JAYAKARTA NEWS – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melantik sebanyak 1.875 orang perwira transportasi lulusan Diploma III dan Diploma IV yang dikelola Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan. Para perwira ini merupakan lulusan program pola pembibitan yang nantinya akan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kemenhub.
Pelantikan terpadu bertema “Dharma Bhaktiku Menghubungkan Indonesia” yang berlangsung di lapangan silang Monas, Jakarta, Selasa (25/10), juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. Para Menteri menyampaikan ucapan selamat dan memberikan sejumlah pesan kepada para lulusan yang telah dilantik hari ini.
Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut sejumlah hal yang harus dilakukan dalam rangka membangun SDM yang bermartabat kedepannya. “Beberapa hal yang harus dijaga yaitu: menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan gotong royong,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menhub mengungkapkan, para perwira yang dilantik pada hari ini telah menempuh pendidikan yang tidak mudah dan kesempatan yang tidak bisa didapat oleh setiap orang. “Untuk itu, lakukan yang terbaik dan bekerjalah dengan hati, karena kalian adalah orang-orang pilihan yang akan ditempatkan di seluruh wilayah hingga pelosok tanah air dan akan mengisi posisi yang membutuhkan kompetensi dan keahlian di bidang transportasi,” ucap Menhub.
Menhub mengatakan, sektor transportasi memiliki peran penting untuk melancarkan konektivitas manusia maupun barang yang diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing bangsa, serta dapat membangun peradaban baru. Untuk itu, dibutuhkan SDM sektor transportasi yang tangguh dan memiliki komitmen untuk menghubungkan dan menyatukan Indonesia.
Sementara itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Abdullah Azwar Anas berpesan agar para perwira transportasi yang akan menjadi Aparatur Sipil Negara mengedepankan budaya melayani, bukan dilayani. “Kemudian, arahan bapak Presiden supaya birokrasi kita lincah. Karena saat ini di luar birokrasi luar biasa perubahan yang terjadi sangat cepat,” tuturnya.
Berdasarkan Surat Keputusan Menpan RB tentang penetapan kebutuhan PNS dari lulusan perguruan tinggi di lingkungan Kemenhub tahun 2022, para perwira transportasi akan ditempatkan di berbagai unit kerja di lingkungan Kemenhub yakni: Inspektorat Jenderal (36 orang), Ditjen Perhubungan Darat (347 orang), Ditjen Perhubungan Laut (480 orang), Ditjen Perhubungan Udara (504 orang), Ditjen Perkeretaapian (144 orang), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (40 orang), Badan Pengembangan SDM Perhubungan (287 orang), Badan Kebijakan Transportasi (37 orang).
BPSDM Perhubungan terus berkomitmen untuk membentuk SDM yang memiliki nilai PRESTASI, yaitu Profesional, Etika, Standar Global, dan Integritas dengan menyiapkan sejumlah program, salah satunya melalui program pola pembibitan.
Turut hadir pada acara pelantikan hari ini, Kakorlantas Irjen Firman Shantyabudi, Sekretaris Jenderal Kemenhub Novie Riyanto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Djoko Sasono, Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno, Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha, Kepala Badan Kebijakan Transportasi Gede Pasek Suardika, sejumlah Dirut BUMN sektor transportasi, stakeholder, dan sejumlah pejabat terkait.***/jay
JAYAKARTA NEWS – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak Kejaksaan RI untuk memantau sejumlah proyek pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di Kalimantan Timur. Demikian Siaran Pers Kementerian PUPR, Senin (24/10/2022).
Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T. Iskandar bersama Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Amir Yanto melakukan koordinasi serta tinjauan lapangan di lokasi pembangunan IKN baru-baru ini.
Tinjauan lapangan dilakukan pada proyek Tol IKN Segmen Karangjoang – KKT. Karingau (3A), Bendungan Sepaku Semoi, Titik Nol dan Rumah Susun Pekerja Konstruksi. Dalam expose kegiatan proyek, para Kepala Balai yang memiliki proyek pembangunan memberikan paparan singkat terkait progres serta kendala yang dihadapi.
Dikatakan Iskandar, keberhasilan pembangunan infrastruktur Kementerian PUPR tak lepas dari dukungan pihak-pihak terkait. Ia merespon positif maksud baik dari Jamintel atas komitmen yang diberikan pada proyek pembangunan strategis yang dikerjakan Kementerian PUPR.
“Kementerian PUPR memiliki banyak pekerjaan dengan jadwal yang padat. Semua pekerjaan diupayakan selesai sesuai target dan harus memberikan manfaat langsung pada masyarakat dengan memperhatikan kualitas dan estetika,” tutur Iskandar.
Koordinasi dilakukan sebagai dasar untuk bekerja cepat dan tepat dalam rangka pengamanan pembangunan strategis terkait pendampingan infrastruktur PUPR serta memahami proses pembangunan infrastruktur dan potensi permasalahan hukum yang muncul di lapangan.
Jaksa Agung Muda Intelijen Amir Yanto memberikan arahan singkat kepada para jajarannya untuk menjadi mitra dari Kementerian PUPR dan membantu kelangsungan pekerjaan proyek dari aspek hukum.
“Para Kepala Balai juga dapat langsung berkomunikasi dengan Kejaksaan Tinggi apabila terdapat permasalahan hukum atau berkonsultasi dengan Inspektorat Jenderal agar dapat diteruskan ke Direktorat D Pengamanan Pembangunan Strategis Kejaksaan Republik Indonesia,” kata Amir.
Menurutnya kegiatan ini dilakukan sebagai komitmen sekaligus sinergi antara Kementerian PUPR dan Kejaksaan RI dalam membangun infrastruktur negeri.***/uli
DELI SERDANG, JAYAKARTA NEWS – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meracik ramuan Biosaka yang terbuat dari bahan alami dedaunan dan rerumputan di sekitar persawahan Deli Serdang, Sumatera Utara. Di sana, SYL terlihat tengah meremes segenggam rumput dan daun hingga homogen untuk kemudian disaring dan dipisahkan ampasnya. Hasil biosaka yang sudah homogen bisa langsung diaplikasikan ke tanaman dengan semprot sistem ngabut.
Dijelaskan SYL dalam Siaran Pers Kementan, Senin (24/10), cara ini sangat mudah namun memiliki manfaat yang cukup besar terutama dalam merangsang pertumbuhan tanaman dengan bagus.
“Kita hanya meremes daun lalu meraciknya menjadi sebuah ramuan biosaka hingga homogen. Nah ramuan itu yang kita gunakan untuk meningkatkan kondisi tanaman,” ujar SYL sebelum menanam padi bersama di Kecamatan Bringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (22/10).
SYL mengatakan, Biosaka sendiri diambil dari kata bio atau tumbuhan. Adapun saka itu singkatan selamatkan alam dan kembalikan ke alam. Racikan ini sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama dan bahkan sudah terbukti memiliki enzim bahan kimia yang bagus untuk pertumbuhan tanaman.
“Kita hanya tinggal meraciknya selama 10 sampai 15 menit. Lalu setelah itu homogen ditarik keluar tangannya. Itulah biosaka yang siap digunakan,” katanya.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan bahwa penggunaan biosaka dapat dilakukan bermanfaat dan hemat biaya karena gratis buatan sendiri, mengurangi hama penyakit serta bagus untuk pertumbuhan dan produksi. Ini sudah dipraktekkan di Blitar, di Grobogan, Sragen, Blora, Jatisari dan lainnya serta kajian demplot dan uji lab.
Biosaka yang digagas Muhamad Ansar dari Blitar ini bisa diaplikasikan pada padi, jagung, kedelai, sayuran, buah, tebu dan tanaman lainnya. Apalagi, tahun ini, indeks pertanaman di Kabupaten Deli Serdang harus meningkat berlipat. Terutama setelah adanya ancaman krisis pangan global yang berdampak langsung pada sektor pertanian.
“Program yang menjadi prioritas guna mengamankan ketahanan pangan nasional terhadap ancaman krisis pangan global yang telah disiapkan diantaranya mengurangi impor untuk beberapa komoditas, diantaranya adalah kedelai, substitusi impor gandum dengan sagu, sorgum, singkong dan komoditas lain serta meningkatkan ekspor porang, walet, kopi dan lainnya,” katanya.***/mel
JAYAKARTA NEWS – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan sebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) semakin menurun. Hal ini disampaikan SYL saat menggelar pencanangan vaksin masal di Desa Emplasmen, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Menurut SYL dalam Siaran Pers Kementan, Senin (24/10), melandainya PMK dikarenakan proses vaksinasi dilakukan secara masif di seluruh Indonesia.
“Seluruh Indonesia angka sebaran PMK melandai luar biasa, termasuk pada sumbernya di Jawa Timur. Tapi tentu kita tidak boleh lengah dan gegabah karena kita terus berhadapan dengan situasi dan kondisi yang tidak menentu,” ujar SYL, Sabtu.
Menurut SYL, siklus penyakit hewan maupun penyakit PMK masih terjadi di sejumlah negara. Termasuk di Indonesia. Siklus ini bahkan bisa terjadi dalam 10 sampai 15 tahun meski gejala dan skala kecepatan penyebaranya sangat berbeda-beda. Karena itu perlu dihadapi bersama dengan penuh kewaspadaan.
“PMK itu sesuatu yang tidak bisa lagi kita katakan masalah biasa-biasa saja karena PMK memang menyerang Indonesia dan hampir semua negara. Alhamdulillah kita di Indonesia dapat mengendalikanya,” ujarnya lagi.
Sebagai informasi, berdasarkan data Siagapmk.id pernah hari ini, sebaran penyakit PMK menunjukkan ada di 28 Provinsi. Meski demikian capaian vaksinasi lebih dari 4.4 juta dosis.
Kementan saat ini terus berupaya untuk meningkatkan capaian vaksinasi secara progresif yaitu dengan melibatkan personil di luar petugas kesehatan hewan yaitu mahasiswa kedokteran hewan, mahasiswa peternakan, personil TNI dan POLRI dalam pelaksanaan vaksinasi.
“Upaya ini terus dilakukan untuk meningkatkan capaian sesuai target yang diinginkan,” katanya.
Target vaksinasi untuk Sumut sebanyak 2.065.288 dosis (1.032.644 ekor), sedangkan Target vaksinasi untuk Deli Serdang sendiri sebanyak 239.802 dosis (119.901 ekor).
“Kami mendorong agar pemerintah daerah dapat mengidentifikasi permasalahan spesifik di Provinsi Sumut terkait peningkatan capaian vaksinasi serta mendiskusikan pemecahan permasalahan tersebut dengan melibatkan sektor terkait,” jelasnya.
Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Makmun menyampaikan terimakasih atas kerja keras para petugas lapangan dalam melaksanakan vaksinasi dan penandaan ternak sesuai dengan skala prioritas dan gejala yang ada.
“Prinsipnya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah harus sejalan. Dan PMK ini tidak bisa dikerjakan sendiri, kita harus bersama-sama,” jelasnya.***/mel
GRESIK, JAYAKARTA NEWS – Menteri Sosial Tri Rismaharini sambangi Balai Purbo di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu lalu, untuk memberikan bantuan mesin perahu kepada kelompok nelayan. Bantuan tersebut merupakan realisasi kunjungan Presiden dan Mensos sebelumnya di Gresik pada 20 April 2022 lalu.
“Ini tindak lanjut kunjungan Bapak Presiden ke sini. Para nelayan meminta bantuan mesin perahu. Kemudian, kita respon secara detail karena kita ingin kehidupan mereka lebih baik,” ujar Risma dalam Siaran Pers Kemensos, Senin (24/10).
Sebanyak 84 unit mesin dengan tenaga 11 horsepower dan paket sembako diberikan kepada 7 kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur dan Kroman, yaitu kelompok nelayan Metoko, Balai Pesusukan, Balai Gede, Balai Purbo, Balai Wonorejo, Balai Keling dan Balai Cilik.
Pada kesempatan tersebut, nelayan yang hadir sempat mengeluhkan murahnya harga ikan saat tangkapan melimpah. Pun sebaliknya, saat musim angin barat dan tangkapan ikan sepi, nelayan tak mendapatkan hasil meski sudah melaut berhari-hari. Akibatnya, banyak nelayan di Kelurahan Lumpur dan Kroman terjerat utang bank keliling dengan bunga mencapai 25% per 4 bulan.
Menanggapi persoalan tersebut, Mensos Risma berinisiatif melakukan pemberdayaan kepada ibu rumah tangga untuk mengolah hasil tangkapan ikan yang melimpah menjadi produk kemasan siap jual.
“Saat panen raya, yang dijual jangan sebanyak itu. Seperti biasanya saja. Sisanya diolah menjadi produk siap jual. Larang Pak, nek dodolan itu (Mahal Pak, kalau jualan produk olahan),” kata Risma.
Risma juga memotivasi para nelayan dengan menghubungi langsung Aminah, seorang mantan penjual Semanggi keliling di Surabaya. Dulu, omzet Aminah maksimal Rp150 ribu per hari. Setelah mengikuti program pemberdayaan, omzet Aminah kini bisa mencapai Rp5 juta per hari.
Lebih lanjut, Risma juga mendorong para nelayan untuk mendirikan koperasi. Risma menyampaikan bahwa bunga koperasi tidak sebesar bunga bank keliling. Besarannya bisa disepakati sesuai kemampuan saat Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Sementara itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyambut baik usulan Mensos Risma. Menurutnya, pemberdayaan ibu rumah tangga dan koperasi dapat menjaga hasil tangkap dan memberikan nilai tambah bagi nelayan. Di samping itu, koperasi dapat menjadi sumber fresh money bagi para pelayan membeli bahan bakar dan ransum mereka melaut.
Eko Juliono (34), perwakilan Gabungan Kelompok Nelayan Kelurahan Lumpur dan Kroman (Gapokan) mengungkapkan persetujuannya terhadap usulan tersebut.
“Saya setuju. Karena di sini belum ada koperasi untuk nelayan. Semoga terealisasi agar nelayan di sini bisa sejahtera dan membuka peluang untuk masuk ke industri,” kata Eko.
Di Kelurahan Lumpur dan Kroman, terdapat sekitar 1.600 nelayan dengan kurang lebih 800 perahu. Hasil tangkapan nelayan seperti Ikan Kuro, Ikan Dorang dan Ikan Kakap Putih memiliki kualitas ekspor, namun harga dari penadah tidak terlalu tinggi. Rata-rata penghasilan nelayan hanya Rp50 ribu per hari.
Kondisi inilah yang mendasari Mensos Risma mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan dan koperasi. Mensos juga meminta Bupati Gresik untuk berkoordinasi dengan kelompok nelayan terkait model pemberdayaan yang akan dikembangkan nantinya.
“Bentuknya seperti apa, nanti Bapak Bupati yang koordinasikan. Kalau kita konsisten, saya yakin tujuan baik ini tercapai,” pungkas Risma.***/mel
YOGYAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Menag Yaqut Cholil Qoumas didaulat memberikan pesan pada Apel Siaga dan dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihelat Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di DI Yogyakarta.
Gus Men, panggilan akrabnya, mengingatkan bahwa Ansor dan Banser tidak pernah gentar dan mundur ketika ada ancaman terhadap bangsa. Episode sejarah bangsa telah membuktikan hal tersebut.
“Ansor dan Banser yang lahir tahun 1934, turut serta menumpas pengkhianatan yang dilakukan PKI pada 1948 dan 1965,” tegas Gus Yaqut, sapaan akrabnya, di lapangan Alun-alun Selatan Yogyakarta, Minggu (23/10/2022).
“Ansor dan Banser juga tampil di garda terdepan saat reformasi 1998,” imbuh Gus Yaqut yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.
Kepada ribuan peserta apel yang hadir, Gus Yaqut berpesan bahwa hal terpenting yang harus dilakukan Ansor dan Banser menebar manfaat, termasuk mematuhi perintah kiai. “Apa pun perintah kiai yang diberikan kepada kita, laksanakan dengan penuh tanggung jawab karena itu pasti bermanfaat,” tegasnya.
“Kedua, jangan pernah lakukan sesuatu yang membuat kualat. Baik itu sebagai menteri, anggota DPD, DPR atau Banser, jangan sampai kita lakukan sesuatu yang membuat kita kualat,” jelasnya.
Gus Men menilai, saat ini banyak pihak yang segan Ansor dan Banser. Hal itu tidak terlepas dari sikap tegas dan kecintaan Ansor dan Banser terhadap NKRI.
“Setiap gangguan sekecil apa pun kepada bangsa, berarti mengganggu apa yang dulu pernah diperjuangkan para kiai kita, dan itu berarti menginjak harga diri dan martabat kita. Hanya ada satu kata, lawan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kesempatan ini Rois Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Masduki, Ketua Tanfidziyah PWNU DIY Zuhdi Muhdor, jajaran PP GP Ansor, PW Ansor DIY, GBPH Prabukusumo, anggota DPD RI Hilmy Muhammad dan Kakanwil Kemenag DIY Masmin Afif serta segenap jajaran.***/uli
JAYAKARTA NEWS – Salah satu bentuk dukungan program Bakti BUMN dalam Percepatan Penghapusan Kemiskinan, Perum BULOG melalui Program Aksi Berbagi memberikan bantuan Antropometri Kit kepada 17 Posyandu di Desa Cipaku, Kecamatan Paseh, Provinisi Jawa Barat.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Program Bakti BUMN harus mampu mengayomi keluarga Indonesia, khususnya masyarakat miskin ekstrem, sehingga mampu menghadirkan masyarakat desa yang sejahtera.
Erick menilai Program Bakti BUMN yang merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN memiliki peran penting dalam mendorong percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem bagi masyarakat Indonesia melalui kolaborasi beberapa BUMN.
“Salah satu contoh Bakti BUMN ialah program Desa Sejahtera yang dirancang dengan dua tujuan utama yaitu tercapainya kehidupan layak dan peningkatan pendapatan masyarakat miskin,” ujar Erick dalam Siaran Pers Bulog, Minggu (23/10/2022).
“Untuk dapat mencapat tujuan ini, BUMN akan melaksanakan lima sub program Desa Sejahtera BUMN, berupa Posyandu Sejahtera, Bersih Sejahtera, Terang Sejahtera, Pintar Sejahtera dan UMK Sejahtera,” tambah Erick.
Pemberian bantuan melalui program Desa Sejahtera oleh BULOG melalui Kantor Cabang BULOG Bandung merupakan realisasi dari instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem yang menginstrusikan kepada Menteri BUMN untuk menugaskan BUMN berpartispasi dan mendukung program penghapusan kemiskinan ekstrem.
Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Awaludin Iqbal mengatakan Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) memerlukan upaya terpadu dan sinergi tingkat pusat hingga daerah melalui tiga strategi utama, yaitu: pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.
“Pemberian bantuan 17 paket Antropometri kepada seluruh 17 posyandu di Desa Cipaku diharapkan dapat memberikan azas manfaat yang besar bagi fasilitas posyandu yang nanti menjadi sarana penunjang bagi tumbuh kembang anak bagi warga desa Cipaku”, tambah Awaludin.
Bantuan Antropometri Kit yang diberikan terdiri dari alat ukur panjang bayi, alat ukur lingkar lengan, timbangan bayi, timbangan badan, tikar pertumbuhan, skin caliper,waist ruler dan stadiometer.
Untuk tahap awal, program ini dilaksanakan di 11 Kecamatan yang ada di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar). Program yang melibatkan 17 BUMN ini berlangsung selama enam bulan sejak Oktober 2022.
Sebagai tanda dimulai Program Desa Sejahtera, BUMN telah membuat Senam Sehat Bersama Kader PKK dan Warga, Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat, Pemberian Makanan Tambahan khususnya untuk Balita dan Lansia, serta Penyuluhan bagi para Kader Posyandu yang dihadiri Deputi SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata di Balai Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jabar, Sabtu (22/10/2022)
Tedi menyampaikan program Bakti BUMN yang dilakukan BUMN selalu fokus pada dampak yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Kolaborasi antar BUMN dan juga para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, akan mampu meningkatkan dampak baik dari Program Bakti BUMN,” ucap Tedi.
Melalui BULOG Aksi Berbagi bersinergi dengan program Desa Sejahtera BUMN , BULOG akan selalu hadir mendekatkan serta menghadirkan peran perusahaan di tengah masyarakat dan menjadi wujud nyata kepedulian BULOG dalam membantu pengentasan kemiskinan di tengah-tengah masyarakat.***/mel
JAYAKARTA NEWS – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta Kapolri Jend. Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengusut kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada Anak-anak.
Permintaan kepada Kapolri disampaikan oleh Menko PMK setelah mengadakan Rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, yaitu Kemenkes, kemendag, Kemenperin dan BPPOM secara virtual. Rakor dihadiri oleh Menkes, Budi G Sadikin dan jajaran pejabat eselon 1 Kemenkes; Kepala BPOM, Penny Lukito; menteri perindustrian diwakili PLT Dirjen IKFT, Ignatius Warsito dan Menteri Perdagangan diwakili Direktur Impor Sihar Pohan.
“Pengusutan ini penting untuk memastikan ada tidaknya tindak pidana di balik kasus tersebut. Permintaan disampaikan mengingat kejadian gangguan ginjal kronis ini sudah mengancam upaya pembangunan SDM, khususnya perlindungan terhadap anak,” ujar Menko PMK dalam Keterangan Pers Minggu (23/10).
Sampai sejauh ini kasus GGPA udah menimpa 208 anak, 118 meninggal dan kemungkinan masih akan bertambah. Penyebabnya diduga kuat berasal dari cemaran zat Etilen Glikol (EG) dan Deitilen Glikol (DG) pada obat jenis sirup. Di mana bahan baku obat tersebut semuanya masih import.
Sampai sejauh ini, berdasar data Kemenkes, kasus gagal ginjal akut 2022 ini hanya terjadi di tiga negara, yaitu Indonesia (118 kematian) Gambia (50 ) dan Nigeria (28 kematian).
“Oleh sebab itu perlu diadakan pelacakan mulai dari asal muasal bahan baku, masuknya ke Indonesia hingga proses produksi obat-obat yang mengandung kedua zat berbahaya tersebut,” ungkap Muhadjir.***/mel
JAYAKARTA NEWS – Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur memiliki berbagai potensi sumber daya laut yang belum dikelola secara optimal, salah satunya adalah rumput laut. Berdasarkan data partisipatif Yayasan WWF Indonesia yang dikumpulkan pada tahun 2021, Kabupaten Alor memiliki potensi luas lahan untuk budidaya rumput laut sebesar 53.787 ha. Sementara hingga saat ini, luas lahan yang dimanfaatkan baru mencapai 28,61 ha atau sekitar 12,55% dari total luasan total.
Meski luas lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut masih tergolong rendah, namun hal perlu dilihat sebagai sebuah awal yang baik untuk pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Alor. Lokasi budidaya rumput laut di Kabupaten Alor terletak di 16 desa, yaitu di Desa Aimoli, Pante Deere, Bana, Wailawar, Munaseli, Baraler, Blangmerang, Ilu, Baranusa, Piring Sina, Kalondama Barat, Kayang, Marisa, Lamma, Alumang, dan Baengonong.
Rumput laut (seaweed) adalah salah satu tumbuhan air yang banyak ditemukan hidup di perairan Kabupaten Alor, dan menjadi salah satu komoditas unggulan sumber mata pencaharian masyarakat pesisir. Rumput laut memiliki banyak manfaat, yang dapat diolah dengan metode sederhana (skala rumahan) maupun diolah melalui proses yang lebih kompleks seperti di industri pangan (es rumput laut), obat-obatan (farmasi), kecantikan, dan produk lainnya.
Dari berbagai macam jenis rumput laut yang tumbuh di perairan Alor, jenis sakol (Kappapychus striatum) merupakan spesies yang mudah ditemui dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Bibit sakol dapat dengan mudah ditemukan dan dibudidayakan di sepanjang pesisir Alor. Selain mendapatkan pasokan dari luar pulau, petani rumput laut juga membudidayakan bibit sakol untuk dapat terus ditanam kembali. Demikian dikutip dari Laman WWF, Sabtu (22/10/22).
Salah satu metode yang digunakan masyarakat untuk melakukan praktik budidaya sakol adalah teknik patok dasar. Metode ini dilakukan dengan membentangkan tali sepanjang 20-30 meter yang diikat pada patok kayu di perairan dangkal, yaitu antara 30-50 cm dari permukaan laut.
Sakol dari Alor
Berdasarkan informasi yang disampaikan salah satu pembudidaya di Desa Aimoli, Jibrael, kegiatan budidaya rumput laut di Alor sempat meredup dan nyaris berhenti sama sekali pada rentang tahun 2003-2004. Hal ini terjadi akibat turunnya harga rumput laut menjadi Rp. 5.000,-/kg, yang menyebabkan para pembudidaya rumput laut beralih ke mata pencaharian lainnya.
Salah satu jenis rumput laut yang dibudidayakan di perairan Alor; sakol (Kappapychus striatum)
Pada tahun 2010 -2016, harga jual rumput laut kembali mengalami kenaikan menjadi Rp. 11.000-16.000,-/kg dan pada pertengahan tahun 2021 harga jual rumput laut kering telah mencapai Rp. 28.000,-/kg, kondisi ini pun mendorong para pembudidaya rumput laut kembali berbondong-bondong memulai usaha budidaya rumput laut.
Darsono Sali, salah satu tokoh dari Forum Rumput Laut Alor (FoRLa-Alor), berpendapat bahwa sakol merupakan jenis rumput laut yang sesuai dengan kondisi geografis Kabupaten Alor saat ini. Selain sakol, masyarakat di Alor juga banyak yang melakukan budidaya rumput laut kotoni (Kappaphycus alvarezii). Namun hasil panen jenis kotoni dinilai tidak bisa menghasilkan produksi jenis sebanyak sakol, karena kurangnya kemampuan adaptasi dengan kondisi perairan dangkal setempat.
Meski demikian Rahmad salah seorang pembudidaya rumput laut di Pulau Kangge, Alor, mengungkapkan bahwa rumput laut jenis sakol juga memiliki kelemahan, yaitu pada kualitas bibit yang digunakan. Kualitas bibit yang diambil dari hasil panen budidaya tidak sebaik sakol yang memang khusus diperuntukkan untuk pembibitan. “Pada saat panen, bobot dari sakol ini jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan jenis rumput lainnya seperti kotoni, sehingga membutuhkan jumlah rumput laut yang banyak untuk meningkatkan jumlah keuntunganu” ungkap Rahmad.
Hal serupa juga disampaikan oleh Darsono Sali “Bibit rumput laut yang dibudidayakan di perairan Alor berasal dari Nusa Penida yang dihibahkan pada tahun 2009. Kemudian dikembangkan dengan mengambil bibit rumput laut dari hasil panen budidaya sebelumnya untuk penanaman berikutnya. Hal ini diduga mempengaruhi kualitas dari rumput laut itu sendiri.”
Tantangan Pembudidaya Rumput Laut di Alor
Ada beragam tantangan yang kerap dihadapi oleh para pembudidaya rumput laut di Kabupaten Alor, yaitu ketersediaan bibit rumput laut, kondisi lingkungan seperti suhu air laut, salinitas air laut, cuaca ekstrim (panas), pasang surut air laut, arus, serta hama yang menyerang budidaya seperti bulu babi, ikan, penyu, bintang laut, siput laut, cacing laut yang memakan rumput laut. Saat mulai memasuki musim panas, suhu perairan cenderung berubahnmenjadi tinggi, sehingga mengakibatkan rumput laut mengalami kerusakan dan mengakibatkan menurunnya hasil panen rumput laut. Selain suhu yang tinggi, biasanya hal ini terjadi saat kondisi perairan surut dan terjadi perubahan kecepatan arus air laut.
Cacing laut merupakan salah satu jenis parasit yang menjadi hama pada rumput laut
Periode panen rumput laut yang dilakukan oleh pembudidaya rumput laut di Kabupaten Alor cukup bervariasi, dengan kisaran umur panen antara 45-60 hari dan dilakukan berdasarkan kondisi lingkungan. Salah satu penyakit yang berpengaruh pada hasil panen rumput laut adalah ice-ice. Ciri-ciri penyakit ice-ice yaitu adanya bintik-bintik merah pada thallus hingga berwarna putih sehingga thallus mudah rapuh atau hancur. Apabila rumput laut terserang penyakit ice-ice, maka panen harus dilakukan lebih cepat, agar rumput laut yang sehat masih dapat diselamatkan. Kondisi seperti ini dapat mempengaruhi kualitas karaginan pada rumput laut yang dipanen.
Umumnya, setelah panen pembudidaya rumput laut di Alor akan langsung melakukan penanaman bibit rumput laut kembali. Sebagian besar aktivitas panen rumput laut dilakukan secara parsial, dimana tidak semua tali diambil hasil panennya. Setelah dilakukan pemanenan, hasil panen rumput laut akan dikeringkan selama 1-2 hari dibawah sinar matahari.
Pengelolaan dan Daya Dukung Rumput Laut di Alor
”Rumput laut kering tersebut akan dijual ke pengepul skala kecil di desa setempat. Produk rumput laut kering di Kabupaten Alor biasanya dijual ke luar daerah seperti Makassar, Kupang, dan Surabaya. Selain rumput laut kering, rumput laut basah juga dijual ke pasar lokal untuk diperjualbelikan sebagai bahan konsumsi sehari-hari masyarakat Alor,” ujar Zaka, salah satu pembudidaya rumput laut di Desa Aimoli.
Hingga saat ini, pengolahan rumput laut di Kabupaten Alor masih dilakukan dengan sangat sederhana, dan tergolong ke dalam industri rumah tangga karena terbatasnya peralatan yang dimiliki oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan berupa es rumput laut dan dijadikan makanan olahan yang dikonsumsi oleh masyarakat lokal. Walaupun masih sedikit produk olahan rumput laut yang dihasilkan, meningkatnya minat masyarakat untuk kembali memulai budidaya rumput laut merupakan hal baik yang dapat membangkitkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Alor.
Melihat adanya berbagai beberapa tantangan yang dihadapi para pembudidaya rumput laut, berbagai upaya untuk menemulan solusi pun dilakukan agar kegiatan budidaya rumput laut berjalan lebih optimal.
Proses pengeringan rumput laut Sakol di bawah matahari
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi persolan tersebut yaitu dengan memperhatikan kapasitas atau daya dukung perairan yang menjadi lokasi budidaya rumput laut. Daya dukung perairan merupakan suatu konsep yang dikembangkan untuk mengelola sumber daya alam dan lingkungannya secara berkelanjutan, di mana hal ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penentu keberhasilan dari budidaya rumput laut.
Dengan mengetahui kualitas perairan yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut pada suatu kawasan perairan, serta mengetahui berapa besar luasan lahan budidaya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya, rumput laut dapat dikembangkan secara lebih optimal.
Pemerintah Kabupaten Alor bersama Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor, Dinas Perikanan Kabupaten alor, didukung oleh Yayasan WWF Indonesia dan Universitas Tribuana berencana melakukan kajian daya dukung perairan untuk budidaya rumput laut di Kabupaten Alor. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan informasi terhadap daya dukung lingkungan budidaya sehingga menjadi dasar untuk pengelolaan Kawasan secara bijaksana untuk keberlanjutan budidaya rumput laut.***/mel
JAYAKARTA NEWS – Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak saat ini menjadi momok baru di Indonesia. Diduga, kasus gagal ginjal ini dipicu oleh obat sirop yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas normal.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah menetapkan beberapa obat sirop yang dilarang penggunanya. Obat tersebut didominasi obat batuk, flu, dan penurun demam yang lazim dikonsumsi secara bebas.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengimbau masyarakat sementara waktu tidak mengonsumsi obat sirop untuk anak-anak. Menurutnya, bila ingin mengkonsumsi obat tersebut harus ada resep dan rekomendasi dari dokter.
“Saya imbau masyarakat supaya tidak menggunakan obat sirop sama sekali. Kecuali sudah mendapatkan rujukan dokter. Jadi terutama anak-anak 1-15 tahun mohon diwaspadai betul penggunaan obat sirop,” ujar Muhadjir di Jakarta, pada Jumat sore. Dikutip dari Siaran Pers Kemenko PMK, Sabtu (22/10/2022).
Kemenkes per 21 Oktober telah melaporkan kasus GGAPA menjadi 241 kasus. Intensitas kasus terlihat lebih tinggi dalam dua bulan belakangan. Sementara berdasarkan persentase kasus melaporkan total sembuh sebanyak 39 kasus, sedang dalam pengobatan 69 kasus dan meninggal dunia 133 kasus.
Berdasarkan hasil pemantauan Kemenkes, banyak kasus yang terjadi pada anak rentang usia 1-5 tahun dengan total 153 kasus, kemudian usia 6-10 Tahun 37 kasus, di bawah 1 tahun 26 kasus, dan 11 – 18 tahun 25 kasus.
Untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi korban fatalitas, Menko PMK meminta agar pelayanan kesehatan dari tingkat terkecil di desa atau kelurahan untuk proaktif turun dan melakukan pensisiran kasus.
Dia meminta agar Pemerintah Daerah sampai tingkat Desa dan Kelurahan di seluruh Indonesia bersama pelayan kesehatan di Puskesmas, Posyandu dan Bidan untuk mengecek dan mendata riwayat kesehatan dan obat yang dikonsumsi anak-anak.
Apalagi, dia menegaskan bahwa saat ini untuk melakukan pendataan anak-anak sudah lebih terbantu denga adanya data penanganan stunting di daerah-daerah sampai tingkat desa yang bisa membantu untuk mengecek kondisi kesehatan anak.
“Saya mohon pihak Kepala Desa, bidan desa, Kepala Puskesmas untuk menyisir anak-anak usia 15 tahun ke bawah untuk dilakukan pemeriksaan secara masif baik mereka yang sudah memakai obat sirup maupun yang belum,” ujarnya
Menko Muhadjir juga mengatakan, adanya kasus ini harus menjadi momentum reaktivasi pelayanan kesehatan dasar untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, kasus ini harus dicegah jangan sampai ketika parah baru kemudian ditangani yang kemudian bisa menyebabkan fatalitas.
“Yang paling penting kita harus cermati seluruh anak-anak yang dibawah 15 tahun di seluruh Indonesia. Tidak boleh dari pihak pelayanan kesehatan menunggu mereka datang diobati. Tetapi harus menyisir sampai tingkat paling bawah untuk dicatat riwayat kesehatan riwayat pengobatannya, sehingga kalau ada kemungkinan dikhawatirkan dia mengalami kasus serupa itu bisa dicegah sejauhnya,” ujar Menko PMK.
Pada malam harinya, Menko PMK memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPOM Penny K Lukito, dan perwakilan pejabat Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan penjelasan dan penanganan kasus ginjal akut pada anak.***/uli