Google Flights Luncurkan Fitur Baru yang Bantu Anda Cari Tahu Kapan Waktu Termurah untuk Beli Tiket Pesawat

JAYAKARTA NEWS – Google Flights memperkenalkan fitur baru untuk membantu para pelancong menjawab pertanyaan abadi mereka: “Apakah harus membeli tiket penerbangan sekarang saya atau menunggu dan berharap harga turun?”

Perusahaan teknologi yang dirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini, telah lama memberikan wawasan kepada pengguna tentang apakah tarif pesawat yang mereka lihat adalah rendah, biasa, atau tinggi dibandingkan dengan rata-rata harga historis untuk rute tertentu.

Sekarang, Google memberikan data kepada pengguna tentang kerangka waktu mana yang secara tradisional paling murah untuk rute yang mereka cari sehingga para pelancong dapat membuat keputusan yang lebih berdasarkan informasi tentang pemesanan mereka.

“Pengetahuan ini bisa memberi tahu Anda bahwa waktu terbaik untuk memesan perjalanan serupa biasanya dua bulan sebelum keberangkatan, dan Anda saat ini berada dalam momen yang tepat. Atau Anda mungkin mengetahui bahwa harga biasanya turun mendekati waktu keberangkatan, sehingga Anda memutuskan untuk menunggu sebelum memesan,” kata Google dalam sebuah pernyataan. “Dengan cara apa pun, Anda dapat membuat keputusan itu dengan rasa percaya diri yang lebih besar.”

Bagaimana Fitur Baru Google Flights Bekerja

Bayangkan Anda ingin terbang dari Jakarta ke New York untuk akhir pekan Hari Buruh (periode yang biasanya melihat tingkat perjalanan tinggi).

Setiap tahun, jutaan orang memulai perjalanan, baik untuk bisnis maupun rekreasi. Setelah beberapa tahun bandara yang kurang ramai akibat pandemi, Asosiasi Transportasi Udara Internasional melaporkan bahwa jumlah penumpang sekarang hampir sama dengan sebelum pandemi.

Namun, sudah ada sejumlah hari yang telah melampaui tingkat pra-pandemi, dan sebagian besar dari mereka terjadi tepat sebelum atau setelah liburan.

Ambil contoh Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Pada tahun 2023, AAA memproyeksikan bahwa 4,17 juta orang terbang selama periode liburan 4 Juli, melebihi rekor perjalanan udara sebelumnya sebesar 3,91 juta pelancong, yang ditetapkan pada tahun 2019. Demikian pula, TSA mencatat jumlah penumpang rekor pada hari Minggu setelah Thanksgiving pada tahun 2022, dengan lebih dari 2,56 juta penumpang.

Menurut TSA, hari-hari perjalanan tersibuk dalam setahun biasanya adalah Selasa dan Rabu sebelum Thanksgiving serta Minggu setelah Thanksgiving. TSA mencatat volume pemeriksaan penumpang tertinggi dalam sejarahnya pada Minggu setelah Thanksgiving pada tahun 2019, ketika hampir 2,9 juta penumpang melewati pemeriksaan TSA. Tetapi Thanksgiving dan Natal bukan satu-satunya waktu di mana kita dapat mengharapkan bandara yang ramai. Berikut adalah hari-hari perjalanan tersibuk dalam setahun. (sm)

Menulis Review Bohong untuk TripAdvisor, Dipenjara

KEHADIRAN internet, memberikan banyak peluang, termasuk kerja (job) freelance, seperti menulis blog, menulis review produk dan lainnya.

Hal yang paling utama dalam hal ini adalah kejujuran, saat seseorang menulis atau mereview sebuah produk. Apabila tulisannya bohong atau fake, maka bisa berakibat hukum. Biasanya, hal ini sudah terkandung dalam perjanjian kerja paruh waktu.

Oleh karena mengabaikan prinsip-prinsip tersebut, seorang pria yang menulis ulasan (review) bohong tentang restoran Italia dan hotel di situs perjalanan online TripAdvisor. Pria  tersebut dijatuhi hukuman penjara selama sembilan bulan dan diperintahkan untuk membayar denda 8.000 euro (Rp 135,8 juta).

TripAdvisor dalam sebuah pernyataan menyatakan, bahwa hukuman itu dijatuhkan pada bulan Juni oleh pengadilan di kota Lecce, Italia selatan. Tidak ada konfirmasi langsung dari pengadilan.

Pria itu, yang tidak disebutkan namanya, menawarkan untuk menjual ulasan yang cemerlang kepada bisnis di seluruh Italia untuk menaikkan peringkat mereka di situs TripAdvisor, yang mengklaim ratusan juta pengunjung online setiap bulan.

“Kami melihat ini sebagai petunjuk penting untuk Internet,” kata TripAdvisor. “Menulis ulasan palsu di TripAdvisor adalah  melanggar hukum di banyak yurisdiksi … Namun, ini adalah pertama kalinya kami melihat hukum ditegakkan sampai mengamankan pelaku  kriminal.”

Perusahaan milik AS itu mengatakan bisnis di Italia dalam memberi petunjuk kepada pelancong di  mulai digarap tahun 2015. Pria tersebut menawarkan untuk menulis, tepi ternyata yang dilakukan review palsu.

Penyelidikan berikutnya mengungkapkan “lebih dari 1.000 upaya” untuk mengirimkan ulasan untuk ratusan properti yang berbeda. TripAdvisor mengatakan, pihaknya ditipu dengan harus membayar ulasan palsu dan kemudian terdampak pada turunnya  peringkat popularitas mereka. ***