Cinta Laura Menjajal Jadi Produser Eksekutif

JAYAKARTA NEWS— Dalam film komedi aksi berjudul ‘Agen +62’, dua artis terkenal Cinta Laura Kiehl dan Keanu Agl menjajal jadi produser eksekutif.

Kali ini, Cinta Laura akan memberikan penampilan berbeda dari film-film sebelumnya.

“Peranku sebagai antagonis bernama Jessica, girl boss yang keji dan jago aksi  serta simpanan pejabat,” lontar Cinta Laura di acara peluncuran trailer dan poster ‘Agen +62’ di Dapoer Ciragil, Jaksel, baru-baru ini.

“Ini tantangan baru sekaligus memberikan aku pengalaman dan penampilan berbeda. Meski terlihat centil dan slay, tetapi Jessica punya sisi gelap yang akan diungkap di film ini” terang Cinta Laura.

Pemeran Agen +62

Produksi Wahana Kreator Nusantara dan PK Films yang disutradarai Dinna Jasanti ini juga menampilkan come back-nya Rieke Diah Pitaloka di ranah film.

Juga aktor Keanu Agl untuk pertama kalinya menjadi pemeran utama sebagai agen intelijen yang memata-matai aktifitas kriminal di Indonesia.

Berkisah ihwal isu yang krusial dan menjadi fenomena masyarakat saat ini.

“Film ini mengangkat tentang situasi real di negara kita. Latar Jakarta yang realis. Keanu akan menyusuri gang-gang sempit Jakarta hingga menyamar jadi tukang bakso,” ungkap Salman Aristo selaku CEO Wahana Kreator Nusantara.

“Dengan sentuhan drama yang ringan dan menyenangkan serta pendekatan genre cerita yang lebih fresh, fun, seru dan menghibur untuk ditonton bersama di bioskop,” timpal Salman Aristo.

Akan tayang di bioskop 3 Juli 2025, harapan Salman Aristo Agen +62 bisa membawa warna baru bagi industri film nasional.

Selain Keanu Agl. yang beradu peran dengan Rieke Diah Pitaloka, seabreg pemeran lain juga mencuri perhatian yaitu Fanny Fadillah, Olga Lydia dan Chandra Satria. (pik)

Java Jazz 2025 : Sing A Long Titiek Puspa Ajak Khalayak Nyanyi Bersama

JAYAKARTA NEWS— Khalayak mengerubuti Teh Botol Sosro Hall dalam acara ‘Tribute to Titiek Puspa, Sing A Long’ pukul 19.30 – 20.30 di BNI Java Jazz Festival (JJF) hari ke dua, Sabtu (30/5/2025).

Banyak yang berdiri. Khalayak bersimpuh di lantai agar suasana lebih nyaman.

“Ini acara intelectual tribute untuk eyang Titiek Puspa. Acara ini tak datang begitu saja. Tapi dari diskusi panjang untuk ikon penyanyi tiga zaman,” sambut Dewi Gontha selaku Presiden Direktur JJF di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

“Kami dari Panitia sudah minta izin kepada keluarga eyang dan label rekamannya,” imbuh Dewi Gontha.

Benar. Titiek Puspa adalah sosok penting dalam industri musik Indonesia. Lebih 200 lagu telah diciptakannya dan beliau juga aktris film terkenal.

Di JJF 2025, lagu-lagu Titiek Puspa diaransemen baru.

Jacob Collier penampil utama (foto jjf)

Empat penyanyi lintas generasi tampil menyemarakkan acara ini. Adikara, Bilal Indrajaya, Danilla Riyadi dan Kris Dayanti (KD) mengajak khalayak ‘sing a long’ bersama.

Bilal Indrajaya yang bersuara bening menyentak melantunkan lagu ‘Kupu Kupu Malam’. Disusul Danilla membawakan lagu ‘Bimbi’ dan ‘Bing’ yang menyihir khalayak untuk hening meresapi makna lirik melankolis ini.

Tak lama kemuduan Adikara menggiring khalayak bernostgia ke alam riang gembira bersama menyanyikan ‘Apanya Dong’.

KD memukau lewat nomor ‘Cinta’, ‘Gang Kelinci’ (yang aslinya disenandungkan Lilis Suryani) dan ‘Marilah Kemari’.

‘boleh dua-duaan, asal tetap di lingkaran, tapi awas jangan pergi berduaan, nenek bilang itu berbahaya…’ di bagian refrein seluruh khalayak ikut bernyanyi. Ruangan pecah dengan nada, irama dan hentakan tangan dan kaki.

“Lirik lagu eyang Titiek Puspa mudah dihafal, sederhana dan gak njlimet. Kami kehilangan warisan musik Indonesia,” ucap Dewi Gontha.

JJF 2025 yang dihelat 30 Mei s d 1 Juni 2025 ini juga dimeriahkan jazzer penampil utama yaitu Jacob Collier, Tunde Baiyewu dan Raye.

Sederet jazzer dan biduan/biduanita lokal juga tak urung tampil prima mengesankan.

Andien, Tompi, Dwiki Dharmawan, Barry Likumahuwa, Rieka Roslan, Rizky Febian, Isyana Saraswati, Ambon Jazz, Dira Sugandi, Maliq D’Essentials, Humania dan hampir seribu pemusik dan penyanyi unjuk diri di 11 panggung pertunjukan.

Seluruh penampil sukses berinteraksi dengan khalayak dan hal itu patut diberi punten dan diapresiasi. (pik)

Dendam Malam Kelam: Cinta Terlarang, Kejahatan, Psikologi dan Supranatural

JAYAKARTA NEWS— Diadaptasi dari film Spanyol berjudul ‘The Body’ (El Cuerpo), sutradara Danial Rifky bersama Falcon Pictures mengangkatnya ke genre thriller misteri.

Berjudul ‘Dendam Malam Kelam’, film yang akan beredar 28 Mei 2025 ini berkisah ihwal cinta terlarang, kejahatan yang berputar, dendam dan alibi.

“Dibungkus psikologi dan supranatural, saya mengeksplore nya menjadi berjenis horor misteri. Ini pengalaman baru buat saya,” kata Danial Rifky yang berjaya melalui karya-karya filmnya seperti ‘Rumah Masa Depan’, ‘La Tahzan’ dan ’99 Nama Cinta’.

Jefri, dosen sederhana yang jadi direktur di perusahaan milik isterinya, Sofia. Mereka tampil rukun, namun Jefri menyimpan rahasia kelam.

Ia terlibat hubungan terlarang dengan Sarah, anak didiknya. Antara nafsu dan amarah, Jefri dan Sarah menyusun membunuh Sofia.

Sofia tewas mengenaskan. Keluarganya curiga. Jasad Sofia dibawa ke RS guna diautopsi.

Ketika disimpan di kamar mayat, mendadak jasad Sofia hilang.

Apakah diambil orang untuk menyembunyikan bukti ? Apakah Sofia berpura-pura mati ?

Muncul tokoh baru yang juga penuh misteri Dani Agustinus.

Penyidik Arya curiga bahwa Jefri adalah dalang pembunuhan.

Dalam pemeriksaan, alibi Jefri mulai terpatahkan dan diragukan. Sarah yang ikut terlibat meragukan Jefri.

Melihat situasi yang diliputi misteri, Jefri makin tertekan. “Saya keluar dari zona nyaman. Jadi pemeran antagonis yang bermuka manis,” cerita Arya Saloka yang didapuk jadi Jefri, tokoh abu-abu yang bukan pembunuh sebenarnya.

“Jefri sebagai lelaki bersalah menyimpan hubungan terlarang dengan Sarah (Davina Karamoy). Dia takut akan karma,” tutur Arya Saloka yang namanya meroket sebagai Aldebaran di sinetron ‘Ikatan Cinta’.

Suasana beda ini yang diinginkan produser HB Naveen dan Frederika ketika memfilmkan Dendam Malam Kelam. “Kami mengajak Arya Saloka yang belakangan mulai laris di ranah film. Fans dia bejibun dan kami sadar faktor itu,” terang Frederika.

Danial Rifky di film aslinya memang yang menulis skenario bersama Orio Paula dan Ara Sendim.

Beberapa pemeran lain selain Arya Saloka dan Davina Karamoy adalah Marissa Anita, Bront Palarae (aktor Malaysia), Putri Ayudia, Sigit Antonio dan Ibnu Gundul.

Malam semakin kelam.

Siapa pembunuh sebenarnya ?

Dan misteri pembunuhan Sofia pelan mulai terkuak meski jalannya berputar. (pik)

Waktu Maghrib 2: Libatkan Pemeran Anak Remaja Kesurupan di Giritirto

JAYAKARTA NEWS— Maghrib adalah saat matahari terbenam.  Dalam kepercayaan Islam, maghrib waktu beribadah saat azan berkumandang dan anak remaja dilarang keluar rumah.

Saat itulah Jin Ummu Sibyan akan mengganggu anak yang baru lahir, anak dibawah usia dua tahun dan ibu hamil.

Sutradara Sidharta Tata melanjutkan sekuel film ‘Waktu Maghrib’ ke ‘Waktu Maghrib 2’ yang mengambil syuting di Imogiri, Klaten, Piyungan, hutan di Kaliurang di sekitar Jogjakarta.

Peristiwanya terjadi di desa Giritirto saat belasan anak remaja kesurupan dan kerasukan jin.

Anantya Kirana (15 tahun) yang berperan sebagai Wulan mengaku syuting paling seru dan nyaman di hutan Kaliurang. “Menyeramkan dan horor. Tapi dilihat dari sudut pandang anak. Ini paling berkesan,” ujar Anantya.

Sultan Hamonangan sebagai Yogo (foto rapi)

Lain lagi pengalaman Sulthan Hamonangan yang jadi Yogo dan merahasiakan umurnya. “Pas syuting saya pingsan. Padahal waktu break cukup. Mungkin kelelahan,” cerita Sulthan yang dikerek tali sling baja ke atap rumah.

Sama pendapat Muzakki Ramdhan (15) yang jadi Endro dan Ghazi Alhabsyi (19) yang berperan Dewo. “Meski cuma film, tapi kami semua ketakutan. Suasana di hutan sangat gelap dan mencekam,” kenang Muzakki Ramdhan yang wajahnya diprostetik (riasan tambahan).

“Lihat muka kawan yang dimake up jadi setan mengerikan. Lihat wajah sendiri saja juga takut,” ungkap Ghazi Alhabsyi yang  di awal film bermain bola.

Bagaimana jika ada indikasi kerasukan beneran diluar film (syuting telah usai)?

“Saya baca Ayat Kursi dan doa-doa lain. Saya pernah konsultasi ke ulama dan ahli ruqyah. Disarankan kawan yang mengigau dibangunkan dan posisi tidur harus miring ke kanan. Jangan tidur telentang,” jelas Ghazi Alhabsyi.

Sidharta Tata, sutradara (foto legacy)

Aktor Omar Daniel yang jadi Adi setelah 20 tahun kemudian di Waktu Maghrib 1 jujur berkata ini film horor yang menyehatkan.

Kenapa ?

“Selaku sutradara saya berusaha menciptakan pengalaman yang profesional dan kondusif di lokasi syuting,” urai Sidharta Tata.

Strategi yang diterapkan ia membagj hari syuting untuk adegan yang melibatkan anak.  “Sebisa mungkin saya mencegah syuting sampai larut malam atau usai pagi hari. Saya wajib memberikan edukasi yang baik,” aku Sidharta Tata.

Dengan kata lain, ia melakukan pendekatan yang berfokus pada menciptakan lingkungan yang dekat dengan anak remaja.

Menjamin kesehatan dan memotifasi semangat berkarya bagi pemeran anak remaja hukumnya wajib. “Mirip bermain,” imbuhnya.

Produksi Rapi Films, Legacy, Flick dan Sky Media ini dijadwalkan akan dirilis 28 Mei 2025. (pik)

“Batu Breksi Bernyannyi”, Ekspresi Bunyi Memet Chairul Slamet

JAYAKARTA NEWS – Tebing Breksi adalah salah satu destinasi wisata Yogyakarta yang kesohor. Sebuah area pegunungan bekas lokasi tambang batu kapur, yang menjadi panorama indah. Adalah komposer kontemporer Memet Chairul Slamet, yang membuat “Batu Breksi Bernyanyi”.

Itulah tagline karya environmental art di Tebing Breksi, Gunung Sari, Yogyakarta pada hari Minggu (25/5/2025) mulai pukul 15.00 WIB. Dalam repertoar tersebut, Memet bersama Tim Gangsadewa Etnik Ensamble berkolaborasi dengan para pekerja Tebing Breksi dalam skema participatory performance.

“Momentumnya pas sekali, bertepatan ulang tahun Tebing Breksi. Agar lebih meriah dan membekas di hati, saya ajak para pegawai Tebing Breksi terlibat dalam pertunjukan ‘Batu Breksi Bernyanyi’,” ujar Memet, di Yogyakarta, Rabu (21/5/2025).

Sesuai tema, Memet dan Tim Gangsadewa bersama para pegawai objek wisata Tebing Breksi akan memainkan “musik batu”. “Agar pertunjukan lebih atraktif, kami melibatkan penata gerak, Agung Gunawan,” tambah Memet, doktor musik ISI Yogyakarta, itu.

Pelibatan para pegawai bermusik batu, digagas langsung oleh Memet sebagai bagian dari aktualisasi gagasan kreatif. “Lebih dari itu, saya harap para pegawai Tebing Breksi semakin menjiwai status Tebing Breksi sebagai situs geo-heritage yang memiliki keunikan tersendiri.

Bentang lempeng-lempeng batu purba sangat eksotis, sekaligus artistik sebagai gelaran performance musik kontemporer. Atas dasar itu pula komposer kontemporer Memet Chairul Slamet intens mengolah bunyi berbasis material alam.

Persiapan “Batu Breksi Berrnyanyi”.

Pergulatanya dengan material batu sebagai sumber kekaryaan bukan kali pertama. Musik batu telah mengantar Memet Chairul Slamet meraih gelar akademis strata doktoral. Artinya proses ekplorasi batu Dr Memet teruji baik di lapangan maupun di kalangan civitas akademika.

Selain itu, mengangkat isu ekologi dalam konteks environmental art menjadi tantangan tersendiri bagi sang komposer. Ia dipaksa mengakomodir gagasan musikal bersumber kerasnya tekstur batu. Di situlah Memet merasa harus mengasah kemampuan intuisi auditifnya.

Memet juga akan memberikan sentuhan kompositorik bersumber timbre serta tonalitas minimalis. Pemusik kelahiran Madura bahkan secara khusus mempelajari morfologi batuan menjadi karya komposisi alami yang layak diapresiasi serta dicatat sebagai tindakan ilmiah ruang ekspresi seni.

Akhirnya, Memet menemukan keindahan bunyi dari bongkahan batu serta serpihan kerikil dibalut nuansa akustik lempengan tebing batuan piroklastik. Lahirlah karya “Batu Breksi Bernyanyi”. (*)

Komposer kontemporer, Dr Memet Chairul Slamet.

Rio Dewanto Terlibat Film Legenda Kelam Malin Kundang

JAYAKARTA NEWS— Malin Kundang adalah cerita legenda rakyat warga Sumatera Barat. Tentang seorang anak yang durhaka dan dikutuk ibunya menjadi batu.

Di tangan sutradara Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat, cerita ikonik ini diadaptasi menjadi modern dan bernuansa baru sesuai dengan generasi zaman now. “Kami melakukan pendekatan baru yaitu menggali lebih dalam aspek psikologis dan emosional,” ujar Kevin Rahardjo dalam acara peluncuran poster film ‘Legenda Kelam Malin Kundang’ di Jakarta, baru-baru ini.

Produksi Come & See Pictures ini dibintangi Rio Dewanto, Faradina Mufti, Nova Eliza dan Vonny Anggraini.

Dikisahkan, Alif, perupa, mengalami kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya sebagian ingatan. Dijemput isterinya, Nadine dan anaknya di Rumah Sakit.

Alif terkejut ibunya datang berkunjung. Namun, Alif tak ingat sosok ibunya. Terjadi konflik batin.

Alif menjadi anak durhaka. Ia mengalami trauma dan bertanya apa definisi dari sebuah keluarga. “Film ini membawa penonton masuk kedalam kepala Alif  dan ikut merasakan kebingungan dan trauma yang ia alami,” ungkap Rio Dewanto yang berperan sebagai Alif.

Faradina Mufti sebagai Nadine (isteri Alif) tetap menjaga keluarga agar tidak tercerai berai.

Legenda Kelam Malin Kundang yang dijadwalkan tayang akhir 2025 ini adalah kombinasi akting yang kuat, sinematografi yang menawan dan re-interpretasi dari cerita klasik ke thriller psikologis. (pik)

Tiket Konser Rossa Here I Am Diskon 15 Persen, Ini Daftar Harga dan Cara Klaim Voucher di MyPertamina

JAYAKARTA NEWS – Konser Here I Am Rossa yang sangat dinanti-nantikan akan segera diselenggarakan pada 23 Mei 2025 di Indonesia Arena, Jakarta.

Mendampingi Rossa di panggung, sederet guest star menarik siap memeriahkan konser ini, antara lain Bernadya, Yura, JKT48, Dipha Barus, Rimar, Jemimah, Awdella, dan Syirilla. Demikian dikutip dari Laman Kabar BUMN, Rabu (14/5/2025).

Dengan penampilan spektakuler dari para bintang tamu ini, konser ini dijamin akan menjadi momen yang tak terlupakan. Sudahkah kamu mengamankan tiketnya?

Agar momen menonton konser ini lebih hemat, kamu bisa memanfaatkan promo diskon tiket konser Here I Am Rossa melalui aplikasi MyPertamina.

Cukup tukarkan 0 poin kamu, dan nikmati potongan harga 15% tanpa harus mengeluarkan poin yang banyak.

Promo ini berlaku dari 1 hingga 23 Mei 2025, jadi jangan sampai terlewat!

Daftar Harga Tiket yang Didiskon

Berikut daftar harga tiket yang bisa kamu beli dengan diskon 15% melalui aplikasi MyPertamina (harga sudah termasuk pajak dan biaya admin, dan tiket yang masih tersedia):

– Diamond: Harga normal Rp4.040.000, diskon jadi Rp3.436.250

– Gold Center: Harga normal Rp2.545.000, diskon jadi Rp2.165.500

– Gold: Harga normal Rp2.027.500, diskon jadi Rp1.725.625

– Silver Center: Harga normal Rp1.740.000, diskon jadi Rp1.481.250

– Silver: Harga normal Rp1.395.000, diskon jadi Rp1.188.000

– Festival Left: Harga normal Rp705.000, diskon jadi Rp601.500

– Festival Right: Harga normal Rp705.000, diskon jadi Rp601.500

Cara Klaim Voucher Diskon Mudah dan Cepat

Cukup download aplikasi MyPertamina, buka menu “Poin Anda”, dan pilih voucher diskon 15% untuk tiket Here I Am Concert Rossa.

Setelah menukarkan voucher, salin kode yang diberikan.

Kemudian, buka aplikasi tiket.com, cari acara “Rossa Here I Am Jakarta”, pilih kategori tiket, dan masukkan kode voucher saat verifikasi. Isi data diri dan lanjutkan pembayaran.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, kamu bisa mendapatkan diskon 15% dan menikmati konser dengan harga lebih terjangkau.***/mel

Tak Ingin Usai Disini: Cinta dan Pengorbanan

JAYAKARTA NEWS— Diadaptasi dari film Korea berjudul ‘More Than Blue’ (2009), sutradara Robert Ronny mengangkatnya ke film bertajuk ‘Tak Ingin Usai Disini’ yang akan dirilis 5 Juni 2025.

Produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment ini berkisah tentang cinta dan pengorbanan.

Berteman sejak SMA, K dan Cream saling dukung dalam suka dan duka. Namun, K tak terbuka menyatakan cintanya terhadap Cream. Perjanjian nikah yang emosional ini membuat penonton penasaran.

Hidup K penuh tantangan. K menyimpan rahasia. Ia terkena penyakit kanker yang mematikan. Hidupnya tak lama lagi.

Vanesha Prescilla sebagao Cream (foto paragon)

Diam-diam ia mendambakan agar Cream bahagia meski harus melepaskannya.

K mencarikan pasangan yang cocok untuk Cream karena ia tak ingin hati Cream terluka. Dokter Armand yang baru putus dengan kekasihnya dijodohkan dengan Cream.

Bagaimana ending kisah film bergenre drama romantis ini ?

“Ini trailer baru dirilis. Saya nggak mau spoiler,” ucap Robert Ronny diiyakan produser Andi Boediman.

Pemeran K adalah Bryan Domani. Sedangkan pemeran Cream ditunjuk Vanesha Prescilla.

Ikut bermain juga Devina Karamoy, Rayn Wijaya, Jinan Safa, Indian Akbar, Anya Zen, Tanta Ginting dan Rukman Rosadi.

Vanesha Prescilla setelah bermain di film ‘Backstage’ yang disutradarai Robert Ronny, mendadak mendapat sounding dari yang bersangkutan.

“Yuk Vanesha come back ke film lagi. Iya mas Ronny, kita lihat nanti,” cerita Vanesha ihwal wejangan dari Robert Ronny. Dua tahun berlalu. Tiba-tiba ia disounding agar bersiap untuk peran Cream di film ‘Tak Ingin Usai Disini’.

Bagaimana hasil dan akting Vanesha Prescilla, yuk kita lihat ! (pik)

Mungkin Kita Perlu Waktu: Luka, Doa dan Kesempatan Kedua

JAYAKARTA NEWS — Psikolog Elisabeth Kubler Ross mengemukakan setiap manusia mengalami lima fase psikologi. Penyangkalan (denial), kemarahan (anger), negosiasi (bargaining), depresi (depression) dan penerimaan (acceptance).

Fase tersebut dialami oleh tiga tokoh utama dalam film ‘Mungkin Kita Perlu Waktu’ (MKPW) atau ‘All We Need is Time) besutan sutradara Teddy Soeriatmadja yang akan tayang di bioskop mulai 15 Mei 2025.

Film drama berdurasi 90 menit ini mengisahkan perjalanan emosional sebuah keluarga yang dilanda duka akibat kehilangan salah satu keluarganya.

Kehidupan Restu, Kasih dan anaknya bernama Ombak semula solid dan utuh. Namun, sejak kepergian Sarah (anak pertama) yang wafat, hubungan mereka merenggang

Alih-alih saling menguatkan, ketiganya terjebak dalam kesedihan masing-masing. Komunikasi makin buruk.

Sha Ine Febriyanti bermain apik dan wajar (foto karuna)

Sementara Ombak menjalin hubungan dengan Aleiqa yang bipolar, hubungan mereka makin penuh dinamika. Terjadi salah paham. Ayah menyalahkan Ombak. Dan Ombak tak mau dituding sebagai biang kerok. Ribut.

Kasih belakangan ingin ber-umroh menenangkan diri.

Keluarga mereka bagaikan bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Lukman Sardi mengalami luka dan penerimaan (foto karuna)

Happy ending ? Sad ending ?

“Saya mengajak penonton menyelami setiap tahap secara pelan dan manusiawi,” papar Teddy Soeriatmadja.

Ia mengakui, kiat permasalahan tidak linear namun tetap menuju pemulihan.

Padahal, Teddy menghadirkan sosok psikolog wanita yang didatangi Ombak sebagai obat mujarab segala masalah yang menerpa dirinya.

MKPW hasil kolaborasi Adhya Pictures, Kathanika  Films dan Karuna Pictures ini pernah diputar perdana di ajang JAFF Netpac di Jogjakarta ke 19, 2 Desember 2024 dan menjadi sorotan ramai penonton.

Tiga tokoh utama yang diperankan oleh Lukman Sardi (Restu), Sha Ine Febriyanti (Kasih) dan Bima Azriel (Ombak) bermain apik dan wajar.

Pemeran lain seperti Tissa Biani, Asri Welas dan Naura Datau juga berhasil tampil tak mengecewakan. (pik)

Dasim:  Mistisisme, Horor dan Teror Pengganggu Rumah Tangga

JAYAKARTA NEWS— Dasim adalah jin perusak dan pengganggu rumah tangga. Dengan segala cara dan tipu muslihat, suami dan isteri dibuat berselisih dan bertengkar.

Bagaimana cara mengatasinya ?

Ginanti Rona, sutradara dengan menggandeng StarVision, membuat film berjudul ‘Dasim’ mulai 15 Mei 2025.

“Jin Dasim membawa teror dan mistisisme yang mencekam ke gangguan berbahaya untuk pasutri yang baru saja menikah dan tengah menyambut kelahiran buah hati pertama mereka,” kata Ginanti Rona.

Dari awal Ginanti dan tim melakukan riset dan konsultasi ke tokoh agama Islam.

“Hal ini agar memberikan alasan kuat mengapa sosok jin Dasim bisa meneror dan memiliki tipu daya yang menyesatkan pasutri. Film ini akan memberikan sensasi ngeri, curiga, sekaligus berteriak saat menonton,” ungkap Ginanti.

Pasutri Arman dan Salma (foto starvision)

Produser Ir Chand Parwez Servia mengemukakan, gangguan-gangguan dalam rumah tangga ini tak hanya diwujudkan dalam drama tapi juga horor yang meneror dan terasa mengerikan.

“Namun, kami berharap penonton juga bisa mengambil nilai penting tentang menjaga suatu hubungan agar tak pernah dihampiri sosok Dasim,” tutur Chand Parwez Servia.

Pemeran utama, Zulfa Maharani juga melakukan perubahan dan tampilan berbeda.

“Saya memerankan Salma sebagai sosok isteri yang taat bukan hanya kepada suami namun juga ajaran agama,” ujar Zulfa Maharani.

Suaminya bernama Arman diperankan Omar Daniel.

Ketika Salma hamil dan Arman tengah mengerjakan proyek besar yang membuatnya kerap lembur, teror merajalela.

Jin Dasim kerap datang mengganggu mereka.

Konflik dengan mertua, ditambah kecurigaannya bahwa Arman selingkuh hingga Salma mengandalkan tetangganya yang misterius.

Dasim yang dikurasi LSF untuk 17 tahun ke atas ini dibintangi Omar Daniel,  Zulfa Maharani, Adinda Thomas, Meriam Bellina, Dinda Kanyadewi, Morgan Oey, Arswendy Bening Swara, Yatti Surachman, Grace Ayu,Tania Hantara dll mampu berakting secara baik dan menampilkan dimensi yang berbeda.

Sebuah dunia yang realistik selain mengandalkan ‘jumpscare’, Ginanti Rona  juga lihai merancang adegan nan apik dan artistik. (pik)