Nikki Thierry Tampil Cemerlang di ‘The Legends 6: ANIMATIONS’

Nikki Thierry–foto istimewa

Nikki Thierry, gadis remaja 16 tahun berprestasi ini tampil dalam konser Trinity Youth Symphony Orchestra bertajuk ‘The Legends 6: ANIMATIONS’ di Auditorium Universitas Bunda Mulia (UBM), Jakarta Utara, baru baru ini.

Mengenakan dress ala Cinderella, Nikki, membawakan lagu klasik Disney berjudul When You Wish Upon A Star, yang diangkat dari film Pinocchio. Nikki, tampil cemerlang dan menawan dalam konser yang digawangi konduktor Nathania Karina ini.

Ditemui usai tampil, Nikki, mengaku baru kali pertama tampil di konser bertajuk ‘The Legends’ ini. Diketahui, dalam tahun-tahun sebelumnya, konser ini kerap dibawakan berbagai tema.

Lagu ini ditawarkan langsung oleh Nathania. Mengaku tertantang, bagaimana kesiapan awal Nikki sebelum ‘menguasai’ lagu ini di panggung?

“Kalau lagu-lagu Disney yang lain pernah menyanyikan, tapi kalau ini, kan soundtrack Disney yang clasical banget. Tentang tema tokoh karakter Pinokio di zaman dahulu,” katanya, yang gemar karakter Disney bernama Moana dan Ariel ini.

Meskipun sudah lebih dari 5 tahun berkarier sebagai penyanyi, baru kali ini Nikki sedikit keteteran ‘menguasai’ lagu ini. “Susah karena ini lagu clasical, sedangkan tipe suaraku pop banget. Ada nada tinggi di lagu ini. Itu tantangannya. Dulu, pernah menyanyi clasical dan orkestra tapi saat umur 9 tahun,” tukasnya.

Tantangan yang dilalui, seperti menjangkau nada tinggi. “Masih aman (suara tinggi), dari awal sampai akhir. Karena suaraku mezzo, di tengah-tengah. Tapi kalau lagu ini, ada nada tinggi, itu tantangannya,” sambungnya.

Ketika awal menerima tawaran lagu ini, Nikki, tak menolak, justru terpacu ingin lebih baik. Terlebih, ia menyukai lagu tersebut. Untuk mengatasi nada-nada tinggi, sebelum tampil, ia berlatih dengan vocal coach. Latihan berlangsung setiap 1 jam dalam sekali pertemuan.

“Lebih sulit di bagian reffrain, karena clasical dan zaman dahulu. Ada nada-nada miring, apalagi di aransemen. Waktu latihan, aku belum tahu aransemen dan bagan-nya. Aku belajar dari lagu original-nya. Gampang didengar, tapi agak susah saat dinyanyikan,” ungkapnya.

Nikki, senang dipercaya membawakan lagu ini. Lagu ini membawa kisah nostalgia Nikki di masa kecil yang suka menonton tayangan dan lagu-lagu Disney. Nikki kecil, memfavoritkan karya Cinderella dan Bella.

“Apalagi yang menonton konser ini enggak cuma anak-anak tapi ada orang tua. Nostalgic banget,” katanya. Terinspirasi performance ini, Nikki, bermimpi akan membuat konser clasic atau orkestra.

Diketahui, Nikki, sukses dengan single pertama dan kedua, Bersamamu dan Please Say Yes, yang dirilis pertengahan dan akhir 2017. Awal Juli 2018, ia  kembali dengan lagu ketiga berjudul “Basi”. Rencananya, lagu keempat akan dirilis 2019 mendatang. (pik)

 

TRUST Gelar Rockins’tra di TIM

Nathania Karina , dirigen Trinity Youth Symphony Orchestra –foto istimewa

Memasuki  tahun 2018, Trust alias Trinity Youth Symphony Orchestra menggelar konser yang diberi tajuk Rockins’tra  di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (24/3).

Orkestra yang berdiri tahun 2008 kali ini menampilkan 75 musisi, berusia dari 9 sampai 21 tahun. Dengan durasi pergelaran 2 jam, penonton yang gratis masuk dengan membawa undangan ini dihibur dengan sekitar 15 nomor – vokal dan instrumentalia – lagu-lagu cadas dari Beatles, Queen, Deep Purple, Led Zeppelin, Guns N’ Roses, Bon Jovi, Aerosmith, Coldplay, Linkin Park, Muse, Green Day, Red Hot Chilli Peppers dan seabreg nomor lawas lainnya. Hanya satu lagu berlirik bahasa Indonesia yang bernuansa rock yaitu ‘Roman Picisan’ milik Dewa 19.

Dirigen dipegang Dr (musik) Nathania Karina lulusan Boston University. Sedangkan beberapa vokalis dicomot dari luar dengan penampilan ala rocker bagi biduannya yaitu Andy Owen (dari Teddy Sujaya Project) dan Andy Lee (dari grup Roy Jeconiah Boomerang), plus Nikki Thierry. Duet Andy Owen dan Andy Lee cukup prima ketika menggebrak lagu-lagu rock dari Aerosmith dan Queen. Owen sembari melantunkan vokalnya yang nyaring, juga memetik gitar elektrik.

Konser dibuka dengan nomor ‘We Will Rock You’ milik Queen. Lagu yang terasa cadas ini seketika menggiring penonton untuk bernyanyi bersama dan meggoyang-goyangkan badannya di tempat duduk.

Disusul nomor-nomor lain yang sangat akrab di telinga kita, dari lagu-lagu rock di tahun 70an sampai 90an, diantaranya ‘Stairway to Heaven’ (Deep Purple), ‘Come Together’ (Beatles), ‘Smoke on The Water’ (Deep Purple), ‘Bohemian Rhapsody’ (Queen), ‘Beautiful Day’ (U2), ‘Hysteria’ (Muse), ”I Don’t Wanna Miss A Thing’ (Aerosmith, lagu tema film ‘Armagedon’), Sweet Child O’ Mine (Guns N. Roses), ‘Yellow’ (Coldplay) plus beberapa medley (rangkaian lagu) seperti ‘Numb’ dan ‘In The End’ dari Linkin Park, ‘Always’ dan ‘It’s My Live’ dari Bon Jovi.sebagai lagu pamungkas.

Dr Nathania Karina disela-sela istirahat selama 15 menit memaparkan, latihan di Trust bersifat intensif namun fun. Para personel Trust terbanyak datang dari Jakarta, tapi ada yang datang dari Karawang, Bandung dan Lampung.

“Mereka lulus lewat serangkaian test. Yang utama, harus menguasai not balok dan lihai memainkan salah satu instrumen musik, baik piano, keyboard, gitar, drum, bas maupun string, biola dan lain-lain,” ungkap Nathania Karina.

Setiap anggota didukung untuk mengasah kemampuan individu mereka semaksimal mungkin. “Berbeda anggapan bahwa orkestra selalu membosankan, repertoar lagu yang dimainkan di Trust sangat bervariasi mulai dari klasik, pop, rock, jazz sampai tradisional. Kami enggak mengkotak-kotakkan genre musik. Semua jenis musik baik, asal dimainkan dengan benar dan berbobot,” tambahnya.

Trust pernah mewakili Indonesia dalam event Australia International Music Festival 2015 di Sydney Opera House, home orchestra Festival Film Indonesia 2015 di Banten dan di Java Jazz Festival 2015. Dan Juni 2017 yang lalu, Trust unjuk diri bersama Malaysian Youth Philharmonic Orchestra di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bersifat non-profit, dan bernaung dibawah label Trinity Optima Production, keanggotaan Trust terbuka untuk umum dan setiap orang berkesempatan bergabung selama mereka berkomitmen dan mencintai musik. Sejak awal, Trust memiliki komitmen untuk memberikan wadah bagi anak muda belajar dan mengapresiasi musik serta memberikan ‘pathway to music industry’.

Ditengah sedikit sekali grup orkestra yang mampu bertahan di Jakarta, Trust hendak menunjukkan eksistensi mereka sebagai salah satu orkestra komunitas terbaik dan terbesar (serta terbanyak anggotanya) di Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya.

“Musik orkestra enggak identik dengan sesuatu yang membosankan dan memberatkan. Kami bersama bisa mendorong generasi muda untuk semakin mencintai dan mengapresiasi musik di Indonesia secara general,” tegas Nathania Karina, yang menambahkan akan menghelat konser dengan tema lagu-lagu soundtrack film populer. ***