubarok Cinangka, Serang, Banten, KH Muhammad Yusuf Prianadi, beberapa Guru Besar PPSTB dan lainnya. (rnl)

Seleknas PBSI 2022: Pemain Daerah Kagumi Fasilitas Pelatnas Cipayung

JAYAKARTA NEWS— Peserta ajang Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022 mengaku kagum dengan arena yang menjadi pusat pembinaan dan pelatihan tim bulutangkis nasional ini. Mereka pun menyimpan impian besar semoga lolos seleksi agar bisa bergabung dan berlatih di Pelatnas Cipayung.

Sebanyak 297 pemain dari 27 provinsi tengah berjuang pada Seleknas yang digelar di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, 10-15 Januari 2022. Mereka terbagi dalam kelompok dewasa (kelahiran 2002 dan 2003) dan taruna (2004 dan seterusnya).

Sembari meretas langkah pertama untuk berkarier sebagai pebulutangkis top,! mereka merasa takjub dengan suasana di tempat yang menjadi kawah candradimuka pembinaan bulutangkis Tanah Air. Arena dengan 21 lapangan berkarpet dan ditambah dengan fasilitas yang lengkap, membuat para peserta kagum dan berharap bisa lolos seleksi.

“Waktu pertama datang, saya kagum dengan bangunan yang megah. Setelah masuk ke gedung tempat latihan, wah bagus dan begitu besar,” sebut Arafitha Putri Rafdhani asal klub Jaya Perkasa Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Rekan mainnya di ganda putri kelompok taruna, Revalina, juga sangat takjub dengan fasilitas tempat latihan dengan 21 lapangan berkarpet. Juga lampu yang terang.

“Gedungnya begitu besar. Di tempat kami hanya ada tiga lapangan. Semoga saja dari seleksi ini kami bisa bergabung dan berlatih ke sini,” tutur Revalina.

Karena menerapkan protokol kesehatan ketat, para pemain hanya boleh berada di tempat latihan, lobi gedung, dan halaman depan. Mereka tidak diizinkan melihat-lihat fasilitas lain di pelatnas yang berada di bagian belakang seperti asrama, guest house, gedung serbaguna, joging track, dan lapangan sepakbola.

Pemain lain, Raisa Tesalonika, juga begitu kagum dengan fasilitas di Pelatnas Cipayung. “Saya lihat di depan ada fasilitas kolam renang dan gedung latihan ini sangat bagus. Rasanya puas bisa bertanding di sini. Tetapi akan lebih puas lagi kalau seandainya bisa direkrut ke pelatnas,” aku pemain asal klub Bhayangkara Manado.

Suara senada datang dari rekannya, Putri Yessha Chi-Chi Tumondo. Dia mengaku senang bisa mencicipi fasilitas yang ada di pelatnas, kendati dalam pertandingan yang berlangsung Selasa (11/1) siang, pasangan ganda putri taruna asal Sulawesi Utara ini takluk di tangan wakil DKI Jakarta, Mega Sedna Neyva/Yolanda Shane Geraldine, 14-21, 17-21.

“Kami kalah, tetapi tetap senang karena bisa menjajal bertanding di pelatnas yang menjadi tempat latihan para pemain terbaik Indonesia,” ujar Putri Yessha.

Pemain asal Bali, I Made Sutha Adi Wiguna pun  dibuat kagum dengan arena di Pelatnas Cipayung. “Selama ini saya tahunya cuma mendengar saja tentang Pelatnas Cipayung. Ternyata kini saya bisa ikut bertanding di sini. Tempatnya asri dan bagus lapangannya,” sebut Sutha asal PB Purwaja, Denpasar.

Kompatriot Sutha, I Nyoman Kepansya Pratistha pun mengaku senang bisa menjajal arena yang sehari-hari menjadi tempat latihan idolanya, Marcus Fernaldi Gideon. “Di sini arenanya bagus dan komplet sarananya. Wajar kalau Marcus bisa sering juara. Semoga saya bisa mengikuti jejak idola saya itu,” ujar Pratistha.***/rnl

Yonex-Sunrise India Terbuka: Langkah Manis The Daddies di Awal Tahun

JAYAKARTA NEWS— Langkah manis diukir pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Asan pada turnamen awal tahun 2022, Yonex-Sunrise India Terbuka. Unggulan pertama asal Indonesia ini tidak perlu memerah keringat lebih banyak untuk melaju ke babak kedua.

Bertanding pada laga pembuka turnamen HSBC BWF World Tour Super 500 yang mentas di K.D.Jadhav Indoor Hall, New Delhi, Selasa (11/1), Hendra/Ahsan sukses mengatasi perlawanan Prem Singh Chouhan/Rajesh Verma. Hanya dalam 24 menit, andalan Merah-Putih itu menang 21-18, 21-10 atas wakil tuan rumah.

Meski menang dalam waktu relatif singkat, pasangan berjulukan The Daddies ini perlu beradaptasi dengan arena yang sedikit berangin. Selain itu, laga pembuka tersebut juga dimanfaatkan untuk mengembalikan otot-otot tubuh dan kondisi fisik setelah lama tidak turun bertanding.

“Hari ini pertandingan pertama, jadi harus adaptasi dulu. Soalnya ada angin sedikit. Terus juga untuk lebih enakin pergerakan badan kita dulu,” tutur Hendra seperti dituturkan kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.

Dengan kemenangan di babak pertama kejuaraan berhadiah total 400 ribu dolar AS tersebut, Hendra menyebut bersama Ahsan akan mempersiapkan diri lebih baik, terutama dalam fokus dan konsentrasi untuk menghadapi laga kedua.

“Untuk lusa mungkin kami harus lebih menambah fokusnya. Pasalnya, semakin hari semakin susah pasti lawannya. Jadi harus lebih siap lagi lusa,” tutur Hendra.

Di babak kedua, Hendra/Ahsan bakal bertemu Bhaskar Chakraboty/Kapil Chaudary. Pasangan asal India tersebut di babak perdana sukses mengatasi kompatriotnya, Shashwat Dalal/Satinder Malik, 21-17, 21-18.

Berbicara tentang target yang diusung, pasangan tiga kali juara dunia tersebut menyebut tidak mau muluk-muluk. Mereka hanya ingin menikmati pertandingan dan berharap bisa tampil apik di setiap laga. “Targetnya bisa menang di setiap babak saja,” sebut Ahsan.***/rnl

Sebanyak 397 Atlet Mengikuti Seleknas PBSI 2022

JAYAKARTA NEWS— Ratusan peserta terlihat antusiasme mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022. Dengan format baru, seluruh peserta diberi kesempatan yang sama untuk unjuk gigi dalam seleksi ini.

Sebanyak 397 atlet dan 52 ofisial yang datang dari 27 provinsi di Tanah Air hadir dalam Seleknas 2022 yang diselenggarakan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, 10-15 Januari 2022. Mereka akan bersaing untuk memperebutkan tiket masuk ke kawah candradimuka pembinaan bulutangkis di Indonesia.

“Hadirnya peserta dalam jumlah besar tersebut menunjukkan bagaimana besarnya gairah dan antusiasme bibit-bibit pemain dari berbagai daerah untuk memperebutkan tiket bergabung ke Pelatnas Cipayung,” tutur Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Senin (10/1), sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Meningkatnya jumlah peserta Seleknas 2022 ini tidak lain karena induk organisasi bulutangkis Indonesia ini mengubah format seleksi. Kalau sebelumnya peserta seleksi hanya diikuti peserta dari dua divisi, yaitu Divisi 1 dan Divisi 2, pada Seleknas 2022 ini, seluruh daerah diberi kesempatan yang sama untuk mengikuti Seleknas.

“Kami memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi bibit-bibit pemain yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air untuk ikut serta dalam Seleknas ini. Kami membuka kesempatan lahirnya bibit-bibit potensial yang bisa datang dari mana saja asalnya,” kata Agung.

Dengan menggunakan format baru, lewat Seleknas 2022 ini PBSI berharap bisa menemukan pemain-pemain dengan talenta hebat untuk dibina di Pelatnas Cipayung sebagai bagian dari proses regenerasi pemain.

“PBSI membuka akses kepada talenta-talenta terbaik untuk mengikuti seleksi ini. Dengan begitu diharapkan akan bisa ditemukan bibit-bibit pemain terbaik untuk kemudian kelak dibina di Pelatnas Cipayung,” lanjutnya

Dikatakan oleh Agung, para juara di setiap nomor dan masing-masing kategori, baik taruna maupun dewasa, otomatis akan dipanggil masuk ke Pelatnas Cipayung. “Tentu, yang juara akan kita panggil bergabung ke Pelatnas. Karena itu saya berharap para peserta bisa menampilkan penampilan terbaiknya di Seleknas ini,” ujar Agung.

Seleknas 2022 dengan format baru ini, menurut Agung juga selaras dengan visi-misi PP PBSI 2020-2024. Seleknas ini juga sesuai dengan rencana strategis PBS untuk mampu mengembalikan dan merebut kembali supremasi bulutangkis dunia ke Tanah Air. ***/rnl

Seleknas PBSI 2022, Agung: Promosi dan Degradasi Jangan Jadi Kontroversi

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna menyatakan bahwa proses promosi dan degradasi pemain di Pelatnas PBSI di Cipayung adalah hal yang biasa terjadi setiap tahun. Karena itu dirinya meminta agar promosi dan degradasi ini jangan menjadi kontroversi.

Menurut Agung, promosi ke Pelatnas Cipayung atau degradasi dikembalikan ke klub adalah bagian yang tak terpisahkan dari tata kelola dan pembinaan olahraga tepok bulu di Tanah Air. Dari tahun ke tahun, apa yang dilakukan oleh PP PBSI juga tetap sama.

Tahun ini lewat Seleksi Nasional (Seleknas) 2022 yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, 10-15 Januari 2022, induk organisasi bulutangkis Indonesia tengah mencari talenta-talenta baru dan pemain berbakat untuk direkrut ke Pelatnas Cipayung. Bibit-bibit baru ini bakal menggantikan pemain yang didegradasi dan dikembalikan ke klubnya masing-masing.

“Tahun ini promosi dan degradasi tetap menggunakan metode dan kriteria yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan secara obyektif untuk tumbuh dan berkembangnya atlet-atlet muda berbakat,” tutur Agung di sela-sela Seleknas 2022 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Senin (10/1). Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Dikatakannya, dalam suatu masa tertentu, performa dan prestasi semua pemain penghuni Pelatnas Cipayung juga dievaluasi. Setelah dievaluasi menyeluruh, baru kemudian diputuskan. Yaitu, tetap bertahan di pelatnas atau terdegradasi.

“Jadi, promosi dan degradasi ini adalah business as usual yang terjadi setiap tahun di Pelatnas Cipayung. Demikian pula tahun ini PBSI juga akan melakukan kegiatan promosi dan degradasi,” kata Agung.

Rencananya setelah selesai Seleknas, pihaknya akan segera melakukan rapat bersama Kabid Binpres PBSI Rionny Mainaky dan jajaran pelatih untuk memutuskan siapa-siapa yang dipanggil masuk dan siapa pula yang harus dikembalikan ke klubnya masing-masing.

“Karena itu, proses promosi dan degradasi itu hal biasa dan terjadi setiap tahun. Makanya saya meminta proses promosi dan degradasi itu jangan menjadi kontroversi,” tegas Agung.***/rnl