Indonesia Masuk 100 Negara Termiskin, Legislator Minta Pemerintah Tinjau Ulang Batas Garis Kemiskinan

JAYAKARTA NEWS— Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti informasi bahwa Indonesia masuk ke dalam 100 negara termiskin di dunia, yang diukur atau pendapatan nasional bruto per kapita (GNI). Data tersebut dikeluarkan oleh ‘World Population Review’, di mana Indonesia masuk dalam urutan ke-73 dengan pendapatan nasional bruto RI tercatat US$3.870 per kapita pada 2020.

Menanggapi hal itu, Anis meminta Pemerintah sudah saatnya meninjau ulang tentang batas garis kemiskinan di Indonesia. “Dalam basis perhitungan terbaru, Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dari US$1,9 menjadi US$2,15 per kapita per hari. Dengan asumsi kurs Rp15.216 per dolar AS, maka garis kemiskinan ekstrem Bank Dunia adalah Rp32.812 per kapita per hari atau Rp984.360 per kapita per bulan. Sementara garis kemiskinan di Indonesia yang digunakan BPS pada Maret 2022 tercatat Rp505.469,00 per kapita per bulan.” jelas Anis sebagaimana dikutip dari laman dpr.go.id

Diketahui, dalam laporan ‘East Asia and The Pacific Economic Update October 2022’, Bank Dunia (World Bank) mengubah batas garis kemiskinan, dengan mengacu pada keseimbangan kemampuan berbelanja pada 2017. Basis perhitungan yang dipergunakan Bank Dunia sebelumnya adalah keseimbangan kemampuan berbelanja pada 2011. 

Sementara itu, BPS mengartikan garis kemiskinan sebagai cerminan nilai rupiah pengeluaran minimum yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya selama sebulan, baik kebutuhan makanan maupun non-makanan. Garis kemiskinan yang digunakan BPS pada Maret 2022 tercatat Rp505.469,00 per kapita per bulan, dengan komposisi GKM sebesar Rp374.455,00 (74,08 persen) dan GKNM sebesar Rp131.014,00 (25,92 persen). 

Anis menambahkan bahwa meninjau ulang tentang batas garis kemiskinan di Indonesia, bukan hanya karena Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dari US$1,9 menjadi US$2,15 per kapita per hari, namun harus pula dilihat juga kenyataannya di masyarakat.

“Banyak masyarakat yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya untuk hidup. Apalagi dengan terjadinya lonjakan inflasi  saat ini dimana harga-harga kebutuhan makanan atau kebutuhan pokok menjadi naik. Maka batas garis kemiskinan Rp505.469,00 per kapita per bulan ini menjadi tidak relevan,” ujar Politisi PKS tersebut.

Dengan demikian, Anis mengatakan bahwa lonjakan inflasi yang terjadi membuat standar hidup jadi meningkat. “Sehingga semakin banyak masyarakat yang rawan masuk ke dalam kategori miskin ekstrim,” tutup Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini. ***/din

Menparekraf: Lulusan Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

JOMBANG, JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meyakini para wisudawan dan wisudawati yang baru saja resmi lulus dari Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga saat menghadiri Orasi Ilmiah pada Wisuda Sarjana (S1) ke-31 dan Pascasarjana ke-20 Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Minggu (9/10/2022).

Optimisme Menparekraf Sandiaga didasarkan pada kurikulum di Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang yang menitikberatkan pada dua poin.

Pertama ilmu agama sebanyak 16 sks dan ilmu kewirausahaan sebanyak 9 sks. Dan ini bisa diselaraskan dan diperkuat dengan apa yang menjadi kebutuhan dari industri yang sedang berkembang terutama digitalisasi.

“Kita kuatkan dengan kemampuan adaptif menggunakan teknologi. Karena teknologi ini akan terus berkembang. Dengan begitu saya yakin target capaian 1,1 juta kerja baru bisa kita ciptakan tahun ini (2021) dan tahun 2024 4,4 juta lapangan kerja baru kita bisa ciptakan,” ujar Sandiaga.

Hasil survei di empat negara mayoritas Islam menunjukkan bahwa generasi muslim milenial dan generasi Z yang belajar banyak tentang keimanan dan modernitas tidak melahirkan sesuatu yang eksklusif tapi justru kolaboratif. Dan sinergi keduanya membuat inovatif dan situasi partisipatif yang jauh lebih baik.

Karenanya Menparekraf Sandiaga melihat peluang kerja sama yang bisa dikolaborasikan antara Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang dengan Kemenparekraf berkenaan dengan peningkatan SDM terampil.

Karenanya, ia menugaskan langsung Kepala Pusat Pengembangan SDM Parekraf Kemenparekraf/Baparekraf Faisal untuk menindaklanjuti poin-poin yang bisa dikerjasamakan.

“Saya melihat bahwa di sinilah kolaborasi. Kemenparekraf yang menaungi enam Poktekpar (Politeknik Pariwisata) dan akan ditambah dua lagi yaitu Poltekpar Solo Raya dan Poltekpar Manado, untuk menandatangani kerja sama dengan Unhas (Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang) dalam penyiapan materi-materi. Agar lulusan dari Unhas ini bukan hanya mencari pekerjaan tapi menciptakan lapangan kerja melalui kegiatan UMKM maupun start up di bidang teknologi, pariwisata dan ekonomi kreatif, dan juga animasi. Ini yang akan kita dorong ke depan,” katanya.

Peluang ini harus digarap maksimal, karena menurut Menparekraf, wisudawan dan wisudawati memiliki peran strategis dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi. Terlebih mereka mempunyai tiga karakteristik dasar untuk mendorong kebangkitan ekonomi, yakni agility, creativity, curiosity.

“Wisudawan dan wisudawati di sini super penting karena mereka memiliki karakteristik. Mereka tangguh (agility), mereka punya kreativitas (creativity). Dan yang paling menarik adalah curiosity yang ingin tahunya banyak. Sehingga menyerap ilmunya itu bukan berhenti saat ini, tapi justru nanti setelah selesai perkuliahan, mereka semangat untuk menyerap berbagai ilmu,” kata Sandiaga

Menparekraf Sandiaga berpesan kepada mahasiswa yang telah lulus untuk selalu menanamkan dan meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Karena Nabi adalah tauladan terbaik, khususnya di sisi enterpreneurship.

“Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan sosok enterpreneur terbaik yang kita miliki. Maka kita harus melihat dan meneladani sifat-sifat luhur beliau,” kata Sandiaga.

Turut mendamping Menparekraf, Kepala Pusat Pengembangan SDM Parekraf Kemenparekraf/Baparekraf Faisal.***/uli

Menhub Dukung Upaya Pelaku Usaha Pelayaran Kembangkan Potensi Wisata Bahari

BALI, JAYAKARTA NEWS – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung upaya yang dilakukan para pelaku usaha pelayaran, untuk turut serta mengembangkan potensi wisata bahari di Indonesia. Diantaranya yaitu melalui pengembangan usaha kapal yacht dan kapal cruise.

“Mulai pulihnya kembali sektor pariwisata setelah pandemi menjadi momen yang baik untuk mengenalkan transportasi laut seperti kapal yacht dan kapal cruise, yang dapat mendukung kemajuan wisata bahari di Indonesia,” ujar Menhub saat menghadiri kegiatan INSA Yacht Festival yang diselenggarakan oleh Indonesian National Shipowners Association (INSA) di Pelabuhan Benoa Bali, dikutip dari Siaran Pers Sabtu (8/10).

Menhub mengapresiasi inisiatif dari INSA selaku asosiasi yang mewadahi para pelaku bisnis pelayaran yang telah melakukan upaya untuk mengembangkan wisata bahari di Indonesia. Apalagi, saat ini pemerintah tengah mengembangkan sejumlah destinasi wisata di beberapa daerah yang berpotensi dikembangkan wisata bahari, diantaranya yaitu: Danau Toba, Likupang, Mandalika, Labuan Bajo, Bali, dan lain sebagainya.

“Pesan saya, ekosistem tentang kapal yacht, kapal cruise harus dipelajari secara mendalam peluang dan tantangannya bersama para pelaku usaha pelayaran, untuk mencari pendekatan mana yang paling cepat bisa dikembangkan. Kami pemerintah akan mendukung dengan memberikan kemudahan regulasi untuk investasi,” tuturnya.

Terkait dukungan regulasi, Kemenhub telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 4 Tahun 2022 tentang Pelayanan Kapal Wisata Asing (Yacht) dan Kapal Pesiar (Cruise Ship) Asing di Perairan Indonesia. Dengan membuka sebanyak 28 Pelabuhan embarkasi dan debarkasi Kapal Wisata Asing (Yacht) dan sebanyak 10 pelabuhan embarkasi dan debarkasi Kapal Pesiar (Cruise Ship) Asing.

INSA Yacht Festival (IYF) 2022 merupakan hasil kolaborasi antara DPP INSA dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang menjadi bagian dari side event B20 yang puncaknya akan diselenggarakan pada November mendatang. Kegiatan ini menjadi ajang untuk mempromosikan industri wisata bahari di Indonesia dan mengenalkan kapal yacht yang bisa digunakan para wisatawan untuk menikmati keindahan laut di sejumlah destinasi wisata bahari di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, dan Ketua INSA Carmelita Hartoto.***/eva

WCCE 2022 di Bali Hasilkan Peta Jalan Ekonomi Kreatif untuk Kebangkitan Ekonomi Global

JAYAKARTA NEWS – Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia ke-3 atau the 3rd World Conference on Creative Economy (WCCE) Tahun 2022 yang digelar pada 5-7 Oktober 2022 di Bali menghasilkan peta jalan ekonomi kreatif untuk pemulihan ekonomi global yang dinamakan “Bali Creative Economy Roadmap” atau “Bali Roadmap”.

“Bali Roadmap merupakan dokumen yang disepakati oleh para delegasi WCCE sebagai peta jalan untuk kebangkitan ekonomi, di mana sektor ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung kebangkitan ekonomi global,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Jumat (07/10/2022).

Bali Roadmap merupakan hasil proses diskusi yang sudah diedarkan ke negara-negara anggota, organisasi internasional, dan pihak-pihak ekonomi kreatif yang berkepentingan sejak Juni 2022.  Pada Kamis (06/10/2022) Bali Roadmap disahkan oleh Menparekraf dan kemudian diadopsi dalam pertemuan tingkat menteri yang akan menjadi warisan bagi Indonesia di bidang ekonomi kreatif di dunia Internasional.

Bali Roadmap berisikan beberapa poin yaitu terkait  pengarusutamaan ekonomi kreatif dalam ekonomi dunia termasuk transformasi dari pelaku usaha informal ke usaha yang formal. Selain itu juga terdapat poin terkait akses pembiayaan yang membuka jalan bagi para pelaku ekraf agar bisa mendapatkan akses pembiayaan lebih luas.

Selanjutnya terdapat poin terkait pemasaran, khususnya upaya para pelaku ekraf agar mampu beradaptasi menggunakan teknologi digital di sisi pemasaran. Terdapat juga poin paling penting di bidang ekonomi kreatif, yaitu intellectual property (IP). Perlindungan kekayaan intelektual bisa digunakan untuk memajukan dan menjadi akses pembiayaan pelaku ekonomi kreatif.

Menparekraf berharap Bali Roadmap dapat memberikan kontribusi mengenai kebijakan-kebijakan tentang ekonomi kreatif di seluruh dunia.

“Kita juga melihat intervensi dari negara-negara di seluruh dunia mulai dari Amerika, Eropa, Afrika, Asia, hingga Timur Tengah yang telah memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia di ajang WCCE. Kita harapkan ini menjadi penyemangat kita untuk bangkit kembali sesuai dengan semangat G20, recover together recover stronger,” ujarnya.

Sandi menambahkan, di tengah ancaman inflasi global, sektor ekonomi kreatif menjadi tulang punggung yang didominasi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka 97 persen lapangan kerja.

“Delegasi Nigeria tadi menyampaikan 48 persen ekonominya adalah UMKM, sedangkan Indonesia 60 persen UMKM. Untuk itu sektor ekraf akan diperkuat dari sisi pasokan, keterampilan, SDM [sumber daya manusia] yang diberikan pendampingan, pemasaran, hingga pembiayaan. Ini cara kita untuk mengendalikan inflasi di sektor ekraf,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada forum yang dihadiri oleh 41 perwakilan negara di dunia ini menegaskan komitmen Indonesia untuk mengambil peran terdepan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif.

“Indonesia akan mengambil peran terdepan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, mendorong peran ekonomi kreatif yang lebih besar dalam pemulihan ekonomi global,” ucap Presiden, Kamis.

Presiden Jokowi meyakini ke depan ekonomi kreatif dapat menjadi solusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat secara luas dan berkelanjutan karena mampu mendobrak batas geografis, gender, ras, dan strata ekonomi.

“Ekonomi kreatif bisa menjadi pilar utama untuk mendobrak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pertumbuhan ekonomi untuk semuanya,” tutur Presiden.

Di saat pandemi COVID-19 membatasi mobilitas manusia, menurut Presiden, mobilitas karya ekonomi kreatif tetap mampu bergerak dan bertahan jika dibandingkan sektor lainnya. Bahkan, sejumlah subsektor ekonomi kreatif mampu tumbuh secara signifikan.

“Seperti aplikasi dan pengembang permainan, televisi, dan radio, bahkan tumbuh signifikan dipicu konsumsi konten yang meningkat siginifikan selama pandemi,” kata Presiden.

Presiden pun berharap penyelenggaraan WWCE ke-3 dapat menghasilkan “Bali Creative Economy Roadmap for Global Recovery” untuk mengakselerasi proses pemulihan ekonomi nasional dan global.

“Saya berharap World Conference on Creative Economy (WCCE) ke-3 menghasilkan Bali Creative Economy Roadmap for Global Recovery untuk mengakselerasi proses pemulihan ekonomi nasional dan global yang inklusif dan berkelanjutan,” tandas Presiden.***/mel

Menilik Dinamika Cryptocurrency, Sudah Siapkah Ekosistem di Indonesia?

JAYAKARTA NEWS – Penerapan mata uang digital seperti Cryptocurrency semakin marak digunakan, terutama di pasar negara berkembang yang salah satunya Indonesia, mendominasi Global Crypto Adoption Index tahun ini. Kendati demikian, kepercayaan publik akan penggunaan mata uang ini masih dipertanyakan. Terdapat beragam kekhawatiran yang melingkupi Cryptocurrency baik mengenai keamanan ataupun aksesnya.

Vice President of Growth dari Tokocrpyto, Cenmidtal Cuaca Mulyanto, menjelaskan bahwa implementasi Crypto memanglah sebuah hal yang sulit dan abstrak di Indonesia. “Saat ini, sebagai sebuah aset Crypto tidak dinaungi oleh Bank Indonesia, namun oleh Bappebti. Padahal saat ini sudah ada hampir 249, 3 Triliun transaksi Crypto di Indonesia. Selain itu, Crypto juga memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja yang baru bagi masyarakat,” ujarnya dalam Rilis World Marketing Forum ke-2 2022, Jumat (7/10).

“Sistem blockchain telah mengubah begitu banyak industri, mulai dari transportasi, hiburan, hingga pemasaran. Hal ini menjadi kesempatan yang baik untuk memudahkan berbagai hal,” menurutnya.

Chang Real Lee, Secretary General Asia Marketing Foundation (AMF), menilai bahwa kendala Indonesia dalam penerapan Cryptocurrency adalah pada kemampuan akses. Meski begitu, Jinnie Lee sebagai Head of Global Partnerships Klaytn Foundation menilai saat ini Cryptocurrency merupakan cara baru transaksi pembayaran tanpa persaingan bank. Meski tidak semua Cryptocurrency sukses dipasarkan di seluruh negara, saat ini Thailand dan Vietnam menjadi dua negara di Asia Tenggara dengan volume transaksi paling banyak, membuatnya lebih stabil dari negara lain.

Jinnie kemudian menilai bahwa Indonesia, menjadi salah satu pasar yang cocok untuk penerapan Cryptocurrency. Hal ini didukung dengan fakta bahwa 80% transaksi di Indonesia adalah unbanked fund.

Selain itu, ekosistem NFT juga semakin menarik perhatian masyarakat “Banyak merek besar meluncurkan koleksi NFT, seperti Starbucks”, hal ini menjadi gagasan yang bisa diterapkan para pemasar untuk menunjukkan agility dalam menghadapi tren mata uang global.

Fakta menarik diungkap oleh Cenmi, Tokocrypto hadir sebagai platform yang mendukung penyebaran dan penggunaan Crypto di Indonesia. Saat ini transaksi yang terjadi di Tokocrypto telah mencapai angka yang fantastis, 249,3 triliun per tahunnya dengan 3 juta volume transaksi perhari.

Masih berupaya meluncurkan berbagai inovasi untuk mendukung keberlanjutan Tokocrypto, Cuaca menyampaikan “Saat ini Tokocrypto berupaya untuk mengoptimalkan proses, kami percaya ini adalah praktik terbaik untuk memastikan pertumbuhan proses bisnis yang berkelanjutan”, ujarnya pada World Marketing Forum, 7 Oktober 2022.

Sebagai salah satu pihak yang mendukung penyebaran dan penggunaan Crypto di Indonesia, Cenmi menyampaikan “Tokocrypto memiliki beragam inovasi yang bisa dimanfaatkan untuk memudahkan transaksi Crypto. Salah satunya adalah Tokoverse yang berperan sebagai wadah untuk para pengguna melakukan transaksi Crypto, Tokolabs, Tokoscholar dan berbagai program lainnya seperti Tokonews dan Tokoinvention,” tambahnya.***/mel

World Marketing Forum 2022 Resmi Dibuka

JAYAKARTA NEWS – World Marketing Forum ke-2 2022 digelar di Museum Puri Lukisan Ubud, Bali sebagai perayaan utama Ubud Oktoberfest 2022 atas inisiatif Hermawan Kartajaya dari Indonesia Marketing Association (IMA) dan Sadayoshi Fujishige Japan Marketing Association (JMA) dan didukung AMF Asia Marketing Federation) dan ACSB (Asia Council for Small Business), Kamis. Acara ini berlangsung hingga Jumat (7/10).  

WMF secara perdana diadakan pada 21-22 Oktober 2021 silam di Kenchoji Temple, Kamakura, Jepang. Setelah menjadi tuan rumah pertemuan Asia Pacific Marketing Federation (APMF) di tahun 1996, yang saat itu berlangsung di Bali, Indonesia Marketing Association (IMA) kembali menjadi tuan rumah pertemuan offline yang mengundang peserta dari berbagai penjuru dunia.

Mengangkat topik sustainable marketing, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno juga menjadi salah satu pembicara. Kata Sandiaga, “pertumbuhan industri pariwisata di era pasca pandemi menyoroti perlunya penerapan sustainable tourism, yang merupakan strategi untuk mempromosikan pariwisata sebagai industri strategis dan mengatasi masalah global.”

Ia menekankan bagaimana saat ini Kemenparekraf berupaya untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak disebabkan oleh fakta bahwa pariwisata berkelanjutan bersifat multidimensi dan melibatkan berbagai komunitas.

“Saya berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar dengan membawa bekal yang bermanfaat bagi seluruh peserta yang hadir. Sehingga wawasan tersebut dapat memulihkan pariwisata dan merangsang perekonomian untuk menciptakan peluang usaha dan kerja yang seluas-luasnya dan berkualitas.”, tutup Sandi.

Dihadiri  ratusan pegiat pemasaran di seluruh dunia, acara ini juga dibuka oleh Hermawan Kartajaya selaku Co-Founder of World Marketing Forum sekaligus Founder & Chairman MarkPlus, Corp. “Berbeda dari yang lain, kami selaku penyelenggara menjaga kemurnian acara ini tanpa komersialisasi. Tahun lalu, kami membawa semangat Kamakura, dan sekarang kami membawa semangat Ubud. Semangat yang sama dengan sentuhan tradisinya,” ujar Hermawan Kartajaya.

Hermawan kemudian menegaskan bagaimana pemasaran perlu berkontribusi pada manfaat di luar kepentingan komersial, termasuk kesejahteraan sosial dan ketenangan spiritual.

Dilanjutkan oleh Prof. Philip Kotler yang dikenal sebagai The Father of Modern Marketing, Ia memaparkan beragam topik menarik termasuk Sustainable marketing. Kata Kotler “sustainable marketing sangat penting untuk diterapkan. Dua hal yaitu keberlanjutan dan profitabilitas harus diseimbangkan sebagai tujuan utama perusahaan. Sustainability akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang”

Kotler juga melihat adanya 3 trend pemasaran baru yang perlu diterapkan perusahaan. Yaitu trend ke arah degrowth marketing, peace marketing dan customer science.

Dari empat trend tersebut, yang menarik perhatian luas adalah peace marketing. Bukan hanya karena adanya sejumlah peperangan di dunia saat ini seperti Ukraina dan Rusia, tapi juga karena bisnis akan berkembang bagus dalam suasana damai.

Selain itu, Philip Kotler juga menyatakan bagaimana saat ini strategi pemasaran perusahaan harus didorong bukan oleh pemegang saham, namun oleh pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan agar upaya pemasaran dapat berfokus pada kebutuhan, bukan keinginan. “Pastikan strategi anda berfokus pada Human to Human, meski Anda ingin menggunakan mesin atau AI di masa depan, buatlah AI bekerja dengan manusia, bukan mengganti atau melawan”, ujar Kotler.

Acara ini juga dibuka oleh Taufik selaku Sekretaris Jenderal Indonesia Marketing Association (IMA). Dia  membahas bagaimana filosofi hidup yang berasal dari kearifan lokal Bali ‘Tri Hita Karana’ menjiwai pelaksanaan forum pada tahun ini.

“Filosofi ini menerangkan bagaimana hubungan harmonis antara manusia terhadap Tuhan, dan alam saling melengkapi berbagai upaya penyebaran ilmu, khususnya ilmu pemasaran dalam memberikan manfaat terhadap banyak orang.”

Menutup sambutannya, Deputy Chairman MarkPlus Corp tersebut mengapresiasi upaya Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya yang terus menyuarakan Sustainable Marketing “Saya juga ingin menghargai kontribusi dalam memajukan konsep “sustainability” dalam dunia pemasaran yang akhir-akhir ini menjadi kata kunci di era pasca-pandemi.”

Sementara pada sesi kedua, Ida Bagus Gede Sidharta Putra yang akrab disapa Gusde ini menyambut gelaran WMF dengan menyatakan “Pandemi ini memberi kami banyak pelajaran untuk memikirkan kembali, menyelaraskan, dan menghadapi sustainability.”

Di sisi lain, Tjokorda Gde Putra Sukawati alias Cokorda Putra menyampaikan rasa syukur atas digelarnya WMF di Ubud, Bali “Ubud adalah destinasi budaya yang mapan, sejak 1920, kolaborasi sudah kami perkuat dengan membangun museum yang mendatangkan seniman asing untuk berkolaborasi dengan seniman lokal”

Acara ini dilanjutkan dengan berbagai sesi menarik lainnya seperti ‘Technology for Humanity’ yang akan dimoderasi oleh Gwen Albaraccin CEO Center for Pop Music Philippines, Inc., sesi Entrepreneurial Marketing for ASEAN’s SME yang dimoderasi oleh Ardhi Ridwansyah (COO MarkPlus Institute), sesi Practice and Challenges of Entrepreneurial Marketing in Asia yang akan dimoderasi oleh Prof. Kim Boo Jong sebagai Presiden dari AMF dan diawali dengan keynote speech dari Wakil Ketua Asian Council for Small Business (ACSB), Dr. Chatpracha Sonklien.

Forum hari pertama akan ditutup dengan sesi wine testing bersama Hatten Wines yang akan dipimpin oleh Somchat Visitchaichan dan dipandu oleh Ni Nyoman Kertawiyawati sebagai Head of Hatten Education Center and WSET Educator.***/mel

Susi Pudjiastuti Diperiksa Kejaksaan Agung Terkait Korupsi Impor Garam Industri

JAYAKARTA NEWS— Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti diperiksa Tim Jaksa Penyidik JAM Pidsus sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas impor garam industri pada tahun 2016 sampai dengan 2022 yang telah disidik sejak 27 Juni 2022.

Adapun Susi yang menjadi Menteri KKP periode 2014-2019 diperiksa terkait kapasitasnya selaku Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode tersebut yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi dan penentuan alokasi kuota impor garam.

Diungkapkan, berdasarkan hasil kajian teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, saksi mengeluarkan kuota garam sebesar kurang lebih 1,8 juta ton, dimana salah satu pertimbangan dalam pemberian dan pembatasan impor tersebut adalah menjaga kecukupan garam industri dan menjaga nilai jual garam lokal;

Namun ternyata rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tidak diindahkan oleh Kementerian Perindustrian RI yang justru menetapkan kuota impor garam sebesar 3,7 juta ton. Hal itu berdampak terjadi kelebihan supply dan masuknya garam impor ke pasar garam konsumsi yang menyebabkan nilai jual harga garam lokal mengalami penurunan/anjlok.

Diduga dalam menentukan kuota impor yang berlebihan dan tanpa memperhatikan kebutuhan riil garam industri nasional tersebut, terdapat unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas impor garam industri pada tahun 2016 sampai dengan 2022.

Saat ini perkara masih di tahap penyidikan umum dalam rangka mencari alat bukti untuk menentukan siapa yang bertanggungjawab secara hukum, dan telah dilakukan pemeriksaan saksi sebanyak 57 (lima puluh tujuh) orang.

Dalam penanganan perkara ini, telah dilakukan penggeledahan di beberapa tempat yakni Jakarta, Jawa Timur (Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pamekasan), Jawa Barat (Cirebon, Bandung, dan Sukabumi) dan penyitaan berupa dokumen, barang bukti elektronik, dan sampel garam impor.***din

Pemerintah harus Jaga Daya Beli Masyarakat untuk Hadapi Krisis Ekonomi Global

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah berupaya menjaga kestabilan harga serta memberikan bantuan sosial ke masyarakat dan UMKM untuk menguatkan konsumsi dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi datangnya krisis ekonomi global.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengungkapkan strategi pemerintah tepat dalam menyikapi gejolak global dengan menjaga kestabilan harga serta memberikan bantuan sosial (bansos) pada masyarakat.

“Sangat setuju sekali mengingat memang ancaman utama berasal dari inflasi yang cukup tinggi,” kata Nailul, Jumat (7/10/2022).

Menurutnya, solusi untuk bertahan dari badai ekonomi global adalah dengan menjaga daya beli masyarakat. Hal itu disebabkan ekonomi Indonesia lebih banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga dalam negeri.

“Jadi, memang solusinya adalah menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, karena PDB kita 50 persen dari konsumsi rumah tangga, ya sangat wajar sih kita fokus ke sana dan dukung fokus pemerintah soal itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah telah memberikan tiga jenis tambahan bantalan sosial dengan total anggaran sebesar Rp 24,17 triliun yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan penggunaan 2% Dana Transfer Umum (DTU) oleh Pemerintah Daerah.

“Pemberian berbagai bantalan sosial ini diharapkan dapat melindungi daya beli masyarakat dari tekanan kenaikan harga global dan juga mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Selain itu, kami terus memonitor pergerakan harga komoditas pangan agar dapat segera melakukan antisipasi apabila terjadi lonjakan harga, serta menjaga rantai pasok terutama komoditas pangan,” tegas Ketua Umum Golkar itu.

Meski demikian, Nailul menegaskan pentingnya keberpihakan pada dana bantuan sosial di tahun mendatang. hal itu dikarenakan tantangan ekonomi global diprediksi akan semakin berat ke depan. “Harus diimbangi juga dengan alokasi bansos di APBN 2023 mendatang,” ungkapnya.

Ditegaskan Nailul, strategi pemberian bansos oleh pemerintah akan sangat berguna dalam menjaga daya beli masyarakat. “Nah bansos ini bisa menjadi salah satu instrumen untuk menjaga daya beli masyarakat yang membutuhkan. Setidaknya, dari dalam negeri harus dikuatkan terlebih dahulu,” tambahnya.

Nailul juga menyarankan adanya realokasi anggaran untuk kepentingan bansos. Hal itu bisa berupa pengalihan dari anggaran pertahanan “Harus ada realokasi anggaran dari urusan pertahanan ke sosial. Pertahanan ini mempunyai cukup banyak anggaran tahun depan. Ya patutnya dialokasikan ke bansos,” pungkasnya.

Fiskal Sehat

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menyarakan ada dua hal yang perlu dijaga pemerintah. Pertama inflasi dan resiko resesi global terhadap neraca dagang.

“Inflasi yang harus dijaga agar tidak naik tinggi karena dapat pengaruhi konsumsi dalam negeri yang menopang pertumbuhan. Kalau harga komoditas turun maka surplus akan menyusut dan ini jadi tekanan untuk nilai tukar,” jelas Faisal.

Sementara itu Direktur Eksekutif CORE Muhammad Faisal mengapresiasi kerja Kementerian Keuangan untuk menjaga fiskal.

“Dari sisi kesehatan fiskal terus dijaga, dapat membantu menjaga kepercayaan bagi para investor untuk menanamkan modal. Ini perpaduan kondisi domestik yang tidak terlalu banyak dengan kondisi global, karena sources dan market kita yang besar,” jelas Muhammad Faisal.

Kondisi fiskal sudah jauh lebih sehat, salah satunya karena windfall profit yang berpengaruh pada kesehatan fiskal, hingga sekarang malah surplus.

Namun tantangan di tahun depan, Kemenkeu melakukan konsolidasi fiskal untuk menurunkan defisit fiskal ke bawah 3%. Sementara diramalkan windfall komoditas akan mulai berkurang akibat resesi global. “Selain itu akan bisa ada aksi wait and see para investor karena paruh kedua 2023 sudah akan ada tekanan political year untuk pemilu 2024.” pungkas Faisal.***/ebn

Puan Ingatkan Gangguan Rantai Pasok Pangan harus Diatasi Bersama

JAYAKARTA NEWS— Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin sidang the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20). Ada sejumlah isu yang dibahas para pimpinan parlemen-parlemen negara G20 itu, termasuk persoalan gangguan rantai pasok pangan.

Di sesi pertama sidang P20, Puan memimpin diskusi terkait isu iklim dan lingkungan. Tema di sesi perdana ini mengenai ‘Percepatan Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau’.

“Di tengah kondisi dunia yang masih rentan dalam upaya pemulihan dari pandemi Covid-19, tantangan global menjadi semakin kompleks dengan keberadaan krisis multidimensi,” kata Puan saat memimpin sidang P20 di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Krisis multidimensi tersebut mulai dari tekanan geopolitik, krisis pangan dan energi, stagnasi ekonomi, hingga tantangan perubahan iklim dan lingkungan. Puan mengatakan, dampak buruknya dirasakan secara global, terutama oleh negara-negara miskin.
 
“Untuk pertama kalinya dalam 32 tahun, laporan Pembangunan Manusia PBB menunjukkan standar hidup negara-negara telah menurun secara global selama dua tahun berturut-turut,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

“Pembangunan manusia telah jatuh kembali ke tingkat tahun 2016, membalikkan sebagian besar pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan,” imbuh Puan.

Mantan Menko PMK ini menyoroti upaya pengentasan kemiskinan semakin sulit dicapai. Belum lagi, kata Puan, ketimpangan antar-penduduk dan negara yang semakin tinggi sehingga upaya pencapaian target tanpa kelaparan semakin berat.

“Hal ini menunjukkan pentingnya kita meningkatkan aksi karena waktu untuk penuhi target SDGs kurang dari 8 tahun lagi. Sehingga saya memandang bahwa implementasi SDGs harus dipercepat, dan ketahanan negara berkembang dalam hadapi krisis harus diperkuat,” paparnya.

Akibat krisis multidimensi itu, pendanaan yang dibutuhkan dalam pembangunan menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Kesenjangan pembiayaan SDGs global pun meningkat dari USD 2.5 triliun per tahunnya sebelum pandemi Covid-19, menjadi USD 4.2 triliun pasca-pandemi.
 
“Karenanya kita tidak bisa bekerja business as usual dan perlu lakukan extraordinary effort,” tegas Puan.

Kesenjangan pembiayaan tersebut juga dinilai memerlukan langkah-langkah terobosan untuk pendanaan pembangunan. Puan menyebut peran parlemen penting dalam membantu mewujudkan pemulihan dunia agar menjadi lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
 
“Parlemen sebagai mitra pemerintah dapat mendukung agar komitmen terwujud dalam aksi nyata,” sebutnya.

Puan mengatakan, aksi nyata yang dapat dilakukan parlemen seperti pelaksanaan anggaran yang diarahkan agar bersinergi dengan pembangunan berkelanjutan, termasuk mengakselerasi  transisi energi dan penanganan perubahan iklim. Kemudian mendukung kemitraan global bagi capacity building dan transfer teknologi bagi negara berkembang. Serta implementasi komitmen pendanaan pembangunan bagi negara berkembang, termasuk komitmen pendanaan perubahan iklim USD 100 miliar per tahun.
 
“G20 yang menguasai 85% ekonomi dunia tentunya dapat berdampak signifikan bagi kemajuan dunia jika melakukan aksi konkrit dan nyata,” tutur Puan.
 
Sesi pertama sidang P20 menghadirkan sejumlah pimpinan parlemen G20 sebagai pembicara. Salah satu Keynote speaker di sesi I ini adalah pimpinan parlemen Inggris, Sir Lindsay Harvey Hoyle yang menyampaikan pentingnya upaya pencapaian SDGs melalui pembangunan hijau.

Kemudian ada juga Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco dan pimpinan parlemen China Chen Zhu. Ketua BPK RI Isma Yatun yang merupakan Ketua Supreme Audit Institution (SAI) 20 juga ikut menjadi pembicara.

“Saya melihat komitmen besar dari kita semua untuk mengakselerasi pencapaian SDGs dan mengimplementasi green economy, meski dunia sedang menghadapi berbagai tantangan global,” kata Puan.

Dalam sesi II Sidang P20 yang bertemakan ‘Keamanan Pangan dan Energi serta Tantangan Ekonomi’, Puan menyoroti soal krisis pangan dan energi global yang diperparah akibat pandemi, perubahan iklim, dan ketegangan geopolitik.

Merujuk data World Food Program, sebanyak 828 juta orang menderita kelaparan pada 2022. Sementara itu, kenaikan harga pangan mencapai 21% di tahun 2021.
 
“Dunia perlu ambil tindakan segera untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan dan energi, serta memulihkan gangguan rantai pasok,” tegas Puan.

Parlemen dunia pun, dinilai Puan, perlu memastikan perdagangan pangan dan komoditas pertanian yang terbuka, adil, transparan, dan non-diskriminatif.
 
“Tindakan pembatasan hanya akan mengancam rantai pasok dan perdagangan pangan global yang berimbas paling besar bagi negara-negara berkembang dan negara miskin,” ungkapnya.

Menurut Puan, berbagai tantangan ini menegaskan bahwa kolaborasi inklusif antara semua pemangku kepentingan mutlak dilakukan. Terutama dengan lembaga keuangan internasional, sektor swasta, dan like minded countries.
 
“Kolaborasi harus diikuti dengan alih teknologi yang saling menguntungkan. Kita juga perlu untuk terus mendorong kebijakan transisi kepada energi bersih dan terbarukan. Parlemen harus berperan dalam kolaborasi ini sebagai lembaga yang membawa aspirasi rakyat,” sebut Puan.

“Solidaritas dan kerja sama multilateral juga harus diarahkan untuk membantu negara yang paling terkena dampak krisis yakni untuk menjawab kebutuhan jangka pendek dalam ketahanan pangan dan energi, serta memperkuat stabilitas keuangan global,” imbuhnya.

Puan menyatakan, Pemerintah membutuhkan peran serta Parlemen yang lebih kuat dalam upaya mengatasi tantangan global, membangun ketahanan pangan dan energi, serta mempercepat pemulihan ekonomi. Untuk itu, penting sekali bagi parlemen berkolaborasi demi menjamin akses pangan dan energi, serta menjawab tantangan ekonomi.

“Khususnya melalui fungsi penganggaran, pembuatan undang-undang, dan pengawasan yang kita miliki,” urai Puan.

Dengan kolaborasi bersama, terutama antara negara G20 sebagai sebagai ekonomi terbesar di dunia, Puan menyebut tantangan terhadap tingginya harga pangan dan energi serta lambatnya pertumbuhan ekonomi global dapat dikelola dengan lebih baik.

Adapun pembicara dalam sesi II P20 adalah pimpinan parlemen Azerbaijan Sahiba Gafarova yang menyampaikan pentingnya merespons isu ketahanan pangan dan energi serta tantangan ekonomi melalui kerjasama global. Kemudian pimpinan parlemen Rusia, Valentina Matvienko, dan Kim Young Joo dari Korea Selatan.

Pada sesi ketiga sidang P20, pimpinan negara-negara G20 membicarakan soal sistem demokrasi yang tengah mengalami ujian berat. Tema dalam sesi ini adalah ‘Parlemen Efektif, Demokradi Vibrant’.

Puan lantas menyoroti soal adanya tren penurunan kualitas demokrasi pada beberapa tahun terakhir. Padahal, kurang dari separuh penduduk dunia tinggal di negara demokrasi di mana hanya 6,4% populasi dunia yang hidup di negara full democracy.
 
“Pandemi Covid-19 dianggap sebagian kalangan sebagai salah satu faktor yang mengganggu praktik demokrasi. Pembatasan pergerakan manusia sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan kewajiban vaksinasi dianggap bertentangan dengan hak asasi manusia karena bersifat memaksa dan menghalangi kebebasan bergerak individu,” papar Puan.
 
Pandemi Covid-19 juga dinilai menghambat pelaksanaan fungsi-fungsi legislatif sehingga kinerja parlemen terganggu. Intensitas komunikasi dan interaksi antara anggota parlemen dan masyarakat pun terhambat akibat pandemi.
 
Bahkan di beberapa negara, pelaksanaan pemilu baik di tingkat nasional maupun lokal harus ditunda. Meskipun demikian, menurut Puan, pandemi juga memberikan peluang bagi kita untuk memperkuat parlemen dan demokrasi.
 
“Misalnya dengan memanfaatkan teknologi, kita dapat meningkatkan interaksi dengan konstituen hingga memperluas partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi,” jelas cucu Proklamator RI Bung Karno itu.

Puan juga menegaskan, penurunan demokrasi tidak boleh terus berlarut. Negara-negara dunia disebut harus memupuk kembali agar demokrasi lebih kuat, dinamis, dan parlemen menjadi lebih effektif.
 
“Kita harus berkontribusi nyata terhadap pemulihan pandemi dan penyelesaian berbagai persoalan global,” ungkap Puan.
 
Tak hanya itu, parlemen pun dituntut memperkuat demokrasi pasca pandemi. Menurut Puan, parlemen harus turut memastikan bahwa demokrasi menjamin kebebasan, hak asasi manusia, good governance serta mendukung tercapainya kesejahteraan.

“Demokrasi juga berperan menjaga perdamaian dan prinsip check and balance dapat mencegah kekuasaan absolut pemerintah,” ucapnya.

Puan mengatakan, diskusi dalam sesi ini diharapkan dapat membuat parlemen dunia lebih menjaga dan memperkuat demokrasi di tengah berbagai tantangan global dan tren erosi demokrasi yang terjadi saat ini. Pimpinan parlemen yang menjadi pembicara di sesi III Sidang P20 adalah Om Birla (India), Milton Dick (Australia), Mustafa Sentop (Turki), dan Chuan Leekpai (Thailand).***din

Terapkan BI-Fast, bank bjb Jadi Bank Sponsor untuk Bank Jambi dan Bank Jambi Syariah

JAMBI, JAYAKARTA NEWS – Guna memajukan bisnis perusahaan dan mendorong laju perekonomian daerah, PT Bank Pembangungan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) kembali melakukan kolaborasi dengan perbankan lainnya. Kali ini, bank bjb melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi dan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi Unit Usaha Syariah.

Kerja sama yang dijalin adalah tentang pengelolaan likuiditas Peserta Tidak Langsung (PTL) oleh bank sponsor. Hal tersebut dilakukan dalam rangka penyelenggaraan transaksi Bank Indonesia – Fast Payment (BI-FAST).

Melalui kerjasama ini, bank bjb akan berperan sebagai Bank Sponsor untuk melakukan pengelolaan likuiditas Bank Jambi dan Bank Jambi Unit Usaha Syariah pada Bank Indonesia dalam rangka penyelenggaraan transaksi BI-FAST.

Penandatanganan PKS diselenggarakan pada Kamis 6 Oktober 2022 di Kantor Pusat Bank Jambi, Jalan Jenderal A. Yani Nomor 18, Telanipura, Jambi. Acara penandatanganan PKS dilaksanakan oleh Direktur Information Technology, Treasury & International Banking bank bjb Rio Lanasier dan Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Jambi Khairul Suhairi. Penandatanganan PKS disaksikan oleh Direktur Utama Bank Jambi Yunsak El Halcon dan Direktur Operasional Bank Jambi Pauzi Usman serta turut hadir Dewan Komisaris Independen Bank Jambi Agus Pringadi, Direktur Utama bank bjb syariah Adang A Kunandar.

Penandatanganan PKS ini dilakukan untuk mengatur terkait proses pengelolaan masing-masing likuiditas milik Bank Jambi dan Bank Jambi Unit Usaha Syariah sebagai PTL pada Bank Indonesia yang disebut dengan Sub-Rekening Setelmen Dana (RSD) yang hanya dapat dilakukan oleh bank bjb sebagai Bank Sponsor berdasarkan instruksi yang diberikan oleh PTL dalam rangka penyelenggaraan transaksi BI-FAST untuk diberikan kepada Nasabah PTL.

Nantinya, bank bjb sebagai Bank Sponsor akan memberikan layanan pengelolaan likuiditas kepada PTL dengan harapan untuk dapat mewujudkan sinergi antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang baik. Adapun PKS mulai berlaku sejak Bank Jambi dan Bank Jambi Unit Usaha Syariah mendapatkan persetujuan operasional transaksi BI-FAST dari Bank Indonesia.

Sebelumnya, pada Agustus dan September lalu, bank bjb juga sudah melakukan Penandatanganan PKS Pengelolaan likuiditas peserta tidak langsung (PTL) oleh Bank Sponsor dalam rangka penyelenggaraan transaksi Bank Indonesia-Fast Payment (BI-Fast) dengan Bank Bengkulu dan Bank Sultra.

Dalam sambutannya Rio mengatakan, PKS ini salah satunya dilaksanakan guna mendukung konsolidasi industri dan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional secara end-to-end dan bersifat national driven.

“Sekaligus juga mendukung tercapainya sistem pembayaran yang cepat, murah, mudah, aman, dan andal. Untuk itu, perlu dikembangkan infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang lebih efisien untuk memfasilitasi transfer dana secara real time dan tersedia setiap saat,” ungkap Rio.

Lebih lanjut Rio menyampaikan bahwa bank bjb akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat makin teredukasi, makin paham, dan makin banyak yang menggunakan BI Fast ini.

“Kendati sudah ada bank digital dan aplikasi transfer uang tanpa biaya, Rio memperkirakan transaksi transfer uang keluar menggunakan BI-Fast masih akan tumbuh ke depan. Masyarakat akan menuntut transaksi yg lebih efisien dari waktu ke waktu, salah satunya melalui BI Fast.” paparnya setelah penandatanganan dilaksanakan.

Sementara, Dirut Bank Jambi, Yunsak El Halcon mengaku senang hati datangnya unsur pimpinan bank bjb ke Bank Jambi. Namu dari kedatangan unsur pimpinan bank bjb harus ada sesuatu yang diperoleh. Kegitan ini merupakan era baru terbarukan bagi Bank Jambi.

“Karena kami akan masuk BI-FAST. Kegiatan hari ini merupakan perjuangan yang panjang, yang akhirnya mendapat kesesuaian. Setelah BI-FAST ini kita MoU adanya kesesuaian berpacu bersama,” ujar pria yang diakrab Bang El ini.

“Niat baik dari kegiatan yang telah berlangsung harus diteruskan dan tidak lupa untuk bersinergi, karena kegiatan yang dilaksanakan sama-sama menguntungkan keduabelah pihak,” urainya

Komisaris Independen Bank Jambi, Agus Pirngadi atas nama dewan komisaris mengucapkan syukur kerjasama yabg dilakukan bank bjb dan Bank Jambi. Terdapat dua agenda yang dibahas, salah satunya adalah komitmen bersama, yang dalam janga pendek bisa langsung diaplikasikan, yang nantinya dapat menjadi bekal bagi bank bjb dan Bank Jambi.

“Kami sambut baik kerjasama yang dilakukan, dengan adanya kerjasama maka akan memberikan kemudahan dan kemurahan bagi nasabah Bank Jambj. Semoga kerjasama BI-FAST kedepan dapat meningkatkan ekonomi di Provinsi Jambi,” tandas Komisaris Independen, Agus Pirngadi.

Sinergi Usaha Perbankan bank bjb syariah dan UUS Bank Jambi

Bersamaan dengan acara ini, turut diselenggarakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Bank Pembangunan Daerah Jambi dengan PT Bank Pembangungan Daerah Jabar Banten Syariah Tentang Sinergi Usaha Perbankan yang ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Jambi Yunsac El Halcon dan Direktur Utama bank bjb syariah Adang A Kunandar.

Adang menyampaikan dalam sambutannya bahwa melalui MoU ini diharapkan kedua belah pihak saling bersinergi dalam hal optimalisasi potensi bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak secara berkelanjutan.***/pr