Konser Bruno Mars Sukses Dorong Peningkatan Pariwisata dan Perekonomian Nasional

JAYAKARTA NEWS— Gelaran konser musik Bruno Mars yang dipromotori oleh PK Entertainment sukses digelar selama tiga hari, tanggal 11, 13, dan 14 September 2024 di Jakarta International Stadium (JIS). Bruno Mars dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, dan produser yang piawai membawakan berbagai genre musik, mulai dari pop, R&B, funk, hingga soul.

“Bruno Mars kembali berhasil mengguncang Jakarta dengan lagu-lagu hitsnya. Mulai dari ‘Treasure’, ‘Versace on the Floor’, ‘It Will Rain’, ‘That’s Why I Like’, ‘Just The Way You Are’, ‘Grenade’, ‘Marry You’ ‘Uptown Funk’ hingga lagu terbarunya ‘Die With A Smile’ yang viral dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Bambang Soesatyo, Ketua MPR yang ikut menyaksikan konser Bruno Mars di Jakarta, Sabtu malam (14/9/2024).

Bamsoet menjelaskan konser Bruno Mars di JIS, merupakan kali ketiganya konser di Indonesia. Sebelumnya penyanyi kelahiran Honolulu Hawaii ini menggelar konser pertamanya di Indonesia pada tanggal 5 April 2011, di Tennis Indoor Senayan Jakarta. Tiga tahun kemudian Bruno Mars kembali manggung di Mata Elang International Stadium Ancol, Jakarta, pada tanggal 24 Maret 2014.

“Bruno Mars mulai populer setelah merilis album debut solonya, ‘Doo-Wops & Hooligans’ di tahun 2010. Album ini memuat sejumlah lagu hits, seperti ‘Just the Way You Are’, ‘Grenade’ dan ‘Marry You’. Hingga kini Bruno Mars telah berhasil memperoleh 14 Grammy Award serta 30 nominasi Grammy Award yang mengukuhkannya sebagai salah satu musisi papan atas dunia,” kata Bamsoet, Sabtu Malam di Stadion JIS Jakarta.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI (Ormas Pendiri Partai Golkar) dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menuturkan, keberhasilan Indonesia menggelar berbagai konser musik internasional berdampak positif terhadap perekonomian nasional. Dimana perputaran uang dari konser Bruno Mars diprediksi mencapai Rp1,2 triliun. Selain itu, konser musik internasional dapat meningkatkan country branding, mempromosikan pariwisata serta budaya Indonesia kepada wisatawan mancanegara.

“Konser musik internasional mempunyai peran besar dalam mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia. Dengan menggelar konser internasional, akan menarik minat para wisatawan asing untuk datang ke Indonesia. Kedatangan para wisatawan asing sekaligus bisa mendorong sektor pariwisata yang akan meningkatkan pendapatan negara dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Bamsoet.***/din

Laura: Berjuang untuk Sembuh dan Merebut Keadilan

JAYAKARTA NEWS— Sebuah kisah nyata inspiratif difilmkan oleh sineas Hanung Bramantyo berjudul ‘Laura, a true story of a Fighter’. Edelenyi Laura Anna adalah sosok selebgram remaja yang wafat di usia muda, 21 tahun. Ia tiada setelah dua tahun dipastikan terkena lumpuh cedera syaraf tulang belakang (spinal cord injury) dalam sebuah kecelakaan di tol Jagorawi di tahun 2019.

Mobil yang dikendarai kekasihnya bernama Jojo terbalik akibat Joko mabuk karena minum alkohol sepulang dari pesta di diskotek di kawasan Blok M.

Jojo adalah cowok tak bertanggung jawab hingga ia berani mengeluarkan uang milik pacarnya saat Laura tak sadarkan diri. “Saat proses syuting film, saya memakai barang-barang pribadi milik mendiang Laura seperti kursi roda dan boneka. Ini menambah kedekatan emosional,” kata Amanda Rawles yang berperan sebagai Laura.

Semula, Amanda khawatir gagal memerankan Laura. Ini bukan hal mudah. “Ia sosok unik dan enggak mudah ditiru,” kenang Amanda yang menuai pujian dari penonton, keluarga Laura dan netizen.

“Vokal Amanda mirip banget dengan suara Laura. Saya sampai merinding,” ujar Irene, saudara Laura.

Kevin Ardilova sebagai Jojo (foto md)

Sebaliknya, Kevin Ardilova yang terpilih sebagai Jojo justru merasa gemas melihat karakter dirinya. “Aku siap dimaki penonton karena jadi sosok antagonis. Berarti peranku berhasil dan ini jadi pengalaman baru buat karirku. Walau sebenarnya as a person a human aku gemas melihat tingkah Jojo yang menyebalkan,” terang Kevin Ardilova.

Sutradara Hanung Bramantyo mengaku sangat puas melihat seni peran para aktor di film ini.
“Pemain enggak pentingkan rupa atau wajah. Tapi mampu menjiwai karakter yang ada di kehidupan nyata,” tutur Hanung.

Produser dari MD Pictures yang membuat film ini, Manoj Punjabi mengamini pendapat Hanung. “Enggak usah mirip tapi roh dapat. Bukan kita cari muka atau wajah namun jiwanya pas,” imbuh Manoj Punjabi.

Selain Amanda Rawles dan Kevin Ardilova, segerobak aktor dan aktris juga memeriahkan film Laura : Carissa Perusset, Maya Hasan, Willem Bevers, Muhamad Fauzan, Ony Seroja, Pascal Azhar, Niloufer Fadila, Fadi Alaydrus dan masih banyak lagi cameo yang lain.

Akankah hukum yang adil masih ada di Republik ini?

Jojo, kekasih Laura yang mengendarai mobil di pagi hari dalam keadaan mabuk cuma dihukum 4 tahun? Dan kini Jojo sudah menghirup udara bebas.

Setelah Perawan Desa (kasus Sum Kuning), Arie Hanggara, Vina sebelum 7 hari dan kini…. Laura.

Sebuah film tentang hukum dan HAM yang layak ditonton dan diberi punten lebih tinggi dibanding film-film lain. (pik)

Menteri Erick Thohir Nonton Galprem ‘Lembayung’

JAYAKARTA NEWS— Menteri BUMN Erick Thohir berkesempatan menonton gala premier (galprem) film ‘Lembayung’ di Studio 1 Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2024).
Didampingi stafnya, Erick Thohir tampak enyoy menikmati film horor karya debut sutradara Baim Wong ini.

“Ceritanya diangkat dari thread horor ‘Jin Poli Gigi’ yang ditulis oleh Pica di medsos Twitter,” kata Erick yang duduk bersebelahan dengan Baim Wong dan Emilka Chaidir selaku produser di bioskop yang megah di Jaksel ini.

“Saya menilai pak Baim Wong punya talenta luar biasa sebagai sutradara. Para pemain juga mampu bermain elok dan bagus walau dari sisi ceritanya cukup menyeramkan,” ungkap Erick Thohir yang memang kerap nonton beberapa film nasional yang baik dan bermutu.

Beberapa pemeran seperti Oka Antara, Arya Saloka, Yasamin Jasem, Taskya Namya, Anna Jobling (aktris dari Malaysia), Wulan Guritno dan Erik Estrada mengaku film ‘Lembayung’ sebagai film horor yang berbeda.

“Di sisi lain, Lembayung juga banyak mengupas sisi-sisi humanis manusia yang jarang diangkat ke layar lebar,” tutur Arya Saloka yang berperan sebagai dokter Teto.
Baim Wong yang juga aktor terkenal menjelaskan ketika syuting di Jogjakarta, skenario kerap diubah.

Baim Wong (kanan) dan Arya Saloka (kiri) yang bermain apik (foto tiger wong)

“Plot alias alur cerita sering saya ganti jadi begini begini yang berbeda dari cerita awalnya. Tentu, sebelumnya saya berkonsultasi lebih dulu dengan produser dan beberapa pemeran. Bagaimana kalau kayak gini ya. Enaknya begini begini enggak yang begitu begitu,” timpal Baim Wong yang pernah memproduseri film ‘Berbalas Kejam’.

Kisah cerita yang penuh kejanggalan dan kengerian terjadi di Klinik Lembayung. Runutan kejadian tragis menimpa dua perawat magang (PKL) bernama Arum dan Pica di poli gigi.
Saat Arum kerasukan, Pics berusaha membongkar misteri Klinik Lembayung sebelum sahabatnya menjadi korban. (pik)

Gitaris Grup Musik PADI Reborn Ari Tri Sosianto Rilis Album Baru ‘Inconsistency’

JAYAKARTA NEWS — Gitaris grup musik PADI Reborn, Ari Tri Sosianto merilis album baru berjudul Inconsistency. Menariknya, album ini bukan karyanya bersama band PADI Reborn yang telah membesarkan namanya, namun bersama band barunya ATS Project.

Peluncuran album Inconsistency ini sekaligus menandai perayaan usia emas Ari yang pada bulan ini genap berusia 50 tahun.

ATS Project merupakan band idealis Ari di luar PADI Reborn yang digarap bersama teman-teman lamanya. Pada album ini, Ari melibatkan dua vokalis, yakni Asrul Maharendra dan Hari Setiawan.

“Ini adalah ulang tahun saya yang ke-50, bertepatan dengan peluncuran album ‘Inconsistency’ bersama Asrul dan Hari. Kami bersyukur akhirnya proyek ini selesai, dan kami berharap ini bisa menginspirasi banyak orang, karena materi lagunya berasal dari 14 tahun lalu,” ungkap Ari di kediamanya, kawasan Villa Cinere Mas, Tangsel, Rabu (11/9/2024).

Ari Tri Sosianto dan Dina Perama Astiwi (istri )/Foto: istimewa

Album ini punya makna tersendiri bagi Ari sekaligus sebagai wujud dedikasinya di dunia musik.

“Saya merasa ini adalah titik penting bagi saya untuk terus berkarya,” urainya.

Ari bercerita, proses penggarapan album ini menyita waktu cukup lama. Ide ATS Project menurut Ari muncul ketika band PADI vakum pada waktu itu. Momen tersebut dimanfaatkan Ari untuk membuat karya karena ia merasa tidak bisa tinggal diam sebagai seniman musik.

Asrul menambahkan bahwa seiring berjalannya waktu, ada perubahan dalam aransemen lagu, meski nada-nada awal tetap dipertahankan.

“Secara fisik manusia berubah, tapi kreativitas Ari membuat lagu-lagu ini tetap bisa diproduksi dengan baik,” ujarnya.

Album ‘Inconsistency’ memuat delapan lagu yang menawarkan variasi genre, dengan garis besar tetap di jalur rock alternatif.

“Kami mencoba memasukkan banyak genre dalam album ini,” kata Hari, salah satu vokalis.

Foto: istimewa

Meski penggarapan album ini tidak melibatkan band PADI Reborn, Ari mengungkapkan jika teman-temannya di PADI sangat mendukung karya ATS Project. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran para personel PADI Reborn, yakni Fadli, Yoyo dan Rindra dalam acara tersebut.

“Teman-teman di PADI sangat mendukung. Mereka malah senang dengan karya saya di luar PADI. Buktinya mereka hadir di sini,,” ucap Ari.

Proses produksi album ini memang membutuhkan waktu panjang, dengan pengerjaan intensif dalam dua tahun terakhir. Album tersebut sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan Deezer sejak 7 Agustus 2024. Adapun lagu-lagu di album ini antara lain ‘Ces’t La Vie’, ‘Fiesta’, ‘Kamu’, ‘WYWH (Wishing You Were Here)’, ‘Horizon’, ‘Biru’, ‘No Paradise’, dan ‘Mencari Batas’. (Gus)

Gubernur Jadi Gubernur di Film “Dul Muluk Dul Malik’

JAYAKARTA NEWS— Banyak pejabat daerah yang hobi seni menunjukkan bakatnya di bidang seni. Ada yang merekam lagu yang kemudian dilelang. Ada pula yang piawai melukis dan menggelar pameran lukisan. Lain pula minat Agus Fatoni, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara yang sebelumnya Pj Gubernur Sumatera Selatan, pandai berakting ikut bermain film.

Dalam film bertajuk ‘Dul Muluk Dul Malik’ (DMDM) yang akan dirilis 12 September 2024, Fatoni berperan sebagai dirinya sendiri. “Beliau memang berbakat. Natural dan menjiwai,” lontar aktor senior Anwar Fuady yang mendampinginya sebagai pemeran utama pria.

Sutradara DMDM, Aditya Gumay yang mengajaknya bermain film bilang ia belum pernah melihat akting pejabat sebagus ini.

Aditya Gumay (foto adit)

Produksi Smaradana dan Provinsi Sumatera Selatan bergenre horor komedi ini, mengangkat budaya Sumsel dan melibatkan beberapa pemeran lokal dan dari Jakarta.

Selain Anwar Fuady, juga ikut bermain Meriam Bellina, Roy Marten, Dwi Yan, Atiek Kanser, Tessa Kaunang, Bagas Ran, Diza Reffengga dan Qya Ditra. Sutradara Aditya Gumay dibantu Amir Gumay dan Hanny Mustopha.

Produser adalah Yakup Chandra, Hokianto Syarif dan Anwar Fuady. “Saya menulis skenarionya dibantu Makmun Murod,” kata Aditya Gumay yang dikenal sebagai sutradara ‘Lenong Bocah’ dan pendiri Sanggar Ananda.

Syuting dilakukan di Palembang selama tujuh hari dan Puncak.

Meriam Bellina mengaku bangga bisa ikut meramaikan film daerah yang berbahasa Palembang. “Saya harus belajar bahasa Sumsel. Awalnya cukup sulit. Lama kelamaan terbiasa,” aku Meriam Bellina.

Beda Anwar Fuady yang berasal dan lahir di Palembang. “Saya ini ‘wong kito galo’. Syuting di Jembatan Ampera dan Sungai Musi serta objek wisata lain di Sumsel, yah seperti pulang kampung,” kenang Anwar Fuady.

Berkisah tentang Muluk yang mengantar cucunya, Malik dari Pagaralam ke Palembang guna menengok keponakannya, Nong Cik. Keponakannya ini sedang menghadapi teror hantu di sebuah wisma bersama ibunya. “Film ini seru dan lucu. Juga ada pesan anti bullying di kalangan remaja sekolah,” komentar Roy Marten.

Aktor senior ini polos mengaku bisa belajar bahasa Palembang. “Saya menghafal dialog bahasa daerah tapi berdialek Palembang. Atau berdialog Palembang tapi berdialek Sumsel. Seru juga,” timpal Roy Marten terpingkal.

Walakin, menonton DMDM kita bisa tahu metoda belajar sekolah asrama model SMA Negeri Palembang. “Juga, kita berharap generasi muda kiwari makin pintar, berakhlak baik dan berilmu agama juga baik,” doa Aditya Gumay di ujung perbincangan. (pik)

Malam Keramat: Terjebak Malam nan Gelap, Berkabut dan Penerangan Mati

JAYAKARTA NEWS— Bagaimana perjuangan ibu hamil menghadapi teror, sutradara Helfi Kardit menuangkan ceritanya di film horor berjudul ‘Malam Keramat’ yang akan beredar 12 September 2024.

“Saya terkenang perjuangan orang tua ketika saya menulis skenario film ini. Cinta mereka terus mengalir. Makanya film ini saya dedikasikan untuk kedua orang tua saya,” tutur Helfi Kardit yang juga produser dan penulis skenario.

Besarnya naluri seorang ibu terhadap kelahiran dan kehidupan anaknya.
Dini, seorang sales property yang sedang hamil berniat akan memasarkan rumah mewah yang agak sepi.

Calon pembeli pasutri Juan dan Lisa datang telat dan mengabarkan lewat WA karena ada urusan. Dini lalu bel suaminya, Arya. Suasana malam itu mencekam: gelap dan berkabut serta listrik mati. Dini menghadapi teror dan terjebak pada malam keramat nan lengang.

“Mereka harus berjuang kembali ke dimensi nyata,” ucap Helfi Kardit yang jadi motor film ini.
Pemeran utama wanita Frederika Alexis Cull mengaku baru pertama main film horor.

“Aku suka nonton film horor. Jelas aku antusias diajak bang Helfi di film ini,” papar Frederika Cull yang pernah dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2019.

“Meski disiksa, ibu harus berjuang untuk calon anaknya. Ini karakterku yaitu masuk ke emosi penonton yang paling dalam,” imbuhnya.

Pemeran lain, Samuel Rizal juga berpendapat sama. “Ceritanya unik dan relate banget jadi aku bergairah di lokasi syuting. Genre horor adalah bahasa yang mengaduk emosi orang,” terang Samuel Rizal yang juga dikenal sebagai atlet basket.

“Penonton harus nonton dengan benar. Cermati dialog-dialog para pemerannya,” ajak Samuel Rizal.

Produksi Helroad Films ini juga diramaikan sederet bintang lain yaitu Valeria Stahl, Asyatiena Ukantas, Lilis P, Amagerald, Kenta Nindia dan Nico Pomantouw. (pik)

Bamsoet Sebut Film ‘Anak Kolong’ Siap Tayang di Bioskop Awal November 2024

JAYAKARTA NEWS— Ketua MPR RI ke-16 sekaligus Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI Bambang Soesatyo menuturkan film ‘Anak Kolong’ yang diproduksi keluarga besar FKPPI bersama dengan PIM Pictures dan Garasi Film telah siap tayang.

Direncanakan gala primer film ‘Anak Kolong’ akan ditayangkan di bioskop XXI Metropole Jakarta tanggal 28 Oktober 2024, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Mulai tanggal 7 November 2024, film ‘Anak Kolong’ sudah bisa dinikmati serentak di seluruh bioskop XXI seluruh Indonesia.

“Film ‘Anak Kolong’ mengambil setting tahun 90-an dengan kehidupan keluarga TNI-Polri di dalam asrama yang khas. Bercerita tentang persahabatan lima ‘anak kolong’ yang berbeda karakter, beda pangkat orang tua dari pangkat sersan hingga jendral, perbedaan agama serta perbedaan ekonomi. Kelima sahabat ini berjuang untuk menggapai cita-cita yang diinginkan dengan segala lika-liku perjuangannya,” ujar Bamsoet usai menerima pengurus FKPPI DKI Jakarta, Kamis (5/9/24).

Pengurus FKPPI DKI Jakarta hadir antara lain Bambang Dirgantoro, Novri, Heza Arifiansyah, Rudolf Rudi Turangan, Fadjar Jerry Djalil dan Ferry Corputty.

Ia menjelaskan, istilah anak kolong adalah sebutan dalam bahasa sehari-hari untuk anak tentara atau anak yang besar di tangsi tentara. Istilah ini telah dipakai sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia. Saat masa kolonial sebutan anak kolong belum umum seperti sekarang. Pada masa itu, sebutan anak kolong hanya ditujukan kepada anak-anak serdadu rendahan, alias anak serdadu yang berpangkat di bawah kopral.

“Asal usul istilah ini berasal dari keadaan tangsi anggota KNIL yang sangat memprihatinkan. Tentara yang berkeluarga ditempatkan pada asrama dengan ukuran kecil dan berhimpitan. Karena kecilnya ruangan, sering kali tidak cukup untuk ditempati lebih dari satu tempat tidur. Akibatnya anak-anak terpaksa tidur di bagian bawah dipan atau kolong. Dari sinilah muncul istilah anak kolong,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI (Ormas Pendiri Partai Golkar) dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini memaparkan dirinya, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo, Menteri Perindustrian sekaligus Wakil Ketua Umum FKPPI Agus Gumiwang Kartasasmita dan mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman turut bermain dalam film ‘Anak Kolong’.

Bamsoet berperan sebagai seorang polisi berpangkat bintang satu yang merupakan ayah dari Salim, Pontjo Sutowo bermain sebagai guru SMA, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai pelatih di akademi militer serta Menteri Perindustrian sekaligus Wakil Ketua Umum FKPPI Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai perwira TNI dari orang tua Arya.

Lima tokoh utama dalam film ‘Anak Kolong’ adalah Arya, Salim, Ucok, Wempi dan Amira. Tokoh Arya yang diperankan Junior Robert merupakan anak seorang anggota TNI Angkatan Darat berpangkat sersan, Salim yang dimainkan oleh Antonio Blanco adalah anak seorang jenderal polisi.

Ucok anak seorang sersan anggota TNI Angkatan Laut diperankan oleh Bonny Putra, Wempi anak seorang anggota TNI Angkatan Udara berpangkat perwira diperankan Suheir Bisyir serta ⁠Aisyah Aqelah berperan sebagai Amira anak seorang perwira TNI Angkatan Darat “Film ‘Anak Kolong’ memuat pesan moral tentang berbagai perjuangan hidup.

Seperti semangat pantang menyerah hingga pentingnya menjaga pluralisme dalam kebangsaan. Diharapkan film ‘Anak Kolong’ mampu menginspirasi generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai kebhinekaan,” pungkas Bamsoet.***/din

Kuasa Gelap: Eksorsisme Versi Indonesia?

JAYAKARTA NEWS— Praktik pengusiran setan dan roh halus yang disebut eksorsisme makin populer di sejumlah negara. Sutradara Bobby Prasetyo dalam film terbarunya yang bertajuk ‘Kuasa Gelap’ mencoba menawarkan perspektif baru dari sudut pandang agama Katolik.

Trailer film berdurasi dua menit yang akan beredar 3 Oktober 2024 ini menceritakan pertarungan iman antara si baik melawan si jahat. “Film ini tentang perjalanan Romo Rendra dan Romo Thomas yang melakukan ritual eksorsisme terhadap wanita remaja yang kerasukan setan,” lontar Bobby Prasetyo usai peluncuran trailer.

Wanita remaja yang kerasukan tersebut baru saja bermain jailangkung dan mendadak sontak ia kehilangan kesadaran. Roh setan telah merasuki tubuhnya sehingga ia perlu disembuhkan dan ‘dinormalkan’ oleh dua pastur yang kerap berkhutbah di gereja n dicintai jemaat muda usia.

Semula Romo Thomas bimbang karena baru saja isteri dan adiknya tewas dalam kecelakaan.
Namun, Romo Rendra terus berusaha menyemangati iman Romo Thomas dalam pelayanan umat di gerejanya.

“Saya menyiapkan cerita ini selama empat tahun. Alur kisah atau plot terus berkembang dan diversifikasi dengan gimmick-gimmick penuh kejutan,” tutur Bobby Prasetyo berhati-hati agar tidak mengeluarkan spoiler.

Sebangun pendapat aktor senior Lukman Sardi yang berperan sebagai Romo Rendra.
“Ceritanya memang fiksi tapi hal ini pernah terjadi sebagai true story yang menimpa anggota jemaat di gereja kami. Makanya pesan dan misi film ini ihwal penguatan iman wajib dikedepankan dan penonton harus melihat sampai tamat, sampai ending,” papar Lukman Sardi yang pernah berperan sebagai Kiai Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) di film ‘Sang Pencerah’.

‘Kuasa Gelap’ yang diproduksi Paragon Pictures dan Ideasource Entertainment ini diramaikan oleh sederet pemeran berbakat yaitu Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Lea Ciarachel, Astrid Tiar, Freya Jkt 48, Delia Husein dan Erdin Werdinyana.

Penulis naskah Andri Cahyadi dan produser Robert Ronny. (pik)

Home Sweet Loan: Mimpi Memiliki Rumah

JAYAKARTA NEWS— Visinema Pictures lagi-lagi merilis trailer, poster dan original sound track (ost) yang dekat dengan kita.

Dalam film bertajuk ‘Home Sweet Loan’ (HSL) yang disutradarai Sabrina Rochelle Kalangie yang diputar khusus buat jurnalis di Epicentrum XXI, Rabu (4/9/2024), hadir lengkap produser Christian Immanuell, sutradara Sabrina Rochelle, penulis naskah Almira Bestari dan para pemeran yaitu Yunita Siregar, Derby Romero, Risty Tagor, Fita Anggriani, Ayushita Nugraha, Ariyo Wahab dan Wafda Saifan.

Plus biduanita Idgitaf yang melantunkan lagu ‘Berakhir di Aku”.

Pemeran film ‘Home Sweet Loan’ (foto arul)

“Ketika aku baca novelnya, ada rasa kedekatan dengan kita,” ucap Sabrina Rochelle.

Ya, tentang Kaluna (tokoh utama) muda, tentang cinta dan masalah keluarga.
Kaluna adalah bagian dari sandwich generation dan pekerja middle income yang menghadapi tantangan berat.

Ia bermimpi memiliki rumah dan hal ini jelas obsesi menjadi pejuang besar.
Yunita Siregar sebagai Kaluna berbagi pengalamannya selama syuting.
“Kaluna itu seorang wanita muda yang mempunyai ide dan kekuatan sebagai pejuang besar,” ungkap Yunita Siregar mantap. (pik)

‘Perjanjian Setan’ : Menakuti Anak Kos

JAYAKARTA NEWS— Agak lama sineas Farid Dermawan tidak membuat film. Setelah ‘Ambu’, tahun ini film terbarunya yang bertajuk ‘Perjanjian Setan’ siap dirilis 5 September 2024.
Produksi Multi Platinum Screen ini mengambil lokasi syuting di Cibubur, Jawa Barat. Syuting sekitar 10 hari.

Para pemeran umumnya wajah baru. Seperti Gemi Nastiti, Jessica Shania dan TJ Ruth. Mereka sebelumnya banyak berkecimpung di dunia sinetron. Pemeran lama adalah Kenny Austin dan Callista Arum.

Gemi Nastiti mengaku awalnya takut dan deg-degan. Maklum, film ini debut pertamanya.
“Saya menjajal di film pas jadi hantu. Ketika melihat akting saya di cermin, saya jadi takut kepada diri sendiri,” ucap Gemi Nastiti serius.

Toh Gemi melakoninya secara serius dan dia mendapat pujian dari sutradara.
“Gemi berperan cantik dan pas. Ini yang saya harapkan,” terang Farid Dermawan.
Kisahnya terjadi di sebuah tempat kos cewek.

Pemilik kos tidak berharap mencari cuan dari bisnisnya. Cukup bayar seikhlasnya.
Namun, bagi anak-anak kos, yang kebanyakan perantau, ada syaratnya. Mereka boleh bepergian tapi harus sudah tiba di kos sebelum magrib.

Bagi yang melanggar peraturan ini, akan dijadikan tumbal setan.”Seperti apa tumbalnya, tonton saja filmnya. Ini film yang menghibur. Teror setan yang mengamuk marah di kosan,” urai Farid Dermawan. “Saya enggak mau yang muluk-muluk. Kiat saya dalam membuat film adalah menghibur dan pesannya sampai ke penonton,” imbuhnya optimis. (pik)