Jonathan Kuo Bawakan Karya Tchaikovsky dan Mozart

konser musik klasik bertajuk ‘Steinway & Sons Present Young Steinway Artist Gala Concert’

Jakarta Sinfonietta sukses menggelar konser musik klasik bertajuk ‘Steinway & Sons Present Young Steinway Artist Gala Concert’ di Aula Simfonia, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/10/2018). Konser musik klasik tersebut sekaligus peringatan kematian komposer andal asal Rusia, Pyotr Ilyich Tchaikovsky, yang ke-125. Ia juga bawakan konserto piano dari opus no 21 dalam C Major K 467 Mozart  (allegro maestro, andante dan allegro vivace assai).

Gelar konser resital solo Jonathan Kuo bawakan karya legendaris–foto istimewa

Jonathan dan Jakarta Simfonietta (dengan 53 piece) membuka konser tersebut dengan lantunan Suite Nutcracker, musik ciptaan Tchaikovsky pada 1892. Lagu itu digunakan sebagai musik latar pertunjukan balet, The Nutcracker, sekaligus menjadi salah satu karya terpopuler sang komposer hingga kini.

Pianis 16 tahun itu kembali memukau lebih dari 1.000 khalayak konsernya lewat tiga karya Tchaikovsky lainnya: Allergo con spirito, Andantino semplice, dan Allergo con fuoco. Ketiga karya musik itu diciptakan Tchaikovsky sepanjang periode 1840-1893.

Pada kesempatan itu, Jonathan juga mendapatkan penghargaan sebagai Young Steinway Artist oleh Steinway & Sons, sebuah produsen piano asal Manhattan, Amerika Serikat. “Penghargaan ini merupakan kehormatan bagi saya. Latihan keras selama 6 jam sehari akhirnya bisa membuahkan hasil memuaskan,” ujar Jonathan seusai konser.

Diakuinya, menggelar tur di beberapa negara seperti Malaysia dan China bukanlah hal mudah. Apalagi dia harus membawakan karya legendaris milik Tchaikovsky. “Sulit mempertahankan emosi agar stabil (sepanjang pertunjukan). Karena lagu itu kan berdurasi 40 menit, jadi kalau enggak konsentrasi semuanya bisa berantakan,” imbuhnya. (pik)

 

Pianis Muda Jonathan Kuo Perkenalkan Musik Klasik pada Milenial

Pianis muda Jonathan Kuo–foto poskota

Bertempat di Aula Simfonia Jakarta Jalan Industri Blok B. 14 Kav. 1, Kemayoran, Jakarta Utara, Jonathan Kuo, 16 tahun, akan memainkan komposisi piano klasik gubahan Tchaikovsky dan Mozart.  Pergelaran bertajuk Steinway & Sons Present Young Steinway Artist Gala Concert itu menampilkan Jonathan bersama kelompok orkestra di bawah pimpinan konduktor Iswargia R Sudarno.

Konser ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia dan juga memperkenalkan musik klasik pada anak muda di Indonesia. “Karena saya juga melihat masih rada kurang peminat, berbeda sekali dengan peminat Via Vallen yang sudah jutaan,” kata Jonathan  pada press conference di Dharmawangsa Square, baru baru ini.

Pada usianya yang masih belia, Jonathan sudah meraih menyandang gelar sebagai Young Steinway Artist yang mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional hingga internasional.

“Jo merupakan orang pertama yang dapat mencapai Steinway Artist tanpa sekolah formal conservatorium, karena sebelumnya Steinway Artist asal Surabaya juga ada, akan tetapi lulusan dari sekolah conservatorium” jelas Paulus Gani, sales dan marketing PT. Citra Intirama yang menjadi perwakilan dari Steinway & Sons Indonesia.

Menurut Paulus Gani, untuk menjadi Steinway Artist memerlukan waktu kurang lebih satu hingga dua tahun dan harus melewati banyak proses.

“Untuk menjadi ambassador Steinway Artist bukanlah bersifat bisnis, melainkan harus berprestasi,” tambah Paulus.

“Sangat senang bisa tampil lagi di konser piano klasik ini. Saya bangga,” ungkap Jonathan

Konser pada Oktober nanti, telah di persiapkan oleh Jonathan sejak bulan Juli lalu di mana ia berlatih untuk memainkan piano dengan durasi 70 menit. Terbagi dua buah lagu dengan durasi waktu 40 menit dan 30 menit.

Juga adanya encore dengan durasi waktu tujuh hingga delapan menit. “Menjadi guru sejak Jo umur delapan tahun memiliki kemajuan yang besar sekali. Sekarang sudah dapat dikategorikan sebagai artist,” ungkap Iswargia.

Jonathan, pria kelahiran Bandung, 21 September 2002 ini menyebutkan, saat konser nanti, dia ingin menikmati dan berupaya menampilkan yang terbaik.  Bagi Jonathan, repertoar di konser kali ini sulit karena lagu yang dia mainkan baru pertama kali. Lagunya susah sekali dan tidak bisa diremehkan, juga panjang,” katanya. (pik)