Khofifah Apresiasi Unbraw, Kampus Penyumbang Riset dan Inovasi Aplikatif Terbesar di Indonesia

MALANG, JAYAKARTA NEWS— Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya (UB) dalam rangka Dies Natalis ke-63 di Gedung Samantha Krida, Kota Malang, Senin (5/1/2026).

Mengusung tema “Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata” acara ini juga dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya Prof. Muhadjir Effendy, Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo, serta Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Universitas Brawijaya yang telah melakukan  peran strategis sebagai  perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia unggul dan menghadirkan solusi konkret untuk menjawab  tantangan zaman.

 Alhamdulillah Jawa Timur saat ini memiliki  344 perguruan tinggi, dengan 17 perguruan tinggi negeri dan 327 perguruan tinggi swasta.

“Dari perguruan tinggi yang ada, Jawa Timur menempati posisi kedua sebagai provinsi dengan jumlah mahasiswa tertinggi di Indonesia dengan sekitar 947.251 mahasiswa terdaftar pada 2024. Bayangkan, dengan begitu banyaknya akademisi, berapa banyak inovasi dan penelitian berdampak yang dihasilkan setiap saat,” lanjut Gubernur Khofifah.

Mantan Menteri Sosial RI itu menjelaskan, perguruan tinggi adalah pusat lahirnya solusi berbasis ilmu pengetahuan. Perguruan tinggi juga menjadi mitra pemerintah dalam pengambilan keputusan kebijakan dan pengaplikasiannya.

Universitas Brawijaya, jelas Gubernur Khofifah, menjadi salah satu mitra pemerintah yang selama ini selalu menjadi penguat. Terlebih dengan berbagai prestasi yang diraihnya seperti keberhasilannya menduduki peringkat ke-4 di Indonesia  dalam Webometrics 2025, serta menduduki peringkat ke-9 di Indonesia dan peringkat 208 di Asia dalam QS World University Rankings 2024.

“UB salah satu penyumbang riset dan inovasi yang aplikatif terbesar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Alhamdulillah, iklim akademik di sini sangat kuat dan ini tentu modal besar kita untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan kemitraan dan sinergitas besar antara pemerintah dan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya, dirinya yakin Jawa Timur dapat menjawab berbagai tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, serta dinamika geopolitik.

Sementara itu, dalam kesempatan ini Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli turut memaparkan orasi ilmiah bertemakan “Transformasi Pasar Kerja Indonesia: Peran Perguruan Tinggi dalam Optimalisasi Penyerapan Tenaga Kerja Profesional”.

Di hadapan seluruh yang hadir, Menteri Yassierli menjabarkan tantangan yang saat ini dihadapi di dunia kerja. Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan pergeseran-pergeseran landscape ketenagakerjaan Indonesia dan global di tengah gempuran IT dan AI.

“Tentu ini berdampak kepada apa yang harus disiapkan oleh perturuan tinggi. Saya sampaikan untuk perguruan tinggi agar memperkuat dan harus terus berbenah. Bagaimana menghasilkan lulusan yang siap untuk bekerja di industri untuk mengatasi apa yang kita sebut dengan mismatch antara skill yang dimiliki oleh lulusan dengan kebutuhan yang ada di industri,” ujarnya.

Meski begitu, Menteri Yassierli optimis Universitas Brawijaya dapat memenuhi kebutuhan zaman. Pemerintah pusat sendiri, melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI, telah menyiapkan berbagai program yang dapat mendukung keberseiringan skill lulusan dan kebutuhan industri.

“Kita punya program magang lulusan perguruan tinggi untuk 100 ribu orang. Dan ini adalah sebuah inisiatif dari Pak Presiden langsung. Ini salah satu upaya kita menyiapkan tenaga kerja untuk menjadi lebih baik selama 6 bulan. Sehingga mereka mendapatkan exposure terkait dengan dunia kerja seperti apa. Dan antusiasmenya luar biasa,” pungkasnya.***poedji

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Universitas Brawijaya Halal Award

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima penghargaan Universitas Brawijaya (UB) Halal Award kategori Pemerintah Daerah Produk Halal dalam acara Brawijaya Halal Summit 2024, Peluncuran UB Halal Center dan UB Halal Metric di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (19/1).

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin didampingi Rektor UB Prof Widodo kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili oleh Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Atas diterimanya penghargaan ini, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada seluruh pelaku industri halal di Jatim. Menurutnya, UB Halal Award ini akan menjadi penguat komitmen Pemprov Jatim untuk terus mengembangkan ekosistem halal di Jatim.

“Alhamdulillah penghargaan ini menjadi bukti sekaligus penyemangat kita untuk terus mengembangkan ekosistem halal di Jawa Timur,” katanya, Senen (21/1).

Khofifah mengatakan, pengembangan ekosistem halal di Jatim membutuhkan support dari berbagai pihak. Termasuk dari kalangan akademik salah satunya Universitas Brawijaya (UB).

“Bahwa dukungan itu akan menjadi penguat kita. Apresiasi dari Universitas Brawijaya ini menurut saya juga bagian dari support UB kepada Pemprov Jatim. Tentunya kita akan bersama-sama dengan seluruh stakeholder mengembangkan ekosistem halal di Jawa Timur,” terangnya.

Untuk itu, Gubernur Khofifah terus berupaya mengembangkan ekosistem halal dengan mendorong percepatan pengembangan industri halal di Jatim. Caranya antara lain dengan memfasilitasi sertifikasi halal bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM), pengembangan infrastruktur halal, dan pelatihan untuk peningkatan SDM halal.

Berdasarkan catatan data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per 3 Januari 2024, telah diterbitkan 252.490 sertifikat halal untuk pelaku usaha di Jatim yang 98,52 persen adalah Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Jumlah tersebut meningkat sebesar 38,14 persen atau sebanyak 96.302 sertifikat halal sejak 21 Oktober 2023 yang mencapai 156.188 sertifikat halal,” jelas Khofifah.

Khofifah mengatakan, sertifikasi ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk masuk ke dalam industri halal. Mengingat potensi pasar halal global terus tumbuh seiring dengan peningkatan permintaan produk halal di sektor makanan, fesyen, farmasi, kosmetik, pariwisata, media, rekreasi, serta keuangan syariah.

Untuk itu, Khofifah juga terus mendorong percepatan pelaksanaan sertifikasi halal. Baik oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta lembaga lainnya.

“Jika proses sertifikasi halal dioptimalkan, maka produk-produk halal dari Jatim akan bisa memberikan support lebih signifikan bagi pemenuhan kebutuhan unggas tidak hanya pada saat musim haji tapi juga Umrah saat Ramadan. Serta perluasan pasar ke negara Organisasi Konperensi Islam. Tentunya ini dilakukan dengan sinergitas di antara seluruh pelaku usaha dan industri,” imbuh Khofifah.

Sertifikasi halal, sambung Khofifah, adalah salah satu upaya untuk membawa Jatim menjadi pusat industri halal di Indonesia. Ia bahkan optimistis Jatim akan menjadi pusat Halal Value Chain (HVC) pada masa mendatang.

Gubernur Khofifah juga menjelaskan, Pemprov Jatim berupaya mendorong pembentukan pusat-pusat halal (Halal Center) yang berfungsi sebagai lembaga pendampingan halal bagi industri khususnya IKM dan lembaga yang menghasilkan rekomendasi teknologi dalam pengembangan industri halal.

“Kami terus mendorong peningkatan jumlah SDM Halal, antara lain auditor halal, Penyelia Halal, Pendamping PPH. Juga, optimasi Sistem Informasi Produk Halal (SIPAHALA) yang mengintegrasikan data produk halal, bahan baku halal, sumber daya pendukung sertifikasi halal,dan layanan pendampingan dan sertifikasi halal,” urainya.

Terkait hal itu, beberapa infrastruktur halal yang telah dikembangkan antara lain 12 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), 47 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), 42 Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia bersertifikat halal.

Kemudian 44 Rumah Potong Hewan (RPH) Unggas bersertifikat halal, 305 orang Juru Sembelih Halal (Juleha) yang bersertifikat BNSP, Zona KHAS di Kantin ITS Surabaya dan sejumlah Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan 47 Halal Center.

Masih terkait pengembangan ekosistem halal, Gubernur Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim menjajaki kerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB) yang ada di Jeddah, Saudi Arabia pada 8 Januari 2024. Kerja sama dilakukan untuk meningkatkan standar kualitas produk halal UMKM Jatim, pelatihan juru sembelih sesuai syariat Islam dan medis.

Dalam penjajakan kerja sama dengan IsDB juga membahas soal rencana pemasaran produk halal Jatim ke negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah.

“Ini adalah bagian dari proses yang coba kami terus lakukan untuk memberikan penguatan dan percepatan untuk pengembangan ekosistem halal di Jawa Timur. Sekaligus upaya mengembangkan produk halal yg diakui secara global untuk pasar global,” kata Khofifah.

Di akhir Gubernur Khofifah mengapresiasi diluncurkannya UB Halal Center dan UB Halal Metric dalam acara Brawijaya Halal Summit 2024. Menurutnya, dua fasilitas baru milik UB ini akan menjadi suntikan semangat bagi berbagai pihak untuk mengembangkan ekosistem halal Jatim.

“Peluncuran UB Halal Center dan UB Halal Metric hari ini oleh Pak Wapres akan menjadi penguat dan suntikan bagi kita semua untuk terus mengembangkan ekosistem halal di Jawa Timur,” katanya.

Untuk diketahui UB Halal adalah ekosistem halal yang dikembangkan di lingkungan Universitas Brawijaya di antaranya melalui adanya pusat studi halal thoyyib dan mengembangkan UB Halal metric.

Sementara UB Halal metric merupakan sebuah instrumen yang digunakan untuk mengukur implementasi konsep ekosistem halal secara komprehensif baik disektor perguruan tinggi, industri, maupun pemerintahan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana UB Halal Summit 2024, Tri Wijaya mengatakan UB Halal Metric akan mewadahi bagaimana industri, universitas, dan pemerintah mengaktualisasi proses halal mulai dari hulu hingga hilir dalam bisnisnya masing-masing.

“Dalam implementasi UB halal metric kita memfasilitasi, tidak hanya terfokus sertifikasi halal pada produk makanan seperti pada umumnya tapi juga mengukur konsep yang lebih luas lagi dalam ekosistem halal tersebut seperti aspek SDM, proses bisnis yang dijalankan, hingga mitra dan penyediaan sarana pendukung lainnya,” pungkasnya. (poedji)

Karya Mahasiswa: Crespatech, Mesin Anti Rugi untuk Peternak Ayam Petelur

TERBAYANG bagaimana meruginya peternak ayam petelor, jika produk telurnya mutunya turun karena cangkangnya retak. Sudah pasti telur yang bercangkang retak harga jualnya turun. Selain itu, telur semacam itu juga mudah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella.

Telur ayam  menjadi salah satu komoditas penting di tanah air, apalagi pada bulan Puasa atau menjelang lebaran seperti sekarang ini. Telur  merupakan  hasil ternak yang kaya protein, dan banyak dikonsumsi masyarakat.  Masyarakat dapat mengkonsumsinya dengan  cara merebus, menggoreng, atau bahkan mencampurnya dengan bahan pangan lain untuk dijadikan adonan kue, roti, dan lainnya.

Meningkatnya jumlah penduduk di tanah air, berkorelasi pula dengan peningkatan   permintaan telur, sehingga jumlah peternak ayam petelur akan semakin bertambah. Namun sayangnya, tidak semua telur yang dihasilkan peternak  kualitas super atau  baik. Beberapa telur, mutunya  kurang baik, misalnya mengalami keretakan pada cangkang telur.

Masalah seperti itu juga dialami oleh  UKM Galih Putra di Desa Tlekung di Kecamatan Junrejo, Kabupaten Batu, Jawa Timur. Dengan  jumlah ayam  15.000 ekor, UKM ini setiap hari rata-rata menghasilkan  telur  650 kg. Namun, jumkah produksi  yang tinggi  juga menimbulkan beberapa permasalahan, di antaranya karena  produksinya  berlebihan maka  harga ekonomis  telur tidak menentu. Belum lagi dengan masalah telur retak, yang jumlahnya mencapai kisaran  10% per harinya.

Situasi itu  membutuhkan  penanganan yang tepat, agar masalah yang dihadapi peternak dapat tertanggulangi.  Beruntung, UKM ini mendapatkan solusi untuk meningkatkan  nilai  jual  telur  yang  retak,  yakni dengan menggunakan Crespatech (Cracked Egg Separator and Pasteurisation Technology). Crespatech merupakan hasil karya lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang, yang  didesain khusus untuk mengawetkan telur segar, melalui pemisahan kuning dan putih telur, yang  kemudian  akan  dilanjutkan dengan proses pasteurisasi.

 

Mahasiswa UB Malang yang kreatif tersebut adalah  Maria Florencia Puspitasari Schonherr, Ani Masruroh, Rika Anisa Anggareni,Yunita Khilyatun Nisak dan Lazuardy Tembang Semaradana, dengan dosen pembimbing  Endrika Widyastuti.  Crespatech  dibuat dari  bahan stainless, berupa  dua tabung yang dilengkapi dengan pemisah dan pengaduk.

“Mesin ini juga dilengkapi dengan mixer untuk meratakan panas bahan. Pengadukan terkontrol ini juga dimaksudkan untuk mencegah telur menggumpal dan terdenaturasi. Berdasarkan uji laboratorium yang kami lakukan, telur produk Crespatech juga bebas salmonela jadi lebih ramah kesehatan.  Telur telur mentah hasil pasteurisasi kami ini nantinya akan dikemas cantik dalam kemasan anti bakteri. Harapannya selain memperpanjang umur simpan juga mampu menarik minat konsumen. ” kata Maria.

Dijelaskan, dengan  menggunakan prinsip  pasteurisasi,   masa simpan telur akan diperpanjang  dua  bulan. Dengan demikian, hal itu akan dapat mengurangi angka kerugian, sehingga  nilai ekonomis  telur yang retak akan meningkat sehingga  pendapatan UKM Galih Putra lebih besar daripada sebelum memanfaatkan alat ini. ***