• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Wednesday, September 30, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Usir Hantu dengan Kembang Api

Usir Hantu dengan Kembang Api

admin by admin
December 2, 2017
in Feature
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SELAMAT tinggal November…. Selamat datang Desember. Bulan yang dipuncaki momen pergantian tahun. Tahukah Anda, tidak sedikit di antara anggota masyarakat –mungkin termasuk kita, atau orang-orang di sekitar kita—yang sudah merancang acara malam tahun baru, satu-dua, bahkan tiga bulan sebelumnya.

Termasuk merancang pesta kembang api. Tentu saja lengkap dengan terompetnya. Tahukah Anda, bahwa awal kemunculannya, kembang api dipercaya dipakai mengusir hantu. Dari hikayat, negeri Tiongkoklah yang pertama kali mengenal dan memopulerkan kembang api. Kembang api sudah ada di tengah masyarakat China bahkan sejak 200 tahun sebelum Masehi. Bahkan ada yang menaksir jauh lebih lama dari itu. Kembang api ditengarai sudah ada sejak abad ke-9 yang berarti tahun 900 Masehi, era Dinasti Han.

Awalnya, memang dimaksudkan untuk menakut-nakuti hantu. Inspirasinya muncul ketika masyarakat China kuno mengusir hantu dengan cara membuat api unggun, yang didalamnya dilempar batang-batang bambu. Pecahan bambu itulah yang selain menimbulkan suara pletak-pletak, juga memercikkan api, atau bara.

Menurut tradisi modern, ritual bakar bambu sudah berganti dengan menyalakan petasan. Sedangkan percikan api, didapat dari kembang api, mulai dari yang ukuran paling kecil dan sederhana, sampai yang ingar-bingar.

Pada saat ini kembang api dibuat dari bahan kimia untuk memberi efek warna-warna yang dihasilkan. Aneka warna tadi muncul dari efek kombinasi campuran kimia yang rumit.  Unsur yang sering digunakan antara lain magnesium, natrium, fransium, litium, boron, kalium, kalsium, dan berbagai oksidator. ***

Tags: cina penemu kembang apikembang apikembangg api pengusir hantumitos kembang apipesta kembang api
Previous Post

Kisah Cerdas Barus Diberi Minuman Misterius

Next Post

Road To Asian Games Pertiwi Cup 2017

admin

admin

Next Post
Road To Asian Games Pertiwi Cup 2017

Road To Asian Games Pertiwi Cup 2017

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version