• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Posko OMC di Lanudal Juanda Pastikan Mitigasi Bencana Berjalan Optimal Hadapi Puncak Musim Hujan di Jatim

Posko OMC di Lanudal Juanda Pastikan Mitigasi Bencana Berjalan Optimal Hadapi Puncak Musim Hujan di Jatim

Redaksi by Redaksi
December 21, 2025
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO, JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur berjalan optimal seiring memasuki periode puncak musim hujan.

Kepastian tersebut disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko OMC Base Ops Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Minggu (21/12).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan koordinasi lintas sektor dalam upaya mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang berpotensi meningkat pada musim hujan.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur telah dimulai sejak 5 Desember 2025 dan hingga saat ini telah dilakukan sebanyak 30 kali sortie selama 17 hari masa OMC yang telah berjalan. OMC merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jatim, Lanudal Juanda, BMKG, serta PT Milan Pillery Bersatu selaku operator modifikasi cuaca.

“BMKG menyampaikan bahwa puncak hujan di Bulan Desember adalah 20 persen. Sedangkan puncaknya puncak ada di Bulan Januari yang mencapai 58 persen dan di Februari 22 persen,” ujar Khofifah.

Khofifah menegaskan bahwa modifikasi cuaca dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana.

“Proses modifikasi cuaca ini adalah bagian dari yang kita inginkan jangan sampai ketika terjadi hujan lebat yang tidak terhindarkan dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa OMC dilaksanakan berdasarkan pendekatan ilmiah (scientific based approach). Penentuan titik persemaian awan bersifat dinamis, mengikuti pergerakan awan yang terpantau melalui radar cuaca.

“Sebagai contoh, jadwal hari ini rencana take off pukul 11.30 WIB diarahkan ke bagian selatan, sementara pukul 13.30 WIB akan difokuskan ke bagian utara. Titik semai garam atau kapur ini sesuai update pergerakan awan sesuai data satelit,” kata Khofifah.

Sebagai informasi, OMC bertujuan membantu awan yang telah terbentuk agar hujan turun lebih teratur dan merata. OMC menggunakan bahan ramah lingkungan yang disemai melalui pesawat khusus untuk membantu pembesaran butiran air di awan sehingga hujan dapat terdistribusi lebih baik.

“OMC bukan bertujuan untuk membuat hujan tiba-tiba, melainkan agar hujan tidak turun terlalu deras di suatu tempat. Sehingga bisa mengurangi resiko banjir, tanang longsor dan bencana lainnya,” jelasnya.

Hingga 20 Desember 2025, total penerbangan OMC telah mencapai 30 sortie dengan penggunaan bahan semai sebanyak 14.000 kilogram CaO dan 16.000 kilogram NaCl, serta total jam terbang mencapai 62 jam 24 menit.

Selain upaya mitigasi melalui OMC, Gubernur Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing.

“Mari kita lakukan kewaspadaan bersama semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang membahayakan,” ajak Khofifah.

Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk mendukung kelancaran aktivitas selama musim hujan dengan menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke sungai, membersihkan saluran air, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang.

“Hal-hal seperti ini saya rasa bisa kita akses informasi dari berbagai platform agar kehidupan kita aman dan selamat,” pungkasnya.***poedji

Tags: Antisipasi Bencana di Jatimbencana hidrometeorologijayakartanews
Previous Post

Suka Duka Tawa: Menertawakan Luka

Next Post

Pemerintah Perkuat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

Redaksi

Redaksi

Next Post
Pemerintah Perkuat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

Pemerintah Perkuat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version