• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Menko PMK Kunjungi Lokasi Musibah Robohnya Tembok Madsarah Akibat Bah

Menko PMK Kunjungi Lokasi Musibah Robohnya Tembok Madsarah Akibat Bah

admin by admin
October 7, 2022
in Kabar, Sosial Budaya
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengunjungi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Jakarta di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2022).

Kunjungannya tersebut dilakukan untuk mengecek lokasi yang pada hari sebelumnya terdapat insiden ambruknya tembok sekolah karena luapan air bah. Insiden akibat hujan deras itu menyebabkan tiga orang siswa meninggal dunia.

Muhadjir didampingi Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Ali Ramdhani, Kapolsek Cilandak Kompol Multazam Lisendra, dan Kepsek MTsN 19 mengecek langsung TKP robohnya tembok. Dia juga mengecek kawasan sekolah, dan melihat lingkungan sekolah pasca terkena luapan air banjir.

Muhadjir mengatakan, insiden robohnya tembok di MTsN 19 yang menelan nyawa murid-murid adalah musibah yang tidak disangka-sangka terjadi. Menurutnya, musibah terjadi adalah karena hujan deras yang kemhdian luapan air banjir mendesak tembok hingga roboh. Untuk itu, Menko PMK mengungkan rasa sedih dan bela sungkawa atas tiga siswa yang wafat akibat musibah itu.

Lebih lanjut, Menko Muhadjir mengatakan, telah meminta Kementerian PUPR untuk segera mengecek langsung ke sekolah untuk menata lebih baik lokasi bangunan sekolah. Menurutnya, bangunan sekolah yang terdapat di wilayah cekungan membuat rentan terkena luapan air ketika hujan deras datang.

“Ini karena daerah banjir, kebetulan sekolah ini di daerah cekungan. Sehingga ini tempat aliran seluruh air dari berbagai penjuru masuk wilayah ini. Tadi saya sudah minta kementerian PUPR untuk segera datang cek langsung dan kita tata lebih menyeluruh,” ujar Muhadjir.

Kemudian, Menko PMK meminta agar pihak Kementerian Agama sebagai penyelenggara madrasah untuk membenahi dan merenovasi bangunan sekolah. Agar bisa lebih layak untuk menampung murid-murid yang lebih banyak. Diketahui memang MTsN 19 merupakan salah satu madrasah favorit di Jakarta Selatan.

“Saya kira tempat ini harus ditangani lebih utuh, termasuk bagaimana supaya tidak menjadi langganan genangan air,” ungkapnya.

Kirimkan Santunan

Muhadjir mengatakan akan mengkoordinasikan pihak Kemenag dan Pemda DKI untuk perbaikan sekolah. Termasuk juga mengusahakan untuk membuka lahan sebelah sekolah yang merupakan milik Pemda DKI.

“Saya akan koordinasikan dengan Pak Dirjen, bersama Pemda DKI, yang ada tanahnya Pemda DKI di sebelah ini mungkin bisa kita nego untuk bisa kita gunakan lebih. Agar lahan ini yang sempit bisa diperluas. Kemudian bangunan ini juga sudah cukup tua, sejak 1997. Sudah waktunya untuk dibenahi secara lebih menyeluruh,” ujarnya.

Sebagai informasi, insiden robohnya tembok di MTsN 19 Pondok Labu pada Kamis (6/10/2022) kemarin disebabkan oleh hujan deras dan luapan air yang membanjiri kawasan sekolah. Di saat itu, terdapat murid-murid yang bermain di sekitar tembok, yang tanpa disangka tembok roboh karena terjangan luapan air dan menimpa murid-murid.

Sebanyak 3 orang murid meninggal dunia, atas nama: Dicka Safa Ghifar, Laki-laki, usia 13 Tahun; Muh. Adnan Efendi, Laki-laki, usia 13 Tahun; Dendis Al Latif, Laki-laki, usia 13 Tahun.  Sementara, tiga orang korban luka-luka yakni :  Adisya Daffa Allutfi, Laki-laki; Nabila Ika Fatimah, Perempuan; Nirjirah Desnauli, Laki-laki. Mereka saat ini tengah dalam penanganan di RS Prikasih yang ditanggung oleh Kementerian Agama.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial memberikan santunan berupa uang tunai sebesar Rp 15 juta untuk korban meninggal dan Rp 5 Juta untuk korban luka dan paket sembako senilai Rp 300 ribu untuk korban meninggal dunia dan luka-luka. Kemudian, Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (DSKK) memberikan santunan Rp 10 juta kepada korban meninggal dunia. ***/uli

Previous Post

Bertemu Dewan Direksi BPJS Ketenagakerjaan, Presiden: Kelola Dana dengan Hati-Hati

Next Post

Menko PMK: Tuntutan Mulai Dipenuhi, Mohon Aremania Batal Demo

admin

admin

Next Post
Menko PMK: Tuntutan Mulai Dipenuhi, Mohon Aremania Batal Demo

Menko PMK: Tuntutan Mulai Dipenuhi, Mohon Aremania Batal Demo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version