Mendagri Ajak Kadin Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama-sama dengan pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan energi. Kunci utama untuk mewujudkan itu dengan menyediakan pangan yang cukup, mudah dijangkau oleh masyarakat, kualitas yang baik, dan layak dikonsumsi.

“Kita bisa bekerja sama pemerintah dan dunia usaha, terutama dunia usaha untuk memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi kita,” kata Mendagri dalam acara Musyawarah Khusus Nasional (Munassus) Kadin tahun 2022 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis (23/6/2022).

Mendagri menyampaikan, pandemi yang mulai melandai menjadi momentum untuk melakukan pemulihan. Meskipun perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina memberikan dampak terhadap upaya pemulihan karena keduanya penghasil pangan dan energi. Ketika suatu negara mengalami krisis pangan dan energi sebagaimana yang terjadi di Sri Lanka, akan memberikan efek domino pada sektor lainnya, termasuk sektor keamanan karena terjadi demo di mana-mana yang berakhir pada krisis politik.

“Negara lain juga sudah terjadi seperti di Pakistan dan bahkan kalau ini berlanjut ini akan berdampak luas termasuk di Indonesia karena banyak negara sudah mulai menutup produksi pangannya untuk ekspor. Nah kita harus berusaha agar krisis pangan energi akibat perang Ukraina dan Rusia ini dapat kita atasi juga sama seperti kita menangani pandemi,” terangnya.

Dia mengingatkan, Indonesia merupakan negara besar nomor empat di dunia dan memiliki letak yang strategis untuk memproduksi pangan. Mendagri menegaskan hal tersebut menjadi peluang, terlebih bagi anggota Kadin yang memiliki insting kewirausahaan, termasuk dalam hal produksi pangan seperti mengolah tanah yang kosong.

“Kalau teman-teman pengusaha (melihat) lahan kosong ini untuk udang, padi, gandum, banyak sekali. Nah di situlah kita minta pemerintah yang didominasi oleh birokrat ASN ini ya kita ngerti soal regulasi aturan, tapi kalau soal peluang lebih jagoan teman-teman pengusaha daripada kita. Di sinilah kita pada pengusaha untuk membantu memperkuat ketahanan pangan,” jelasnya.

Mendagri menegaskan pula, Kadin merupakan organisasi pengusaha yang menjadi mitra pemerintah dan diakui undang-undang. Kadin memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian negara, yang sebagian besar produk domestik berasal dari swasta. Oleh karena itu, ketika negara ingin melompat perekonomiannya, maka swasta harus diperkuat.

“Tunjukkan dengan kinerja agar publik melihat bahwa Kadin itu bukan hanya sekadar nama, tapi Kadin memberikan manfaat untuk rakyat dan untuk bangsa,” tandas Mendagri.***/ebn

Pertamina Apresiasi Kepolisian Banten Ungkap Praktik Curang SPBU di Kibin Serang

JAYAKARTA NEWS – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Subholding Regional Jawa Bagian Barat memberikan sanksi penutupan SPBU selama 6 bulan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3442117 Gorda di Kibin, Kabupaten Serang yang melakukan kecurangan  dengan memodifikasi mesin dispenser.

Sanksi tersebut diberikan karena ditemukan adanya kegiatan penjualan BBM dengan cara memodifikasi mesin dispenser menggunakan alat berupa remote control. Kegiatan penjualan BBM berjenis Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar dilakukan  petugas SPBU dengan cara melakukan pengaturan pada mesin dispenser yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan alat berupa remote control.

Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengungkapkan, tidak akan mentolerir jika ada oknum SPBU yang melakukan tindakan kecurangan seperti ini, mengatur takaran dengan alat modif remote control ini sangat merugikan masyarakat. Maka sanksi yang diberikan pun tidak segan-segan yakni berupa penutupan SPBU selama 6 bulan.

“Kami mengapresiasi serta mendukung penuh tim Polda Banten yang telah melakukan penindakan terhadap kejadian ini, sehingga BBM khususnya Subsidi bisa tersalurkan dengan baik dan semestinya kepada masyarakat yang berhak,” kata Eko dalam Siaran Pers, Kamis (23/6/2022).

Langkah kepolisian sebagai pihak yang berwenang menindak oknum pelaku kecurangan ini telah tepat dan Pertamina Patra Niaga selaku operator yang ditugaskan negara dalam mendistribusikan BBM bersubsidi mendukung sepenuhnya upaya kepolisian dalam mengawal dan mengawasi jalannya pendistribusian BBM bersubsidi ini.

Adapun SPBU terdekat dari SPBU 3442117 Gorda Kibin adalah SPBU 3442120 yang berjarak sekitar 4.5KM dan SPBU 3442102 yang berjarak sekitar 5 km.

Pertamina senantiasa mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi penyaluran distribusi BBM bersubsidi, serta apabila menemukan indikasi kecurangan dapat melaporkan kepada aparat kepolisian maupun Pertamina Call Center 135.***/mel

Mendag Zulhas: Harga Sembako Stabil, Migor Curah Dikemas Sederhana

JAYAKARTA NEWS— Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kembali melakukan blusukan ke pasar dan bertemu pedagang, mengecek harga minyak goreng dan bahan-bahan pokok di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Kamis, (23/6) pagi. Mendag Zulhas, begitu ia disapa, memastikan stok minyak goreng tersedia dengan baik dan harga stabil.

Turut mendampingi Mendag Zulhas yaitu Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan.

“Saya memastikan, keliling ke pasar-pasar. Kalau di satu pasar di Kota Bandung ini, Pasar Kosambi, ini malah lebih, stoknya lebih. Artinya itu orang sudah enggak antre, mungkin membeli seperlunya karena barangnya tersedia, harganya stabil,” tegas Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas melanjutkan, di Pasar Kosambi Bandung saat ini juga tidak ada lagi masyarakat yang mengantre minyak goreng. Harga minyak goreng curah di Pasar Kosambi Bandung, Jawa Barat sudah normal Rp14.000/liter.

“Ini sudah tidak ada antre atau rebutan lagi ya, tidak ada lagi, sudah aman. Jadi Rp14.000/liter itu di sini, belum di tempat lain, sudah terjamin,” beber Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas mengungkapkan, Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi dengan pelaku usaha minyak goreng untuk mengadakan minyak goreng curah kemasan sederhana dengan merk ‘MinyakKita”. Tujuannya agar masyarakat dapat membeli minyak goreng curah dalam kemasan sederhana di ritel modern dengan harga Rp14.000/liter dengan lebih aman dan higienis.

“Saya akan undang pengusaha-pengusaha, produsen minyak goreng, untuk mengemas minyak curah menjadi kemasan sederhana. Sehingga nanti masyarakat, ibu-bu, kalau dia belanja ke supermarket, ada minyak goreng yang harganya Rp14.000/liter dengan merek Minyakita,” terang Mendag Zulhas.

Dalam sidak tersebut, Mendag Zulhas juga melihat dan meninjau sejumlah harga bahan-bahan pokok. ”Harga sembako stabil, tidak ada kenaikan lagi. Bahkan harga cabai cenderung turun,” tegas Mendag Zulhas.

Menurut Mendag Zulhas, harga cabai merah keriting sebelumnya terpantau Rp100.000/kg lebih, sekarang sudah turun menjadi Rp80.000/kg. “Cabai rawit kemarin saya tanya di Pasar Cibubur Rp120.000/kg sekarang sudah Rp100.000/kg, jadi cenderung turun,” pungkas Mendag Zulhas.

Berdasarkan pantauan, beras medium dijual dengan harga Rp10.000/kg, beras premium Rp13.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, tepung terigu Rp10.000—11.000/kg, daging sapi Rp150.000/kg, daging ayam Rp37.000/kg, telur ayam Rp30.000/kg, cabe merah keriting
Rp80.000/kg, cabe merah besar Rp90.000/kg, cabe rawit merah Rp100.000/kg, bawang merah Rp60.000/kg, bawang putih honan Rp30.000/kg, dan bawang putih kating Rp40.000/kg.***ebn

Doni Monardo: Indonesia Butuh Banyak Pengusaha

PPAD Prosperity— Indonesia masih sangat kekurangan entrepreneur (pengusaha). Saat ini jumlah pengusaha Indonesia hanya sekitar 3-4 persen dari jumlah penduduk.

Idealnya 15-20 persen penduduk Indonesia menjadi pengusaha untuk mendorong penguatan struktur ekonomi.

Masih sedikitnya wirausaha di Indonesia ini terungkap dalam acara Komsos TNI yang dibuka oleh Aster Panglima TNI Mayjen Sapriadi di Hotel Sultan, Rabu (22/6/2022).

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh di antaranya Ketua Umum PPAD Letjen (Purn) Doni Monardo, Ketua Umum KB FKPPI Pontjo Sutowo serta perwakilan Hipakad.

Ketum PPAD Doni Monardo sebagai salah satu pembicara dalam acara tersebut mengangkat tema “Peran Keluarga Besar TNI (KBT) Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid”.

Banyak hal dipaparkan Doni di antaranya tentang kekayaan alam Indonesia dan politik kesejahteraan.

Doni juga menyinggung tentang kurangnya minat masyarakat untuk menjadi pengusaha. Padahal dengan semakin banyak pengusaha maka akan mendorong perekonomian sehingga negara menjadi makmur.

Berdasarkan catatan, saat ini jumlah entrepreneur hanya sekitar 3-4 persen dari total populasi penduduk. Jumlah tersebut masih sangat sedikit dan jauh dari ideal.

Sementara, Ketum KB FKPPI yang juga seorang pengusaha, menyebut idealnya jumlah pengusaha di Indonesia sekitar 15 persen dari populasi penduduk.

Namun Doni Monardo ingin lebih dari itu.

Doni mendorong agar jumlah pengusaha mencapai 20 persen dari populasi. Karena Doni mengimbau agar anak-anak Keluarga Besar TNI agar tidak hanya berkeinginan masuk TNI tapi juga memiliki minat di bidang lainnya. Misalnya, menjadi ahli-ahli di bidang Pertambangan, Metalurgi, Nikel, dll, sehingga ke depannya mereka bisa menjadi pengusaha.

Pentingnya pengusaha menurut Doni agar sumber daya alam yang kita miliki menjadi bernilai lebih. Ia mencontohkan, SDA Nikel. Jika dijual sebagai nikel harganya tidak setinggi ketika sudah direkayasa menjadi baterai.

Doni memberi contoh yang lain. Yaitu Masoya. Jika dibuat menjadi atsiri bisa menjadi bahan parfum Hermes yang terkenal mahal harganya.

Salah satu teman Doni, Chai telah membuktikannya. Ia menjadi eksportir minyak atsiri yang sukses.

Sebagai ilustrasi, 1 drum berisi 200 kg minyak masoya. Harga per-Kg Rp9 juta. Nilai 1 drum Rp1,8 mil

Lebih lanjut Doni mengingatkan agar para pengusaha juga melakukan kolaborasi pentahelix yaitu melalui penggalangan kerja sama antara pengusaha, pemerintah, masyarakat, akademisi dan media.

“Kita membutuhkan entrepreneur-entrepreneur untuk kemakmuran bangsa,” ucap Doni.***egy

Gandeng bank bjb, PPAD Bantu Tuntaskan Persoalan Bangsa

JAYAKARTA NEWS – Lepas subuh di hari Selasa (21/6/2022), Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo meluncur ke Bandung. Selain bertemu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Doni juga dijadwalkan hadir di ruang rapat lantai 7 Menara bank bjb, Jl. Naripan 12 – 14, Bandung untuk menandatangani nota kesepahaman antara PPAD dan bank bjb.

Begitulah. Program politik kesejahteraan yang digulirkan Doni Monardo disambut positif dunia perbankan. Satu di antaranya adalah bank bjb, sebuah bank BUMD yang didirkan sejak 20 Mei 1961, dan menjadi Bank Pembangunan Daerah pertama di Indonesia yang melantai di Bursa Efek Jakarta, sejak 2010.

Ketika menyambut Doni Monardo dan rombongan, Dirut Dirut bank bjb, Yuddy Renaldi juga mengemukakan sederet prestasi yang telah ditorehkan bank yang dipimpinnya. Secara nasional, bank bjb urutan 14 dari 107 bank di Indonesia, dan merupakan bank pembangunan daerah terbaik dan terbesar di Indonesia dengan total asset posisi Maret 2022 sebesar Rp 158 triliun.

Pria kelahiran Bogor 1964 yang mantan pejabat Bank BNI itu juga menyebutkan sebaran bank bjb sebanyak 2.804 jaringan di 14 provinsi di seluruh Indonesia. “Visi kami adalah ‘Menjadi Bank Pilihan Utama Anda’. Melalui MoU ini, bank bjb bisa memberikan support dan layanan terbaik dari sisi perbankan. Guyon kami, insya Allah lebih baik dari bank lain,” ujar pria berambut putih itu, disambut tawa dan tepuk tangan yang hadir.

Yuddy juga menyampaikan sejumlah kerjasama yang sudah dan akan terjalin. Di antaranya dengan Kodam III/Siliwangi (sejak 2020), dan dengan Mabes TNI (dijadwalkan akhir Juni 2022). “Saat bertemu Panglima TNI, kami diminta menyiapkan video untuk disebar ke seluruh teritori, agar seragam. Sedang kami siapkan,” ujar lulusan Magister Manajemen STIE IPWI Jakarta tahun 2000 itu.

Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo (kanan), dan Kabid Ekonomi PPAD, Mayjen TNI Purn Wiyarto, di Menara bank bjb, Bandung. (foto: bank bjb)

Masuk 10 Besar

Doni Monardo dalam sambutannya mengapresiasi pencapaian prestasi bank bjb. “Semoga tahun depan bisa masuk 10 besar,” doanya, dan di-amin-i para hadirin.

Kepala BNPB 2019-2021 itu juga menaruh harapan besar pasca MoU antara PPAD dan bank bjb. Di bawah kendali Kabid Ekonomi Mayjen TNI Purn Wiyarto, PPAD memiliki rencana kegiatan wirausaha, sebagai program utama organisasi. “Politik PPAD adalah politik kenegaraan dan politik kesejahteraan. Kami tidak berpolitik praktis,” tegas Doni Monardo.

Jika ada purnawirawan TNI-AD berpolitik praktis, dipersilakan melalui organisasi politik yang ada, sebagai wujud hak individu. Karena itu, tegas Danjen Kopassus 2014-2015, segenap pengurus PPAD tidak berpolitik praktis.

“Selain di politik, sesungguhnya ada bidang pengabdian lain, setelah purna tugas sebagai prajurit TNI, yakni ikut membantu pemerintah menyelesaikan persoalan yang belum terselesaikan secara maksimal, utamanya di bidang kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Dalam kurun 2,5 tahun terakhir, sejak pandemi covid-19 melanda negeri, banyak warga negara kehilangan pekerjaan. Menurut catatan resmi, jumlahnya sekitar 2 juta orang. Banyak perusahaan menurun drastis omzetnya dan mengurangi jumlah karyawan. Banyak pula industri yang tutup sama sekali.

Sementara, Doni Monardo punya pengalaman dalam sejumlah penugasan, yang jika disimpulkan sesuai dengan pepatah Inggris yang berbunyi, “a hungry man become an angry man”. “Kalau perut kosong, sangat mudah diprovokasi untuk berbuat kerusuhan,” ujarnya.

Melalui PPAD, Doni Monardo bertekad menggerakkan potensi para purnawirawan menjadi salah satu motor lajunya ekonomi negara, utamanya pasca covid-19. Setiap upaya yang dilakukan, bermuara pada terciptanya unit usaha yang produktif, sehingga mampu menyerap tenaga kerja.

“Dalam banyak kesempatan saya mengatakan, para pencipta lapangan kerja adalah pahlawan masa kini dan yang akan datang,” ujar Doni Monardo.

Di tengah kita, ada kondisi yang bisa dibilang darurat. Utamanya mereka yang hidup dalam tekanan ekonomi akibat efek pandemi. Tanpa uang dan pekerjaan, masyarakat tidak bisa mendapatkan asupan makanan bergizi. Mereka juga tidak bisa mengakses kesehatan yang layak, termasuk akses pendidikan bagi putra-putrinya. “Sehingga kalau ada purnawirawan yang berhasil menciptakan lapangan kerja, saya katakan mereka adalah pahlawan,” tegasnya.

Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo ikut nyemplung ke tambak dan memanen udang vaname di tambak PT Parigi Aquakultura Prima, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. (foto: bidkom ppad)

Karena itu pula, PPAD terus menggeliat menjalin kerjasama dengan para pihak. Termasuk dengan PT Parigi Aquakultura Prima, perusahaan yang sukses dengan budidaya udang vaname di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Saya sudah mempelajari, sukses PT PAP antara lain berkat disiplin manajemen serta water treatment atau ekosistem yang baik. Tak heran jika tambak udang di sana, satu hektare bisa menghasilkan 70 ton, sementara tambak-tambak kebanyakan kurang dari 30 ton,” tambahnya.

Kini, sukses PAP sudah menjadi buah bibir nasional. Perkampungan tempat tambak udang mereka berada, menjadi sejahtera. Dulu mereka miskin, sekarang berkecukupan. Banyak yang sudah pergi umrah dan mendaftar haji. Dealer sepeda motor laris. “Pas panen raya, gaji tenaga ahli di sana mungkin sama dengan gaji Dirut bank bjb,” kata Doni berseloroh.

Hal lain yang jadi perhatian Doni Monardo adalah pengembangan sumber pangan alternatif sagu. Pada dasarnya, bangsa kita bukan bangsa pemakan nasi, tapi pemakan sagu. Beras berasal dari China. Kemudian disusul beras India.

Dari sisi bahasa, ada kemiripan antara kata “sagu” dengan “sego”, bahasa Jawa yang berarti nasi. Ada kemiripan juga dengan “sangu”, bahasa Sunda yang juga berarti nasi. Padahal, aslinya sagu sebagai makan pokok nenek moyang kita, bukan nasi dalam arti beras dari China. Sebaliknya, nasi adalah bahasa China (naxi).

“Waktu saya latihan militer di Jawa Barat, sering dengar warga Sunda bicara ‘aya sangu’? Yang artinya, ada nasi?” kata Doni sambil tertawa, mengenang awal-awal tugasnya sebagai prajurit TNI.

Di sejumlah wilayah di Tanah Air, utamanya di kawasan dengan habitat bakau yang baik, Doni Monaro juga membawa PPAD melirik peluang budidaya kepiting bakau. “Ke depan, kita kembangkan pangan sagu dikombinasi kepiting dan udang, serta sayur daun kelor, maka kita akan menjadi bangsa yang kuat dan mandiri di bidang pangan,” ujar Doni optimistis.

Sebelum mengakhiri sambutan, Doni Monardo tak lupa menyampaikan terima kasih kepada bank bjb yang berperan aktif mengucurkan dana CSR bagi program Citarum Harum. Program yang ia gagas tahun 2017-2018 saat menjabat Pangdam III/Siliwangi. “Mudah-mudahan CSR lingkungan bisa semakin ditambah karena di Jabar saya merasakan kualitas lingkungan menurun,” katanya.

Jika musim hujan, banyak terjadi banjir dan longsor yang menelan korban. Berdasar data BNPB, korban banjir dan longsor di wilayah Jawa Barat paling besar dibanding provinsi lain di Indonesia. “Semoga dengan memperhatikan ekosistem, kerugian akibat bencana alam bisa ditekan di kemudian hari,” harapnya. (egy/roso)

bank bjb Kolaborasi dengan PPAD, Mudahkan Nasabah Transaksi Perbankan

JAYAKARTANEWS – bank bjb melakukan kolaborasi dan sinergi dengan Persatuan Purnawirawan TNI – AD (PPAD) dengan menghadirkan layanan funding, lending serta transaksi yang memudahkan nasabah. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara bank bjb dengan PPAD berlangsung pada Selasa, 21 Juni 2022 di Ruang Rapat Lantai 7 Menara bank bjb, Kota Bandung.

Hadir dalam acara tersebut dari Ketua Umum PPAD yakni Letjen TNI Purn. Dr. (H.C) Doni Monardo, Ketua Bidang Ekonomi Mayjen TNI Purn. Wiyarto, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Brigjen TNI Purn. Edison Simanjuntak, Anggota Bidang Ekonomi Brigjen TNI Purn. Aminulloh, Sekretaris Bidang Hukum Kolonel Chk. Purn. Murtini, S.H., M.H, Anggota Bidang Ekonomi Een Iriawan Putra, Tim PT Parigi Aquakultura Prima (PAP).

Selain itu juga dihadiri Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi, Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini, Plt Pemimpin Divisi Hubungan Kelembagaan bank bjb Denny Mulyadi dan Pemimpin Divisi Ritel bank bjb Rudy Purwadhi.

Ruang lingkup MoU bank bjb dan Persatuan Purnawirawan TNI – AD (PPAD) meliputi Funding, Lending, serta Transaksi yaitu Sarana layanan perbankan yang membantu dan memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan meliputi Penggunaan Layanan Informasi Keuangan Perbankan, serta Jasa layanan perbankan lainnya sesuai dengan kesepakatan para pihak.

“bank bjb berkolaborasi dengan PPAD untuk menghadirkan kemudahan layanan perbankan bagi Purnawirawan TNI AD,” ujar Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.

Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo dan Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini, menunjukkan naskah kerjasama yang sudah ditandatangani kedua pihak, disaksikan Kepala Bidang Ekonomi PPAD, Mayjen TNI Purn Wiyarto (kiri), dan Dirut bank bjb, Yuddy Renaldi. (foto: bank bjb)

bank bjb dan Persatuan Purnawirawan TNI – AD (PPAD) memiliki visi dan misi yang sejalan, yakni menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Melalui kerjasama dengan PPAD ini, bank bjb juga berharap dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa atas dasar persaudaraan dan kekeluargaan serta mempererat kesetiakawanan sosial sesama anggota dan warga PPAD.

“bank bjb mendukung tugas PPAD melaksanakan kegiatan khususnya di bidang Ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarga PPAD,” kata Widi.

Menurut Widi, sinergi bank bjb dengan PPAD juga memiliki potensi kerjasama bisnis yang menjanjikan, yakni potensi pengelolaan Giro, serta potensi penggunanaan layanan bank seperti Payroll, IBC, VA dan Precious.

“Kerjasama bank bjb dan PPAD akan saling menguntungkan dan diharapkan akan mempererat hubungan kedua belah pihak,” kata Widi. (pr)

Penandatanganan MoU bank bjb dan PPAD, oleh Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo, dan Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini. Tampak Dirut bank bjb Yuddy Renaldi menyaksikan (kanan). (foto: bank bjb)

Blusukan Lagi ke Pasar, Mendag Zulhas: Migor Rp14.000/Liter Ada di 13.968 Warung Pangan dan Warung Gurih

JAYAKARTA NEWS— Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan kembali melakukan blusukan ke pasar bertemu pedagang untuk memastikan stok dan harga minyak goreng (migor) pada Rabu (22/6/2022).

Zulhas, begitu ia disapa, menyapa sejumlah pedagang migor di Warung Pangan dan Warung Gurih yang berada di sekitar Pasar Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ada tiga tempat yang dikunjungi Mendag Zulhas, yaitu Toko Cahaya di Jalan Kapitan yang merupakan bagian dari Warung Pangan dan Toko Nadia di Jalan Bekasi Timur Raya yang merupakan bagian dari Warung Gurih. Terakhir, Mendag Zulhas mendatangi Toko Zulkifli di Pasar Klender SS.

Mendag Zulhas didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, dan Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono.

Seusai blusukan ke pasar, Mendag Zulhas memastikan harga minyak goreng curah di Warung Pangan dan Warung Gurih dijual dengan harga Rp14.000/liter.

“Kalau di Jakarta ini di mana-mana minyak itu stabil harganya Rp14.000 per liter,” kata Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas juga memastikan, di Jakarta tidak ada lagi masyarakat yang mengantre untuk membeli minyak goreng. “Tidak ada lagi yang antre minyak goreng di Jakarta karena barangnya ada dan terbukti dengan harga Rp14.000 per liter,” papar Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas memastikan, harga migor akan stabil dalam kurun waktu dua minggu ke depan.

Mendag Zulhas mengungkapkan, Kemendag telah menyediakan layanan 13.968 Warung Gurih dan Warung Pangan yang tersebar di 20 provinsi.

Warung Gurih dan Warung Pangan ini sendiri tersedia di 211 kabupaten dan kota di 20 provinsi di Indonesia. Warung Pangan berjumlah 1.608, sedangkan warung Gurih 12.360.

“Satu, memang konsisten kebijakannya, kita perkuat distribusi, dipercepat ada Warung Pangan dan Warung Gurih di 13.968 titik. Ini (Warung Pangan dan Warung Gurih) nantinya kita juga akan (membuat) iklan layanan masyarakat. Jadi, Bapak dan Ibu yang ingin dapat minyak goreng curah dapat ke tempat layanan kita yang jumlahnya 13.968,” tandas Mendag Zulhas.***ebn

Kinerja Ekspor Industri Naik 25 Persen

JAYAKARTA NEWS— Kinerja ekspor industri pengolahan sepanjang Januari-Mei 2022 mencapai USD83,73 miliar atau tumbuh 25% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD66,99 miliar. Nilai pengapalan sektor industri memberikan sumbangsih tertinggi, dengan menembus 72,83% dari total nilai ekspor nasional selama lima bulan ini yang menyentuh USD114,97 miliar.

“Capaian ekspor dari sektor industri manufaktur berkontribusi terhadap neraca perdagangan Indonesia yang terus melanjutkan tren surplusnya pada Mei 2022, dengan nilai mencapai USD2,89 miliar. Tren surplus ini dialami sejak Mei 2020 atau selama 25 bulan berturut-turut,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (21/6).

Menperin menjelaskan, kinerja neraca perdagangan yang kembali mencatatkan nilai surplus perlu disyukuri karena menjadi modal dalam menopang upaya pemulihan ekonomi nasional yang masih berlangsung. “Sebagai salah satu langkah mempertahankan surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya mendorong ekspansi pasar ekspor ke berbagai negara,” tuturnya.

Menurut Agus, sektor-sektor industri di Indonesia semakin agresif dalam memperluas pasar ekspornya seperti ke negara-negara Eropa, di antaranya Belanda, Jerman dan lainnya. Negara-negara tersebut sedang terdampak soal pasokan barang akibat perang Rusia-Ukraina. “Kami juga aktif memacu produk-produk industri kecil dan menengah (IKM) bisa go international,” ujarnya.

Lebih lanjut, kemampuan sektor industri menembus pasar ekspor menunjukkan bahwa produk karya anak bangsa diakui dan diminati oleh mancanegara karena sesuai standar dan kualitas yang berlaku. Contohnya, Indonesia telah berhasil ekspor mobil ke pasar Australia, yang membuktikan bahwa produk kendaraan Indonesia memiliki daya saing.

“Mobil tersebut sudah berstandar Euro 4, yang menjadi klasifikasi atau persyaratan dari Australia. Itu suatu hal yang sangat membanggakan, artinya Indonesia sudah bisa memproduksi mobil-mobil dengan standar emisi yang ditetapkan oleh negara seperti Australia dan Eropa,” paparnya.

Menperin menegaskan, pemerintah semakin mendorong kerja sama bilateral maupun multilateral yang dapat memperluas akses pasar produk-produk industri nasional yang kompetitif di kancah global. “Termasuk forum-forum dalam rangkaian Presidensi G20 Indonesia yang bisa menjadi media yang dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan kerja sama internasional tersebut,” imbuhnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei 2022, kinerja ekspor industri pengolahan sebesar USD14,14 miliar atau naik 7,78% dibanding bulan yang sama tahun lalu, sebesar USD13,12 miliar. Sektor industri memberikan kontribusi paling besar hingga 65,73% terhadap capaian total nilai ekspor pada Mei 2022 yang mencapai USD21,51 miliar.

Pada Mei 2022, negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia yang terbesar adalah ke Tiongkok dengan nilai USD4,59 miliar atau berkontribusi 22,95%, diikuti India sebesar USD2,26 miliar (11,27%), dan Amerika Serikat sebesar USD2,05 miliar (10,26%). Sementara itu, nilai ekspor Indonesia ke pangsa pasar ASEAN menembus USD4,7 miliar (20,34%) dan nilai pengapalang ke Eropa mencapai USD1,46 miliar (7,28%).***/din

Presiden: Kedaulatan Pangan, Ketahanan Pangan harus Jadi Konsentrasi Kita

JAYAKARTA NEWS— Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa bangsa Indonesia harus bergotong royong membangun kemandirian serta berdikari di bidang pangan berbasiskan keunggulan masing-masing daerah. Ancaman krisis pangan global yang terjadi saat ini juga meningkatkan kompetisi di sektor tersebut.

“Kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan. Dan, setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dengan karakteristik tanahnya dan kondisi masyarakatnya dan sesuai dengan tradisi makan warganya,” ujar Presiden Joko Widodo pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Selasa (21/06/2022), di Sekolah Partai Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Jakarta. Demikian dikutip dari setkab.go.id

Kepala Negara mencontohkan, sagu adalah komoditas yang cocok ditanam di tanah Papua sekaligus menjadi makanan pokok masyarakat di daerah tersebut. Oleh karena itu, penanaman tanaman tersebut harus terus dipertahankan dan tidak dialihkan ke komoditas lainnya yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah dan masyarakat Papua.

“Jangan kita paksa untuk keluar dari kekuatannya, dari karakternya,” kata Presiden Jokowi.

Tak hanya itu, sagu dan porang juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini banyak diminati oleh negara lain karena dinilai lebih menyehatkan.

“Sagu itu justru makanan yang paling sehat karena gluten free. Ini nanti yang akan dikejar oleh negara-negara lain, hal-hal yang seperti ini yang kita sering lupa. Termasuk porang, kenapa dikejar? Karena di situ juga sangat rendah gulanya, makanan yang sangat sehat,” ujarnya.

Selain itu, Presiden mengungkapkan penanaman sorgum secara besar-besaran akan dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanaman ini dinilai cocok dengan karakteristik wilayah serta akan menjadi kekuatan NTT di sektor pangan. Penanaman sorgum ini telah diujicobakan di lahan seluas 40 hektare di Waingapu.

“Tanpa air yang banyak sorgum di NTT terlihat tumbuh sangat subur dan tumbuh sangat hijau. Ternyata sebelumnya memang warga di NTT itu nanem-nya sorgum atau cantel tapi bergeser ke beras,” ujarnya.

Kepala Negara menambahkan, sorgum dapat menjadi alternatif komoditas gandum yang saat ini harganya melonjak terdampak dari konflik Ukraina dan Rusia. Impor gandum Indonesia saat ini mencapai 11 juta ton.

“Sorgum bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang harganya saat ini sedang melambung sangat tinggi dan kita tergantung impor dari luar,” ujarnya.

Presiden meyakini, jika semua daerah bergerak dengan kekuatan dan karakter masing-masing, kemandirian pangan Indonesia akan dapat terwujud.

“Kalau masing-masing daerah bergerak sesuai dengan kekuatan dan karakternya, kita akan bisa betul-betul membangun kekuatan besar di sektor pangan, produksi akan melimpah, dan diversifikasi pangan bisa dipertahankan. Inilah kekuatan besar bangsa kita,” pungkasnya.***/ebn

Mendagri Minta Kepala Daerah Aktifkan Satgas Pangan

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta kepala daerah mengaktifkan Satgas Pangan di daerahnya masing-masing. Upaya ini penting untuk mengendalikan harga pangan yang turut terdampak akibat pandemi dan konflik global Ukraina-Rusia. Konflik tersebut berdampak terhadap pola penawaran dan permintaan logistik utamanya bahan pangan.

Daerah, kata Mendagri, telah memiliki Satgas Pangan yang diketuai oleh sekretaris daerah (Sekda). Kepala daerah berperan sebagai pembina dan penanggung jawab atas keberadaan Satgas Pangan tersebut. Sekda, kata Mendagri, setiap hari harus mengecek harga komoditas bahan pangan pokok. Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, yang bila tak terpenuhi akan berdampak ke persoalan lainnya.

“Tolong rekan-rekan (kepala daerah) betul-betul aktifkan Satgas Pangan,” ucap Mendagri saat memberi arahan sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang berlangsung di Vimala Ballroom Hotel Pullman Vimala, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/6/2022).

Menurutnya, kemungkinan kenaikan harga bahan pokok diakibatkan oleh dua faktor, yakni kurangnya suplai atau macetnya distribusi. Apabila kenaikan tersebut akibat suplainya kurang, maka Satgas Pangan harus mencari penyuplai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Upaya ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan daerah lain.

Mendagri mengaku mengetahui ada beberapa daerah yang memenuhi kekurangan bahan pangannya dengan mengambil dari daerah lain yang produksinya melimpah. Karena itu, daerah perlu menangkap peluang kerja sama tersebut dalam memenuhi berbagai kebutuhan bahan pangan.

“Nah ini tangkap segera penuhi suplai sehingga kebutuhan (bahan pangan) masyarakat cukup,” terang Mendagri.

Upaya pengendalian harga pangan juga penting dilakukan dalam mengatasi kebutuhan minyak goreng. Meski pemerintah pusat memiliki kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut, namun pemerintah daerah perlu turut bergerak dengan mengecek harga minyak goreng di pasaran.

“Yang bisa diatasi, atasi oleh kepala daerah, yang tak bisa diatasi oleh kepala daerah sampaikan kepada pemerintah pusat untuk bisa kita bantu,” ujar Mendagri.***/ebn