“Ngopiin” Indonesia Bersama Filosofi Kopi, di Hari Kopi Internasional

JAYAKARTA NEWS – Setelah membuka kedai di Medan, Filosofi Kopi kini hadir membuka kedai ketujuh yang berlokasi di Pos Bloc Jalan Pos No.2 Pasar Baru, Jakarta Pusat dengan mengusung tagline “Kopi Enak Harus Dibagi-bagi” dan Filosopi Kopi terus melebarkan sayap ke seluruh Indonesia.

Pos Bloc merupakan gedung cagar budaya filateli yang akhirnya dibangun menjadi ruang kreatif dengan konsep tempo dulu yang menghadirkan sejumlah pelaku industri kreatif untuk memperkuat produk UMKM atau UKM.

“Pos Bloc menjadi tempat ideal yang kita pilih untuk melebarkan sayap Filosopi Kopi, karena sama-sama memiliki visi dan misi untuk menjadi destinasi cagar budaya yang nyaman dan elegan,” ujar Handoko Hendroyono selaku co-founder Filosofi Kopi dan CEO Mbloc Jakarta.

Pada pembukaan kedai ketujuh di Pos Bloc ini, Filosofi Kopi menyajikan Seasonal Beans, yaitu Gayo Avatara Natural, Kerinci Sungai Penuh Natural, dan Sukabumi Gunung Tanjung Washed. Semua disajikan agar para pencinta kopi bisa berkelana sensasi cita rasa.

Selama PPKM masih berlangsung, ruang terbuka menjadi pilihan utama bagi banyak orang, karena pada ruang terbuka dapat meminimalisir kontak dengan orang lain serta lebih aman. Oleh karena itu ruang terbuka merupakan salah satu konsep Filosopi Kopi dengan tetap menjaga protokol kesehatan di seluruh kedainya.

Rio Dewanto, Chicco Jerikho, Ricky Wijaya, Angga Dwimas Sasongko, dan Handoko Hendroyono. (Foto : Asep)

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, Filosofi Kopi dalam mempertahakan bisnisnya melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain seperti beberapa brand lintas industri. “Kami percaya, ketika kita berkolaborasi akan ada interaksi dengan banyak pihak dan memperkuat ekosistem industri kreatif,” tutur Rio Dewanto, aktor sekaligus salah satu owner Filosofi Kopi.

Bukan hanya sebatas pembukaan kedai-kedai yang baru, IP (intellectual property) sebuah film terbaru dari Filosofi Kopi yang berjudul “Ben & Jody” sudah siap untuk dinikmati oleh masyarakat Indonesia dan segera tayang di bioskop. “Dalam film Ben & Jody akan ada banyak kejutan, karena di dalam film tersebut terdapat unsur baru, yaitu action cross genre dan banyak element of surprise,” imbuh Angga Dwimas Sasangko, selaku sutradara.

Kopi yang baik akan selalu menemukan penikmatnya, panjang umur para petani kopi dan maju terus perkopian Indonesia. (asep)

Gedung Pos Bloc akan Diresmikan 17 Agustus 2021

JAYAKARTA NEWS – Bekas Gedung Kantor Pos Pasar Baru dan Pusat Filateli Jakarta bakal diubah dan diaktivasi menjadi Gedung Kreatif untuk anak muda yang diberi nama Pos Bloc Jakarta. Gedung baru ini nantinya akan diresmikan penggunaannya mulai 17 Agustus 2021.

Mungkin akan dibuka oleh Menteri BUMN Erick Thohir atau Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Yang jelas, proyek creative place ini kolaborasi dan diperbaiki oleh M Bloc Group (PT Radar Ruang Riang) yaitu PT Pos Properti, Pos Bloc Jakarta, Pasar Baru.

“Bagaimana mempertahankan cagar budaya kota di Jakarta berdasar SK Gubernur Jakarta No 475/1993,” ujar Jimmy Saputro selaku CEO Pos Bloc.

“Menambah pengalaman yang otentik, hangat dan menyenangkan. Enggak cuma cuan,” imbuh Jimmy Saputro.

Senada dengan pernyataan CO founder dan program director Pos Bloc, Wendy Putranto. “Pos Bloc akan menjadi destinasi cagar budaya yang bersifat kekeluargaan,” urai Wendy Putranto.

Sebelum praopening, di gedung seluas 2.500 m2 ini akan digelar Tenant Hunt bersama beberapa tenant UKM/UMKM, tenant buku, gaya hidup, hobi, game, F & B, musik, seni, kriya, fashion, wine & spirit, kesehatan dan aktifitas luar ruang.

Gerakan kultural ekonomi ini telah dibuka untuk tenant dan pengumuman 10 tenant terpilih akan diumumkan 7 Juni 2021 melalui medsos. Tim kuratornya adalah Handoko Hendroyono, Jimmy Saputro, Jacob Gatot, Wendy Putranto, Ardy Siji, Lance Mengong dan Lila Adinugroho.

“Pelaksanaan tenant ini sifatnya permanen,” beber Handoko Hendroyono selaku Komut Ruang Kreatif Pos. Semoga bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia ke 76, enggak ada konsep ‘rame ngarep, sepi mburi’, tetapi kiat ‘ramai di depan, ramai di belakang’ tetap terarah dan terukur penerapannya. (pik)