Cocote Tonggo: Budaya Kepo dan Julid Dibungkus Komedi Sosial

JAYAKARTA NEWS— Cocote tonggo berarti mulut tetangga yang tak bisa diam. Bicara nyerocos tanpa batas dan nyinyir. Serba kepo (ingin tahu) dan julid (sinis).

Istilah cocote tonggo adalah bahasa Jawa kasar Mataraman.

Di film bertajuk ‘Cocote tonggo’ yang disutradarai Bayu Eko Moektito alias Bayu Skak, penggunaan bahasa Jawanya hampir 80% (ada teks bahasa Indonesianya) dan selebihnya bahasa Indonesia.

Ini adalah film yang dibuat Bayu Skak setelah Yo Wis Ben, Yo Wis Ben 2, Yo Wis Ben 3, Yo Wis Ben finale, Lara Ati dan Sekawan Limo. Semuanya berbahasa Jawa.

Film produksi Skak Studios dan Tobali Films ini mengangkat isu fenomena realitas sosial yang dibalut komedi.

Sundari Soekotjo

Pasutri Luki dan Murni menjual jamu kesuburan di kampung padat di Solo.

Mencuat sindiran dan nyinyiran yang bukan dari dalam rumah tangga tapi dari opini masyarakat tetangga.

Pemeo n sindiran kenapa jualan jamu kesuburan kok penjualnya belum dikaruniai anak ?

Ini opini dan gosip yang muncul dari pengaruh hidup berdampingan dan bertetangga.

“Ini tekanan psikologis yang serius dan harap dimaklumi. Masalahnya pasutri Luki dan Murni kuat atau enggak ditengah himpitan hidup bertetangga di Indonesia,” tanya Bayu Skak tidak melucu.

Bayu SKAK (foto tobali)

Ihwal bahasa Jawa yang digunakan di film dikatakan Bayu Skak ada coach bahasa Jawa.

“Mungkin saya salah atau kurang tepat. Karena bahasa Jawa ada di timur, barat dan tengah. Bahasa Jawa dialek Solo dan Jogja berbeda dengan gaya dan style bahasa Jawa khas Jawa Timur. Beda lagi bahasa Jawa model ngapak di Banyumas dan di pantura  Tegal dan Pekalongan. Ini saya pelajari di ilmu linguistik,” papar Bayu Skak.

Hampir sepanjang adegan, Cocote Tonggo menggiring penonton terpingkal. Baik melalui ‘pingpong’ dialog  maupun peristiwa dan situasi yang dibangun oleh para pelakunya.

Pemeran yang segerobag bermain los dan segar.

Ayushita Nugraha, Dennis Adhiswara, Bayu Skak, Marwoto, Asri Welas, Yati Pesek, Devina Aureel, Firza Valaza, Sundari Soekotjo, Benedictus Siregar sampai cameo Lesti Kejora dan Rezki Billar tampil apa adanya tapi ‘roh’ sosok yang dibawakan  sungguh ciamik dan pas.

Lokasi syuting diambil di Kampung batik Laweyan, Lokananta dan Colomadu yang seluruhnya di Solo tidak menimbulkan stigma melainkan mencuatkan kejadian nan menggelitik dan mengocok perut penonton.

Sebuah kritik sosial di lapisan menengah bawah .yang patut diberi punten. Bravo untuk Bayu Skak ! (pik)

Kolaborasi AntarSanggar Warnai Kesuksesan Festival Semarak Budaya Indonesia 2025

SURAKARTA, JAYAKARTA NEWS— Agenda tahunan Kota Surakarta, Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2025, kembali digelar untuk ke-12 kalinya di Balaikota Surakarta. Acara kedua ini berlangsung pada Sabtu (10/05/2025) setelah hari pertama pada Jumat (09/05/2025). SBI 2025 merupakan pagelaran yang secara gratis untuk umum.

Acara ini dimulai pada pukul 19.00 WIB dan akan disiarkan ulang melalui kanal YouTube resmi Semarak Budaya Indonesia. Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2025 diinisiasi oleh Pemuda Indonesia Kreatif dan Semarak Candrakirana Art Center serta disokong oleh Pemerintah Kota Surakarta. Tema “Manca Warna Puspita” tahun ini diadopsi guna menjadi lambang perayaan ke-12 diselenggarakannya acara.

Tajuk yang menggambarkan keragaman budaya Indonesia yang selaras dalam satu harmoni ini diharapkan dapat mewakili karya seniman Indonesia sekaligus menjadi inspirasi masyarakat untuk terus merawat dan mengembangkan budaya bangsa.

SBI 2025 menghadirkan berbagai sanggar dan komunitas seni dari seluruh penjuru Nusantara.

Pada hari kedua ini, penampil yang akan tampil meliputi Gladhi Beksan FK UNS – Solo, Alitalita Dance Class – Semarang, Semarak Candrakirana Art Center – Solo, ZIMAE Fashion – Karanganyar, Timeless Dance Center – Solo, Amarta Production – Solo, Almaeriee Art Dance – Riau, Mannequin Puppet Community – Bali, Tydif Studio Surabaya – Surabaya, Perwira Budaya Semarang – Semarang, Jagadhita – Solo, Ikatan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau Surakarta – Kepulauan Riau, dan Sanggar Tari Tancep – Sragen.

Acara SBI 2025 berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan yang mewarnai panggung hari kedua. Ribuan penonton dari berbagai kalangan turut hadir memenuhi pelataran Balaikota Surakarta untuk menyaksikan pagelaran akbar ini.

Salah satu performer yang belum pernah absen dalam memeriahkan festival SBI, Timeless Dance Center, kali ini menyuguhkan pertunjukkan fusion yaitu perpaduan antara seni teatrikal, tari tradisional, dan tari modern. Selama 15 menit tampil, komunitas dance dari Solo ini sukses menghipnotis penonton karena pertunjukannya yang memukau. 25 dancer yang unjuk gigi berasal dari berbagai kategori usia, yang mengkolaborasikan musik hiphop dan musik tradisional dalam satu penampilan.

Selain itu, terdapat penampilan yang unik dari Mannequin Puppet Community yang berasal dari Bali. Dengan membawakan pertunjukan berjudul “Duh Ratnayu”, komunitas ini berhasil memukau penonton yang hadir pada malam ini. “Duh Ratnayu” berasal dari tiga suku kata.

“Duh” berasal dari kata aduh yang merupakan kata seru sebagai ungkapan ketakjuban dan keheranan. “Ratna” adalah bunga “Ratna” sedangkan “Yu” adalah singkatan dari ayu yang berarti cantik. Judul ini merupakan implementasi dari suatu ungkapan kekaguman terhadap bunga ratna dan kisah tersembunyi dibalik paras cantiknya. Pertunjukan ini memadukan antara drama dan tari. Uniknya, pertunjukan ini menggunakan boneka sebagai perwujudan dari Ratna.

Pertunjukan Tari Tayub Dung Banteng oleh Sanggar Tari Tancep menjadi penampilan penutup.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat pada para penampil hari ini.

Foto: dok Panitia SBI 2025

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Drs. Hery Mulyono, M.M selaku Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Surakarta sebagai perwakilan Walikota Surakarta, Apriza Rizaldi Na’im, S.H., selaku Ketua Festival SBI 2025, R.Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn., selaku penasehat SBI 2025, serta perwakilan Paguyuban Putra dan Putri.

“Festival ini tidak hanya menjadi panggung seni, tapi juga menjadi ruang kolaborasi dan regenerasi bagi para pelaku budaya dari seluruh penjuru tanah air.” ujar Drs. Hery Mulyono, M.M dalam closing statement nya.

Rangkaian SBI 2025 resmi ditutup dengan pemukulan kenong oleh Drs. Hery Mulyono, M.M.,Apriza Rizaldi Na’im, S.H.,, R.Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn., serta perwakilan Paguyuban Putra dan Putri.

Kemudian rangkaian diakhiri dengan flashmob bersama seluruh penonton,penampil hari kedua, dan panitia. Acara SBI 2025 berhasil digelar dengan meriah dengan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya, Rumah Atsiri Indonesia, Semarak Candrakirana Art Center, Pemuda Indonesia Kreatif, Bank Indonesia, serta Pemerintah Kota Surakarta.***

Nyanyi Sunyi dalam Rantang: Garin Prihatin Keputusan Janggal di Pengadilan

JAYAKARTA NEWS— Korupsi soal serius, di tangan Garin Nugroho jadi fun. Politik jadi lucu. Kasus keputusan janggal di pengadilan  yang komedi jadi tragedi.

“Saya prihatin melihat kasus korupsi yang marak hampir tiap hari. Korupsi sudah jadi budaya di republik ini,” cetus sineas Garin Nugroho ketika meluncurkan film ‘Nyanyi Sunyi dalam Rantang’ di CGV GI, Jakarta, baru-baru ini.

Diinisiasi oleh KPK, Stranas Pencegahan Korupsi dan Depdagri, film ini mengisahkan janggal dan pincangnya keputusan vonis di pengadilan.

Rakyat kecil jadi korban dan mendekam di penjara. Hukum hanya menyentuh yang dibawah tapi tumpul ke  atas.

Kasus Sengkon dan Karta, Marsinah, wartawan Udin di Jogja, tragedi Tanjung Priok dan masih banyak lagi berjumpalitan di negara kita dan keputusannya kita semua sudah mafhum.

Della Dartyan : berkecamuk (foto padipadi)

Garin dengan lihai dan apik memvisualkan kasus-kasus hukum yang melibatkan wong cilik.

Seorang nenek dituduh mencuri buah cacao dan dihukum setahun di pengadilan. Padahal si nenek hanya memungut di tanah adat.

Puspa (Della Dartyan), pengacara muda menghadapi berbagai kasus penyerobotan tanah adat dan kolusi di depan matanya. Pikirannya berkecamuk ketika ia melihat seorang wanita makan tanah dan suaminya dipenjara.

Berbagai cobaan menerpa dirinya. Kakaknya, Krisna yang bekerja di NGO (lembaga swadaya masyarakat) ditekan preman yang disuap taipan yang ingin mengamankan bisnisnya.

“Saya mencoba menggambarkan bagaimana beberapa individu penegak hukum yang rentan akibat praktik kolusi antara pengusaha dan oknum pejabat. Di film ini, Puspa berjuang menegakkan keadilan dari laku yang berujung praktik kotor,” urai Garin.

Berhasil ?

Bekerjasama dengan Garin Workshop dan Padi Padi Creative, film ini berupaya memvisualkan praktik keji keputusan pengadilan dari tangan-tangan kotor dan merajalelanya kolusi.

“Meski berat, saya percaya masih ada setitik sinar terang di ujung terowongan nan gelap. Republik dan publik sedang menuju ke sana : kejujuran dan keadilan,” harap Garin.

Film ini diperkuat oleh penampilan Della Dartyan, Arswendi Bening Swara, Fajar Suharno, Alex Suhendra, Agus Becak, Nunung Rieta, Minten dan Mirkoen Awali.

Nyanyi Sunyi dalam Rantang atau ‘Whispers in the Dabbas’ telah diputar di FF Rotterdam dan mendapat applause di sana.

Ternyata, tidak hanya 4 kasus hukum seperti di film ini yang dicuatkan Garin.

Masih banyak puluhan bahkan ratusan kasus janggal yang dipetieskan, dikongkalikongi dengan oknum pengadilan dan diselesaikan secara ‘adat’ oleh mafia-mafia pengadilan ! (pik)

Claresta Taufan: Atlet Karate Merambah ke Film

JAYAKARTA NEWS— Atlet karate yang berprestasi di PON, Raden Rara Claresta Taufan Kusumarina (29 tahun) kini merambah ke dunia film. Dalam film ‘Godaan Setan yang Terkutuk’ sutradara Fahmy J Saad, Claresta didapuk dua peran sekaligus.

Ia jadi cewek bernama Ratna dan setan. “Ini karakter tak biasa. Jadi manusia oke. Tapi jadi setan?”  Tanyanya.

Jadi tokoh supranatural itu tak ada referensi. “Saya bingung. Tanya ke siapa jadi sosok abstrak?” Imbuh Claresta.

Akhirnya ia mencari medium lukisan di kanvas. “Saya tekankan pada gesture. Emosi dan motivasinya,” terangnya.

Setan itu punya niat jahat dan selalu mengganggu keluarga Donny Alamsyah.

Yang perlu digarisbawahi adalah Claresta selalu datang lebih awal 3 jam di lokasi syuting sebelum take camera.

Karena ia harus dimake up dan prostetik. “Saya selalu menjaga akting dan emosi. Ini secara teknis tinggi,” ucapnya.

Film produksi Maxima, Sinergi, Ben Films dan VLP yang akan dirilis 15 Mei 2025 ini diproduseri Yoen K dan Phillip Lesmana. Skenario ditulis oleh Kenny Gulardi dan Gerald Mamahit.

Godaan Setan yang Terkutuk juga diramaikan Poppy Sovia, Azela Putri, Aden Bajaj dan Jefan Nathanio.

“Manusia tak tahu digoda yang sangat dekat. Maka satu-satunya jalan adalah minta tolong kepada Nya. Bismillahirohmannirohim,” sambung Claresta mengucap doa cespleng.

Selain sebagai atlet karate dan presenter, Claresta juga bermain di beberapa ranah layar lebar seperti ‘Badarawuhi di Desa Penari’,  ‘Surga di Telapak Kaki Bapak’, ‘Maryam : Belenggu Jin Kafir’ dan yang akan diputar dan dikommpetisikan di FF Cannes 2025 bertajuk ‘Pangku’. (pik)

“Charlie Wilson’s War”: Sandiwara Politik di Balik Perang Soviet-Afghanistan

“Kami tidak menciptakan monster. Kami hanya memberinya gigi.” 

~ Gust Avrakotos

menyeringai, menatap foto para mujahidin yang sedang memegang senjata buatan AS. 

Di tengah dinginnya Perang Dingin, Charlie Wilson (Tom Hanks) duduk di ruang kerjanya yang mewah, menyeruput martini sambil memandangi laporan intelijen. Anggota Kongres dari Texas ini bukan sosok yang awalnya terlihat seperti arsitek perang. Tapi di balik senyum ramah dan gaya hidup hedonisnya, tersembunyi ambisi yang mengubah sejarah. 

 Permainan Rahasia yang Mengguncang Dunia

Bersama Gust Avrakotos (Philip Seymour Hoffman), agen CIA kasar berotak brilian yang bicaranya selalu penuh sarkasme, dan Joanne Herring (Julia Roberts), sosialita cantik dengan koneksi politik mematikan, Charlie membangun aliansi gelap. Mereka menyelundupkan senjata canggih—termasuk senapan Stinger, rudal darat ke udara ~ ke tangan mujahidin Afghanistan. 

“Kau pikir Kongres akan setuju membiayai perang rahasia?”tanya seorang staf. 

“ Mereka tak perlu tahu,”jawab Charlie sambol tersenyum, “ kita cukup buat mereka merasa sedang berbuat baik.”

Ironi di Balik Kemenangan

Film ini, disutradarai Mike Nichols, tak sekadar kisah heroik. Ia penuh ironi: 

– Adegan pelatihan mujahidin 

menggunakan Stinger digambarkan dengan tegang ~ bagaimana petani bersorban tiba-tiba mengubah perang dengan satu jari di pelatuk. 

– Rapat rahasia di kapal pesiar, di mana Charlie dan Gust meyakinkan senator-senator skeptis dengan data palsu dan anggur mahal. 

– Detik-detik kemenangan,

ketika helikopter Soviet mulai berjatuhan, tapi kamera menyorot wajah Gust yang muram: “Kita baru saja menciptakan masalah lebih besar.”

Sumber Cerita yang Lebih Gelap dari Fiksi

Kisah ini diambil dari buku Charlie Wilson’s War karya George Crile jurnalis yang mengungkap bagaimana Kongres dan CIA dimanipulasi untuk perang rahasia.

Arsip dokumen CIA dan wawancara dengan mantan agen mengonfirmasi hal-hal dengan samar yang bahkan film ini tak berani tunjukkan sepenuhnya :

– Dana gelap dari Israel dan Arab Saudi yang mengalir diam-diam. 

– Laporan intelijen yang dibakar, menghapus jejak keterlibatan AS. 

“Charlie Wilson’s War” bukan sekadar film sejarah. Ia peringatan: dalam politik, tidak ada pahlawan—hanya orang-orang yang bermain api, lalu kaget ketika dunia terbakar.

Akhir yang Mencekam :

 “Kita menang, kan?” Charlie bertanya pada Gust di adegan terakhir. 

“Untuk sekarang,” jawab Gust, “tapi sejarah belum selesai menertawakan kita.”

Layar memudar menjadi hitam, diiringi suara ledakan di kejauhan.

(smi••)

Semarak Budaya Indonesia 2025, Selebrasi Ragam Budaya dalam Satu Harmoni 

SURAKARTA, JAYAKARTA NEWS— Kota Surakarta kembali menjadi saksi perhelatan seni akbar bertaraf nasional, Semarak Budaya Indonesia, yang akan berlangsung pada Jumat (09/05/2025) hingga Sabtu (10/05/2025) mendatang.

Seperti tahun sebelumnya, gelaran seni ini dapat disaksikan di Balai Kota Surakarta dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Masyarakat juga dapat menikmati seluruh rangkaian acara melalui kanal Youtube Semarak Budaya Indonesia. 

Dengan mengusung tema “Manca Warna Puspita”, SBI 2025 menghadirkan gambaran Indonesia sebagai taman bunga yang penuh warna, namun tetap selaras dalam satu harmoni.

Ketua Festival Semarak Budaya Indonesia, Naim Rizal mengungkapkan bahwa tema ini dipilih tak hanya sekadar sebagai hiasan semantik, melainkan sebagai pernyataan simbolik, bahwa keberagaman budaya ialah kekuatan utama bangsa. SBI 2025 hadir sebagai panggung yang meneguhkan jati diri Indonesia melalui bentuk sumber daya seni dari berbagai penjuru Nusantara. 

Festival yang telah menginjak usia ke-12 ini diselenggarakan oleh Forum Pemuda Indonesia Kreatif bersama Semarak Candrakirana Art Center, dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surakarta, seluruh sanggar dan komunitas seni Indonesia, serta jaringan media partner nasional.

Sinergi ini mencerminkan kolaborasi strategis antara komunitas, pemerintah, dan media dalam mendorong kemajuan budaya secara inklusif dan berkelanjutan. 

Pagelaran seni ini dirancang secara holistik sebagai wadah strategis untuk menggabungkan unsur seni, edukasi, dan potensi ekonomi dalam satu kesatuan acara yang meriah.

Rangkaian acara yang ada dalam festival ini meliputi kegiatan lokakarya hingga pagelaran seni utama. Kegiatan lokakarya yang bertemakan “Aromatic Experience in Culture” kali ini akan diisi dengan pengalaman mencipta melalui fusi antara aroma dan budaya mulai pukul 10.00 hingga 15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Berkolaborasi dengan Rumah Atsiri, kegiatan ini akan membuka 4 (empat) kelas pelatihan yang akan dibagi selama 2 (dua) hari berturut-turut yakni pada hari Jumat (9/05/2025) hingga Sabtu (10/05/2025) dalam 2 (dua) sesi yang berbeda. Peserta yang mendaftar akan diberi 2 (dua) pilihan pelatihan antara lain, peracikan Eau De Toilette (EDT) dan peracikan liquid soap. 

Selain kegiatan lokakarya, SBI 2025 turut dimeriahkan oleh Galeri Wastra Dwipantera serta Pasar Karya Nusantara. Galeri Wastra Dwipantera merupakan ruang ekspresi dan apresiasi bagi kekayaan tekstil tradisional Indonesia.

Galeri yang berisikan pameran kain-kain autentik hasil karya pengrajin dari berbagai daerah di Indonesia ini akan dibuka selama festival berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) di Pendopo Balai Kota Surakarta. Kegiatan ini turut melibatkan komunitas pecinta kain tradisional serta desainer lokal untuk memperkuat narasi budaya melalui wastra Nusantara. 

Secara bersamaan, Pasar Karya Nusantara juga akan disuguhkan selama festival Semarak Budaya Indonesia ini berlangsung. Sebagai sentra ekonomi kreatif, lebih dari 30 tenant akan meramaikan area halaman parkir Balai Kota Surakarta dengan beragam produk kuliner khas daerah, karya kriya, hingga kerajinan tangan lokal.

Bukan hanya menjadi ajang jual beli, pasar ini juga diharapkan menjadi sarana interaksi budaya, yang akan turut disemarakkan dengan hiburan musik etnik mulai pukul 15.00 hingga 18.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). 

Sebagai puncak dari seluruh rangkaian, pagelaran seni utama Semarak Budaya Indonesia akan digelar mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB selama 2 (dua) hari berturut-turut. Pertunjukan ini akan menampilkan 21 delegasi seni dari sanggar dan komunitas tari yang berasal dari 11 daerah di Indonesia.

Seluruh penampil telah melalui proses kurasi untuk memastikan keberagaman, kualitas artistik, dan representasi budaya yang autentik dalam setiap gerak dan harmoni yang disajikan di atas panggung.  

Para delegasi yang telah melalui proses kurasi akan tampil dalam dua hari pelaksanaan festival dan menyuguhkan pertunjukan seni yang variatif, mulai dari tari tradisional, seni teater visual, hingga kolaborasi musik dan busana etnik.

SBI 2025 akan menghadirkan delegasi dari berbagai daerah dari penjuru Nusantara, termasuk Surakarta, Bali, Banyuwangi, Jakarta, Bandung, Riau, dan Kepulauan Riau. Tiap-tiap delegasi membawa warna dan warisan budaya dari daerah asalnya masing-masing, menjadikan festival ini sebagai miniatur Indonesia dalam panggung yang penuh harmoni.***

Indonesia Ikutkan 7 Film ke FF Cannes 2025

JAYAKARTA NEWS— Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) berpartisipasi mengikutsertakan 7 film dalam perhelatan Festival de Cannes 2025 alias FF Cannes ke 78 dari 13 s d 24 Mei 2025.

Bahkan, Menkebud Fadli Zon dijadwalkan hadir di Palme d’or (malam puncak) di Cannes, Perancis selatan.

“FF Cannes adalah ajang prestisius yang dihadiri insan-insan seluruh dunia. Dalam hal ini, Pemerintah memfasilitasi delegasi RI dari biaya sampai akomodasi,” kata Fadli Zon dalam acara Taklimat FF Cannes 2025 di CGV FX Soedirman, Jakarta.

“Saya bangga atas pencapaian sineas kita. Ini momentum baik yang sangat progresif. Kita merepresentasikan budaya RI ke kancah Internasional,” tegas Fadli Zon.

Kemenkebud yang akan mencanangkan Jakarta sebagai ‘kota Sinema’ di tahun 2027 menyemangati sineas dengan strategi ‘riding the wave’ (menunggangi gelombang) menghadapi masa depan yang cerah.

Ke tujuh film tersebut adalah ‘Pangku’ debut sutradara Reza Rahadian, ‘Jumbo’ film animasi yang meraih hampir 8 juta penonton, ‘Monster di Pabrik Rambut’ film horor karya Edwin, ‘The Mourning Journey’ sutradara Garin Nugroho dan produser Christine Hakim, biopik Rose Pandanwangi (diva seriosa) karya Robby Ertanto, ‘Ikatan Darah dan Timur’ karya Iko Uwais dan ‘Renoir’ karya Yulia Evina Bhara, produksi bersama RI dan Jepang.

Yulia Evina Bhara juga terpilih menjadi juri FF Cannes 2025 di program ‘semaine de La Critique’ (Critics Week).

Yulia akan mendampingi Presiden Juri Cannes 2025 Juliette Binoche dan juri lain  diantaranya Halle Berry.

Reza Rahadian membawa Pangku ke FF Cannes 2025 (foto kemdikbud)

Reza Rahadian yang hadir mengungkapkan ‘Pangku’ yang disutradarainya adalah perjalanan panjang yang terjadi dengan produser, juru kamera (DOP), aktor, programer, komunitas dan pengamat/kritisi film.

“Setelah diputar di JAFF Netpac di Jogjakarta lalu memperoleh award di HongKong Filmmart dan kini terseleksi ke FF Cannes,” cetus Reza Rahadian.

Pangku adalah tradisi kopi Pangku di pantura. Beberapa pemeran yang unjuk diri diantaranya Clarista Taufan (atlet karate) dan Christine Hakim.

Film ini diproduseri Arya Ibrahim selaku manajer Reza Rahadian.

Semoga sineas RI menggaet beberapa awards di FF Cannes 2025 di musim panas ini. (pik)

Pembantaian Dukun Santet: Diangkat dari Kisah Nyata di Banyuwangi

JAYAKARTA NEWS— Diangkat dari kisah nyata di Banyuwangi 1998 yang ditulis dalam unggahan thread @jeropoint 2023, film produksi MD dan Pichouse Films ini menggiring penonton tegang dan mencekam.

Disutradarai Azhar Kinoi Lubis, berlokasi di Cirebon dan pondok pesantren dibuat setingan, hasilnya sungguh cantik dan elok dipandang.

Alkisah, ratusan orang yang dituduh dukun santet dibantai secara tragis. Pelakunya orang bertopeng dan berbusana hitam ala ninja. Seorang santri bernama Satrio menjadi saksi pembantaian.

Empat gurunya dibunuh misterius. Ada yang kakinya digantung di pohon dan tulang belulang tengkorak berserakan.

Aurora Ribero sebagai santriwati Annisa (foto md)

Teror dan fitnah merajalela.

Menyasar pesantren. Para santri tanpa membela diri menjadi korban pembantaian.

Dalam suasana mencekam, Satrio mencari tahu siapa dalang insiden berdarah itu. Ia berjuang menyelamatkan dirinya dan kedua orang tuanya.

Diam-diam ternyata di ponpes juga kedapatan ustad pemuja setan dan bersekutu dengan dukun santet.

Peristiwa ini berhasil dibongkar oleh Satrio yang dibantu santriwati Annisa.

“Ada adegan yang mengerikan. Saya berpura-pura mati ditumpuk dengan belasan orang yang jadi mayat,” cerita Satrio yang diperankan oleh Kevin Ardilova.

“Memang sih hanya terjadi di film. Tapi seumur hidup saya melakukan adegan ini. Bikin merinding,” lontar Kevin Ardilova yang menyatakan surprise atas kesigapan dan kelihaian sutradara Azhar Kinoi Lubis.

Pengalaman serupa dialami Aurora Ribero sebagai santriwati Annisa.

“Saya berjalan cepat menuruni undakan di ponpes. Lihat ke bawah lihat pocong. Balik ke atas terpandang teman yang sudah lama wafat. Tengok ke arah kiri dan kanan semuanya arwah yang terbunuh. Mengerikan,” kenang Aurora Ribero.

Film horor yang akan dirilis 8 Mei 2025 ini disesaki sederet pemeran seperti Kaneishia Yusuf (putri aktor Dede Yusuf), Iqbal Sulaiman, Sasya Anastaysia, Siti Azizah Chairunnisa, Teuku Rifnu Wikana, Ariyo Wahab, Totos Rasiti, Annisa Hertami, Pritt Timothy, Ayu Dyah Pasha, Eduart Manalu dan masih banyak lagi. (pik)

Luna Maya Nikmati Serunya Omah Sultan dari Juragan 99 Trans ”Bus Rasa Apartemen Mewah”

JAYAKARTA NEWS – Unit bisnis transportasi milik Gilang Juragan 99 jadi sorotan akhir-akhir ini, karena salah satu unitnya digunakan oleh selebriti Luna Maya bersama keluarganya.

Luna Maya baru-baru ini membagikan pengalamannya menikmati perjalanan glamour bersama bus pariwisata Juragan 99 Trans, layanan transportasi premium yang menawarkan kenyamanan, kemewahan, dan fasilitas bintang lima di atas roda.

Dalam unggahan media sosialnya, Luna menuliskan, “Bus? More like moving apartment  ini bus J99 type Omah Sultan! Ada ruang tamu, karaoke, sleeper seat, sampai toilet yang nyaman — literally bakal ngasih pengalaman yang seru banget sih saat roadtrip. Living the suite life on wheels. Long trip? Feels like a party!”

Armada andalan Juragan 99 Trans, Omah Sultan, menawarkan interior elegan dengan fasilitas eksklusif yang terbagi dalam tiga kabin mewah, mampu menampung 6–15 penumpang dengan kenyamanan maksimal.

Didukung fasilitas seperti ruang tamu pribadi, kursi sleeper premium, ruang karaoke, minibar, pantry dengan microwave untuk memanaskan makanan, toilet berstandar hotel, serta sistem hiburan lengkap, setiap perjalanan terasa seperti berada di dalam suite hotel mewah.

Dengan konfigurasi kursi tidur yang nyaman, penumpang dapat beristirahat dan menikmati perjalanan panjang tanpa lelah.

Juragan 99 Trans senantiasa berkomitmen untuk hadir sebagai solusi perjalanan darat kelas atas dengan standar pelayanan terbaik. Bus pariwisata ini melayani perjalanan dari antar kota-antar provinsi ke berbagai tujuan di Indonesia, dan beberapa armada memang dapat disewa untuk berbagai kebutuhan perjalanan premium, mulai dari liburan keluarga, perjalanan eksklusif yang nyamab, hingga keperluan korporat.

“Kami mengutamakan kenyamanan, layanan prima, dan fasilitas premium. Juragan 99 Trans bukan sekadar transportasi, tapi lifestyle on a wheels,” ujar founder Juragan 99 Trans, Gilang Widya Pramana.

“Target kami, semua penumpang akan memiliki pengalaman terbaik bersama kami.” Tambanya.

Sejak kehadirannya di tahun 2018, Juragan 99 Trans terus berinovasi menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan mobilitas tanpa mengorbankan kenyamanan dan kemewahan. Juragan 99 Trans menjadi pilihan tepat bagi mereka yang mendambakan privasi, keamanan, dan layanan eksklusif dalam setiap perjalanan” Tambahnya

Juragan 99 Trans adalah layanan transportasi premium yang mengusung konsep “Luxury on the Move”, menyediakan armada bus dengan fasilitas eksklusif dan layanan personal. Dengan pilihan bus seperti Omah Sultan, Juragan 99 Trans siap mengantar Anda menikmati perjalanan penuh kenyamanan, hiburan, dan kemewahan, menjadikan setiap perjalanan tak hanya sekadar sampai tujuan, tetapi juga sebuah pengalaman istimewa. Berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan layanan terbaik,

Juragan 99 Trans menargetkan kepemilikan 60 unit bus AKAP dan pariwisata pada tahun 2025, dengan visi mencapai 100 bus dalam beberapa tahun ke depan. Dengan armada terbaik dan kru yang profesional, Juragan 99 Trans siap memberikan jaminan kepuasan pelayanan terbaik. Masyarakat bisa melakukan reservasi melalui aplikasi Juragan 99 Trans, Instagram dan Tiktok Juragan99 Trans, maupun Whatsapp di nomor 081133357799.***(Agus Oyenk)

Pengurus Baru YHPI Siap Perjuangkan Hari Puisi Indonesia sebagai Agenda Resmi Pemerintah

JAYAKARTA NEWS – Yayasan Hari Puisi Indonesia (YHPI) telah resmi mengumumkan pengurus baru periode 2025-2030. Dalam rapat yang berlangsung di Restoran Garuda, Cikini, Jakarta, Sabtu (3/5/2025), Rida K Liamsi, Ketua Dewan Pendiri dan Dewan Pembina YHPI, mengumumkan Asrizal Nur sebagai Ketua YHPI baru, menggantikan Maman S Mahayana yang telah menjabat selama 11 tahun.

Pengurus baru YHPI berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan Hari Puisi Indonesia sebagai agenda resmi pemerintah. Asrizal Nur menyatakan bahwa pihaknya siap melanjutkan komunikasi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon perihal penetapan tanggal 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia.

“Pemerintah perlu segera meresmikan hari kelahiran Chairil Anwar tanggal 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia sebagai agenda tetap pemerintah,” kata Asrizal.

Danny Susanto, Wakil Ketua YHPI, menyatakan siap mendukung dan melaksanakan program kepengurusan baru YHPI. “Melihat sikap terbuka Menteri Kebudayaan, kami optimis pengajuan hari kelahiran Chairil Anwar tanggal 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia dapat terwujud,” kata Danny.

Susunan lengkap pengurus YHPI 2025-2030 adalah sebagai berikut:

Dewan Pendiri:

  • Ketua: Rida K Liamsi
  • Anggota: Kazaini Ks dan Asrizal Nur

Dewan Penasehat:

  • Husnan Bey Fanany
  • Datuk Huzrin Hood

Dewan Pembina:

  • Rida K Liamsi (Ketua)
  • Sutarji Calzoum Bachri (Anggota)
  • Kazzaini KS (Anggota)
  • Ahmadun Yossi Herfanda (Anggota)

Dewan Pengawas:

  • Ariani Isnamurti

Dewan Pengurus:

  • Ketua: Asrizal Nur
  • Wakil Ketua: Danny Susanto dan Bastian Zulyeno
  • Sekretaris: Sofyan RH Zahid dan Willy Ana
  • Bendahara: Ewith Bahar dan Putri Tania

Manajer Program:

  • Sihar Ramses Simatupang (Penerbitan, Multimedia, Humas)
  • Herman Syahara (Dokumentasi dan Publikasi)
  • Arif D Hasibuan (Seminar dan Anugerah Sastra)
  • Yulia Basri (Pendidikan dan Pelatihan)” *** (Agus Oyenk)