Bareskrim Polri Ungkap Hasil Investigasi Awal Blackout Sumatera: Dipastikan tak Ada Unsur Sabotase!

JAYAKARTA NEWS— Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) menyampaikan hasil investigasi awal terkait gangguan sistem kelistrikan atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Hasil sementara menyebut gangguan diduga dipicu faktor teknis dan cuaca ekstrem, serta dipastikan tidak ditemukan indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan.

Dalam pembukaannya, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa konferensi pers dilakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik terkait peristiwa blackout yang menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah.

“Kami akan menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian publik, termasuk pemerintah, bersama Polri dan khususnya PT PLN (Persero), terkait terjadinya blackout di wilayah Sumatera Utara,” ujar Trunoyudo di Jakarta (25/05/2026), dilansir Humas Polri.

Sebelumnya, Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin menjelaskan bahwa pada Minggu (24/5/2026), tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Tindak Pidana Umum, Puslabfor Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, serta PT PLN telah melakukan investigasi lapangan di lokasi tower transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Hasil Identifikasi Awal

Berdasarkan hasil identifikasi awal, pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di wilayah Jambi yang diduga dipicu cuaca buruk. Gangguan tersebut mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera dan memicu ketidakstabilan frekuensi serta tegangan listrik.

Akibatnya, sejumlah pembangkit mengalami trip secara berantai hingga menyebabkan blackout massal di beberapa wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.

“Hasil identifikasi awal diketahui bahwa gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai diduga dipicu faktor cuaca buruk yang mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera,” kata Irjen Pol Nunung.

Tim gabungan di lapangan juga menemukan adanya kabel transmisi yang mengalami putus di sekitar tower transmisi. Namun, kondisi struktur tower secara umum masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan.

Menurut Irjen Pol Nunung, dugaan sementara penyebab putusnya kabel transmisi masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan, antara lain faktor mekanis akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan loncatan listrik, hingga faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem.

“Sampai dengan saat ini dapat kami pastikan bahwa tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem,” tegasnya.

Foto: Humas Polri

Ia juga menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan pola kerusakan kabel berbentuk serabut terurai dan tidak menunjukkan pola potongan rapi yang mengarah pada tindakan sabotase. Saat ini bagian kabel yang putus telah diamankan dan sedang dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik oleh Puslabfor Polri untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan secara ilmiah.

Penjelasan PLN

Di kesempatan yang sama, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Sumatera memiliki dua jalur utama transmisi yang menyalurkan daya dari wilayah selatan menuju utara, yakni koridor timur 500 kV dan koridor barat 275 kV.

Pada saat gangguan terjadi, jalur transmisi mengalami trip akibat cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang. Kondisi tersebut menyebabkan aliran daya berbalik dan memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan dan frekuensi yang sangat tinggi.

Akibat gangguan tersebut, sistem kelistrikan Sumatera terpisah menjadi dua bagian, yakni wilayah selatan yang mengalami kelebihan daya pembangkit dan wilayah utara yang kekurangan daya pembangkit. Kondisi di wilayah utara menyebabkan sejumlah pembangkit mengalami trip secara berantai atau domino effect hingga mengakibatkan pemadaman di berbagai wilayah terdampak.

PLN kemudian melakukan proses pemulihan secara bertahap melalui mekanisme black start menggunakan pembangkit diesel dan gas, dilanjutkan pengoperasian PLTGU dan PLTU hingga seluruh sistem kembali normal.

“Seluruh sistem kelistrikan Sumatera telah kembali normal 100 persen dan saat ini beroperasi dengan aman dan stabil,” ujar Edwin.

PLN juga memastikan bahwa pada Senin (25/5/2026), sejumlah pembangkit besar telah kembali masuk ke sistem sehingga pasokan listrik dipastikan aman dan stabil di seluruh wilayah Sumatera. (*/di)

Listrik di Sumatra Berangsur Normal, PLN Pastikan Pemulihan Sistem Terus Berjalan hingga ke Pelanggan

JAYAKARTA NEWS – Gangguan sistem kelistrikan yang sempat meluas di wilayah Sumatra kini mulai teratasi.

PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa proses pemulihan pascagangguan pada jaringan transmisi interkoneksi Sumatra terus dilakukan secara bertahap hingga pasokan listrik kembali menjangkau masyarakat.

Per Minggu (24/5) pukul 06.00 WIB, sebanyak 176 gardu induk yang terdampak telah berhasil dinormalisasi sehingga layanan kelistrikan mulai kembali pulih di berbagai daerah.

Direktur Utama Darmawan Prasodjo meninjau langsung kesiapan operasional pembangkit di PLTU Tenayan, Pekanbaru, Riau, pada Minggu (24/5).

Dalam peninjauan tersebut, ia menjelaskan bahwa proses pemulihan sistem telah dilakukan secara intensif sejak gangguan mulai terjadi pada Jumat (22/5).

PLN disebut menggandeng pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan di daerah untuk menjalankan pemulihan bertahap, mulai dari sistem pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, hingga distribusi listrik kepada pelanggan.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa henti seluruh personel di lapangan serta dukungan dari Kementerian ESDM dan berbagai pihak di Daerah, sistem kelistrikan Sumatra kini telah kembali normal.”

“Pelanggan yang sempat terdampak saat ini kembali mendapatkan pasokan listrik secara bertahap,” ujar Darmawan.

Ia menerangkan bahwa pemulihan dilakukan dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keandalan jaringan.

Setelah koneksi jaringan transmisi Sumatra kembali tersambung, PLN melanjutkan tahapan mengaktifkan pembangkit listrik serta melakukan sinkronisasi secara bertahap.

Proses ini dilakukan dengan memasukkan daya listrik dari pembangkit ke jaringan transmisi Sumatra hingga suplai listrik kembali stabil secara menyeluruh.

Darmawan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan memahami situasi selama proses pemulihan berlangsung.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” tutup Darmawan. ***/mel

PLN Setor Rp65,59 Triliun ke Negara Sepanjang 2024, Naik Hampir 18 Persen dari Tahun Lalu

JAYAKARTA NEWS – PT PLN (Persero) terus menunjukkan kontribusi besarnya terhadap penerimaan negara sepanjang 2024.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, pada Rabu (18/6), PLN melaporkan total setoran kepada negara mencapai Rp65,59 triliun, meningkat 17,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, PLN menyetor dividen senilai Rp3,35 triliun kepada negara.

Sementara itu, kontribusi dari sektor pajak mencapai Rp62,17 triliun, mencakup beragam jenis penerimaan seperti pajak penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), bea materai, bea masuk, serta pajak dan retribusi daerah.

Selain itu, perusahaan juga mencatat sumbangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp73,68 miliar.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa berbagai kontribusi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

“Ini bukan hanya soal angka, tapi juga tentang akuntabilitas dan kepercayaan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil PLN mampu memberi hasil yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya negara sebagai pemegang saham utama,” ujar Darmawan.

Capaian positif ini didukung oleh hasil Kinerja Keuangan Tahun Buku 2024, yang tak lepas dari transformasi menyeluruh (end-to-end) yang mulai dijalankan sejak 2020.

Transformasi tersebut terus memberikan dampak signifikan dan berkelanjutan terhadap performa perusahaan.

Sepanjang 2024, PLN berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp17,76 triliun.

Sementara pendapatan perusahaan menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah PLN, yaitu Rp545,38 triliun, naik 11,90 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka Rp487,38 triliun.

Darmawan menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif Pemerintah dalam memberikan dukungan strategis, terutama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Danantara, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan stakeholder terkait yang mendorong PLN untuk tetap kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan global.

“Pemerintah secara konsisten menjaga daya beli masyarakat dan menghadirkan ekosistem investasi yang menarik bagi para pelaku bisnis dan industri sehingga konsumsi listrik terus tumbuh,” jelas Darmawan.

Ke depan, PLN memastikan komitmennya untuk terus menjalankan mandat Pemerintah dalam menghadirkan keadilan energi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Hal ini diwujudkan melalui penyediaan listrik yang merata, terjangkau, dan andal di seluruh pelosok negeri.

“Listrik merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat.

“Kami meyakini bahwa akses terhadap listrik yang andal dan berkualitas akan membuka lebih banyak peluang ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” tutup Darmawan.***/mel

Berkah Ramadan, 2.597 Keluarga Prasejahtera Nikmati Listrik Gratis Berkat Donasi Pegawai PLN

JAYAKARTA NEWS – PT PLN (Persero) melakukan penyalaan serentak sambungan listrik gratis untuk 2.597 rumah tangga prasejahtera dalam program Light Up The Dream, pada Senin (10/3).

Dikutip dari Rilis PLN, Selasa (11/3/2025), program yang berasal dari donasi pegawai PLN ini sekaligus menjadi momen berbagi kebahagiaan Ramadan 1446 H.

Berlangsung sejak tahun 2020, program ini secara total telah menyambungkan listrik secara gratis untuk 32.275 keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.

Kehadiran program ini pun menjadi berkah bagi banyak keluarga yang sebelumnya belum menikmati listrik, salah satunya Ferra Rostika.

Kebahagiaan terpancar dari wajah warga Desa Neusu Jaya, Banda Aceh ini setelah akhirnya ia dan keluarganya bisa menikmati listrik PLN.

Sebelumnya ia hanya mengandalkan aliran listrik dari tetangga.

“Syukur alhamdulillah, saya tidak bisa berkata-kata. Selama ini, tetangga membantu saya, tetapi mereka juga terganggu karena MCB mereka sering mental. Sekarang kami sekeluarga dapat menikmati listrik. Anak sudah bisa belajar di malam hari.

“Semoga PLN semakin jaya dan bisa membantu masyarakat lainnya yang mengalami kesulitan ekonomi seperti kami,” ungkap Ferra.

Hal serupa juga yang dirasakan Nenek Rusmini. Warga Lubuk Linggau Selatan, Provinsi Sumatera Selatan ini tak kuasa menahan haru ketika listrik di rumah akhirnya menyala berkat program Light Up The Dream.

Selama ini nenek berusia 86 tahun tersebut hidup seorang diri dalam gelap tanpa listrik dengan kondisi yang serba terbatas.

“Selama ini kalau malam saya pakai lilin. Kalau hujan turun, rumah saya gelap gulita. Mau masak pun sulit, saya harus nyalakan lilin atau pinjam listrik menyalur dari tetangga.

“Sekarang alhamdulillah, rumah saya sudah terang. Terima kasih PLN, semoga berkah bagi semuanya,” ujar Rusmini dengan mata berkaca-kaca.

Di wilayah Indonesia timur ada juga Catarina, warga Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur yang pada kesempatan ini turut menjadi penerima manfaat penyalaan serentak program Light Up The Dream.

Hadirnya listrik tidak sekadar untuk penerangan, tetapi juga memberikan harapan dan kesejahteraan bagi keluarganya.

Senyum bahagia keluarga penerima manfaat Program Light Up The Dream di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. (DOK.PLN)

“Kami sangat bersyukur dapat merasakan nikmat listrik di bulan Ramadan ini. Selama ini, kami menabung untuk biaya pasang baru listrik.

“Kini, anak-anak kami bisa belajar dengan nyaman di malam hari, dan kami bisa tambah peralatan untuk jual es. Terimakasih PLN sudah mewujudkan impian kami,” ungkap Catarina.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menyampaikan bahwa program Light Up The Dream adalah wujud nyata komitmen dan kepedulian insan PLN dalam mewujudkan energi berkeadilan serta pemerataan akses listrik.

Program ini merupakan inisiatif pegawai PLN yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk masyarakat kurang beruntung agar dapat menyambung listrik secara gratis di seluruh Indonesia.

“Program Light Up The Dream secara reguler kita jalankan, paling tidak bisa dua kali dalam satu tahun. Sebuah tradisi yang sangat baik di PLN, yang dirintis oleh para insan PLN yang peduli dengan lingkungan sekitar,” kata Didi.

Oleh sebab itu, Didi mengapresiasi para pegawai PLN yang secara konsisten menyisakan sebagian dari penghasilannya untuk menopang keberlangsungan program ini.

“Pada Light Up The Dream hari ini telah tersambung 2.597 instalasi listrik untuk pelanggan. Sehingga, secara total sampai dengan Maret 2025, insan PLN di seluruh Indonesia telah menyumbang untuk kebahagiaan masyarakat prasejahtera sebanyak 32.275 sambungan,” lanjut Didi.

Sementara itu Direktur Retail dan Niaga PLN, Edi Srimulyanti menambahkan bahwa pihaknya turut berterima kasih kepada para stakeholders di pusat dan daerah yang mendukung kesuksesan program Light Up The Dream.

Ia berharap program ini akan terus menjadi wadah untuk seluruh pihak menjalin kolaborasi demi kemajuan masyarakat.

“Kami juga berharap wadah ini terus digerakkan, karena memang masih ada saudara-saudara di lingkungan sekitar kita yang belum mendapatkan kesempatan untuk bisa menikmati listrik secara mandiri,” ujar Edi.

Edi menambahkan program ini juga sekaligus menjadi komitmen PLN mendukung upaya pemerintah meningkatkan Rasio Elektrifikasi di Indonesia.

Ia berharap program ini akan turut mendorong perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sesuai dengan visi dari PLN, bahwa hadirnya listrik ini akan membawa kehidupan menjadi lebih baik dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Edi.***/uli

Meriahkan Sukacita Natal dan Tahun Baru, Listrik PLN Hadir di 14 Dusun Terpencil NTT

JAYAKARTA NEWS – Senyum bahagia tampak di wajah Nahor Boki, warga Dusun 3 Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Setelah bertahun-tahun hidup tanpa akses listrik, ia dan keluarganya kini menyambut Natal dengan cahaya lampu PLN yang baru saja menjangkau desanya.

“Kami senang sekali akhirnya bisa merasakan masuknya listrik ke dusun kami. Seluruh warga sudah tidak sabar untuk segera memasang listrik di rumah masing-masing,” tutur Nahor dengan mata berbinar, dikutip dari Laman Kabar BUMN, Kamis (26/12/2024).

Cerita seperti Nahor kini terdengar di 14 dusun terpencil yang tersebar di Pulau Timor, Rote, Alor, dan Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang memungkinkan sekitar 2 ribu keluarga menikmati listrik 24 jam penuh.

PLN berhasil membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 38,97 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 96,03 kms, serta 19 gardu berkapasitas total 950 kilovolt ampere (kVA).

Penjabat Bupati Alor, Zeth Sony Libing, mengungkapkan rasa syukurnya, meski medannya sulit, PLN berhasil mewujudkan mimpi masyarakat untuk menikmati listrik.

“Semoga dengan hadirnya listrik dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN untuk mewujudkan keadilan energi, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Listrik adalah kebutuhan primer. Melalui pembangunan ini, kami mendukung Pemerintah dalam memastikan pemerataan listrik sebagai wujud nyata sila kelima Pancasila,” ungkap Darmawan.

Bagi masyarakat di 14 dusun tersebut, hadirnya listrik membawa harapan baru. Tak hanya memungkinkan kehidupan sehari-hari menjadi lebih nyaman, tetapi juga membuka peluang ekonomi, pendidikan, dan sosial yang lebih baik.

“Semoga perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 menjadi lebih hangat dan bermakna dengan hadirnya listrik. Kami berharap listrik ini dapat menjadi cahaya kemajuan bagi masyarakat di wilayah ini,” ujar General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono.

Di tengah malam yang dulu gelap, kini mulai terlihat gemerlap lampu-lampu yang menerangi rumah-rumah penduduk. Cahaya itu tidak hanya melambangkan listrik, tetapi juga simbol harapan, kesejahteraan, dan semangat untuk masa depan yang lebih baik.

Natal kali ini benar-benar istimewa di pelosok NTT, bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kehidupan baru yang dimulai dengan cahaya listrik.***/mel

Berbagi Kebahagiaan di Awal Ramadhan, PLN Sambung Listrik Gratis 2.920 Keluarga Prasejahtera di Berbagai Daerah

JAYAKARTA NEWS – PT PLN (Persero) berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan 2024 dengan memberikan sambung listrik secara gratis untuk 2.920 rumah keluarga prasejahtera di berbagai daerah.

Dikutip dari Rilis BUMN, Minggu (17/3/2024), melalui program Light Up the Dream (Listrik untuk Nyalakan Mimpi) pada bulan Maret ini, pembiayaan sambung listrik gratis tersebut berasal dari donasi pegawai PLN.

Salah seorang warga Muara Bungo, Jambi, bernama Wagiran, mengaku merasa sangat terbantu dengan program sambung listrik gratis dari PLN.

Dengan bantuan ini, sekarang ia bersama istri dan kelima anaknya bisa menikmati listrik yang sudah 3 tahun sulit mereka dapatkan karena sebelumnya hanya menyalur dari rumah tetangga.

“Terima kasih saya ucapkan kepada PLN atas bantuan pemasangan listrik secara gratis. Berkat listrik ini saya sangat terbantu dalam kehidupan kami, karena sudah 3 tahun kami sekeluarga tidak menggunakan listrik,” ungkap Wagiran.

Hal senada diungkap warga Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Suryani. Ia mengungkap syukur lantaran bantuan para pegawai PLN ini menyasar keluarganya yang tidak mendapatkan aliran listrik sejak lama.

“Saya sebagai penerima listrik secara gratis, berterima kasih sangat mendalam. Saya dan keluarga bersyukur dan bantuan PLN ini sangat membantu sekali untuk saya semoga membawa berkah untuk semuanya,” ujarnya.

Suprihartini, warga Gunungan, Kabupaten Magetan mengungkapkan kegembiraannya mendapat bantuan pasang baru listrik secara gratis karena perempuan yang berprofesi sebagai buruh tani dan bekerja serabutan ini tidak mampu pasang baru listrik sendiri.

Sebelumnya, ia hanya menyalur listrik dari tetangga karena kemampuan finansial yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau token tetangga habis ya saya menunggu sampai tetangga memiliki uang untuk mengisi. Alhamdulillah sekali sekarang sudah mendapat listrik sendiri, terima kasih PLN,” ujarnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, program Light Up the Dream merupakan wujud nyata komitmen dan kepedulian insan PLN dalam mewujudkan energi berkeadilan serta pemerataan akses listrik.

Menurut Darmawan, program ini merupakan inisiatif pegawai PLN yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk keluarga prasejahtera dapat menyambung listrik secara gratis di seluruh Indonesia.

“Bahagianya ketika bisa menyalakan mimpi orang lain. Bahagia ketika melihat orang lain bahagia. Artinya, program ini berasal dari kepedulian para karyawan PLN untuk mewujudkan mimpi masyarakat yang belum mampu untuk menikmati listrik dari PLN,” ujar Darmawan.

Darmawan melanjutkan, program ini juga sekaligus menjadi komitmen PLN mendukung upaya pemerintah meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) di Indonesia.

Dirinya berharap program akan turut mendorong perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Listrik menjadi kebutuhan primer masyarakat saat ini, melalui program Light Up The Dream masyarakat dapat melakukan berbagai aktivitas untuk meningkatkan perekonomian mereka,” ujar Darmawan.

Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto mengatakan, program Light Up the Dream telah memberikan harapan baru bagi masyarakat prasejahtera yang belum teraliri listrik.

Adapun dana pada program ini didapat dari bantuan insan PLN yang terdiri dari pegawai, mitra kerja, pegawai anak perusahaan dan lain-lain.

“Realisasi penyalaan pada Maret yang bertepatan dengan Ramadan ini sudah jauh lebih besar, semakin lama semakin ke depan akan semakin banyak warga kurang mampu yang kita nyalakan listriknya secara gratis untuk pelanggan,” ujarnya.

Program ini pun, kata dia, telah membawa dampak positif bagi mitra kerja serta stakeholder yang tergerak hatinya menyumbangkan dana untuk warga kurang mampu yang belum teraliri listrik. Dalam hal kebaikan ini, PLN berharap bisa menjadi contoh dan teladan bagi instansi lain.

“Program ini dijalankan sejak 2020. Dijalankan oleh pegawai PLN dan diharapkan dapat menggerakkan stakeholder lain agar program ini akan terus mengalami peningkatan. Sampai sekarang itu telah berhasil merealisasikan bantuan pasang listrik dengan total 20.942 pelanggan,” ujar Adi.

Program Light Up the Dream sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2020. Program ini secara total telah menyambungkan listrik secara gratis untuk 20.942 keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.

Adapun rinciannya yaitu regional Sumatera-Kalimantan 6.612 keluarga, regional Jawa-Madura-Bali 5.869 keluarga dan regional Sulawesi-Maluku-Papua-Nusa Tenggara 8.461 keluarga.***/mel

Traveling Pakai Mobil Listrik? Harus Tahu Info ini

JAYAKARTA NEWS – PT PLN (Persero) terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna Electric Vehicle (EV).

Untuk itu, dihadirkan aplikasi PLN Mobile yang dapat mengakses lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terdekat hanya dengan sentuhan jari.

Dengan fitur tersebut, pengguna mobil listrik tidak lagi khawatir saat bepergian jarak jauh seperti di momen liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) ini.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, hadirnya aplikasi PLN Mobile ini tentu saja bertujuan untuk memudahkan para pelanggan PLN dan pengguna kendaraan listrik.

Terlebih lagi, menjelang persiapan mudik 2023 kali ini, PLN ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan dalam mencari lokasi SPKLU terdekat.

“Kami sudah memastikan pada setiap rest area tersedia SPKLU dan dapat diakses dengan sangat mudah melalui aplikasi PLN Mobile.

“PLN akan terus mendorong ekosistem EV di Indonesia, salah satunya dengan memastikan infrastruktur untuk para pengguna EV tersedia dengan baik,” ujar Darmawan.

Darmawan berharap masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai pilihan akomodasi jarak jauh saat mudik.

Karena PLN akan terus berinovasi untuk menghadirkan fasilitas penunjang dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air.

“PLN terus melakukan transformasi untuk meningkatkan pelayanan pelanggan.

“Salah satunya dengan fitur-fitur yang mendukung eksosistem kendaraan listrik ini,” kata Darmawan.

PLN juga membagikan langkah-langkah bagi para pengguna EV yang ingin mencari Lokasi SPKLU lewat aplikasi PLN Mobile, sebagai berikut :

1. Pastikan aplikasi PLN Mobile sudah terpasang pada smartphone yang bisa diunduh melalui PlayStore atau AppStore.

2. Buka aplikasi dan lakukan daftar/masuk akun, pastikan GPS Anda aktif saat menggunakan aplikasi PLN Mobile.

3. Pilih menu “Electric Vehicle” pada pojok kanan atas layar.

4. Kemudian pilih menu “SPKLU” di antara pilihan lain.

5. Lokasi SPKLU yang paling dekat dengan lokasi Anda akan terlihat, pilihan ini juga bisa di sesuaikan menggunakan Daftar atau Map.

Bukan hanya itu, aplikasi ini juga menyediakan petunjuk arah ke lokasi SPKLU.

Dengan demikian, pengguna mobil listrik akan semakin mudah menemukan keberadaan SPKLU.

Selain itu, pada masa Libur Nataru kali ini, PLN telah menyiagakan 624 unit EV Charger yang tersebar di 411 titik strategis di Indonesia.

Sebanyak 64 unit EV Charger pada 38 titik SPKLU juga tersedia di sepanjang ruas Tol Trans Sumatera – Jawa bagi pengendara kendaraan listrik yang akan melakukan mudik.***/mel

Siagakan Petugas, PLN Pastikan Kesiapan Keandalan Pasokan Listrik Menyambut “Nataru”

JAYAKARTA NEWS– PT PLN (Persero) menggelar Apel Siaga Kelistrikan Natal 2023 dan Tahun Baru (Nataru) 2024 secara nasional pada Rabu (20/12).

Dikutip dari Rilis BUMN, Kamis (21/12/2023), Apel Siaga Kelistrikan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pasokan listrik dan petugas dalam menjaga pasokan dan keandalan listrik selama perayaan Nataru 2024 di seluruh penjuru Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan dalam momen Nataru ini, PLN siap menjaga keandalan listrik dan melayani seluruh kebutuhan pelanggan agar masyarakat bisa merayakan Nataru dengan aman dan nyaman.

“Dalam Apel siaga kali ini, kami memastikan kesiapan pasokan listrik, petugas siaga dan peralatan dalam kondisi aman.”

“Kita ingin memastikan bahwa dalam rangka momentum Nataru ini harus zero mistakezero tolerance, zero blackout, apapun tantangannya harus bisa kita selesaikan satu persatu,” ucap Darmawan saat Apel Siaga Kelistrikan, di Kantor Pusat PLN, Jakarta.

Darmawan menjelaskan, tantangan perayaan Nataru 2024 kali ini adanya potensi cuaca ekstrem akibat dampak dari El Nino, seperti kekeringan panjang yang kemudian diikuti hujan dengan curah yang tinggi, disertai petir, angin kencang dan banjir.

Hal tersebut juga mengancam instalasi ketenagalistrikan PLN.

“Untuk itu kami sudah mempersiapkan sejak jauh hari setiap pembangkit kami, jaringan transmisi, jaringan distribusi, control center hingga operasi layanan pelanggan,” kata Darmawan.

PLN memprediksi kebutuhan listrik masyarakat di momen Nataru 2024 adalah sebesar 43 Gigawatt (GW).

Sementara PLN memiliki daya mampu pasok lebih dari 50 GW. Artinya dari sisi kecukupan daya, statusnya sangat aman.

“Kami juga telah memiliki digital control system yang mampu mengatur sistem kelistrikan secara otomatis jika terjadi gangguan dari faktor eksternal. Hal ini membuat sistem kelistrikan PLN jauh lebih kokoh,” tambah Darmawan.

Di tengah potensi cuaca ekstrem, PLN juga telah melakukan aksi preventif untuk memastikan ketersediaan energi primer di pembangkit-pembangkit listrik tercukupi selama periode Nataru 2024.

PLN telah membangun sistem digital rantai pasok energi primer untuk pembangkit  listrik yang terintegrasi dengan Kementerian ESDM.

Hadirnya sistem digital terintegrasi ini membuat sistem rantai pasok energi primer yang jauh lebih kokoh.

Monitoring dari yang sebelumnya hanya dilakukan pada titik pembangkit, kini sudah terpantau sejak titik loading di lokasi tambang. Sehingga, corrective action bisa diambil secara cepat jika dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan energi primer tetap aman.

“Kami sudah memastikan kecukupan energi primer kami dalam status sangat aman. Baik itu pembangkit batu bara, gas, maupun BBM sampai ke daerah-daerah terisolir dan 3T. Kami pastikan setiap pembangkit memiliki HOP (Hari Operasi) di atas 20 hari,” kata Darmawan.

Selama periode Nataru 2024, PLN menyiagakan lebih dari 18 ribu pegawai dan lebih dari 63 ribu personel lapangan yang akan siaga 24 jam menjaga keandalan listrik.

Para petugas ini tersebar di 1.853 posko siaga PLN di seluruh tanah air.

Tidak hanya itu, para petugas juga dibekali dengan peralatan dan armada pendukung, berupa 1.731 Genset, 735 Uninteruptible Power Supply (UPS), 1.091 Unit Gardu Bergerak (UGB), 116 Unit Kabel Bergerak (UKB), 395 mobil crane, 3.756 mobil, dan 3.318 motor.

“Kami juga akan menyiagakan petugas PLN di lokasi-lokasi perayaan Natal dan Tahun Baru, seperti Gereja dan tempat wisata, serta Bandara, Pelabuhan dan terminal bus yang menjadi titik mobilisasi masyarakat,” ucap Darmawan.

Pada apel tersebut, Darmawan juga melakukan telekonferensi dengan personel siaga di 41 unit induk PLN dan unit-unit subholding yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel di seluruh Indonesia dalam menjaga keandalan listrik.

Demi memberi kenyamanan pada pengendara kendaraan listrikPLN juga menyiagakan petugas di 624 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 411 lokasi seluruh Indonesia.

Khususnya di Tol Trans Sumatra–Jawa yang menjadi pusat mobilisasi selama libur Natal dan Tahun Baru ini, PLN juga telah menyiapkan sebanyak 63 SPKLU di sepanjang ruas tol.

Untuk mengetahui lokasi SPKLU ini, pengguna kendaraan listrik dapat melihatnya melalui super apps PLN Mobile pada menu Electric Vehicle.

“Kami ingin masyarakat yang ingin mudik atau liburan dengan kendaraan listrik dapat tetap nyaman saat melakukan perjalanan,” pungkas Darmawan.***/mel

Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru, PLN Terapkan Masa Siaga Kelistrikan Nasional

JAYAKARTA NEWS – Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik secara nasional tetap terjaga.

PLN menerapkan masa siaga Nataru dari tanggal 18 Desember 2023 sampai dengan 7 Januari 2024.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa selama masa siagaPLN menyiagakan sebanyak 80.233 personil di 2.571 posko yang tersebar di seluruh Indonesia.

PLN juga menyiagakan sebanyak 130 tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) dengan jumlah 1.040 personil yang tersebar di setiap posko.

PLN telah memajukan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan sebelum masa siaga Nataru, oleh karena itu dipastikan saat perayaan Natal dan tahun baru tidak ada pemeliharaan, sehingga pasokan listrik insya Allah akan terus andal,” kata Darmawan.

Darmawan memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi prima untuk menyambut Nataru.

Sebelumnya juga telah dilakukan upaya-upaya preventif dari hulu hingga hilir, mulai dari kesiapan energi primer untuk pembangkit, keandalan pembangkit hingga jaringan transmisi dan distribusi agar pasokan listrik terus andal.

“Dalam memastikan kondisi energi primer, pembangkit, transmisi dan distribusi aman, kami telah melakukan berbagai assessment, inspeksi, monitoring hingga simulasi untuk memastikan kesiapan keandalan listrik dari hulu ke hilir,” imbuhnya.

Darmawan menambahkan, PLN telah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan stakeholders untuk mengamankan pasokan listrik di titik-titik prioritas selama perayaan Natal dan tahun baru.

“Kami akan utamakan pengamanan listrik di tempat-tempat ibadah dan lokasi-lokasi prioritas lainnya seperti pusat transportasi, pusat kesehatan, hingga pusat keramaian terjamin keandalannya,” kata Darmawan.

Momen perayaan Nataru banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul keluarga.

Di beberapa wilayah bahkan menyiapkan tradisi perayaan bersama.

Maka dari itu, PLN melakukan berbagai persiapan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang andal.

“Perayaan Natal dan tahun baru merupakan momen untuk berkumpul dengan keluarga dalam kehangatan dan penuh kedamaian, menuju harapan yang baru. Maka dari itu, PLN hadir dengan keandalan pasokan listrik, memberikan kenyamanan untuk melayani berbagai kegiatan masyarakat,” pungkas Darmawan.***/mel

24 Ribu Rumah Tangga di Jabar Dapat Sambungan Listrik Gratis dari Pemerintah dan PLN

JAYAKARTA NEWS – Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 2023 di Provinsi Jawa Barat telah selesai dilaksanakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) bersama PT PLN (Persero).

Dilansir dari Rilis BUMN, Sabtu (9/12/2023), simbolis penyalaan program BPBL ini dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu, Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti, dan Wakil Walikota Bogor Dedie Abdu Rachim di Desa Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Sinta Rosita, salah satu warga penerima program BPBL ini mengaku selama ini akses listrik di rumahnya hanya bergantung pada akses rumah neneknya. Hal ini membuat dia harus bergilir dalam mengoperasikan elektronik di rumahnya bergantian dengan keluarganya yang lain.

“Dari dulu numpang listrik di rumah nenek. Bayarnya patungan. Kadang juga suka jepret karena gak kuat, jadi harus gantian. Perasaan saya alhamdulillah bersyukur sekali dengan adanya listrik gratis ini. Saya bisa jualan jadinya dengan adanya listrik ini. Anak-anak juga bisa belajar. Terima kasih sekali kepada pemerintah dan PLN,” kata Sinta.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengapresiasi kerja keras Pemerintah dan PLN dalam memberikan akses listrik ke masyarakat. Menurut Eddy, program BPBL ini sangat penting untuk masyarakat, karena kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Menurut saya, program ini penting sekali, karena program ini betul-betul menyentuh masyarakat. Ini membuka peradaban baru dan mencerahkan masyarakat. Terasa sekali perubahannya, terasa sekali dampaknya, secara keberdayaan masyarakat juga merasa memiliki sebuah kekuatan yang lain,” kata Eddy.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu menjelaskan adanya program BPBL ini merupakan wujud dari kehadiran negara memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses listrik.

“Lima tahun lalu masih ada 2,5 juta masyarakat di Indonesia ini yang tidak mendapatkan akses listrik. Kami bersama PLN memetakan dan mencari solusinya, ternyata untuk bisa menyambung listrik ke rumah warga, terutama di wilayah terpencil anggarannya besar. Untuk itu, lewat dukungan dari Komisi VII, kita bisa merealisasikannya. Ini sangat bermanfaat dan kami berharap tahun depan, program ini bisa terus dilanjutkan,” kata Jisman.

Jisman mengatakan tahun 2025 targetnya seluruh masyarakat di Indonesia mendapatkan akses listrik. Akses listrik mampu mendorong minat belajar anak-anak sekolah, perekonomian masyarakat desa juga semakin meningkat sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Walikota Bogor Dedie Abdu Rachim mengapresiasi upaya PLN dan pemerintah. Program BPBL ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini merupakan upaya kita untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Bogor. Terima kasih untuk PLN, Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI,” tegas Dedie.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Edi Srimulyanti menyampaikan komitmen PLN untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan di seluruh tanah air melalui pemerataan listrik. Kehadiran listrik PLN melalui BPBL ini diharapkan mampu mendorong roda perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sepanjang tahun 2023 ini PLN menjalankan program sambung listrik gratis kepada 125 ribu rumah tangga di 32 Provinsi di Indonesia.

“Hingga hari ini, Alhamdulillah kami telah menuntaskan seluruhnya, bahkan mencapai 105 persen dari target dengan jumlah 131.600 rumah tangga mendapatkan listrik 24 jam,” jelas Edi.

Khusus untuk di Jawa Barat, kata Edi ada 24 ribu rumah tangga yang mendapatkan program ini, sementara untuk Kota Bogor terdapat 2.580 rumah tangga.

Edi juga menjelaskan lewat upaya ini PLN melaksanakan akses energi yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Melalui nyala listrik yang baik, diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Ke depannya PLN bersama dengan mitra kerja dan stakeholder terkait akan terus bergandengan tangan, bersinergi, berkolaborasi dan melangkah bersama melaksanakan tugas mulia dari Kementerian ESDM yakni program BPBL,” kata Edi.***/mel