Gerakan Tolak Agus Suparmanto Menjalar, Bali dan NTB Dukung Amir Yanto Pimpin PB IKASI

JAYAKARTA NEWS— Gerakan penolakan pencalonan Agus Suparmanto untuk memimpin Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) periode 2022-2026 pada Musyawaran Nasional (Munas) IKASI di Bali, 3 Desember 2022 mendatang, semakin menjalar. 

Bukan hanya Pengprov IKASI DKI Jakarta, Pengprov IKASI Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pun tidak menginginkan kepemimpinan mantan Menteri Perdagangan itu untuk periode ketiga. Alasannya, Agus Suparmanto tidak bisa lagi dipertahankan karema di bawah kepemimpinannya prestasi anggar Indonesia semakin menurun. 

“Prestasi anggar Indonesia itu bukan hanya pernah merebut medali perak dan perunggu di Asian Games tetapi juga telah meloloskan atlet-atletnya ke Olimpiade. Bagaimana mungkin kita mempertahankan Agus Suparmanto yang di eranya cabang olahraga (cabor) anggar menjadi satu-satunya cabor yang tidak menyumbangkan medali pada SEA Games 2021 Vietnam. Sudah saatnya PB IKASI dipimpin figur baru,” kata Ketua Pengprov IKASI Bali, Agung Susrama Putra. 

“Kasihan kalau pak Agus Suparmanto dipaksakan memimpin kembali. Bebannya terlalu berat apalagi cabor anggar yang sudah menembus Olimpiade tidak masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON),” tambahnya. 

Lantas siapa yang diusung Pengprov IKASI Bali untuk menjadi Ketua Umum PB IKASI periode 2022-2026 dalam Munas nanti? Agung Susrama menjawab, “Pengprov IKASI Bali sudah menyerahkan surat dukungan kepada pak DR Amir Yanto yang menjabat sebagai Jamintel Kejaksaan Agung.”  

“Kami yakin kehadiran pak Amir Yanto akan membawa perubahan anggar Indonesia ke arah yang lebih baik. Apalagi, beliau sudah punya pengalaman memimpin organisasi olahraga dan juga punya komitmen dalam mengembalikan kejayaan anggar Indonesia,” lanjutnya. 

Sama halnya dengan Bali, Pengprov IKASI NTB juga telah memberikan dukungan kepada DR Amir Yanto. 

“Ya, kami juga tidak menginginkan pak Agus Suparmanto untuk kembali pada periode ketiga. Dan, kami mendukung penuh pak Amir Yanto untuk menjadi Ketua Umum PB IKASI periode 2022-2026,” timpal Sekretaris Umum Pengprov IKASI NTB, Herwin. 

Sama halnya dengan Agung Susrama, Herwin juga menyebut faktor utamanya prestasi cabor anggar yang semakin menurun dimana terakhir pada SEA Games 2021 Vietnam menjadi satu-satunya cabor yang memperkuat Kontingen Indonesia tanpa medali.    

Selain itu, jelas Herwin, janji PB IKASI akan memberikan bantuan peralatan yang tidak teralisasi padahal Pengprov Ikasi telah mendukung Agus Suparmanto untuk menjabat Ketua Umum PB IKASI yang kedua kalinya pada periode 2018-2022. 

“Tak ada sama sekali perhatian terhadap daerah. Janji peralatan pun tak terpenuhi sampai sekarang. Padahal, NTB itu sudah resmi menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 nanti dimana harus menjalankan program pembinaan jangka panjang. Makanya, saya membawa surat dukungan resmi dari Pengprov IKASI NTB dan menyerahkannya kepada pak Amir Yanto,” katanya. 

Lebih jauh Herwin mengingatkan bahwa Indonesia merupakan founding farther cabang olahraga anggar di kawasan Asia Tenggara. “Jadi, sangat memalukan Indonesia tidak bisa berbicara banyak di SEA Games,” tegasnya. (*/azh)

Jelang Kejuaraan Dunia Wushu Junior: Carlson Ong Bangga Masuk Timnas

JAYAKARTA NEWS— Atlet Taolu asal Jambi, Carlson Ong masuk dalam jajaran Skuad Tim Nasional (Timnas) Wushu Junior Indonesia yang akan tampil pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-VIII yang digelar di ICE Bumi Serpong Damai Banten, Tangerang, 5-11 Desember 2022 mendatang.

Sen, panggilan akrab Carllson Ong mengaku bangga dan terharu bisa tampil membela Merah Putih. Karena, dia sudah lama mendambakan bisa mengenakan jersey Timnas Wushu Indonesia di ajang event internasional.

“Saya sangat bangga dan terharu bisa masuk dalam Timnas Wushu Junior Indonesia yang sudah lama saya dambakan selama ini. Apalagi, saya bisa tampil di hadapan publik sendiri karena Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022,” kata remaja kelahiran Jambi,.30 April 2008 ini.

Pelajar Citra Nusantara School ini sudah menekuni olahraga wushu sejak tahun 2014. Dia tertarik wushu karena memiliki gerakannya sangat indah. Tidak heran atlet Sasana Pengprov WI Jambi telah meraih prestasi dengan merebut medali perak (Chang Quan) pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2019 dan meraih emas (Dao Shu) pada Kejurnas Wushu 2022.

Setelah melewati persaingan ketat di pelatnas untuk memperkuat Timnas Wushu Indonesia, Sen yang didukung penuh Ketua Pengprov WI Jambi, Eisen Gauw ini mengaku akan berusaha  tampil semaksimal mungkin di kelas Junior A putra.

“Saya akan berusaha maksimal tampil sempurna sehingga bisa meraih medali emas di penampilan perdana pada ajang kejuaraan dunia. Dan, saya berharap dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia,” kata pengidola Edgar Xavier Marvelo, Seraf Naro, dan Charles ini. (din)

Jelang Kejuaraan Dunia Wushu Junior: Rizki Bertekad Sumbangkan Emas

JAYAKARTA NEWS— Rizki merasa asyik menekuni olahraga wushu karena ada tendangan, pukulan dan bantingan. Tidak heran jika pelajar SMKN Informatika Terpadu Bandung mampu meraih prestasi yang mengantarkannya masuk dalam Pasukan Garuda pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-VIII yang akan digelar di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-11 Desember 2022 mendatang. 

Remaja putra kelahiran 5 Mei 2008 ini merupakan juara kelas 52 kg Pra Junior pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Seri 1 di Universitas Negeri Semarang (UNNES) Semarang, Jawa Tengah tahun 2022 dan Kejurnas Wushu Seri -2 memperebutkan Piala Presiden di Surabaya, Jawa Timur tahun 2022. 

Rizki yang turun di kelas 52kg Pra Junor Putra mengaku bangga bisa masuk dalam pelatnas dan terpilih memperkuat Tim Nasional (Timnas) Wushu Junior Indonesia karena hasil pejuangannya.

“Tentu saja saya sangat senang bisa membuat keluarga bangga dan khususnya Jawa Barat,” kata Rizki yang ditemui saat acara pengumuman Timnas Wushu Indonesia di Sasana Rajawali Sakti Bywalk Mall Pluit, Jakarta Utara, Minggu (6/12/2022).

Rizki juga mengaku bukan hanya siap tampil pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 . Bahkan, dia bertekad berjuang maksimal untuk bisa meraih hasil terbaik. “Saya akan berusaha memberikan penampilan terbaik. Karena, saya ingin membanggakan Indonesia dan juga orangtua,” tegasnya. (azh)

Ragesta Ganang Pangestu Bangga Masuk Timnas Kejuaraan Dunia Wushu

JAYAKARTA NEWS— Perasaan senang dan bangga menyelimuti Ragesta Ganang Pangestu setelah namanya masuk dalam Tim Nasional (Timnas) Wushu Junior Indonesia Nomor Sanda yang dibentuk Pengurus Besar Wushu Indonedia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto.

Atlet dari Sasana Wushu Bushido Semarang, Jawa Tengah ini akan berlaga membela Merah Putih pada ajang Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-VIII yang dihelat di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-11 Desember 2022 mendatang. 

“Tentu saja saya merasa bangga karena perjuangan saya selama ini tidak sia-sia bisa masuk dalam Timnas Wushu Junior Indonesia. Ini semua berkat hasil latihan  secara giat dan dukungan dari keluarga juga pelatih,” kata Ragesta Ganang Pangestu yang ditemui saat pengumuman Timnas Wushu Indonesia di Sasana Rajawali Sakti Bywalk Mall Pluit, Jakarta Utara, Minggu (6/12/2022).

Remaja putra kelahiran 20 September 2005 ini punya prestasi yang cukup membanggakan. Dia merupakan pemegang gelar juara junior kelas 60kg pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu memperebutkan Piala Presiden di Surabaya, Jawa Timur tahun 2022. 

Sebelumnya, Ragesta juga meraih gelar juara pada Kejurnas Wushu Seri I tahun 2022 di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jawa Tengah. Bukan hanya itu saja, pelajar SMAN Semarang ini tercatat sebagai juara Kejurnas Wushu Piala Kapolda Jaea Tengah 2019 dan Kejurnas Wushu All Games memperebutkan Piala Airlangga Hartarto pada tahun 2021. 

Ragesta yang bergabung dalam pelatnas sejak 24 Oktober 2022 mengaku keberadaannya di pelatnas wushu junior mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

“Orang tua sangat mendukung dan saya rutin memberi kabar keadaan saya di pelatnas. Orang tua hanya berpesan agar saya fokus latihan dan tetap semangat dan saya juga di ingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dan tetap berdoa pada Allah SWT,” ungkap Ragesta.

Berbicara masalah target, Ragesta yang turun di kelas 60kg Junior Putra menargetkan menjadi yang terbaik. “Saya akan menargetkan medali emas di penampilan perdana Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Karena, saya ingin mengharumkan nama bangsa dan negara sekaligus memberikan kado buat kedua prang tua,” tandasnya. (din)

Komisi X DPR RI Setujui Naturalisasi Shayne Elian Jay Pattynama Jadi Pemain Timnas Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyetujui pemberian kewarganegaaan Indonesia kepada calon pemain tim nasional sepakbola Indonesia, Shayne Elian Jay Pattynama.

Persetujuan ini diputuskan dalam Rapat Kerja (Raker) yang digelar bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Ruang Rapat Komisi X DPR, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/11).

“Komisi X DPR RI memutuskan menyetujui rekomendasi kewarganegaraan RI atas nama Shayne Elian Jay Pattynama, dengan catatan bahwa penetapan Kewarganegaraan RI ditetapkan oleh instansi yang berwenang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian selaku pimpinan rapat membacakan hasil kesimpulan raker. Demikian dikutip dari kemenpora.go.id

Sebelum diputusakan, Menpora Amali dan Ketua Umum PSSI terlebih dahulu memaparkan terkait dasar pengajuan pemberian kewarganegaraan terhadap Elian Jay Pattynama baik secara yuridis maupun secara teknis.

Menpora Amali menjelaskan, dasar hukum secara hukum antara lain pasal 20 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, pasal 99 ayat 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Keolahragaan, pasal 15 Peraturan Pemerintah nomor 2 Tahun 2007 Tentang Tata cara memperoleh atau Kehilangan Pembatalan dan memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2022. 

Kemudian pasal 11 Peraturan Presiden nomor 44 tahun 2014 Tentang Pemberian Penghargaan Olahraga dan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor 21 tahun 2020 Tentang Tata Cara Penyampaian Permohonan Kewarganegaraan dan Penyampaian Berita Acara Sumpah Pemberian Kewarganegaraan.

“Kami juga ingin menyampaikan menjadi latar belakang utama adalah dasar pemberian usulan berupa surat permohonan Ketum PSSI nomor 818/UDN/502/II- 2022 tanggal 28 Februari 2022 perihal permohonan rekomendasi naturalisasi pemain sepak bola,” ujar Menpora Amali. 

Selain itu, Menpora Amali, mengatakan PSSI telah menyampaikan bahan kajian bahwa Elian Jay Pattynama belum pernah membela tim nasional negara lain dengan level pertandingan internasional.

“Sehingga tidak terkendala pasal 8 ayat 1, statuta FIFA yang pada pokoknya menjelaskan apabila seorang pemain sepak bola telah bermain di laga resmi international. Maka dia telah memiliki status kewarganegaraan dan dari tim yang dibelanya itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan menjelaskan bahwa naturalisasi Elian Jay Pattynama bukan keinginan federasi melainkan keinginan dari pelatih Shin Tae Yong karena ada kebutuhan dalam timnas.

“Artinya itu keinginan dari pelatih, kita hanya mengakomodir berkaitan dengan permintaan berapa tim naturalisasi. Kita tentunya harus mengakomodir permintaan dari pelatih timnas kita,” kata Iriawan.

Iriawan mengatakan Pattynama dilahirkan di kota Lelystad, Belanda pada tanggal 11 Agustus 1998. Saat ini dia berusia 24 tahun. Pattynama dinilai memiliki kualitas yang bagus untuk menambah kekuatan timnas, disamping itu dia juga saat ini bermain untuk klub asal Norwegia, Viking FC.

Pattynama memiliki keturunan Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Pulau Haruku, Maluku. Ayah Pattynama sendiri lahir di Semarang, Jawa Tengah. “Jadi ini harus keturunannnya sangat dekat. Kalau yang kemarin masih dari kakek nenek, kalau ini langsung dari ayah. Sebelum ayahnya meninggal ada wasiat, kamu kalau bisa suatu saat bermain untuk timnas Indonesia,” ujar Iriawan.

Pattynama sendiri turut hadir secara virtual dalam raker ini, dia pun sempat menyebutkan sejumlah makanan yang berasal dari Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia. Pattynama juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Komisi X DPR yang telah memberikan persetujuan pemberian kewarganegaraan kepada dirinya. ***/btn

Event Scale Trailing Adventure Terbesar, Sukses Dilaksanakan di Muara Enim

JAYAKARTA NEWS – Sebuah event kekinian, sukses digelar di Muara Enim, Sumatera Selatan. Titelnya 4X4TASS (Trailing Adventure Serasan Sekundang). Event itu bahkan bisa dibilang yang terbesar di Indonesia.

Event ini dilaksanakan tanggal 5 November 2022 di Plumeria Ecopark. Sebuah destinasi wisata baru berupa taman rekreasi budaya dan edukasi di Muara Enim.

Olahraga rekreasi RC (Radio Control) saat ini sedang digandrungi kawula muda. Memainkan mobil remot kontrol sembari melintasi obstacle yang menantang, tidak kalah seru dengan bermain offroad 1×1 layaknya jeep asli.

Bertemakan fun adventure, Karsa Meraki yang dipimpin oleh Agus Nur Habib selaku EO sekaligus Promotor acara berhasil mengemas acara dengan megah namun tetap dalam nuansa alam selayaknya petualangan. Event ini berkolaborasi dengan MERC selaku komunitas penggiat mobil RC di Muara Enim dan bekerja sama dengan Bukit Asam, Eva Group, Winner HPL, Satria Bahana Sarana, Winro dan Bank BRI.

Tak kurang dari 30 peserta berpartisipasi. Mereka datang  dari Jakarta, Bandung, Lampung, Jambi, hingga Bengkulu. Rangkaian acara yang dikemas apik dalam event ini terdiri dari beberapa sesi seperti fun trailing, lomba mewarnai, camp-hill acousticity performance, camping night, dan malam hiburan. Selain itu, selama berlangsungnya acara juga terdapat bazaar localgest yang diisi oleh UMKM asli Muara Enim.

Dukungan atas event ini juga datang dari 21 RC Hobbies Store dan 36 Media dari seluruh Indonesia. Tak heran jika event ini menjadi salah satu event dengan skala partisipasi, hadiah dan jangkauan terbesar di Indonesia.

Agus Nur Habib berharap ke depan semakin banyak event kreatif dan inovatif yang dipelopori anak muda muncul di Muara Enim atau Sumatera Selatan pada umumnya. Karena ekonomi kreatif merupakan salah satu tulang punggung utama yang mampu mengkolaborasikan berbagai sektor ekinomi dan masyarakat untuk menciptakan kemajuan yang lebih pesat.

Ke depannya event ini akan rutin diselenggarakan tahunan dan terus meningkat baik dari jumlah peserta, hadiah, skala kompetisi hingga standar kualitas penyelenggaraan eventnya. (pr)

Pelatih China Sebut Atlet Sanda Indonesia Berpeluang Raih Emas

JAYAKARTA NEWS— Pelatih Tim Nasional (Timnas) Wushu Junior Indonesia khusus Sanda, Xia Hong dari China mengakui persaingan akan ketat pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-VIII akan digelar di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-11 Desember 2022 mendatang. Namun, dia menyebut peluang atlet sanda Indonesia cukup terbuka untuk meraih medali emas.

“Atlet sanda Indonesia cukup bagus dan punya peluang untuk meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Wushu Junior nanti,” kata Xia Hong yang ditemui usai pengumuman Timnas Wushu Junior Indonesia di Mall Bywalk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (6/11/2022).

Xia Hong yang pernah menangani Tim Wushu Myanmar dan Pakistan ini menyebut saingan terberat berasal dari China, Iran dan Vietnam. “Saingan atlet Indonesia hanya dari China, Iran dan Vietnam yang selama ini mendominasi,” katanya.

Anggota Tim Satgas Pelatnas Wushu Indonesia, Herman Wijaya menyebut dari 4 emas yang ditargetkan Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto hanya 1 emas diharapkan dapat disumbangkan dari nomor sanda.

“Dari nomor Sanda kita hanya menargetkan 1 medali emas sedangkan 3 emas lagi dari nomor Taolu. Dan, saya yakin target itu bisa terpenuhi melihat motiivasi anak-anak dalam menjalani program latihan selama di pelatnas,” kata Herman Wijaya. 

Di nomor Sanda, Indonesia akan menurunkan 11 atlet yang merupakan atlet terbaik dari hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu di Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Kejurnas Wushu memperebutkan Piala Presiden di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur tahun 2022.

Dari 11 atlet sanda itu didominasi atlet Jawa Tengah dengan 9 atlet. Sedangkan Jawa Barat dan Sumatera Utara hanya menempatkan masing-masing 1 atlet.

Berikut Timnas Wushu Junior Indonesia (Sanda): 

Pra Junior Putra:

1. Kiemas Sakti Negara – 45 kg (Jawa Tengah)

2. Shaddam Achmad Assegaf – 48 kg (Jawa Tengah)

3. Rizki – 52 kg (Jawa Barat)

Junior Putri :

1. Aurella Calysta Purnomo – 48 kg (Jawa Tengah)

2. Nasya Aulia Zahra Wahana – 52 kg (Jawa Tengah)

3. Nabila Puspa Annastasya – 56 kg (Jawa Tengah)

Junior Pa

1. Dewangga Lindu Saputra – 48 kg (Jawa Tengah)

2. Denis Darmawan – 52 kg (Jawa Tengah)

3. Pandu Dian Saputra – 56 kg ,(Jawa Tengah)

4. Ragesta Ganang Pangestu – 60 kg (Jawa Tengah)

5. Yanto Rizel Silaban – 65 kg , (Sumatera Utara).***din

Ini Dia Daftar Nama Timnas Wushu Junior Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Chef de Mission (CdM) Kontingen Wushu Indonesia, Doddy Rahardi secara resmi mengumumkan nama-nama atlet wushu yang akan memperkuat Tim Nasional Wushu Junior Indonesia di Sasana Rajawali Sakti Bywalk Mall, Jakarta Utara, Minggu (6/11/2022).

Dari 49 atlet pelatnas (33 atlet taolu dan 16 sanda) terpilih 23 atlet (12 atlet taolu dan 11 atlet sanda) yang akan memperkuat Pasukan Garuda Muda pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-VIII yang akan berlangsung di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-11 Desember 2022 mendatang.

Mereka yang terpilih, kata Doddy Rahadri, merupakan atlet terbaik dari yang terbaik dalam Pelatnas Wushu Junior Indonesia hasil pemilihan pelatih dan juga Tim Satgas yang dibentuk PB WI. “Ini adalah atlet the best of the best yang ada dalam pelatnas. Mereka masuk dalam Timnas Wushu Indonesia karena dinilai berpeluang meraih medali,” kata Doddy Rahardi.

Doddy Rahardi mengaku siap mengemban tugas untuk memenuhi target 4 medali emas yang dicanangkan Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto.  “Saya siap mengemban tugas untuk mempersiapkan Pasukan Garuda Muda dengan maksimal. Dan, kami akan berusaha meraih sukses prestasi untuk melengkapi sukses penyelenggaraan yang dicanangkan pak Airlangga Hartarto,” kata Doddy Rahardi.

“Target yang dibebankan kepada kami yakni meraih 4 medali emas sesuai dengan hasil Kejuaraan Dunia Wushu Junior Brasil 2018 lalu. Mohon doa restu dari masyarakat Indonesia. Mudah-mudahan target tersebut bisa terlampaui,” tambahnya.

Khusus kepada atlet yang akan berjuang mengibarkan Merah Putih di ajang event akbar dunia tersebut, Doddy Rahardi meminta mereka untuk terus menjalankan program latihan dan meningkatkan disiplin. “Tidak mudah mendapat kepercayaan membela Merah Putih. Ini merupakan suatu kehormatan. Jadi, seluruh atlet harus terus giat berlatih dengan memanfaatkan waktu tersisa dalam upaya menghadapi persaingan ketat di kejuaraan dunia nanti. Jangan lupa jaga kesehatan,” imbuhnya.   

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PB WI, Iwan Kwok mengatakan atlet taolu yang tidak terpilih akan diurus kepulangannya ke daerah masing-masing. Namun, atlet sanda yang tidak terpilih diminta untuk tetap berada dalam pelatnas. “Atlet sanda yang diminta tetap di pelatnas akan dijadikan sebagai sparring partner,” kata Iwan Kwok.

“Jangan berkecil hati bagi yang tidak terpilih. Teruslah latihan dalam upaya mencapai prestasi lebih baik lagi karena masih banyak event-event internasional ke depan,” timpal Herman Wijaya, Anggota Tim Satgas Pelatnas Wushu Junior Indonesia.

Skuad Timnas Wushu Junior Indonesia :

Chef de Mission: Doddy Rahadi

Tim Satgas:

Ketua :  Novita

Anggota: 

1. Herman Wijaya (DKI Jakarta)

2. Sudarsono (Jawa Tengah)

3. Henny Setyawati (Jawa Tengah)

Pelatih Taolu :

1. Zhang Yong Sheng (China)

2. David Hendrawan (DKI Jakarta)

3. Billy Erdianto (Jawa Tengah)

4. Probo Muljono (Jawa Timur)

Pelatih Sanda :

1. Xia Hong (China)

2. Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah)

2. Mohammad Selamat (Jawa Tengah)

3. Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara)

Atlet Taolu

Junior A Putra:

1. Josh Tiesto Tanto (DKI Jakarta)

2. Rainer Reinaldy Ferdiansyah (Jawa Timur)

Junior A Putri:

1. Kylie Suyoyo Kwok (DKI Jakarta)

2. Ivana Beatrice Liestio (DKI Jakarta)

Junior B Putra :

1. Zamurai Alkensoe Damara (Jawa Tengah)

2. Carlson Ong (Jambi)

Junior B Putri:

1. Thailia Marvelina Tanzil (Jawa Timur)

2. Rainie Elena Liem (DKI Jakarta)

Junior C Putra :

1. Bradley Jason (Jawa Timur)

2. Richard Dean Kurnia (DKI Jakarta)

Junior C Putri:

1. Billie Karina The (DKI Jakarta)

2. Anasera Zahraa Haryoso (Bali)

Atlet Sanda

Pra Junior Putra:

1. Kiemas Sakti Negara – 45 kg (Jawa Tengah)

2. Shaddam Achmad Assegaf – 48 kg (Jawa Tengah)

3. Rizki – 52 kg (Jawa Barat)

Junior Putri :

1. Aurella Calysta Purnomo – 48 kg (Jawa Tengah)

2. Nasya Aulia Zahra Wahana – 52 kg (Jawa Tengah)

3. Nabila Puspa Annastasya – 56 kg (Jawa Tengah)

Junior Pa

1. Dewangga Lindu Saputra – 48 kg (Jawa Tengah)

2. Denis Darmawan – 52 kg (Jawa Tengah)

3. Pandu Dian Saputra – 56 kg ,(Jawa Tengah)

4. Ragesta Ganang Pangestu – 60 kg (Jawa Tengah)

5. Yanto Rizel Silaban – 65 kg , (Sumatera Utata).***din

Jovan Purnomo Kaget Dipanggil Masuk Pelatnas Junior

JAYAKARTA NEWS— Perasaan senang dan kaget dialami atlet wushu asal Jawa Timur, Jovan Purnomo ketika dipanggil masuk dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) wushu junior dalam rangka persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII yang akan digelar di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-11 Desember 2022 mendatang.

“Saya kaget dan senang dipanggil masuk pelatnas wushu junior. Karena, saya bisa dapat pengalaman yang luar biasa dan bisa membanggakan orang tua, keluarga, sasana daerah, dan orang orang lain yang mendukung,” kata Jovan Purnomo yang ditemui di Gedung GBK Arena Senayan Jakarta.

Pelajar SMPK Santo Petrus Jember, Jawa Timur yang menggeluti olahraga wushu sejak kecil ini dipanggil ke Pelatnas Wushu Junior setelah meraih 3 medali emas di Junior Grup B Putra pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2022 memperebutkan Piala Presiden.

Saat ini, Pelatnas Wushu Junior yang digelar di Lantai 8 Gedung GBK Arena tersebut dihuni 33 atlet Taolu terdiri dari 17 putra dan 16 putri. Dari hasil seleksi, Tim Satgas akan menetapkan 12 atlet terdiri dari 6 putra dan 6 putri untuk memperkuat pasukan Garuda Muda.

Praktis, Jovan, panggilan akrabnya yang bergabung dalam pelatnas sejak 24 Oktober 2022 akan bersaing dengan 16 atlet putra lainnya untuk memperebutkan 6 tiket yang tersedia. “Persaingan sangat ketat di pelatnas. Tetapi, saya akan berusaha maksimal untuk bisa masuk dalam Timnas Wushu Junior Indonesia. Karena, saya ingin membawa harum nama bangsa dan negara di penampilan perdana pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 nanti,” kata Jovan yang bernaung di Sasana Garuda Jember. ***din

Rapat Kerja Pengda INKAI Jawa Barat Rekomendasikan Pembinaan Usia Dini

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Pengurus Pusat Institut Karate Do Indonesia (INKAI) Laksamana Muda TNI Dr Ivan Yulivan SE, MM, CHRMP, Mtr (Han) hadir dalam acara Rapat Kerja Pengurus Daerah Inkai Propinsi Jawa Barat, Sabtu (5/11) di Jakarta. Ivan minta pembinaan usia dini dan kadet menjadi prioritas  perhatian pembinaan atlit karate secara berjenjang di daerah.

“Prestasi yang diraih karateka Inkai saat ini di level nasional maupun internasional tidak terlepas dari dukungan kuat pembinaan di daerah,” tegas Ivan, pemegang Dan 7 karateka, memberi semangat kepada paserta raker dari   pengda dan pengcab Inkai agar terus  berlomba mengukir prestasi dari proses pembinaan karateka usia dini.

Raker sehari yang diikuti Pengurus Daerah Jawa Barat dan Pengurus Cabang Inkai se Jawa Barat dibuka oleh Ketua Pengda Inkai Propinsi Jawa Barat Kolonel TNI Ferry Mulyadi Arifin, SAP,MKP,Mhan. Ferry menekankan perlunya terus dilakukan konsolidasi organisasi untuk menata organisasi karate lebih baik, solid dan profesional dalam pembinaan prestasi yang terencana secara detail baik program latihan, tempat latihan, jadwal kompetisi yang berjenjang, sertifikasi kompetensi wasit serta penataan administrasi keanggotaan.

“Untuk bisa berprestasi juara, semuanya sudah harus ditatakelola dengan baik dan terukur,” pesan perwira menengah Angkatan Laut ini.

Dalam pembahasan Program Kerja Pengurus Daerah Jawa Barat khususnya dalam Bidang Pembinaan Prestasi yang disampaikan oleh Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengda Inkai Jabar Drifki Elandria Vitara juga menekankan perlunya pembinaan karateka usia dini, pemula dan kadet. Pelatih karate kualifikasi ‘KATA’ bertangan dingin yang sudah menelorkan atlet-atlet karate Jawa Barat berprestasi dunia ini, ingin agar secara periodik dilakukan coaching clinic agar pelatih karate di Jawa Barat khususnya selalu ada peningkatan kapasitas kepelatihannya.

Dalam rangka memberi motivasi kepada para pengurus daerah dan cabang, Ketua Umum PB Inkai  juga sempat memberi apresiasi atas kerja keras dan kerjasama selama ini yang sudah dibangun secara sinergis antara pusat, daerah, cabang hingga ranting (dojo). Prestasi karateka Inkai secara nasional dikatakan masih yang terbaik diukur dari jumlah raihan prestasi, baik pada kejuaran daerah, kejurnas termasuk kejuaraan tingkat regional. “Kejuaran dunia WKF di Turki belum lama ini, kategori Kata yunior kita sudah tembus babak empat besar atas nama karateka Hazel. Dia dari Inkai Kota Bogor, Jawa Barat, “ puji  Ivan.

Perwira tinggi bintang dua ini berterima kasih atas kerjasama para pengurus hingga ke tingkat ranting dalam mendukung program Pengurus Pusat selama ini. “Kita sudah punya Honbu Dojo Pusat di Jakarta Timur untuk pemusatan latihan atlet. Saya berharap suatu saat kita bisa bangun Perguruan Tinggi Inkai sebagai pusat peningkatan kapasitas intelektual SDM kita,” lanjut Ketua umum sambil berseloroh untuk para karateka Inkai yang punya rizki lebih  bisa berbagi membantu merengkuh impian tersebut.

Dalam pemaparan rencana- rencana program jangka pendek, Pengda Inkai Jawa Barat melaporkan kegiatan persiapan atlet yang ikut Pekan Olahraga Tingkat Propinsi (Porprop) Jawa Barat yang akan berlangsung pertengahan November ini. Raker yang dihadiri juga oleh Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Jabar sensei Zein, dalam rencana program pada  akhir tahun 2022 akan mengadakan Ujian kenaikan tingkat sabuk hitam (Dan) di Zona III Jawa Barat. (nat)