Jonathan Kuo ingin Populerkan Musik Klasik di Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Akar dari semua genre musik adalah musik klasik. Musikus jazz mau menggelar konser, harus belajar noot balok dulu di musik klasik. Meski ada beberapa musikus jazz yang hanya mengandalkan ‘feeling’ semata.

Indonesia gudangnya musik. Musik genre apa saja, ada di sini. Namun, yang terbanyak adalah musikus alam yang mengandalkan feeling, bukan metoda baku. Belajar noot balok atau yang acap disebut ‘noot kecambah’ ?
Nanti dulu deh.

“Saya ingin Indonesia cinta musik klasik. Generasi milenialnya menyukai klasik. I think love clasic music,” kata Jonathan Kuo (19 tahun) dalam perbincangan dengan penulis di Jakarta Conservatory of Music, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Jonathan yang belajar piano klasik sejak usia 7 tahun ini akan menghelat konser resital solo di Balai Resital Kertanegara, 25 Juni 2019. tema konsernya adalah ‘A Piano Recital Jonathan Kuo’.

“Saya persembahkan konser ini untuk Indonesia,” kata Jonathan yang pernah menggaet penghargaan sebagai Juara ke 1 pada Indonesia Steinway Youth Piano Competition, 2014 (kategori Talentum B, usia dibawah 13 tahun).

jonathan memaparkan, dia setiap hari berlatih piano 5 jam. “Durasinya 1,5 jam, bebannya hampir sama dibandingkan ‘Young Steinway Artist Gala Concert’, Oktober tahun 2018 di Aulia Simfonia Jakarta,”ucapnya lagi.

Selama mengikuti berbagai ajang kompetisi piano di luar negeri, Jonathan melihat banyak musikus Indonesia benar-benar bertalenta. “Bakat dan dedikasi musikus Indonesia luar biasa. Mereka banyak memenangi penghargaan di ajang kompetisi di Eropa maupun di Asia,” ujar Jonathan.

Selain kompetisi, dia juga aktif mengikuti berbagai masterclass dibawah arahan pianis-pianis ternama di Tanah Air serta artis dan pedagog (edukator) pada kancah internasional antara lain Thomas Hecht, Josef Anton Scherrer, Benyamin Loh, Li Ming Qiang, Alexander Gurning dan Kim Barbier.

Memulai pelajaran piano untuk pertama kalinya pada usia 7 tahun. Dan menjadi siswa dari Iswargia R.Sudarno, pendiri Jakarta Sinfonietta, sebuah orkes kamar yang dibangun tahun 2015.

Sejak belajar piano bersama Iswargia R.Sudarno, dia semakin mencintai musik klasik. Bahkan, ia memiliki cita-cita menjadi pianis musik klasik kelas dunia.

“Jonathan merupakan salah seorang pianis muda yang paling andal dan potensial di Indonesia saat ini. Masa depannya cukup cerah untuk mengharumkan nama bangsa di dunia internasional kelak,” komentar Iswargia R. Sudarno. Teknik panistiknya makin tinggi, tambahnya, dan kepekaan dalam menciptakan warna suara dan berimajinasi dalam suara, semakin lihai.(pik)

Pianis Muda Jonathan Kuo Perkenalkan Musik Klasik pada Milenial

Pianis muda Jonathan Kuo–foto poskota

Bertempat di Aula Simfonia Jakarta Jalan Industri Blok B. 14 Kav. 1, Kemayoran, Jakarta Utara, Jonathan Kuo, 16 tahun, akan memainkan komposisi piano klasik gubahan Tchaikovsky dan Mozart.  Pergelaran bertajuk Steinway & Sons Present Young Steinway Artist Gala Concert itu menampilkan Jonathan bersama kelompok orkestra di bawah pimpinan konduktor Iswargia R Sudarno.

Konser ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia dan juga memperkenalkan musik klasik pada anak muda di Indonesia. “Karena saya juga melihat masih rada kurang peminat, berbeda sekali dengan peminat Via Vallen yang sudah jutaan,” kata Jonathan  pada press conference di Dharmawangsa Square, baru baru ini.

Pada usianya yang masih belia, Jonathan sudah meraih menyandang gelar sebagai Young Steinway Artist yang mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional hingga internasional.

“Jo merupakan orang pertama yang dapat mencapai Steinway Artist tanpa sekolah formal conservatorium, karena sebelumnya Steinway Artist asal Surabaya juga ada, akan tetapi lulusan dari sekolah conservatorium” jelas Paulus Gani, sales dan marketing PT. Citra Intirama yang menjadi perwakilan dari Steinway & Sons Indonesia.

Menurut Paulus Gani, untuk menjadi Steinway Artist memerlukan waktu kurang lebih satu hingga dua tahun dan harus melewati banyak proses.

“Untuk menjadi ambassador Steinway Artist bukanlah bersifat bisnis, melainkan harus berprestasi,” tambah Paulus.

“Sangat senang bisa tampil lagi di konser piano klasik ini. Saya bangga,” ungkap Jonathan

Konser pada Oktober nanti, telah di persiapkan oleh Jonathan sejak bulan Juli lalu di mana ia berlatih untuk memainkan piano dengan durasi 70 menit. Terbagi dua buah lagu dengan durasi waktu 40 menit dan 30 menit.

Juga adanya encore dengan durasi waktu tujuh hingga delapan menit. “Menjadi guru sejak Jo umur delapan tahun memiliki kemajuan yang besar sekali. Sekarang sudah dapat dikategorikan sebagai artist,” ungkap Iswargia.

Jonathan, pria kelahiran Bandung, 21 September 2002 ini menyebutkan, saat konser nanti, dia ingin menikmati dan berupaya menampilkan yang terbaik.  Bagi Jonathan, repertoar di konser kali ini sulit karena lagu yang dia mainkan baru pertama kali. Lagunya susah sekali dan tidak bisa diremehkan, juga panjang,” katanya. (pik)