Kejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup I Berkontribusi Cetak Atlet Berprestasi

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mewakili Gubernur Jawa Timur menghadiri penutupan Kejuaraan Taekwondo Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri di Gedung Olahraga (GOR) CLS, jl. Kertajaya Indah Timur I, Nomor 1 Kel. Manyar Sabrangan, Kec. Mulyorejo Kota Surabaya, Minggu (7/5) sore.

Dalam sambutannya, Wagub Emil sapaan akrabnya menyampaikan ucapan selamat atas event yang telah diselenggarakan oleh KBPP Polri, dimana event seperti ini akan dapat berkontribusi mencetak prestasi atlet-atlet Taekwondo Jawa Timur.

“Alhamdulillah dan selamat kepada KBPP Polri yang telah menyelenggarakan sebuah event yang akan berkontribusi kepada atlet-atlet kita di Jawa Timur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mantan Bupati Trenggalek ini mengatakan, untuk membina bakat atlet-atlet Jatim tidak mungkin hanya dengan mengandalkan pemerintah saja, melainkan kerjasama dan sinergitas semua pihak agar bakat-bakat atlet Jatim mampu memberikan prestasi yang maksimal.

“Kita harus mengakui tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah saja, untuk bisa membangun dan membina bakat-bakat atlet-atlet kita. Dan untuk itu kami menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada KBPP Polri Jawa Timur dan Bapak Kapolda Jawa Timur atas sumbangsihnya yang luar biasa,” katanya.

Kemudian, Ia juga memberikan ucapan selamat kepada para juara pada event kejuaraan taekwondo KBPP Polri Jatim Cup I ini, selain itu Wagub Emil juga berpesan bagi yang belum juara untuk menjadikan sebagai pembelajaran agar kedepannya mampu menjadi lebih baik dan bermental baja.

“Selamat kepada atlet-atlet yang telah meraih piala, namun demikian bagi yang mungkin belum, ini adalah sebuah pembelajaran untuk menjadi lebih kedepannya, kita yakin bahwa yang sukses adalah yang bisa bangkit dari kegagalan dan kemudian menjadi atlet bermental baja,” tandasnya.

Diakhir, Wagub Emil juga berharap dibawah KONI Jatim yang bersinergi dengan stakeholder lain di Jatim dalam membina atlet-atlet agar bisa berkembang dengan luar biasa kedepannya dan memberikan yang terbaik bagi Jawa Timur.

“Semoga taekwondo di Jawa Timur dan Olahraga di Jawa Timur dibawah kepemimpinan pak ketua KONI juga bisa berkembang kedepannya, dan KBPP Polri terus melakukan sinergi yang luar biasa dalam membina baik taekwondo maupun cabang olah raga lainnya, terima kasih dan salam olahraga” tutupnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Toni Harmanto selaku ketua pembina KBPP Jatim, menyampaikan ucapan terimakasihnya dan mengapresiasi atas inisiatif kegiatan kejuaraan taekwondo KBPP Polri ini, sehingga lewat kejuaraan tersebut mampu menggali dan memilih atlet-atlet yang berpotensi untuk berlaga di event-event nasional.

“Kami berterima kasih sekali, ini inisiasi yang positif dari para inisiator dan Saya juga mengapresiasi atas event kegiatan ini, kedepan tentunya sebagai bentuk untuk menggali, kemudian memilih atlet-atlet yang berpotensi yang akan bisa berlaga di event-event selanjutnya, bahkan sampai event nasional,” katanya.

Sebagai informasi, Kegiatan kejuaraan taekwondo ini dimulai dari tanggal 5 – 7 Mei 2023, dimana kejuaraan tersebut diikuti oleh 700 orang peserta dari 54 Klub taekwondo di 29 Kabupaten/Kota se Jawa Timur.

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh KBPP Polri ini, selain memperebutkan piala bergilir Kapolda Jawa Timur dan piala tetap Panglima Daerah Militer V Brawijaya, juga diberikan uang pembinaan bagi mereka para juara-juaranya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jatim, Wagub Jatim, Perwakilan Kodam V Brawijaya, Ketua Umum KBPP Polri, Ketua DPD KBPP III Jatim, Wakapoltabes Surabaya, KONI Jatim, Kadispora Prov. Jatim, Pengprov Taekwondo Jatim. (poedji)

Medali Emas Pertama Indonesia dari Defia

LAGU kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di venue taekwondo di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Minggu, 19 Agustus 2018 setelah atlet taekwondo putri Indonesia Defia Rosmaniar berhasil menyabet medali emas. Medali emas pertama untuk kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018 itu diraih Defia dalam nomor poomsae individu putri.

Kebahagiaan Defia semakin lengkap setelah medali emas yang dia raih dikalungkan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang telah hadir sejak pukul 14.00 WIB dan menyaksikan penampilan Defia dari babak semifinal. Senyum bahagia terlihat di wajahnya saat medali emas dikalungkan oleh Kepala Negara.

 

“Taekwondo memang targetnya satu emas dan alhamdulillah tadi Defia Rosmaniar mendapatkan satu emas, artinya targetnya terpenuhi di taekwondo. Semua saya kira bahagia, senang, dan kita harapkan nanti cabang-cabang olahraga yang lainnya juga sesuai dengan target atau melebihi target. Harapan kita itu ya. Ini adalah emas pertama,” kata Presiden seusai pengalungan medali.

Defia Rosmaniar tampil sebagai juara pertama setelah di partai final mengalahkan taekwondoin Marjan Salahshouri asal Iran dengan nilai 8.690-8.470. Tangisan bahagia Defia pun pecah seketika. Dia bersujud lalu berlari mengelilingi lapangan sambil membentangkan bendera Merah Putih.

Dia kemudian berlari menuju ke tribun VIP di mana Presiden Joko Widodo duduk. Tampak hadir juga di tribun tersebut Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-Yon, Presiden World Taekwondo Chungwon Choue, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Belia dan Sukan Malaysia Syed Saddiq, dan Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia Komjen Pol Syafruddin yang juga turut memberikan ucapan selamat dan bersalaman dengan Defia.

Sebelumnya, Defia mengalahkan Yun Jihye dari Korea Selatan dengan nilai 8.520-8.400 di babak semifinal. Kehadiran Presiden tidak membuatnya menjadi tegang, namun justru memberikan motivasi besar buat taekwondoin berusia 23 tahun ini.

“Perasaannya senang dan bangga. (Kedatangan Presiden) menambah semangat juga karena Bapak Presiden peduli dengan kita. Alhamdulillah tadi beliau bilang ini medali emas pertama Indonesia,” kata Defia seusai pengalungan medali.

Pertandingan Berlangsung Ketat

Pertandingan final taekwondo nomor poomsae individu putri berlangsung dengan ketat. Di babak pertama, Defia sempat sedikit goyah karena kuda-kudanya yang tidak sempurna.

Namun tak berselang lama, Marjan Salahshouri juga melakukan kesalahan. Setelah melakukan tendangan berputar, posisi Marjan terlihat bergeser karena kuda-kuda yang tidak kokoh. Nilai akhir di babak pertama 8.360-8.620 untuk keunggulan Defia.

Di babak kedua, Defia tampil lebih percaya diri. Seluruh gerakan yang sulit bisa ia lakukan dengan sempurna. Sementara Marjan terlihat kesulitan dan setidaknya melakukan tiga kali kesalahan.

Dukungan penonton yang terus meneriakkan yel-yel “Indonesia!” membuat Defia semakin bersemangat hingga akhirnya berhasil menuntaskan tugasnya dengan sempurna.

Chef de Mission kontingen Indonesia Komjen Pol Syafruddin mengucapkan rasa syukurnya karena hingga hari ini Indonesia telah meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Medali perak dipersembahkan oleh atlet wushu Edgar Xavier yang meraih medali perak pada nomor Cangquan putra dengan angka 9.72.

“Saya bertemu (Defia) memberikan beberapa petuah-petuah supaya rileks bahwa harga diri dan martabat bangsa ada di pundaknya. Alhamdulillah sore hari ini medali emas Indonesia pertama. Presiden sangat apresiasi karena di hari pertama Asian Games, Indonesia sudah mempersembahkan 1 emas dan 1 perak,” tandasnya.

Demikian siaran pers yang dikirim Bey Machmudin, Deputi Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, 19 Agustus 2018. ***

Taekwondo Indonesia Ukir Prestasi di Jepang

“International World Action Taekwondo Association WATA Open Championship 2017” di Osaka, Jepang.

SETELAH melalui perjuangan yang keras, Taekwondo Indonesia sukses mengukir prestasi membanggakan di kejuaraan “International World Action Taekwondo Association WATA Open Championship 2017” di Osaka, Jepang.

Para Taekwondoin UTI Pro Indonesia sukses membawa pulang empat medali emas setelah tampil maksimal pada kejuaraan bergengsi tersebut.

Berdasarkan data yang diterima dari tim media UTI Pro, empat taekwondoin Indonesia yang sukses meraih hasil terbaik tersebut adalah Herlambang Agus Parluhutan, Aprilliandy Fransiorendy, Nuri Revani Siregar dari kyorugi dan Siti Aulia Rahma dari kategori Poomsae.

“Jelas ini hasil yang menggembirakan. Mereka mampu menunjukkan hasil yang terbaik,” kata manajer tim, Alfian Alfeus Bangun.

International World Action Taekwondo Association WATA Open Championship 2017 merupakan kejuaraan cukup bergengsi. terdapat atlet dari 17 negara yang bersaing menjadi yang terbaik untuk kategori kyorugi dan poomsae.

Pelatih Satriyo Rahadhani mengaku cukup puas dengan apa yang diraih taekwondoin Indonesia binaan UTI Pro tersebut. Apalagi kejuaraan yang diikuti cukup bergengsi.

“Mereka tampil ‘all out’ dan tidak demam panggung mengingat jam terbang mereka di kompetisi internasional sudah cukup tinggi,” kata mantan taekwondoin nasional yang tampil di Olimpiade 2004 Athena itu. ***