Sultan Perkirakan Tren Importasi Beras akan Semakin Meningkat Pasca-UU Omnibus Law Cipta Kerja Disahkan

JAYAKARTA NEWS— Kebijakan pemenuhan dan ketahanan pangan melalui kebijakan impor terus mendapatkan sorotan serius dari pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Kebijakan ironis yang dilakukan di tengah musim panen Raya ini akan menjadi awal dari penghentian terakhir Indonesia di tengah jalan mewujudkan kemandirian pangan.

Menurut Wakil ketua DPD RI Sultan B Najamudin memperkirakan trend importasi beras Indonesia akan terus meningkat pasca disahkannya Perppu Cipta kerja menjadi Undang-undang oleh DPR. UU Cipta Kerja telah menghapus aturan larangan impor komoditas pertanian pada saat kebutuhan dan cadangan komoditas pertanian dalam negeri mencukupi.

“Sangat jelas, UU Cipta kerja telah memposisikan kegiatan impor pangan sebagai upaya pemenuhan pangan dalam negeri yang bisa dilakukan tanpa syarat apapun dan kapanpun. Dengan demikian Bangsa ini secara resmi telah mengubur cita-cita kemandirian pangannya sendiri”, ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Kamis (30/03).

Kebijakan impor pangan yang cenderung dilandasi oleh motif rent seeking politik ini, kata Sultan, akan berdampak sistemik pada masa depan pertanian Indonesia. Setidaknya akan terjadi kehilangan harapan dan semangat para petani untuk melakukan budidaya tanaman padi.

“Pada titik ini akan terjadi shifting profesi petani secara massal dan tentunya akan signifikan meningkatkan trend konversi lahan pertanian. Dominasi produksi pangan negara penghasil utama beras dengan pendekatan mekanisasi dan teknologi pertanian modern yang efisien akan terus mendorong Indonesia memenuhi kebutuhan pangan nasionalnya dengan produk pangan murah yang mereka hasilkan”, urai mantan ketua HIPMI Bengkulu itu.

Sementara Pemerintah, lanjut Sultan, hingga saat ini masih belum mampu menetapkan titik keseimbangan harga eceran tertinggi gabah kering di tingkat petani dan harga beras di pasaran. Kecendrungan pada kepentingan korporasi masih terasa jika kita melihat ketimpangan kenaikan HET GKP dibandingkan kenaikan HET beras.

“Sangat panjang efek domino yang akan merugikan petani dan masa depan industri pertanian Indonesia, jika pemerintah hanya fokus pada menjaga stabilitas harga beras dengan terus menghapus berbagai subsidi yang membantu mengurangi biaya produksi petani”, tegasnya.

Lebih lanjut, senator asal Bengkulu ini, meminta agar pemerintah segera mencari solusi jangka panjang dalam rangka memastikan dan menjamin cadangan Beras pemerintah (CBP) terjaga sesuai standar minimum Bulog. Saran kami Badan Pangan Nasional dan Bulog harus juga ditugaskan untuk melakukan produksi beras secara mandiri dengan melakukan kemitraan dengan seluruh Petani se-Indonesia.

“Bapanas dan Bulog jangan hanya menjadi off taker yang sudah pasti kalah bersaing dengan korporasi beras swasta. Institusi pangan ini harus turun ke lahan-lahan pertanian terutama dalam agenda food estate pemerintah”, tutupnya Sultan.

Diketahui, Ketentuan impor komoditas pangan dimuat pada klaster pertanian Pasal 30 UU Cipta Kerja, yang mencabut UU sebelumnya yaitu UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Kecukupan kebutuhan konsumsi dan/atau cadangan pangan Pemerintah berasal dari produksi dalam negeri dan impor Komoditas Pertanian dengan tetap melindungi kepentingan Petani,” bunyi Pasal 30 ayat (1) Perppu yang kini telah disahkan DPR menjadi UU Cipta Kerja.***/din

Kecelakaan Kerja Beruntun di Jabung, Usut Tuntas Presdir PetroChina

JAYAKARTA NEWS— Kecelakaan kerja dalam perusahaan PetroChina International Jabung Ltd di Jabung, Jambi kembali menjadi sorotan. Kecelakaan kerja yang mengakibatkan tiga orang pekerja tewas yang terjadi dipenghujung tahun 2022 dan setelahnya, dua kecelakaan beruntun lainnya di awal tahun 2023. Kecelakaan kerja tersebut menjadi tanggung jawab pimpinan tertinggi perusahaan tersebut terkait dengan keselamatan dan perlindungan tenaga kerja yang diperintahkan oleh hukum Indonesia.

Hal ini disampaikan Salamuddin Daeng, dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) kepada pers di Jakarta, Kamis (30/3/2023)

“Pucuk pimpinan tertinggi PetroChina Indonesia, Mr. Qian Mingyang, sebagai Presiden Direktur harus bertanggungjawab atas rangkaian kecelakaan kerja tersebut. Jangan hanya menimpakan kesalahan tersebut kepada beberapa bawahan untuk menutupi kelemahan dan bobroknya organisasi secara menyeluruh,” tegasnya.

Sampai sampai saat ini PetroChina belum menerima sanksi apapun terhadap kelalaian dan meninggalnya 3 pekerja di Wilayah Kerja Jabung, Jambi. Menurut Salamuddin Daeng, Kementerian ESDM dan SKK- MIGAS juga mesti bertanggung  jawab atas rangkaian kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa semacam ini.

“Selama ini Kementerian ESDM dan SKK MIGAS lemah pengawasan sehingga  banyak kecelakaan kerja di hulu migas. Sepertinya mereka lepas tangan atas kecelakaan kerja di perusahaan PetroChina International Jabung Ltd di Jabung, Jambi ini,” papar pengamat ekonomi dan energi ini.

Seharusnya, lanjut Salamuddin Daeng, mereka kerja sama memperbaiki sistem keamanan kerja agar tidak terjadi lagi kecelakaan kerja yang dapat merengut nyawa pekerja. Namun itu tidak dilakukan.

Akibatnya, capaian produksi rendah di sektor hulu migas dan meningkatnya kasus kecelakaan kerja seperti di PetroChina International Jabung Ltd di Jabung, Jambi. “Ini menunjukkan bahwa selama ini Kementerian ESDM dan SKK MIGAS hanya duduk manis dan makan gaji buta, sementara produksi migas nasional terus menurun,” ujarnya seraya menambahkan, agar hukum ditegakkan pihak Kementerian ESDM dan SKK-MIGAS juga harus diperiksa.

“Yang penting periksa dulu Mr. Qian Mingyang, sebagai penanggung jawab PetroChina International Jabung Ltd di Jabung, Jambi, sebelum ada kejadian yang lebuh buruk lagi,” tegasnya.

Menurutnya, kalau dilihat secara menyeluruh, kinerja PetroChina di tahun 2023 tidaklah moncer dan tidak dapat disebut sebagai prestasi yang membanggakan. Parameter ini dapat dilihat dari menurunnya angka produksi yang sangat drastis pada awal tahun 2023 khususnya paska masa Perpanjangan.

Dia menambahkan, kontrak kerja sama yang berlaku efektif sejak 27 Februari 2023 menunjukkan tingkat produksi PetroChina bahkan menyentuh titik terendah dalam 20 tahun terakhir pengoperasian Wilayah Kerja Jabung sehingga berdampak signifikan terhadap penerimaan bagi hasil bagian negara, penerimaan bagi hasil para Kontraktor Wilayah Kerja Jabung dan juga penerimaan pajak.

Seperti diwartakan sebelumnya, kecelakaan kerja pertama terjadi dalam area NEB#9 di Kecamatan Betara, Tanjung Jabung Barat, pada Minggu (18/12/2022) pukul 01.45 WIB menyebabkan dua pekerja tewas dan enam lainnya mengalami luka bakar.

Kemudian pada Senin (9/1/2023) pukul 23.33 WIB, tangki lumpur Rig Bohai-85 Petrochina di Desa Delima, Kecamatan Tebing tinggi, Tanjung Jabung Barat, terbakar. Sebanyak tiga pekerja mengalami luka bakar dan patah tulang akibat insiden ini.***/din

Partai Gelora Soroti Cadangan Beras Pemerintah yang Tinggal 220 Ribu Ton di Tengah Panen Raya

JAYAKARTA NEWS— Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyoroti masalah cadangan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog yang tinggal 220 ribu ton, padahal saat ini tengah musim panen.

Partai Gelora menduga ada permainan kartel yang menginginkan adanya impor beras untuk memenuhi cadangan beras pemerintah, bukan berasal dari penyerapan beras petani.

“Disinilah perlunya kita bersama-bersama segera membangun kemandirian, supaya bangsa kita tidak impor lagi. Masa wilayahnya subur, kita impor terus dan menjadi bangsa yang tidak bersyukur. Tanahnya subur, tapi pertaniannya impor,” kata Achmad Nur Hidayat, Ketua Bidang Kebijakan Publik DPN Partai Gelora dalam Gelora Talk bertajuk ‘Ramadhan 1444 H, Ketahanan Pangan dan Konsumsi Bijak di Bulan Ramadhan, Rabu (29/3/2023) sore.

Menurut dia, Partai Gelora sangat konsen terhadap kemandirian bangsa sejak krisis terjadi, yang dimulai dari pandemi Covid-19 yang sekarang diperparah dengan dampak perang Rusia-Ukraina.

“Partai Gelora sudah mewanti-wanti tantangan ke depan, yang dihadapi Indonesia dan dunia adalah masalah pangan. Pemerintah tidak bisa lagi membuat kebijakan yang sifatnya pemadam kebakaran saja,” katanya.

Ia menilai pemerintah terlihat gagap dalam mengantisipasi dampak krisis saat ini. Para stakeholder di pusat dan daerah, yang memiliki policy maker seharusnya mulai membangun kemandirian pangan.

“Membangun kemandirian ini jauh lebih penting, dibandingkan menyelesaikan masalah pangan dengan impor, impor dan impor lagi, mau sampai kapan kita impor?  Bagaimana petani mau sejahtera, ketika panen bukannya menyerap beras petani, tetapi pemerintah mau impor lagi 2 juta ton,” katanya.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa Ketut mengatakan, bahwa cadangan pangan pemerintah secara prinsip masih cukup dan aman hingga akhir tahun.

Sebab, cadangan pangan itu, jika mengacu pada UU No.18 Tahun 2022 tentang Pangan adalah cadangan pangan pemerintah dan cadangan pangan di masyarakat.

“Problemnya sekarang adalah ketika pemerintah mau melakukan intervensi saat terjadi gejolak harga, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa, karena cadangan beras pemerintah per 24 Pebruari tinggal 220 ribuan ton, mungkin sekarang menurun lagi,’ katat Ketut Astawa.

Sementara pada saat yang sama, lanjut Ketut, pemerintah memberikan bantuan beras 10 kg per penerima kepada 21,353 juta keluarga penerima manfaat (KPM)  selama tiga bulan, sehingga dibutuhkan sekitar 630 ribu ton beras untuk kebutuhan Maret, April dan Mei.

“Sekarang juga terjadi anomali saat musim panen, harusnya harga beras pada bulan Pebruari, Maret dan April turun, tetapi justrunya harganya naik. Pemerintah telah menugaskan Bulog untuk menyerap beras petani, tetapi harganya terlalu tinggi, sehingga stok beras di Bulog masih 220 ribuan ton saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, penggilingan besar yang selama mamasok beras untuk Bulog juga hanya mampu mensuplai beras sebanyak 60 ribuan ton saja. Sehingga dalam Rapat Pimpinan di Kementerian Perekonomian diputuskan untuk impor lagi 2 juta.

“Beras impor itu nantinya akan digunakan untuk memenuhi bantuan 630 ribu ton kepada keluarga penerima manfaat dan untuk stabilitas harga sekitar 220 ton per bulan,” jelasnya.

Ketut menegaskan, persoalan pangan akan selesai apabila pemerintah memiliki kekuatan akan cadangan pangan dan memiliki kemandirian sebagai bangsa.

Namun, ia mengatakan, Bapanas saat ini masih memiliki kendala koordinasi untuk mengkoordinasikan istansi terkait dalam pemenuhan cadangan pangan pemerintah.

“Masalah itu akan selesai, kalau regulasi yang kita sebut sebagai Sistem Pangan selesai dibahas. Jadi pemerintah dalam memenuhi cadangan pangan itu, harus menjaga di hulu, tengah dan hilirnya atau konsumsi,” katanya.

Tidak Ada Kebijakan Komprehensif

Sementara itu, ekonom senior Hendri Saparani mengatakan, timbulnya masalah pangan karena pemerintah tidak memiliki kebijakan komprehensif yang menempatkan pangan sebagai keberpihakan strategis.

“Kan Bapanas mengatakan, bahwa cadangan pangan itu ada pada pemerintah dan masyarakat. Pertanyaannya, apakah masyarakat akan menggelontorkan pangan ketika dibutuhkan? Jawaban tidak!” katanya Hendri.

Jika pemerintah memiliki kebijakan strategis soal pangan, maka pemerintah akan menjaga harga kebutuhan pangan agar tidak naik, selain memenuhi masalah ketersediannya.

“Ini seolah-olah kalau harga naik saat Ramadhan, Lebaran atau Natal itu diangkat sebagai hal wajar, dan masyarakat hanya bisa pasrah saja. Kalau di negara lain ada pengontrolan harga, tapi kalau kita diserahkan ke market atau pasar,” katanya.

Hendri dapat memaklumi, kenapa pemerintah tidak bisa mengontrol harga pangan, karena cadangan pangan pemerintah hanya sekitar 25 persen saja.

“Bagaimana pemerintah mau menjaga harga pada saat sama hanya memegang cadangan pangan 25 persen, sementara 75 persen lagi beras ditentukan perusahaan impor,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah memberikan anggaran di APBN untuk Bulog dalam memenuhi stok cadangan pangan pemerintah, bukan sebaliknya disuruh cari sendiri pendanaan secara komersil.

“Selama ini banyak kebijakan yang tidak memudahkan Bulog, tidak hanya masalah beras saja, tetapi komoditas yang lain. Ini yang mulai dipikirkan pemerintah, beri anggaran di APBN, bukan harus mencari pendanaan komersil,” katanya.

Hendri meminta pemerintah segera merombak kebijakan pangannya dan menetapkan arah baru kebijakan pangan secara komprehensif.

“Lalu, ada pertanyaan apakah salah kalau pemerintah impor, ya tidak salah karena memang cadangan pangannya tidak ada. Dan saya kira peran Bulog harus ditingkatkan untuk memenuhi cadangan pemerintah agar tidak menjadi pesuruh saja,” pungkasnya.

Ahli Imunologi dan Mikrobilogi Rina Adeline menambahkan, masalah pangan tidak pernah selesai, karena ada permintaan, sehingga suplainya tidak terkontrol.

Padahal saat ini sudah terjadi pergeseran budaya mengenai konsumsi makanan di masyarakat, dari sebelumnya memasak sendiri, sekarang lebih suka mengkonsumsi makanan jadi.

“Jadi berdasarkan sensus kita, terjadi pergeseran pengeluaran masyarakat kita, dari budaya memasak sendiri menjadi makan jadi. Itu mencapai 220 ribu orang per kapita. Jika melihat data itu, cadangan pangan pemerintah harusnya cukup,” kata Rina Adeline.

Ia meminta agar masyarakat mulai beralih dalam   memenuhi kebutuhan karhidratnya tidak lagi didapatkan dari konsumsi beras, tapi bisa dialihkan ke konsumsi sayuran dan buah-buahan.

“Sayuran dan buah-buahan itu karbohidratnya lebih kompleks, lebih lengkap dibandingkan beras. Ini bisa menjadi edukasi ke masyarakat agar keluarga kita lebih banyak mengkonsumi sayuran dan buah-buahan, daripada beras. Hal ini, saya kira juga bisa menjadi program untuk bargaining ke pemerintah,” tegasnya.***din

Ini Besaran THR dan Gaji Ke-13 Bagi ASN, TNI, Polri, Tenaga Pengajar dan Pensiunan

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberian THR dan gaji ke-13 yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 15/2023 yang telah disesuaikan dengan kondisi membaiknya penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi domestik, meski masih terdapat risiko ketidakpastian global.

Kebijakan ini sebagai wujud penghargaan atas kontribusi dan pengabdian para Aparatur Negara termasuk TNI, Polri, tenaga pendidik dan pensiunan baik di pusat maupun daerah di dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat, serta upaya pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, komponen THR pada tahun 2023 terdiri dari pembayaran sebesar gaji pokok atau pensiunan pokok ditambah dengan tunjangan yang melekat, yaitu terdiri dari tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan struktural/fungsional/umum lainnya, dan 50 persen tunjangan kinerja perbulan bagi yang mendapatkan tunjangan kinerja.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pembayaran THR dan gaji ke-13 tahun ini juga diberikan kepada guru dan dosen yang tidak mendapatkan tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan akan diberikan 50 persen tunjangan profesi guru serta 50 persen tunjangan profesi dosen.

Menkeu menyebut, ini pertama kali dilakukan. Untuk penambahan komponen tersebut, maka pemerintah pusat akan memberikan tambahan transfer kepada seluruh pemerintah daerah yang diperkirakan mencapai Rp 2,1 triliun.

“Jadi kami akan sampaikan THR tahun 2023 ini diberikan kepada seluruh aparatur negara dan pensiunan yang terdiri dari, 1. ASN Pusat, prajurit TNI, Polri dan Pejabat Negara sekitar 1,8 juta orang; 2. ASN Daerah yaitu 3,7 juta orang termasuk di dalamnya Guru ASN Daerah yang menerima tunjangan profesi guru (TPG) sebanyak 1,1 juta orang dan Guru ASN Daerah yang menerima Tamsil yaitu 527,4 ribu orang; 3. Pensiunan dan penerima pensiun yang berjumlah 2,9 juta pensiunan,” ungkap Menteri Keuangan dalam Konferensi Pers terkait THR dan Gaji ke-13 di Jakarta, Rabu (29/03).

Selanjutnya, Menkeu menyebut untuk pencairan THR ini akan dimulai pada H-10 dari Hari Raya Idul Fitri.

“Ini kira-kira April sudah mulai dicairkan. Kementerian dan Lembaga dapat segera mengajukan surat perintah membayar ke kantor pelayanan perbendaharaan negara KPPN mulai H-10 dan menyesuaikan dari penetapan cuti yang telah diumumkan oleh pemerintah mengenai cuti bersama di hari raya dan dapat dicairkan oleh KPPN sesuai mekanisme yang berlaku,” terangnya.

Menkeu juga mengimbau kepada seluruh kementerian lembaga dan pemerintah daerah agar diupayakan THR bisa diterima sebelum Hari Raya Idul Fitri. Namun apabila THR belum dapat dibayarkan sebelum Hari Raya Idul Fitri, THR dapat dibayarkan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Sementara untuk gaji ke-13 akan dibayarkan mulai bulan Juni 2023, di mana gaji ke-13 memiliki komponen dan kelompok aparatur penerima yang sama dengan THR tahun ini.

“Untuk pengaturan THR di dalam PP nomor 15/2023 yang baru diterbitkan, ini juga mengatur mengenai pembayaran gaji ke 13 untuk membantu terutama pada saat tahun ajaran baru, yaitu untuk belanja-belanja pendidikan bagi putra-putri keluarga ASN,” ujar Menkeu.

Namun tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya untuk terus mendukung dan mengelola momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi dengan menggunakan instrumen fiskal secara ekspansif, terarah dan terukur. Pemerintah juga berupaya mengendalikan inflasi dengan menjaga daya beli terutama bagi masyarakat miskin dan rentan, dalam hal ini melalui berbagai kebijakan perlindungan sosial.

Adapun anggaran perlindungan sosial untuk tahun 2023 dialokasikan sebesar Rp 476 triliun. Ini bertujuan untuk melindungi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), termasuk program keluarga harapan (PKH) dengan anggaran Rp 28,7 triliun, bantuan sosial melalui kartu sembako untuk 18,8 juta KPM dengan anggaran sebesar Rp 45,1 triliun.

Di sisi lain, bantuan subsidi energi dan subsidi non energi juga mendapat bantuan dari pemerintah dengan alokasi anggaran mencapai Rp 290,6 triliun, bantuan iuran jaminan kesehatan atau JKN bagi 96,8 juta keluarga tidak mampu sejumlah Rp 46,5 triliun, bantuan pendidikan dalam bentuk program Indonesia Pintar kepada 20,1 juta siswa sebesar Rp 9,7 triliun, beasiswa Bidikmisi atau Kartu Indonesia Pintar Kuliah kepada 994,3 ribu mahasiswa sebesar Rp12,8 triliun.

Sementara, untuk menjaga inflasi, pemerintah memberikan pemenuhan kebutuhan gizi melalui program perlindungan sosial berupa bantuan pangan beras kepada 21,3 juta KPM dan bantuan paket protein ayam dan telur kepada 1,4 juta KPM dengan balita stanting dengan anggaran mencapai Rp 8,2 triliun.

“Inilah berbagai langkah yang dilakukan pemerintah melalui instrumen APBN yang langsung dapat di nikmati manfaatnya oleh masyarakat, terutama kelompok yang kurang mampu. Ini adalah keberpihakan dari pemerintah bagi masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga akan terus menggunakan instrumen APBN di dalam meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat melalui program-program lainnya, seperti pembangunan infrastruktur dan juga program kepada kelompok UMKM,” pungkas Menkeu.***/ebn

Masa Kerja Satgas BLBI Tinggal 9 Bulan Lagi, Capaian Kinerja Baru 25,83%

JAYAKARTA NEWS— Masa kerja Satgas BLBI untuk menuntaskan kinerjanya adalah 9 bulan lagi atau persisnya Desember 2023 mendatang. Sejauh ini capaian kinerja Satgas BLBI baru 25,83%. KarenanyaAnggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mempertanyakan efektivitas Satgas yang dibentuk pemerintah sejak tahun 2021.

Menurutnya, pembentukan Satgas sejak awal merupakan bukti bahwa kewenangan yang dimiliki oleh masing-masing lembaga terkait tidak berjalan dengan baik.Politisi Partai Golongan Karya itu menilai, seharusnya kasus BLBI ini bisa diatasi oleh Dirjen Kekayaan Negara dan jajarannya karena masuk ke bagian piutang negara.

“Waktu yang tersisa kan tinggal 9 bulan sampai per 31 Desember, (sedangkan) pencapaian kinerjanya baru 25,83 persen. Itu menjadi pertanyaan kita tentang efektivitas kerja mereka. Apakah dari sisa waktu yang ada, mereka bisa mengejar pencapaian itu? Itu yang paling utama,” ujar Mukhamad Misbakhun sebagaimana dikutip dari laman dpr.go.id

Misbakhun juga menyoroti perihal orang-orang yang ada di balik Satgas BLBI. Dirinya menyampaikan bahwa sejauh ini, orang-orang yang terlibat masih orang-orang yang sama yang berasal dari lembaga terkait yang sejak awal memiliki tugas untuk menangani pemulihan hak negara dari sisa piutang dana BLBI. Untuk itu, lagi-lagi dirinya mempertanyakan alasan mengapa penanganan kasus ini baru bekerja ketika ada satgas, sementara sebelum-sebelumnya kasus ini seperti ditinggalkan begitu saja.

“Isinya Satgas juga orang lembaga itu. Dirjen Kekayaan Negara sebagai pelaksananya, terus Menkopolhukam sebagai ketuanya, ya kan?  Ada PPATK, ada Bareskrim, ada Jaksa Agung dan sebagainya. Tugasnya apa? Menelusuri aset, mencari data keuangannya. Tugasnya memang itu semua. Tapi kenapa baru dilaksanakan kalau ada Satgas?” tanyanya.

Legislator Dapil Jawa Timur II ini menyampaikan apabila Satgas BLBI ini tidak mampu menyelesaikan kinerjanya sesuai masa kerja maka lebih baik tidak perlu diadakan perpanjangan. Menurutnya, angka 25,83 persen sebagai hasil evaluasi kinerja ini sudah menunjukkan bahwa pembentukan Satgas untuk menangani kasus BLBI ini bukan langkah yang efektif. Untuk itu, dirinya mendorong pemerintah untuk melakukan upaya yang lebih signifikan dalam menangani kasus BLBI ini.

“Kalau pemerintah mengusulkan (perpanjangan masa kerja Satgas BLBI), ya kita ingin menolak. Kerjakan saja lewat sistem yang ada. Bisa melalui proses lelang atau bisa melalui mekanisme kewenangan undang-undang yang selama ini dipakai. Satgas itu kan cuma satuan tugas. Tanpa satuan tugas pun hak negara tidak hilang. Tinggal dilanjutkan oleh Dirjen Kekayaan Negara,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto menambahkan, apabila ada satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah dalam upaya memulihkan kembali hak negara dari kerugian yang ditimbulkan oleh kasus BLBI, hal itu adalah dengan mendorong pembentukan Undang-Undang Perampasan Aset bersama dengan DPR.

Dirinya menilai bahwa selama ini, aset-aset negara dari kasus BLBI hanya dijaminkan saja, tetapi tidak benar-benar dirampas karena belum ada payung hukumnya. Sehingga, menurutnya kehadiran Undang-Undang Perampasan Aset ini akan menjadi hal yang sangat penting bagi kemajuan penanganan kasus BLBI.

“Saya kira hal seperti ini perlu kita dorong adanya Undang-Undang Perampasan Aset yang terkait dengan masalah BLBI ini. (Tinggal) negara siap atau tidak untuk membuat undang-undang (bersama dengan DPR). Jangan-jangan pemerintah sendiri yang gak siap untuk membuat undang-undang itu, karena berbagai hal yang mereka, mungkin dari kinerja dan dari banyak juga yang hilang dan segala macam asetnya itu,” ujarnya.***/din

Perusahaan Implan Otak Elon Musk Cari Partner Uji Coba Produk untuk Manusia

Perusahaan implan otak milik Elon Musk, Neuralink, telah melobi  salah satu pusat bedah saraf terbesar di Amerika Serikat  untuk menjadi  mitra uji klinis potensial saat bersiap untuk menguji perangkatnya pada manusia jika regulator mengizinkan, demikian informasi dari sumber-sumber  yang mengetahui masalah tersebut.

Neuralink telah mengembangkan implan otak sejak 2016, yang diharapkan dapat menyembuhkan penyakit serius seperti kelumpuhan dan kebutaan.

Tapi langkah perusahaan Elon Musk  mengalami pukulan pada awal 2022, ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menolak permintaannya untuk melanjutkan uji coba pada manusia. FDA beralasan, ada masalah keamanan yang serius, seperti dilaporkan Reuters  awal bulan ini.

Sejak saat itu, perusahaan telah mencoba untuk mengatasi kekhawatiran FDA tersebut, dan sejauh ini belum  jelas apakah atau kapan akan melakukannya.

Neuralink telah melakukan pembicaraan dengan Barrow Neurological Institute, sebuah organisasi perawatan dan penelitian neurologis di Phoenix, Arizona untuk membantu melakukan uji coba pada manusia, kata sumber tersebut.

Negosiasi tidak selalu mengarah pada pengelompokan. Neuralink juga membahas kolaborasi dengan pusat bedah syaraf lain, tambah sumber tersebut yang meminta Namanya dirahasiakan. Sejauh ini tidak dapet diperoleh konfirmasi  mengenai status terbaru dari negosiasi tersebut.

Pihak berwenang di  Neuralink tidak berkenan memberika tanggapan.  Francisco Ponce, direktur program residensi neuromodulasi dan bedah saraf Barrow, menolak berkomentar dikaitkan dengan  Neuralink. Tetapi  dia mengatakan Barrow memiliki posisi yang baik untuk melakukan penelitian tentang implan semacam itu karena pengalamannya yang panjang di lapangan.

FDA menolak mengomentari upaya Neuralink untuk menemukan mitra untuk uji klinisnya. Upaya terbaru Neuralink terkait dengan dua penyelidikan civil AS tingkat tinggi terhadap operasinya.

Inspektur Jenderal DepartemenPertanian A.S. mulai menyelidiki Neuralink atas potensi pelanggaran kesejahteraan hewan tahun lalu. Ada kekhawatiran mereka  tentang pengujian cepat pada hewan, yang telah menyebabkan penderitaan dan kematian yang tidak perlu.

Departemen Perhubungan AS telah mengumumkan akan bekerja sama dengan University of California, Davis, untuk menyelidiki kemungkinan kesalahan penanganan patogen berbahaya dalam pengujian hewan di perusahaan itu  antara 2018 dan 2020.

Barrow membantu menstandarkan operasi implan otak yang memungkinkan pasien tertidur, sebuah langkah penting agar lebih dapat diterima oleh masyarakat umum, kata Ponce.

Ini konsisten dengan visi Musk untuk chip otak Neuralink. CEO Tesla Inc.  dan pemilik saham mayoritas Twitter itu mengatakan, implan otak Neuralink akan menjadi hal yang biasa seperti operasi mata Lasik.

Perangkat yang ditanamkan Barrow sejauh ini berbeda dengan perangkat Neuralink. Barrow bekerja dengan perangkat stimulasi otak dalam, yang mendapat persetujuan FDA pada tahun 1997 untuk membantu mengurangi earthquake pada penyakit Parkinson dan telah ditanamkan pada lebih dari175.000 pasien.

Implan Neuralink adalah perangkat antarmuka komputer otak( BCI) yang menggunakan elektroda yang menembus atau berada di permukaan otak untuk terhubung langsung ke komputer. Hingga saat ini, belum ada perusahaan yang mendapat persetujuan dari Amerika Serikat untuk memasarkan implan BCI.(rtr/sm)

Kemenparekraf Gelar Forum Peningkatan Tata Kelola Destinasi di Likupang

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar forum komunikasi lintas stakeholder pariwisata guna membahas peningkatan tata kela destinasi di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang hingga Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparerkaf/Baparekraf) Sandiaga Uno dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/3/2023) menekankan agar Destination Management Forum dapat mengakselerasi pola tata kelola DPSP menjadi lebih terpadu melalui kolaborasi dan dukungan stakeholder di daerah.

“Saya berharap penerapan tata kelola pariwisata dan akselerasi pergerakan pengembangan DSP Manado-Likupang melalui penguatan jejaring kolaborasi dapat terwujud,” ujarnya.

Hal ini, kata Menparekraf Sandiaga, diperlukan sebagai upaya untuk peningkatan kualitas pengalaman, lama tinggal dan dampak ekonomi, serta sosial budaya dan ekologi yang semakin berkelanjutan melalui penataan visitor manajemen dan pengelolaan limbah sampah.

“Tidak hanya itu, ada pula teknik interpretasi dan hospitality manajemen, sampai rantai pasok dan ekonomi kreatif dalam ekosistem kepariwisataan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang pengembangan destinasi dan Infrastuktur, Kemenparekraf, Frans Teguh menjelaskan bahwa salah satu focal point dari pengembangan pariwisata adalah upaya menggerakkan stakeholder untuk mengakselerasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas.

Pengembangan destinasi yang dimaksud dilaksanakan tanpa terpaku pada batasan-batasan kepentingan, yang terangkum dalam suatu framework yang menjadi alat dalam manajemen destinasi, diantaranya Destination Management, Destination Governance, dan Leadership untuk meningkatkan reputasi destinasi.

“Dalam hal mencapai tujuan pembangunan pariwisata melalui framework yang komprehensif, juga diperlukan orkestrasi dari lintas kepentingan serta dengan menumbuhkan mental keterbukaan yakni open mind, open will, dan open heart,” katanya.

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Oneng Setya Harini menambahkan konsep DMO ini dilakukan untuk memperkuat orkestrasi dan kolaborasi dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen destinasi.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan, keamanan dan keselamatan jiwa, stabilitas ekonomi, kemajuan teknologi, perubahan perilaku, over tourism, serta regulasi dan kebijakan, merupakan 7 tantangan nyata sektor pariwisata yang saat ini kita hadapi, dan tentu melalui peningkatan tata kelola serta manajemen destinasi yang lebih optimal diharapkan dapat menjadi solusi bersama,” ujarnya.***/mel

Promo DIGI Ramadhan Pasar NgaDIGI, Belanja ke Pasar Dapat Hadiah dari bank bjb

BANDUNG, JAYAKARTA NEWS – Ramadhan telah tiba. Bulan yang penuh berkah kembali hadir setelah satu tahun lamanya dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Di bulan ini, selain aktivitas ibadah yang meningkat, transaksi ekonomi juga menggeliat imbas dari tingginya transaksi masyarakat.

Geliat ekonomi ini akan tampak sangat mencolok dengan tingginya kunjungan warga ke sejumlah pasar tradisional. Masyarakat berbelanja kebutuhan harian seperti lauk pauk hingga kebutuhan untuk lebaran, mulai dari baju, sepatu, snack, bahan baku kue, dan lainnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap warga pada momen Ramadhan tahun ini, bank bjb menggelar program promo bagi konsumen dan pedagang di pasar tradisional. Program tersebut juga upaya bank bjb mendukung percepatan digitalisasi di Indonesia.

Adalah program DIGI Ramadhan Pasar NgaDIGI. Sebuah program digitalisasi pasar tradisional dengan menerapkan pembayaran menggunakan digital payment product (DIGI, DigiCash by bank bjb) menggunakan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) sehingga transaksi di pasar tradisional dapat dilakukan secara cashless (tanpa uang cash).

Program promo ini terdiri dari dua program, yaitu Get Sembako dan Racing Merchant, yang berlangsung pada periode 21 Maret hingga 20 April 2023. Program berlaku di Pasar Gedebage Bandung, Pasar Jaya Jakarta, Pasar Parigi Pangandaran, Pasar Bintaro Sektor 2, dan Pasar Kebun Sayur Balikpapan.

Program Get Sembako

Promo ini menawarkan kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan sembako dengan menunjukkan bukti transaksi menggunakan DIGI atau DigiCash by bank bjb. Di mana berlaku minimal transaksi belanja sebesar Rp50.000.

Program promo ini berlaku setiap hari dan bagi 2.500 transaksi pertama selama periode promo. Namun, batas transaksi untuk setiap user account hanya 1 kali transaksi/user/merchant/hari dan tidak berlaku untuk kelipatan.

Racing Merchant

Program ini ditujukan untuk merchant atau toko dengan volume transaksi tertinggi dengan minimal volume transaksi Rp5.000.000 selama periode program berlangsung. Semakin tinggi transaksi yang dilakukan, maka akan semakin besar mendapatkan berbagai hadiah menarik dari bank bjb.

bank bjb telah menyiapkan hadiah menarik bagi toko atau merchant yang berhasil melakukan transaksi menggunakan saluran cashless bank bjb. Para pemenang akan mendapatkan reward logam mulia dengan berat 3 gr, 2 gr, dan 1 gr. Pemenang akan diumumkan maksimal 14 hari kerja setelah validasi data melalui media sosial resmi bank bjb.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, program promo DIGI Ramadhan Pasar NgaDIGI ini diharapkan dapat membantu meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Melalui program ini, kami bank bjb berharap dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi, serta  meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan digital payment product dalam transaksi sehari-hari,” jelas dia.

Selain program tersebut, lanjut Widi, bank bjb juga menggelar berbagai program promo khusus Ramadhan lainnya. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi bjb Call 14049 atau bisa didapatkan melalui website resmi bank bjb : www.bankbjb.co.id.***pr

Ketua MPR Bamsoet Laporkan SPT Tahunan Melalui Aplikasi Daring e-Filing

JAYAKARTA NEWS— Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun 2022 melalui aplikasi daring e-Filing di hari libur nasional, di hari puasa pertama. Dirinya juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan SPT Tahunan hingga batas akhir 31 Maret 2023, sebagai bentuk gotong royong menyukseskan berbagai agenda pembangunan nasional.

“Melalui aplikasi e-Filing sangat mudah untuk melaporkan SPT Tahunan kita dari mana saja dan kapan saja. Bahkan, di saat libur seperti hari ini pun, saya bisa dengan mudah melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun 2022. Uang yang berasal dari rakyat melalui pajak nantinya akan dikembalikan lagi ke rakyat dalam berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah,” ujar Bamsoet usai melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun 2022, dari kediamannya di Jakarta, Kamis (23/3/23).

Hadir antara lain Direktur P2Humas Direktorat Jenderal Pajak Dwi Astuti, Kasubdit Kerjasama Perpajakan Direktorat P2 Humas Natalius, Kabid P2Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Timur Sugeng Satoto, dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Duren Sawit Amty Nur Hayati.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan melaporkan, per 13 Maret 2023, sebanyak 7,1 juta wajib pajak sudah melaporkan SPT Tahunan. Setara 37,46 persen dari angka kepatuhan SPT Tahunan 2023, dan tumbuh 15,41 persen dibandingkan tahun 2022. Penerimaan pajak sampai dengan Februari 2023 juga masih sangat kuat dengan realisasinya Rp 279,98 triliun atau 16,3 persen dari target APBN 2023.

“Untuk dapat memaksimalkan kinerja penerimaan negara, saya mendukung rencana pemisahan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sebagai penggantinya akan dibentuk suatu badan pengelola pajak otonom atau Badan Penerimaan Negara yang bertanggungjawab langsung kepada presiden. Ide tersebut sebenarnya bukan hal baru. Melainkan masuk dalam salah satu visi misi kampanye Presiden Joko Widodo di tahun 2014. Ketika saya menjabat sebagai Ketua DPR RI 2018-2019 pun, telah dibahas masalah ini. Namun hingga kini belum terealisasi,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum SOKSI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, jika badan khusus yang mengurusi perpajakan dibentuk, maka otoritas pajak akan lebih leluasa dan fleksibel menentukan kebijakan, rekrutmen pegawai hingga penataan regulasi perpajakan. Termasuk meningkatkan penerimaan negara.

Terlebih, saat ini penerimaan pajak Indonesia mencapai lebih dari 75 persen dari pendapatan negara. Pemerintah sendiri dalam APBN 2023 telah menargetkan penerimaan negara mencapai Rp 2.463 triliun. Dimana pendapatan dari pajak sebesar Rp 2.021,2 triliun atau sekitar 82 persen dari total penerimaan negara.

“Sejumlah negara juga telah melakukan pemisahan badan pajak dengan Kemenkeu. Semisal, Amerika Serikat yang memiliki lembaga pajak otonom terpisah dari Kemenkeu, bernama Internal Revenue Service (IRS). Singapura memiliki Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS), otoritas pajak semi otonom yang tidak berada dibawah Kemenkeu. Beberapa negara lain juga telah membuat lembaga pajak semi otonom,” pungkas Bamsoet.***din

Ekonomi Dalam Negeri Masih Dibayangi Ketidakpastian Global

JAYAKARTA NEWS— Ekonomi dalam negeri masih dibayangi ketidakpastian global. Sehingga kebijakan memperkuat ekonomi domestik maupun kebijakan-kebijakan lain menjadi satu hal yang penting untuk dilakukan.

Demikian dikatakan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan dalam dialog bertema “Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersedian Pangan” pada Senin (20/3/22).

Dalam diskusi online yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) tersebut, Ferry menjelaskan, dalam memperkuat ketahanan ekonomi domestik ada dua indikator kunci yang dijaga secara serius oleh pemerintah. Antara lain, tingkat konsumsi masyarakat dan peningkatan investasi.

“Nah inflasi, ketahanan pangan, maupun beberapa komoditas pangan strategis, itu punya kaitan erat dengan konsumsi masyarakat. Jadi dengan kita jaga inflasi dan  kebutahan pokok strategis, akan memberikan kepastian kepada masyarakat,” paparnya.

Ferry menambahkan, hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi.  Dalam beberapa kesempatan Presiden menekankan pentingnya menjaga daya konsumsi masyarakat untuk menggerakan aktivitas ekonomi dalam negeri. Sebab ekonomi global masih disertai ketidakpastian.

Ferry mengatakan, selain bantuan dan perlindungan sosial kepada masyarakat –terutama kelas bawah– pihaknya melakukan berbagai orkestrasi kebijakan sebagai upaya menjaga dan mengendalikan stabilitas harga dan ketersedian pangan.

Dia menyebut contoh untuk keterjangkauan harga, pihaknya melakukan stabilitasasi harga serta pengelolaan permintaan. Adapun untuk ketersediaan pasokan dilakukan penguatan produksi domestik, penguatan stok nasional, dan penguatan kelembagaan.

“Memastikan pasokan beras penting kita lakukan. Stok kita pantau di Badan Pangan Nasional dan di Bulog. Kemudian distribusi, terus kita monitor karena perpindahan barang dari satu titik ke titik yang lain juga membutuhkan jaringan distribusi yang kuat dan lancar,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya mengotimalkan komunikasi efektif kepada masyarakat agar selalu mendapat informasi yang up to date soal kebijakan terkini yang dikeluarkan pemerintah.  Sehingga, posisi stok barang ada, terutama jelang Ramadan dan Idul Fitri.

Ferry juga membeberkan berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pengendalian inflasi dan ketersedian pangan pada 2023 ini. Antara lain, adanya ketidakpastian global, disparitas pasokan antar waktu dan antar wilayah serta iklim dan cuaca yang tidak menentu.

“Kita targetkan inflasi di tahun 2023 kembali ke awal yaitu 3,0+1% setelah mengalami kenaikan sekitar 5.0% di 2022. Ini butuh effort dan kerjasama terutama kalo kita lihat tantangan tadi yakni global masih uncertain, kemudian ada iklim dan cuaca, dan lain-lain,” ungkapnya.

Belanja Bijak

Lebih lanjut, Ferry mengimbau masyarakat untuk bijak dalam membelanjakan uangnya. Terutama dalam masa Ramadhan dan menjelang hari raya Idulfitri. Pihaknya, terang Ferry, mendorong Pemda di seluruh Indonesia melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengimbau masyarakat untuk menerapkan konsep belanja bijak.

“Bahwa memang selalu ada masyarakat saat lebaran senangnya itu membeli berbagai kebutuhan pokok. Tapi tadi kita dorong yang namanya belanja bijak. Jangan berlebihan. Bahwa kalo untuk belanja bulanan aja bagus, tapi jangan untuk menumpuk. Akibatnya mengurangi stok yang ada di pasar. Ini kemudian yang mengakselerasi orang untuk tambah beli lagi,” tutupnya. 

Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan

Ferry menambahkan, pemerintah memiliki komitmen yang sangat tinggi dalam rangka memperkuat sektor pertanian maupun sektor terkait. Bahkan total APBN yang digelontorkan mencapai Rp104,2 triliun.

“Baik untuk pengembangan budidaya pertanian, infrastruktur, subsidi pupuk, DAK untuk pertanian mapun DAK lain termasuk dana desa yang kita alokasikan paling tidak 20% untuk program ketahanan pangan,” terangnya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan penguatan cadangan pangan baik melalui CBP (Cadangan Beras Pemerintah) dan CSHP (dana Cadangan Stabilisasi Harga Pangan-red). Tak  hanya itu, pemerintah juga melibatkan sektor perbankan dalam membiayai aktivitas produksi para petani.***/ebn