Pastikan Ketersediaan Pangan dan Harga Terkendali, BULOG dan Satgas Pangan Gencar Lakukan Inspeksi

JAYAKARTA NEWS— Perum BULOG dan Satgas Pangan gencar melakukan sidak ke berbagai daerah guna memastikan ketersediaan maupun harga pangan di tingkat konsumen terkendali. Salah satunya adalah di Kalimantan Tengah dimana manajemen BULOG bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah setempat melakukan inspeksi langsung ke HiCermart Superstore Palangka Raya serta Gudang BULOG Bukit Tunggal.

Peninjauan dipimpin oleh Wakil Direktur Utama Perum BULOG bersama Sekretaris Perusahaan, Ketua PMO Transformasi, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kalimantan Tengah, serta didampingi Satgas Pangan, Dinas Perdagangan, dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah. Pemeriksaan dilakukan terhadap ketersediaan komoditas, harga jual kepada masyarakat, serta kondisi stok di gudang BULOG.

Mengutip keterangan Humas BULOG, per 12 Agustus 2026, stok yang dikelola Kantor Wilayah Perum BULOG Kalimantan Tengah tercatat mencapai 17.892 ton beras, baik beras CPP maupun komersial, sekitar 958 ribu liter minyak goreng, serta 121 ribu kilogram gula pasir. Ketersediaan tersebut menunjukkan kesiapan BULOG dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat Kalimantan Tengah.

Di HiCermart Superstore Palangka Raya, tim memastikan beras premium merek Punokawan tersedia dalam kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram dengan harga jual kepada masyarakat sebesar Rp15.400 per kilogram, atau Rp77.000 untuk kemasan 5 kilogram dan Rp154.000 untuk kemasan 10 kilogram.

Wakil Direktur Utama Perum BULOG Marga Taufiq menegaskan bahwa pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan pangan tersedia dan harga tetap sesuai ketentuan. “Kami melihat langsung kondisi di ritel modern. Stok pangan tersedia dan harga yang diterima masyarakat sesuai ketentuan. Sementara dari sisi ketersediaan, stok yang kami miliki juga sangat kuat,” ujar Marga.

Kondisi tersebut diperkuat melalui peninjauan di Gudang BULOG Bukit Tunggal. Di kompleks pergudangan tersebut tersimpan sekitar 1.935 ton beras, 79 ribu liter minyak goreng, 29 ribu kilogram gula pasir, serta 22 ribu kilogram jagung, sebagai bagian dari kesiapan BULOG memenuhi kebutuhan penyaluran pangan di wilayah tersebut.

Marga menambahkan, ketahanan stok beras yang dikelola BULOG di Kalimantan Tengah diproyeksikan mampu mendukung kebutuhan penyaluran hingga sekitar 10 bulan ke depan. Kondisi ini menjadi dasar bagi BULOG untuk memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.

“Masyarakat Kalimantan Tengah tidak perlu khawatir. Stok yang kami miliki lebih dari cukup untuk mendukung kebutuhan penyaluran ke depan. BULOG akan terus hadir menjaga ketahanan pangan, bukan hanya di Kalimantan Tengah, tetapi juga di seluruh Indonesia,” tegas Marga Taufiq.

Menurutnya, ketersediaan stok yang kuat harus berjalan beriringan dengan keterjangkauan harga. Karena itu, BULOG bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan akan terus memperkuat pengawasan distribusi agar komoditas pangan tersedia bagi masyarakat dengan harga sesuai ketentuan.

Melalui pengecekan langsung dari ritel hingga gudang, Perum BULOG menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan. Dengan dukungan pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan, BULOG akan terus memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi hingga ke seluruh pelosok negeri. (*/di)

Mendagri Minta Kepala Daerah Aktifkan Satgas Pangan

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta kepala daerah mengaktifkan Satgas Pangan di daerahnya masing-masing. Upaya ini penting untuk mengendalikan harga pangan yang turut terdampak akibat pandemi dan konflik global Ukraina-Rusia. Konflik tersebut berdampak terhadap pola penawaran dan permintaan logistik utamanya bahan pangan.

Daerah, kata Mendagri, telah memiliki Satgas Pangan yang diketuai oleh sekretaris daerah (Sekda). Kepala daerah berperan sebagai pembina dan penanggung jawab atas keberadaan Satgas Pangan tersebut. Sekda, kata Mendagri, setiap hari harus mengecek harga komoditas bahan pangan pokok. Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, yang bila tak terpenuhi akan berdampak ke persoalan lainnya.

“Tolong rekan-rekan (kepala daerah) betul-betul aktifkan Satgas Pangan,” ucap Mendagri saat memberi arahan sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang berlangsung di Vimala Ballroom Hotel Pullman Vimala, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/6/2022).

Menurutnya, kemungkinan kenaikan harga bahan pokok diakibatkan oleh dua faktor, yakni kurangnya suplai atau macetnya distribusi. Apabila kenaikan tersebut akibat suplainya kurang, maka Satgas Pangan harus mencari penyuplai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Upaya ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan daerah lain.

Mendagri mengaku mengetahui ada beberapa daerah yang memenuhi kekurangan bahan pangannya dengan mengambil dari daerah lain yang produksinya melimpah. Karena itu, daerah perlu menangkap peluang kerja sama tersebut dalam memenuhi berbagai kebutuhan bahan pangan.

“Nah ini tangkap segera penuhi suplai sehingga kebutuhan (bahan pangan) masyarakat cukup,” terang Mendagri.

Upaya pengendalian harga pangan juga penting dilakukan dalam mengatasi kebutuhan minyak goreng. Meski pemerintah pusat memiliki kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut, namun pemerintah daerah perlu turut bergerak dengan mengecek harga minyak goreng di pasaran.

“Yang bisa diatasi, atasi oleh kepala daerah, yang tak bisa diatasi oleh kepala daerah sampaikan kepada pemerintah pusat untuk bisa kita bantu,” ujar Mendagri.***/ebn