Kunjungi Polda Sumut, Kapolri Tinjau Renovasi Masjid hingga Bakti Sosial

MEDAN, JAYAKARTA NEWS – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Polda Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (22/3/2025). Dalam kunjungan ini, ia meninjau renovasi Masjid Al-Hidayah, menghadiri kegiatan bakti sosial, serta menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru.

Setibanya di Masjid Al-Hidayah Polda Sumut, Kapolri disambut oleh Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto, serta pimpinan dan perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut. Irwasda Polda Sumut, Kombes Nanang Masbudi, memberikan penjelasan mengenai progres renovasi masjid tersebut.

Setelah itu, Jenderal Sigit mengunjungi lokasi Bakti Kesehatan TNI-Polri, yang menargetkan 1.000 penerima manfaat. Kegiatan ini mencakup layanan pengobatan umum, pemeriksaan gigi, serta pemberian kacamata dan tongkat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kabiddokkes Polda Sumut, Kombes dr. Ginting, turut memberikan laporan mengenai pelaksanaan bakti kesehatan ini.

Kapolri juga menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Ditlantas dan Ditresnarkoba Polda Sumut. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat serta alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Total bantuan sosial yang disalurkan mencapai 1.000 paket, yang berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan roti kaleng.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kapolri meresmikan renovasi Masjid Al-Hidayah dengan penandatanganan prasasti. Ia juga secara simbolis melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan helipad di lingkungan Polda Sumut.***/mel

46 Hari Perang Lawan Narkoba, Polda Sumut Ungkap 673 Kasus, Selamatkan 1,7 Juta Jiwa

JAYAKARTA NEWS – Pada Selasa, 29 Oktober 2024, pukul 15.00 WIB, Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, memberikan keterangan terkait berbagai program yang sedang digalakkan oleh Polres Simalungun dalam rangka menjaga keamanan dan kedekatan dengan masyarakat. Salah satu program yang tengah dilaksanakan adalah kegiatan Cooling System, sebuah pendekatan humanis dari kepolisian dalam meredam potensi konflik dan meningkatkan harmoni di tengah masyarakat.

Di bawah payung Polda Sumatera Utara, Polres Simalungun secara konsisten menunjukkan sikap profesional dalam penegakan hukum dan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Melalui program Cooling System ini, Polri berupaya mencegah konflik sosial yang mungkin timbul dan menciptakan suasana damai di wilayah Simalungun.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.IK., M.H., mengadakan konferensi pers untuk memaparkan hasil dari Operasi Anti-Narkoba yang berlangsung selama 46 hari, mulai dari 13 September hingga 28 Oktober 2024. Dalam operasi ini, Polda Sumut berhasil mengungkap 673 kasus narkoba dan mengamankan total 838 tersangka, yang terdiri dari 152 pengguna dan 686 pelaku jaringan peredaran narkoba. Jumlah kasus yang diungkap menunjukkan komitmen kepolisian dalam memerangi peredaran narkotika di Sumatera Utara.

Barang bukti yang berhasil disita oleh kepolisian sangat besar. Kapolda Sumut menjelaskan bahwa pihaknya menyita 396,63 kilogram sabu, 29,03 kilogram ganja, 62.929 butir pil ekstasi, dan 1,56 kilogram kokain. Dengan penyitaan ini, diperkirakan sekitar 1,7 juta jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman narkoba. Berdasarkan asumsi perhitungan pengguna, narkotika jenis sabu yang disita dapat menyelamatkan hingga 1,5 juta jiwa, ganja sekitar 116 ribu pengguna, pil ekstasi 62 ribu jiwa, dan kokain lebih dari 6 ribu orang.

“Ini adalah bukti nyata bahwa kami di Polri serius dalam memberantas peredaran narkoba,” tegas Kapolda Sumut, Irjen Pol. Whisnu Hermawan. “Kami tidak hanya akan berhenti di sini, tetapi akan terus memperketat pengawasan hingga ke tingkat Polres dan Polsek. Tidak ada ruang aman bagi pelaku narkoba di Sumatera Utara,” tambahnya.

Kapolda juga menjelaskan beberapa modus operandi yang digunakan oleh sindikat narkoba dalam menyelundupkan barang terlarang ini. Para pelaku mengemas sabu dalam plastik dan menyembunyikannya di dalam fiber berwarna kuning yang kemudian diangkut menggunakan kapal nelayan. Selain itu, ada pula yang menggunakan koper dan ransel untuk membawa narkotika melalui jalur udara di Bandara Kuala Namu. Untuk mengelabui petugas di jalur darat, barang-barang tersebut disembunyikan di bagasi mobil atau kursi belakang kendaraan.

Keberhasilan besar dalam operasi ini menunjukkan profesionalisme Polri dalam penegakan hukum sekaligus kepedulian mereka terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba yang dapat menghancurkan masa depan bangsa ini,” ucap Kapolda Sumut dengan penuh tekad.

Melalui operasi dan pendekatan humanis dalam Cooling System, Polres Simalungun berupaya menegakkan hukum tanpa melupakan sisi kemanusiaan. Pendekatan ini bukan hanya tentang menangkap pelaku kejahatan tetapi juga mendekati masyarakat secara persuasif agar mereka merasa aman dan terlindungi. Hal ini sejalan dengan semangat kepolisian untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang berfokus pada keamanan dan kenyamanan publik.

Selain operasi penindakan, Polres Simalungun aktif terjun langsung ke masyarakat, baik dalam bentuk patroli, dialog langsung, maupun kegiatan sosial lainnya. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk menindak pelanggar hukum tetapi juga menjadi pendengar atas permasalahan yang dialami warga. Kegiatan Cooling System menjadi sarana efektif bagi kepolisian untuk mendekatkan diri pada masyarakat serta meredam segala bentuk potensi konflik.

Polres Simalungun berharap dengan adanya pendekatan humanis ini, masyarakat merasa semakin dekat dan nyaman dengan keberadaan polisi di wilayah mereka. Kegiatan Cooling System diharapkan mampu menurunkan angka kriminalitas serta menciptakan lingkungan yang kondusif di wilayah Simalungun.

Para tersangka yang tertangkap dalam operasi anti-narkoba ini akan dijerat dengan Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Polres Simalungun bersama Polda Sumatera Utara menekankan bahwa penegakan hukum tidak hanya bertujuan untuk menghukum tetapi juga menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkotika yang dapat merusak generasi bangsa.

Dengan upaya ini, diharapkan Sumatera Utara, khususnya Simalungun, dapat menjadi wilayah yang bebas narkoba, aman, dan harmonis. Kegiatan Polri yang humanis, profesional dalam penegakan hukum, dan dekat dengan masyarakat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan visi tersebut. Kapolda Sumut menegaskan, “Ini adalah langkah besar dalam perjuangan kita melawan narkoba dan juga sebagai bukti bahwa Polri selalu ada bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.”

Melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat, Simalungun diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjaga keamanan, kedekatan, dan kepercayaan terhadap kepolisian.***/mel

Polda Sumut dan Polres Jajaran Tangkap 457 Pelaku Jaringan Narkoba Selama Sepekan

MEDAN, JAYAKARTA NEWS – Polda Sumut bersama polres jajaran mengungkap berbagai kasus tindak pidana narkotika di wilayah Sumatera Utara selama sepekan terhitung dari 12-18 September 2023.

“Dari pengungkapan selama sepekan itu sebanyak 457 pelaku jaringan narkoba telah diamankan dari berbagai wilayah di Sumatera Utara. Dengan rincian pemakai sebanyak 9 orang dan jaringan 362 orang,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melalui Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut AKBP Sonny Siregar, Senin (18/9).

Ia menerangkan, ratusan pelaku jaringan narkoba yang ditangkap personel itu atas pengungkapan dari 351 kasus tindak pidana narkotika.

“Dari tangan para pelaku jaringan narkoba itu disita barang bukti berupa sabu seberat 9,8 kg, ganja seberat 104,3 kg, pohon ganja sebanyak 51 batang dan pil ekstasi 163 butir,” terangnya.

Selain menyita barang bukti berbagai jenis narkoba, Sonny mengungkapkan turut diamankan uang tunai senilai Rp61.268.000 hasil dari penjualan narkotika. Kemudian sepeda motor 68 unit, mobil 6 unit, handphone 170 unit, timbangan elektrik 52 unit dan bong alat hisap sabu 52 unit.

“Disita uang tunai bersama sejumlah kendaraan itu sebagai bentuk ketegasan Polda Sumut dalam memiskin para pelaku jaringan narkotika di Sumatera Utara,” ungkapnya seraya menegaskan Polda Sumut bersama jajaran setiap harinya terus menindak para pelaku jaringan narkotika tersebut.

“Polda Sumut tidak akan main-main dengan peredaran narkoba di Sumut. Kita akan ‘menyetrika’ pihak-pihak yang berani membekingi peredaran narkoba,” pungkasnya.***/mel

Jiwa Bhayangkara “Do The Best in Everything”

Iptu Christin Malayahati Simanjuntak

JAYAKARTA NEWS – Humble, supel dan ceria terlihat dari karakter Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Christin Malahayati Simanjuntak, SS di saat awak media Jayakarta Newes berkesempatan berbincang-bincang di ruang kerjanya di Polsek Tuntungan, Kota Medan beberapa waktu lalu.

Iptu Christin lahir 40 tahun lalu di rumah sakit Malahayati Medan, tepat di tahun baru 1 Januari 1982, anak dari G. Simanjuntak dan Siti Nurbaya Sianturi. Sejak kecil Iptu Christin sudah berccita-cita menjadi polisi. Di benaknya, menjadi anggota Polri itu gagah, apalagi untuk seorang perempuan. Sebuah profesi yang beda.

Jiwa “bhayangkara” pada diri Christin, kiranya tiupan doa orang tua yang dipatrikan ke dalam namanya: Christin Malahayati Simanjuntak. Malahayati adalah perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Nama lengkapnya Keumalahayati.

Pada tahun 1585–1604, Malahayati memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV. Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Dia mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.

Nah, kembali ke sosok Christin Malahayati. Cita-citanya menjadi bhayangkara negara terwujud saat ia diterima menjadi anggota Polri tahun 2004. Awalnya ia mendaftar di Polres Binjai, lalu mengikuti tahap demi tahap akhirnya lulus. “Puji Tuhan, sekali mencoba saya lulus. Kemudian mengikuti sekolah Polwan Bintara di Ciputat Jakarta Selatan, dan tamat di 2005 pertengahan,” ujar Kapolsek Tuntungan yang fasih berbahasa Inggris itu.

Setelah lulus menjadi Bintara Polwan Christin ditugaskan pertama kali di Polres Tanah Karo, Sumatera Utara di bagian Bagops (bagian operasional) sebagai unsur dan pembantu di bawah Kapolres. Kemudian seiring waktu dipindahkan di fungsi-fungsi lain.

“Jadi selama bertugas di Polres Tanah Karo fungsi yang paling lama saya emban itu sebagai penyidik pembantu di Reserse khususnya Unit Pelindungan Perempuan dan Anak (UPPA), hampir empat  tahun. Saya juga pernah menjabat sebagai staf pribadi Kapolres Tanah Karo untuk 3 Kapolres,” tambah Iptu Chirsitin yang memiliki hobby membaca.

Dua-belas tahun bertugas di Polres Tanah Karo (2005 – 2017) ia mengikuti sekolah Inspektur Sekolah Polisi (ISP) di Sukabumi, Jawa Barat 2017. “Tahun 2016 juga ikut, tapi tidak berhasil, dan baru tahun 2017 saya lulus dan menjadi perwira,” ujarnya.

Suaminya, juga anggota Polri bernama Aiptu (Ajun Inspektur Polisi Satu) Rolas Sitanggang, dan bertugas di unit Samsat Polres Tanah Karo. Ia juga pernah menjadi ajudan untuk tiga Kapolres Tanah Karo. Mereka dikaruniai satu putri bernama Carlin Fausta Andriana Sitanggang, sekarang umur 8 tahun kelas 3 SD di Antonius I di Jalan Sriwijaya, Medan.

Iptu Christin Malahayati Simanjuntak bersama suami dan anak semata wayangnya. (foto: dokpri)

Tekan Level Covid

Ada satu kenangan, saat ia beroleh penghargaan. Saat ia sudah perwira dan berdinas di Binmas Polda Sumut sebagai PS Paur Simbilat Satpam, atau Perwira Urusan Pembinaan Pelatihan Satpam di bawah Direktorat Binmas Polda. Suatu saat ia mendapat tugas dari Kapolda Sumut Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak, selama dua minggu BKO ke Polres Pematang Siantar bersama satu peleton Polwan yang berjumlah sekitar 15 orang. Christin menjadi perwira pendamping.

Dua minggu di Polres Pematang Siantar, mereka berkolaborasi dengan personel Polres setempat serta stakeholder lain, dalam rangka membantu menurunkan status Pematang Siantar dari Level 4 menjadi Level 2, daerah dengan paparan Covid-19 tertinggi. Christin dan tim bekerja keras. Tiap hari turun ke pasar tradisional atau pajak horas, ke terminal, dan permukiman-permukiman padat hingga ke rumah sakit dan tempat kerumunan lain.

Kegiatan sosialiasi 3M itu dilakukan menggunakan kendaraan operasional keliling yang disiapkan Polda. “Tugas kami membagi-bagikan masker. Saya memakai pengeras suara, masuk ke kerumunan orang dan melakukan imbauan-imbauan agar masyarakat mentaati protokol kesehatan,” ujarnya.

Kerja keras itu berbuah hasil. Dalam waktu dua minggu, angka paparan covid-19 di Pematang Siantar menurun drastis, hingga statistik paparan bisa turun ke level 2. Di lapangan, Christin juga melihat mulai ada kesadaran masyarakat. Terbukti, mereka tidak lagi berkerumun. “Ternyata kinerja kami dipantau unsur pimpinan, dan dinilai berhasil sehingga mendapat penghargaan,” kata Christin senang.

Penghargaan langsung diproses oleh Direktur Binmas ke Kepala Biro SDM Polda Sumut, hingga akhirnya berbuah jabatan. “Tapi bukan berarti langsung dapat jabatan Kapolsek. Sebab, untuk menjabat Kapolsek juga harus melalui assessment khusus. Saat assessment ada 10 calon, dan saya ranking dua dan menjadi satu-satunya dari unsur Polwan,” ujarnya bangga.

Setelah melalui jalan panjang, akhirnya Christin dipercaya menjabat Kapolsek Medan Tuntungan semasa Kapolda Irjen Pol Drs R.Z. Panca Putra Simanjuntak.

Christin beroleh penghargaan kembali dari grup pewarta Polrestabes Medan, seizin Kapolrestabes Medan atas prestasi capaian vaksinasi lansia 100 persen. Dua kali beroleh penghargaan, dan kesemuanya berkait erat dengan jasa besarnya di bidang penanganan pengendalian Covid-19.

Mundur ke belakang, ke tahun 2019, Christin juga punya kisah menarik saat mengikuti lomba MC berbahasa Inggris dalam rangka HUT Polwan ke-71. Lomba berlangsung di seluruh jajaran Polri, termasuk Polda Sumut. “Di Sumut, yang ikut enam peserta. Puji Tuhan, saya juara satu. Jurinya dosen-dosen komunikasi, dosen bahasa Inggris, dan public speaking yang rata-rata bergelar master dan doktor,” katanya.

Christin lalu diberangkatkan ke Jakarta mengikuti lomba MC berbahasa Inggris tingkat Mabes Polri (nasional) yang diikuti 41 peserta dari seluruh Indonesia. Jurinya dari Mabes Polri, dan dihadiri Kasat Polwan se-Indonesia. Pada tahap pertama, Christin lolos ke 10 besar. Saat seleksi menjadi tiga besar, Christin gugur. “Cukup memuaskan, sebab saya satu-satunya peserta tanpa teks,” katanya.

Cukup beralasan jika Christin pandai berbahasa Inggris. Alumni Universitas Methodist Indonesia, Medan itu, sejak remaja sudah mendalami bahasa Inggris. Bahkan sejak lulus SMA, Christin sudah mengajar bahasa Inggris di tujuh lembaga kursus bahasa Inggris yang berbeda mulai dari Binjai sampai Medan. “Dari kegiatan mengajar itulah saya bisa membayar uang kuliah,” katanya.

Tak hanya itu. Christin juga ternyata mahir olah vokal. Itu pun dimanfaatkannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan menyanyi di grup-grup band lokal yang sering diundang di acara-cara pernikahan dan acara-acara perkantoran. “Untuk urusan nyanyi, saya pernah pentas di kantor walikota Binjau, kantor kejaksaan, bahkan sampai ke Aceh,” tambahnya.

Dalam meniti karier di Polri, ia termotivasi oleh satu sosok Polwan senior bernama Brigjen Pol Purn Hj. Rumiah Kartoredjo, S.Pd. Ia adalah sosok Polwan yang bisa memimpin. Terbukti, dalam bentang karier, Jenderal Polwan Rumiah pernah menjabat Kapolsek, Kapolres, hingga Kapolda. “Beliau sangat menginspirasi, sekaligus menjadi motivasi bagi saya, dan tentu bagi Polwan-polwan yang lain. Bagaimana kita maksimal melakukan tugas-tugas menjaga Kamtibmas,” ujarnya.

Sosok lain yang ia kagumi adalah para motivator, baik motivator visual maupun motivator buku. Di antaranya Mario Teguh, Merry Riana, dan lain-lain.

Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu. Christin Malahayati Simanjuntak, SS bersama putri semata wayangnya, Charlene Fausta Androanna Sitanggang. (foto: dokpri)

Polsek Tuntungan

Ihwal Polsek Tuntungan, disebutkan sebagai Polsek yang relatif baru. Berdiri April 2021 sebagai Polsek Type D Prarural yang bisa diduduki oleh perwira berpangkat Ipda senior. Dan saat Christin mejabat, naik pangkat Iptu. Ia memimpin 33 perseonel. Wilayah binaannya terdiri atas 9 kelurahan.

“Kami tidak memandang type Polsek, melainkan fokus pada tugas-tugas pokok serta kegiatan-kegiatan apa yang kita munculkan untuk pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Hal utama yang ia lakukan adalah menjalin komunikasi dengan jajaran pers, agar semua kegiatannya terekspos ke publik. “Sebab, sinergi dengan media adalah program mulai dari Mabes Polri hingga ke tingkat Polsek,” katanya.

Karena itulah, selama menjalankan program Vaksinasi Presisi, pihaknya gencar mengkomunikasikan kepada masyarakat melalui jalur media. Termasuk upaya-upaya yang dilakukan Christin dalam menggenjot target maksimal pencapaian target vaksinasi. “Saya menyentuh para lurah dan kepala-kepala lingkungan. Langsung tatap muka dan melakukan sosialisasi,” tambahnya.

Selain itu, Christin juga mengunjungi para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan unsur-unsur masyarakat lain. Di samping, tentu saja berkolaborasi dengan Koramil dan Kecamatan.

Di luar urusan vaksinasi presisi, Kapolsek Christin juga menaruh perhatian terhadap daerah-daerah binaan yang terbilang rawan kejahatan. “Di beberapa kelurahan yang memiliki angka kejahatan tinggi, saya rutin turun menjumpai lurah dan tokoh masyarakat. Intinya, bagaimana mengedepankan upaya preventif atau pencegahan terjadinya kejahatan,” ujar Christin pula.

Ditambahkan, jenis kejahatan terbanyak di wilayah Tuntungan adalah pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian kabel, dan penganiayaan. “Pendekatan yang kami lakukan adalah pendekatan humanis. Kami menyentuh sisi-sisi kemanusiaan untuk menekan angka kriminalitas,” tegasnya.

Ditanya ihwal cara, ia menyebut contoh saat anggotanya turun ke tengah masyarakat menggunakan pengeras suara. Melalui kendaraan dinas, mereka berhenti di depan pasar, kantor bank, apotek, dan keramaian lain, lalu mengimbau agar masyarakat menjaga dan mengamankan kendaraan bermotornya. “Dari beberapa kasus kejadian dan hasil analisa berdasar TKP, kejadian curanmor acap terjadi di lokasi yang tidak ada tukang parkirnya, seperti di minimarket, apotek, dan parkiran umum,” papar Christin.

Tak Kenal Lelah

Selain sosialisasi, Chrisin juga mengumpulkan para Bhabinkamtibmas dan diminta seminggu tiga kali wajib melakukan penyuluhan di area tempat ia bertugas. “Para Bhabinkamtibmas dan anggota yang lain saya selalu menekankan supaya tidak kenal lelah. Jika ingin sukses menekan angka kriminalitas, maka kita harus bekerja tak kenal lelah,” katanya.

Salah satu keberhasilan yang pernah ditorehkan saat menggelar operasi Nataru, jelang Natal dan Tahun Baru, akhir 2021 yang lalu. Semua pihak turun dan berkolaborasi. Tampak dari unsur kecamatan, unsur Koramil, para lurah dan kepala lingkungan, hingga anggota Satgas Covid.

Salah satu operasi yang digelar adalah operasi penyakit masyarakat. Sasarannya adalah hotel-hotel melati, untuk menjaring pelanggaran susila. Saat itu, terjaring 14 pasangan bukan suami istri. Mereka lalu diberi pembinaan di Polsek Tuntungan.

Kegiatan lain adalah program penyuluhan anti narkoba serta percepatan vaksinasi di kantor Kecamatan Medan Tuntungan. “Kami undang para kepala sekolah, orang tua, kepala lingkungan, dan tomoh masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK,” katanya.

Kapolsek Christin berpesan kepada setiap diri kita sebagai warga negara, agar bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Contoh kecil, beri pengaman ekstra pada sepeda motor atau kendaraan bermotor kita. Atau, patuhi prokes untuk dan atas nama kesehatan pribadi dan orang-orang sekitar kita.

Motto hidupnya “do the best in everything” yang artinya lakukan yang terbaik dalam segala hal. Penjabaran lebih lanjut, lakukan semua tugas dengan segenap kemampuan, dengan sebaik-baiknya. Semua yang sudah kita upayakan dengan kerja keras dan dedikasi terbaik, akan bermuara pada hasil yang baik. “Motto itu bahkan saya tulis di buku harian. Sebab, zaman saya SMA belum ada HP,” kata Christin sambil tertawa.

Motto hidupnya terinspirasi oleh Albert Einstein yang antara lain mengatakan, “berilah nilai pada prosesnya, bukan pada hasilnya”.

Dari Mario Teguh Golden Ways ia mencatat inspirasi untuk membangun pikiran-pikiran positif agar menjadi pribadi yang juga positif. Dengan begitu, kita bisa menjadi pelayan masyarakat yang baik dan lebih bermanfaat. (monang sitohang)

Hadiah Akhir Tahun dari Kapoldasu

Kapoldasu Irjen. Pol Agus Andrianto secara langsung saat memberi Trophy kepada team Otti Batubara (Bumantaranews.com) dan Monang Sitohang (Jayakartanews.com) ketika menjuarai Piala Kapolda Sumatera Utara, antar media dlm pertandingan Dam Batu. (Foto: Ist)

Meraih juara dalam suatu pertandingan merupakan keinginan semua orang. Namun hal itu bukanlah mudah, apalagi dalam pertandingan yang melibatkan pasangan atau teman bermain atau per tim, pastinya akan membutuhkan keselarasan, keserasian dan pemahaman dalam mengikuti cara permainan teman untuk dapat mengalahkan lawan.

Hal itulah yang dilakukan oleh tim Otti Batubara dari media online Bumantaranews.com yang berpasangan dengan Monang Sitohang dari media Jayakartanews.com di saat menjuarai pertandingan dam batu antar wartawan dalam memperebutkan piala Kapoldasu. Kedua pasangan itu mampu menciptakan keselarasan dan pemahaman dalam pertandingan saat itu, padahal sebelumnya keduanya tidak pernah sama sekali bermain bersama, tetapi berdasarkan keyakinan masing-masing dan spontan bisa saling memahami satu sama lain akhirnya berhasil menjuarai pertandingan.

Awalnya mengikuti pertandingan itu ketika mendapat edaran atau kiriman informasi dari beberapa Group WhatssApp (WAG) mengenai akan adanya pertandingan dam batu dan catur antar wartawan dalam perebutan Piala Kapoldasu yang digelar di akhir tahun, 31 Desember 2018 di Warkop Jurnalis Medan, Jalan Agus Salim, Kota Medan, Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi itu, mereka berdua sebelum mendaftar secara langsung melalui WAG membuat kesepakatan untuk mendaftar bersama, “Ayoo Bang Otti berpasangan kita main dam batu,” ajak Monang dalam WAG, setengah jam dari ajakkan itu,”Daftar kan Nang, kita dua… yakin kita juara,” jawab Otti kala itu.

Dan sebelum pendaftaran pertandingan ditutup, yang telah dijadwalkan Jam 12.00 Wib siang itu, para peserta pun sudah mulai banyak untuk ikut mendaftar di Warung Jurnalis Medan, ada yang dari media surat kabar, online, dan televisi, dan termasuklah team Otti Batubara dari media online. Dan pertandingan catur dan domino sengaja digelar oleh para wartawan untuk memeriahkan malam pergantian tahun 2018. Di saat ketika pertandingan sudah dimulai pun antusias para peserta yang ingin mendaftarkan pun masih ada yang datang.

Setelah melalui beberapa tahapan pertandingan, sekitar Jam 14.00 Wib, unggul lah team Otti Batubara melaju ke babak final melawan team Amrizal (Matatelinga.com) dengan Chandra (Metro 24). Kemudian sekitar Jam 15.00 Wib pertandingan final dam batu dilanjutkan, dan hasil akhir dari pertemuan kedua team itu  dimenangkan oleh team Otti Batubara dan Monang Sitohang meraih juara pertama.

Kemudian, usai pertandingan dam batu imbauan datang dari wartawan senior, ” Teman-teman nanti malam habis magrib Kapoldasu akan datang ke Warung Jurnalis Medan ini ya,” ujar Amrizal.

Sementara pertandingan catur masih tetap berlanjut hingga malam hari sampai sekitar Jam 19.30 Wib, dan hasilnya yang menuju babak final Ilham (Evarina Tv) dengan Surya Efendi (Harian Waspada).

Karena pertandingan catur itu memang membutuhkan waktu lebih panjang, maka hasil final langsung dilanjutkan untuk mencari sang juara, dan ternyata pertandingan final catur malam itu menjadi perhatian, sehingga banyak yang menyaksikan, termasuk jajaran Poldasu, wartawan dan pengunjung. Yang hasil akhirnya pertandingan dimenangkan oleh Ilham Harahap.

Dan suasana malam itu di Warkop Jurnalis Medan pun tampak begitu meriah tidak seperti malam biasanya, ada alunan lagu yang dinyanyikan oleh vokalis yang memiliki suara khas juga diiringi musik keyboard yang berhasil menghibur sehingga membuat para wartawan ikut menyanyikan lagu dan berjoget, disamping itu ada juga terlihat beberapa orang yang sedang membakar ikan.

Kemudian sekitar Jam 20.00 Wib rombongan Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Agus Andrianto dan rombongan Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal M. Sabrar Fadhilah tiba, dan langsung disambut oleh para wartawan yang sudah menanti, kemudian saling bersalam-salaman.

Setelah bersalaman Irjen. Pol, Agus Andrianto dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen. M. Sabrar Fadhilah duduk bersama, dan bermain adu ketangkasan dam batu dengan dua wartawan senior, Amrizal dan Agus. Dan pertandingan itu sontak menarik perhatian para rombongan dari Poldasu dan Pangdam I /Bukit Barisan juga awak media turut menyaksikan, dan tampak beberapa orang termasuk wartawan yang tidak menyia-nyiakan momen itu untuk diabadikan dengan kameranya masing-masing.

Selain itu juga tampak meja Warkop Jurnalis malam itu penuh di isi dengan permainan catur dan dam batu oleh beberpa rombongan Kapoldasu.

Kemudian setelah usai acara dam batu malam itu, kepada masing-masing juara menerima tropy dan uang untuk juara I Rp. 1 juta, juara II Rp 750 ribu dan juara III Rp 500 ribu yang langsung diserahkan Kapoldasu Irjen. Pol. Agus Andrianto bersama Wakapoldasu Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto dan Kapolrestabes Medan Kombes. Dadang Hartanto yang disaksikan Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja,

Dan ketiga pemenang yang menerima dari pertandingan dam batu yaitu Juara pertama pasangan Otty Batubara (Bumantaranews.com) dengan Monang Sitohang (Jayakartanews.com), Posisi kedua ditempati, Amrizal (Matatelinga.com) dengan Chandra (Harian Metro 24). Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh pasangan Teguh (Metro TV) dan Sutan Siregar (fotografer Sumut Pos).

Kemudian dari pertandingan catur juara pertama disabet oleh Ilham Harahap (Efarina TV), Juara kedua diraih Surya Efendi (Harian Waspada) Sedangkan juara ketiga didapat oleh M. Husni (Sentralberita.com).

Dan di akhir acara pemberian hadiah Kapoldasu mengatakan bahwa turnamen seperti ini bisa semakin mengeratkan silaturahmi anatara senergitas Polri, TNI dan jurnalis tetap terjalin. ***

Kapolda Sumut akan Bangun Media Centre

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Paulus Waterpauw menerima DPD Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Sumatera Utara.

JAJARAN Pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Sumatera Utara beraudensi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam rangka membangun kemitraan dan sinergitas antara Polri dan Jurnalis, Kamis (12/7/2018) pagi.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPD SPRI Sumut Fernando Sitohang (Patrolinews.com) didampingi Sekretaris Devis Karmoy (Inewstv), Bendahara Monang Sitohang (Jayakartanews.com), Ketua Bidang Litbang Otti Batubara (Bumantara.com) dan Anggota Bidang Sosial Ali (SKM.Tipikor). Sedangkan Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw didampingi, Direktur Intelkam Polda Sumatera Utara, Bapak Kombes Dedi Kusuma Bakti dan Kabid Humas AKBP Tatan Atmadja.

Ketua DPD SPRI Sumut, Fernando Sitohang mengatakan bahwa Serikat Pers Republik Indonesia kini telah berdiri di Medan, Sumatera Utara. “Kami merupakan jajaran pengurus DPD SPRI Sumut, setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari DPP SPRI di Jakarta maka akan segera melakukan pelantikan secepatnya,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan DPD SPRI Sumut sebagai organisasi pers bertujuan untuk peningkatan keprofesionalan jurnalis dalam bekerja melalui pelatihan-pelatihan jurnalis yang diselenggarakan secara berkala nantinya. Dan berharap dapat membangun sinergitas dengan Polda Sumut.

DPD SPRI Sumut menyarankan agar Polda Sumut dapat membangun media center Polda Sumut agar dapat seluas-luasnya mempublikasikan kinerja Polri kepada masyarakat. “Ada baiknya Bapak agar Polda Sumut memiliki media center untuk dapat mengelola informasi dan memberikan informasi kepada rekan-rekan jurnalis untuk dipublikasikan kepada masyarakat sehingga prestasi positif atas kinerja Polda Sumut dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ungkap Fernando.

Senada, Sekretaris DPD SPRI Sumut, Devis Karmoy menjelaskan bahwa kedatangan DPD SPRI Ingin membangun sinergitas sekaligus mendukung program-program Polda Sumut yang sifatnya untuk kepentingan masyarakat, terutama terkait Kamtibmas dalam pemilihan legislatif dan Presiden mendatang.

“Secara de facto kami sudah menerima SK dari DPP dan secara de jure kami akan segera melakukan pelantikan. Dan terima kasih atas penerimaan kami, sekaligus kami memohon dukungan kepada SPRI,” jelas Devis.

Sementara, Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengatakan bahwa pihaknya mendukung berdirinya DPD SPRI Sumut. Namun Kapolda mengingatkan agar kelembagaan-kelembagaan harus mengikuti aturan pembentukan yang berlaku agar tidak menjadi kendala nantinya.

Lanjutnya, bahwa institusi Polri selama ini selalu terbuka terhadap siapa saja, yang penting legalitas lembaga itu jelas. “Jangan nanti kita dukung dan bersinergi namun akhirnya nanti legalitasnya tidak diakui secara formal. Kita tahu semangatnya untuk membantu sebagai partner yang mengawasi dan mengoreksi pemerintah dan kepolisian juga membawa aspirasi masyarakat. Jadi jangan sampai tersendat karena legalitasnya,” ungkap Kapolda mengingatkan.

“Pembentukan lembaga itu memerlukan waktu agar eksistensinya dapat diakui, jadi harus kerja dulu. Kalau di kelembagaan kami dituntut bersinergi kuat dengan teman-teman media pers juga dengan media sosial. Itu kebijakan Bapak Kapolri dalam Promoternya,” tambahnya.

Kapolda menyarankan agar jurnalis yang tergabung dalam DPD SPRI Sumut dapat berperan dalam membuat berita-berita yang terupdate di pemerintahan dan kepolisian, terlebih menangkis pemberitaan yang belum memiliki fakta hukum (hoax). “Kalau ada pemberitaan menyangkut kelembagaan berilah kesempatan agar lembaga itu menjawab terlebih dahulu. Jangan belum dikonfirmasi malah langsung dipublikasikan,” himbau Kapolda.

Terkait media center, Kapolda mengatakan berencana membangun media center Polda Sumut guna memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat terkait kinerja Polda Sumut. “Iya saran yang bagus itu. Kita percepat saja pembangunan media center Polda Sumut karena kita sangat memerlukan itu. Jadi teman-teman pers dapat memfungsikannya sebagi posko bekerja dan tempat untuk menggelar pers rilis. Kita nanti akan buat media center yang bagus,” tegas Kapolda kepada Kabid Humas. ***