AM Putranto Duduki Jabatan Komisaris Utama PT Pegadaian

Letjen TNI Purn Anto Mukti Putranto mendapat penugasan baru sebagai Komisaris Utama PT Pegadaian. Hal tersebut itu tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN dan Dirut PT BRI selaku pemegang saham PT Pegadaian, tertanggal 17 September 2025.

Pria yang akrab disapa Bro AMP ini adalah perwira tinggi lulusan Akmil 1987. Pada Jumat 19 Sep 2025 Bro AMP hadir di kantor Pegadaian Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat untuk perkenalan dan koordinasi awal sebagai Komisaris Utama.

Penghobi off-road ini dalam keseharian memiliki motto “no road no problem”, yang kurang lebih artinya “tidak ada jalan tidak ada masalah”. Pada tataran aplikasinya, berarti siap menghadapi tantangan dan tidak terhalang oleh kondisi medan yang sulit. Klop dengan moto Pegadaian “mengatasi masalah tanpa masalah”.

Bro AMP menerima penugasan itu dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebab, Pegadaian pun memiliki peran penting dalam memajukan perekonomian negara. “Pegadaian bertugas antara lain menjalankan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah dengan menyalurkan kredit berbasis gadai,” ujar Bro AMP.

Pegadaian juga mengatur pola perkreditan agar terorganisir dan bermanfaat, serta mencegah praktek pegadaian gelap dan pinjaman tidak wajar lainnya seperti praktik riba dan ijon. Sebagai BUMN, pegadaian juga berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional dan memberikan pelayanan jasa keuangan yang mudah, aman, dan terpercaya.

Saat perkenalan di kantor Pegadaian, Bro AMP menyampaikan pesan kekeluargaan. “Meski saya tentara, saya bukanlah pribadi yang kaku. Saya suka suasana kekeluargaan. Jadi mari kita bangun suasana kekeluargaan di Pegadaian,” pesannya. (*/Egy)

Yang Muda Menangkap Peluang Emas

JAYAKARTA NEWS – Mohammad Rizal  (36 th) pemilik rental playstation (PS) di Jl. Syech Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Sudah 10 tahun ia buka usaha rental PS dan kini mempekerjakan dua orang.  Semula PS hanya usaha sampingan. Yang utama adalah warung kopi. Namun yang berkembang justru rentalnya yang terletak di ruang samping warung.

Dengan menjual emas 17 gram, usaha rental dibenahi dan ditambah unitnya hingga sekarang  15 unit. Tempatnya makin luas karena kedai warkop  seluruhnya dijadikan area rental PS. “Meja kursi ga beli lagi, tinggal ganti usaha saja, “ papar Rizal yang mengaku kalah bersaing dalam bisnis warung kopinya.

Ia bersyukur masih punya simpanan emas sehingga bisa cepat berbenah. Hal serupa dialami Ibu Andari (58), beralamat di Jl. Donorejo, Kec. Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur.  Untuk merehab toko dan menambah barang jualan dari modal jual perhiasan emas. “Jika memerlukan 2-3 juta ya disekolahkan saja, “ Istilah dia jika menggadaikan emas ke Pegadaian.

Punya perhiasan emas sebagai simpanan/ tabungan cukup membantu dalam memenuhi kebutuhan terutama yang mendesak meski gramasinya kecil. Karena emas mudah dijual atau digadaikan saja jika kebutuhannya kecil. Itulah pandangan mereka.

Hal yang sama dilakoni Hayati (46) ibu rumah tangga asal Pelembang  yang tinggal di Banjeng, Depok, Yogyakarta.  Instrumen emas sebagai tabungan dilakukan atas saran mertuanya yang suka beli perhiasan emas tapi bukan untuk dipakai melainkan sebagai simpanan/ tabungan. Namun Hayati simpan emasnya di Pegadaian.

Simpanan emas dialokasikan untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang, membangun rumah maupun biaya sekolah ketiga anaknya. “Puji Tuhan, cukup tercover dengan simpanan emas itu. Kebetulan harga emas kan terus naik, jadi tidak terlalu pusing ketika anak-anak masuk sekolah, SMP dan SMA, “ aku Hayati yang suaminya seorang ASN ini.

Harkat atau nilai  emas  tampaknya tidak hanya melekat pada namanya tapi juga esensinya. Menurut falsafahnya,  emas sebagai  simbol kemakmuran dan kecemerlangan. Ternyata benda logam yang banyak digunakan sebagai perhiasan ini, emas bernilai investasi yang purbawi dan cukup aman.    

“Instrumen investasi emas itu  sudah  turun temurun dari nenek moyang kita. Instrumen  emas ini dipercaya sebagai instrumen investasi yang  sudah  terbukti dari zaman ke zaman, “ kata Kadek Eva Suputra, Kepala Divisi Produk Emas PT Pegadaian,  Jakarta kepada jayakartanews, Senin lalu (3/4).  Bahkan emas, menurut pria asal Bali ini  dianggap sebagai alat lindung nilai atau safety haven.

Kadek Eva Suputra Kadiv Produk Emas PT Pegadaian

Di saat krisis, seperti ketika terjadi wabah Covid 19 tahun 2020, katanya,  harga emas cenderung naik,  mencapai Rp 1 juta/ gram. Sebuah literatur yang ditulis Asriani, MH dalam desertasinya terkait investasi emas juga menyatakan hal serupa. Nilai emas akan semakin naik dengan cepat,  karena pada saat terjadi krisis ekonomi, para investor akan cenderung memilih investasi yang lebih aman dan emaslah yang dinilai paling aman.

Kadek Eva Suputra juga mengemukakan, meski harga emas fluktuatif sebagaimana kurs mata uang, namun dalam jangka panjang  cenderung naik. Analoginya demikian, jika dulu beli kambing setara 4 gram emas, maka sekarang pun beli kambing  ya senilai 4 gram emas, meski angka rupiahnya mungkin lebih besar dibanding dulu.

Menangkap Peluang

Menurut Kadek,  anak-anaklah  muda  yang cenderung bisa menangkap peluang dengan menabung emas. Jumlahnya cukup signifikan. “Sebenarnya investasi emas itu untuk semua segmen. Namun  investasi emas ini  tampaknya  diminati orang muda. Bahkan trennya  banyak dari kalangan mileneal, “ ungkap Kadek.

Di Unit Pegadaian Cabang (UPC) Pasar Baru, Kabupaten Karawang misalnya,  menurut seorang karyawan para nasabah yang nabung emas cenderung meningkat dan banyak dari kalangan mileneal. “Rata-rata  usia 17 tahun, “ kata Dian Kwintiti  yang sudah lebih dari 10 tahun di Pegadaian Karawang. 

Kadek menyebutnya suatu realita yang unik  terkait nasabah tabungan emas ini, lebih-lebih  dengan perkembangan digitalisasi. Di Pegadaian tersedia aplikasi Tabungan Emas Digital  sehingga kemudahan  tersebut cenderung diminati kalangan muda, generasi digital.    Menurut data  2022, saldo tabungan emas  Pegadaian  meningkat  sebesar 5%. Usia  nasabah antara 24-40 tahun. Laki-laki  sebesar 67,1 % dan  perempuan 32,9%  sehingga  saldo emas nasabah  di Pegadaian mencapai  lebih dari  7  ton.

Penabung emas harus benar-benar bijak, imbau Kadek.  Belinya harus di tempat yang  benar-benar kapabel dengan permasalahan emas. Menabung emas di Pegadaian sangat aman karena pertama,  dijamin kualitasnya, 24 K kedua keamanan standar, ketiga milik pemerintah yang pasti dikelola dengan baik.

“Layanan Tabungan Emas Pegadaian sekarang under OJK (Otoritas Jasa Keuangan), benar-benar diawasi, diperiksa oleh regulator-regulator, OJK dll . Jadi aman, “  tandasnya.

Dari beberapa pengakuan nasabah, mengapa mereka menabung emas, menyimpan emas. Alasan pertama,  keamanan, baik keamanan menyimpannya  seperti di Pegadaian maupun  nilai harganya. Akses pun kini lebih mudah dengan digitalisasi.

Faktor keamanan harus jadi perhatian utama, imbau Kadek. Selain kemudahan,  yang pertama  adalah  keamanannya. “Aman, mudah, dan cepat, “ tegasnya lagi.

Sebagaimana diketahui terkait hukum investasi emas, kita bisa lihat fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No. 77/DSN-MUI/VI/2010 tentang Jual-Beli Emas Secara Tidak Tunai. Sebenarnya, seperti  dikatakan Kadek di atas,  tabungan emas  ini sudah berlangsung turun temurun. Apakah ini sesuai syariah, sumber lain di Pegadaian mengatakan sesuai, karena tanpa bunga sebagaimana investasi emas pada umumnya. Dan bagi nasabah hanya membayar Rp 30 ribu/ tahun  berapa pun jumlah tabungan emasnya.

Tabungan Emas Pegadaian adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas. Tabungan Emas Pegadaian tersedia di Kantor Cabang atau Unit Pegadaian Cabang   (UPC) di seluruh Indonesia yang berjumlah 4400 outlet. Selain di outlet  Pegadaian, tabungan emas yang sudah dibuka layanannya  sejak Juli 2015, masyarakat bisa memanfaatkan layanan Tabungan Emas Digital.

Seiring perkembangan teknologi dan kian maraknya dunia digital, maka Tabungan emas digital menjadi pilihan yang mudah dan cepat.. 

Pembelian untuk nabung emas dengan harga terjangkau, mulai dari 0,01 gram atau sekitar Rp 10 ribu. “Jika kita punya  uang Rp 10 ribu, Rp 50 ribu, atau  Rp 100 ribu,  bisa nabung emas. Emasnya disimpan di Pegadaian. Emasnya 24 K atau emas murni. Itu tabungan emas, “  jelas Kadek.

Dikatakan, menabung  emas ini  sebagai  alternatif investasi yang aman untuk menjaga portofolio aset. Untuk Top up saldo Tabungan Emas dapat dilakukan secara online melalui chanel perbankan. Jika sewaktu-waktu memerlukan, hal itu mudah dan cepat dicairkan

Selain melalui aplikasi Tabungan Emas Digital, Pegadaian bekerjasama dengan  e commerce seperti  Shopee, Bukalapak,  Tokopedia, dan lainnya  sehingga mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan melakukan transaksi dan mempermudah aktivitasnya.

Bagi  pelaku UKM bisa pilih e-commerce mana yang sesuai dengan instrumen usahanya. Di  Shopee misalnya, atau Tokopedia. Di Shopee sama saja dengan di Pegadaian.  “Bedanya kalau  langsung di Pegadaian, di sana banyak promo , juga di outlet, “ katanya berpromosi.

Buka tabungan emas lewat Pegadaian Digital. “Itu mudah banget kok caranya. Cukup data KTP saja sudah bisa buka rekening tabungan emas, “ ujar Kadek Eva Suputra.

Trust Meningkat

Kepemilikan tabungan emas ini berkembang cukup signifikan karena semakin mudah, cepat aksesnya/ transaksinya, serta aman. Sehingga  trust-nya meningkat.  Apalagi kalangan  muda yang sangat familiar menikmati hidup serba digital di era kini dan   Pegadaian pun  memanjakan nasabahnya dengan digitalisasi termasuk tersedianya aplikasi Tabungan Emas Digital.

Meningkatnya nasabah tabungan emas juga diakui Direktur Utama PT Pegadaian. Dalam keterangan tertulisnya Februari lalu (10/2)   Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan   mengatakan bahwa   kesadaran masyarakat  berinvestasi atau menabung emas semakin tinggi. Maka  sebagai institusi yang mempunyai rekam jejak panjang dalam bisnis emas, perusahaan berkomitmen untuk membantu masyarakat agar semakin kuat ketahanan ekonominya dengan melakukan investasi atau menabung emas.

Jumlah nasabah yang dilayani Pegadaian secara keseluruhan memang meningkat. Data sampai Desember 2022 nasabah Pegadaian sebanyak  21, 86 juta atau   naik 11, 11 % dari tahun 2021  yakni sebesar  19,67 juta orang.

Mengapa Emas

Dibanding menabung dalam  “bentuk rupiah” maka menabung emas  lebih stabil. Menurut Kadek, risiko-nya kecil. Memang harga emas fluktuatif, namun itu dalam jangka pendek. Dalam jangka menengah -panjang nilai harganya cenderung naik.

Pengalaman Mohammad Rizal, setelah 2-3 tahun menabung emas  baru terasa untungnya. Makanya, saran dia,  jangan tergoda untuk diambil jika baru setahun menabung emas. Demikian pula Hayati mengaku dalam 3-5 tahun  menabung emas bisa dinikmati untungnya karena harga emas cenderung naik

Menurut Kadek, sesuai data, 10 sampai 15 tahun yang lalu kenaikan harga emas pertahun 7-8 persen. “ Artinya  kalau  uang akan tergerus inflasi, dll. Kalau nabung emas justru meningkat. Ini  data historis 15 tahun terakhir, “ Kadek menandaskan.

Kadiv Produk Emas Pegadaian ini  pun memaparkan, ada banyak riset mengatakan agar  kita menjaga aset kita. Syukur apabila nilai aset itu  cenderung meningkat. Jadi orang investasi emas itu bukan untuk langsung kaya mendadak, tapi  untuk  menjaga kekayaan kita. Dianjurkan,  kalau bisa  7-15 persen aset kita itu berbentuk emas dan tentunya ada identifikasinya. Jika sewaktu-waktu ada keperluan, kondisi darurat, emas tsb bisa dijual. “Emas mudah dijual, dan likuiditasnya tinggi, “ ujarnya.

Pegadaian juga melakukan edukasi terhadap masyarakat terkait investasi emas. Bentuk edukasi dalam bentuk seminar/  tatap muka langsung maupun webinar. Misalnya edukasi  terhadap  komunitas ibu-ibu, karyawan  agar bisa merencanakan keuangan untuk biaya sekolah anak, kuliah,   membangun rumah, dan lainnya. Termasuk merencanakan keuangan hari tua atau pensiun. Bagi pelaku UKM  pengembangan investasi emas cukup menarik. Mereka bisa  menyimpannya dari hasil penjualan. Jadi harus mengalokasikan tabungan ke emas.

“Kami selalu melakukan edukasi. Peran kami edukasi,  dan edukasi ke masyarakat itu terus kami jalankan sehingga masyarakat antusias memiliki dan menabung emas agar kondisi keuangannya terjaga, “  kata Kadek lagi.  iswati

Pegadaian Teman di Kala Suka dan Duka

Pengantar : setelah membaca berbagai tulisan tentang Pegadaian dan produk-produknya yang di-share ke ribuan anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan, salah seorang wartawati Senior di Surabaya Ita Lizamia tertarik untuk menceritakan pengalamannya selama puluhan tahun jadi nasabah Pegadaian. Di bawah ini adalah catatannya yang disampaikan dengan gaya bertutur.

Pertama kali  saya mengenal Pegadaian dari almarhum  ibu kandung saya kurang lebih 35 tahun yang lalu. Dulu kalau ibu kesulitan keuangan keluarga, selalu beliau perginya ke Pegadaian. Sesekali sayalah yang disuruh, sehingga lama-kelamaan saya jadi “kenal” Pegadaian.

Dan sampai sekarang kebiasaan itu menular ke saya. Sudah lebih dari 20 tahun saya menjadi pelanggan setia Pegadaian, baik ketika saya mempunyai usaha sendiri maupun saat pensiun seperti sekarang ini.

Kenapa saya setia ke Pegadaian sampai sekarang? Alasan saya sederhana sekali… Saya tidak mau berhutang kepada teman atau saudara, yang nantinya bisa meretakkan hubungan baik yang sudah terbina lama bahkan puluhan tahun.

Kalau “berhutang”  ke pegadaian prosesnya cepat dan tepat perhitungannya,  jelas aturan mainnya dan jaminan kita berada di tempat yang aman. Dalam hitungan menit, uang pinjaman  langsung cair.

Dan yg paling penting tidak ada orang lain tahu kalau kita punya hutang, karena private and confidential. Saat ini pun saya masih mempunyai hutang yg cukup besar di Pegadaian. Di saat duka, ketika saya membutuhkan uang, Pegadaianlah “teman” saya untuk menutupi duka itu.

Kemajuan Pesat Pegadaian

Oiya karena seringnya saya wira-wiri ke pegadaian jadinya saya tahu perubahan-perubahan atau boleh dikata kemajuan pesat yang dialami Pegadaian. Antara lain :

1. Uang pinjaman yang cair bisa diterima tunai atau ditransfer ke rekening yang bersangkutan (dulu hanya bisa terima kontan) ini untuk meminimalisir resiko nasabah.

2.  Bisa membayar cicilan/angsuran di kantor Pegadaian di mana saja (dulu harus di kantor yang sama di mana kita pinjam, bayarnya juga harus di kantor yang sama). Ini memudahkan nasabah  untuk bertransaksi.

3. Pilihan programnya sangat beragam (dulu hanya pinjam uang saja dengan jaminan emas atau lainnya). Sekarang ada pinjaman modal usaha, tabungan emas untuk investasi, buat biaya haji, dll.

4. Tidak ada uang penalti bila kita segera melunasi pinjaman (kalau di bank ada penaltinya/denda bila mau melunasi pinjaman lebih cepat dari waktu yang telah disepakati saat akad misal jangka pinjaman 12 bulan ternyata mau dilunasi dalam jangka 6 bulan maka penaltinya cukup besar).

5. Nasabah aktif selalu diundang apabila ada lelangan jaminan (berkesempatan untuk membeli emas atau jaminan lain dengan harga murah).

6. Membayar cicilan/ angsuran sesuai dengan kemampuan finansial kita (tidak ditentukan besaran angka cicilan per bulannya).

Dan masih banyak lagi benefit yang saya peroleh sebagai nasabah Pegadaian.

Pengalaman Pahit dan Menyedihkan

Selama jadi nasabah Pegadaian saya ada pengalaman pahit  dan sangat menyedihkan. Perhiasan ibu saya yg notabene warisan dari nenek tidak bisa kami tebus karena tidak punya uang.

Terpaksa dilelang oleh Pegadaian. Sedih memang tapi dari pengalaman itulah kami jadi lebih hati-hati. Sebuah pengalaman yg sangat berharga.

Sebagai nasabah Pegadaian, saya pribadi senang sekali melihat kemajuan yg dialami Pegadaian. Itu seperti  instansi2 lain yg kekinian sekali.

Contohnya PLN dengan pulsa prabayarnya, Telkom dengan Telkomselnya yg merajai jaringan telekomunikasi di Indonesia, PGN yg meter pemakaiannya langsung terpantau di kantornya dan lain2.

Yakin Pegadaian Lebih Maju, Usul Tambah Jam Layanan

Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Kuswiyoto Pegadaian lebih maju lagi. Aamiin ya robbal aalamiin…

Semoga Pegadaian terus berbenah untuk melayani nasabahnya. Alangkah elok bila jam pelayanan khususnya pembayaran ditambah sampai pukul 19.00 sehingga nasabah yang bekerja tidak perlu bolos. Sekarang dari pukul 08.00 sampai pukul 15.00.

Pegadaian dapat mencontoh yang dilakukan seluruh kantor Kecamatan. Sejak pukul 08.00 pagi sampai pukul 20.00 malam.

Kini saya tidak malu2 lagi untuk mendatangi kantor Pegadaian karena programnya yang beragam. Selain itu nasabahnya dari semua kalangan yakni bawah, menengah, dan atas.

Kondisinya berbeda sekali dengan dulu yang identik hanya  dengan kalangan bawah saja dan pasti punya hutang dengan jaminan barang-barangnya yang digadaikan.

Ayo Pegadaian kamu pasti bisa. Lebih baik lagi, lebih modern lagi, dan lebih mengerti lagi kebutuhan nasabahnya. Pegadaian adalah teman di kala suka dan duka.

Saran saya, jangan ragu untuk jadi nasabah Pegadaian. BUMN ini telah membuktikan kebenaran mottonya yakni Mengatasi Masalah Tanpa Masalah.

>>>Sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau Pariaman, Sumbar, dari Surabaya, Jatim dan menjelang silaturahim ke Pemimpin BRI Wilayah Padang Syamsul Arifin, saya ucapkan selamat menjadi nasabah Pegadaian dan maju bersama sekitar 12,3 juta nasabah Pegadaian lainnya.

Salam hormat buat keluarga. 18.30 02102019?<<<

Malas Antri Gadai, Gojekin Saja

JAYAKARTA NEWS – Mau gadai, tapi malas ngantri dan pinginnya jaga privacy? Tenang. Pegadaian kini punya layanan Gadai on Demand yang menggunakan Go-Send dari Gojek sebagai mitra logistiknya.

Layanan ini memastikan konsumen yang malas antri di kantor Pegadaian dan tidak mau diketahui khalayak bahwa dirinya ‘terpaksa’ menggadaikan perhiasannya. Bagi Pegadaian, layanan ini juga diasakan untuk mendongkrak perseroan dalam usaha merealisasikan target 500 ribu nasabah baru dengan nilai transaksi Rp65 miliar di tahun 2019 ini.

Teguh Wahyono, Direktur Teknologi Informasi dan Digital perseroan menuturkan, layanan ini berawal dari kesulitan para nasabah mengakses layanan Pegadaian Digital Service (PDS) saat mereka mau menggadaikan perhiasannya secara online.

“Sekitar 88% nasabah yang menggunakan PDS membatalkan transaksi karena masalah teknis di PDS,” katanya.

Memesan layanan gadai menggunakan PDS lama, dan mereka mengira layanan tersebut tidak bisa online. “Jadi hanya 12% nasabah mengikuti layanan ini sampai selesai,” kata Teguh menerangkan.

Pihaknya kini melakukan pembaruan sistem, yang memberi ruang bagi nasabah untuk menggadaikan perhiasan atau logam mulia cukup lewat aplikasi PDS.

Dijelaskan, saat nasabah memilih layanan gadai, mereka cukup memesan fitur pick up and delivery service. Selanjutnya, nasabah harus mengisi secara detail perhiasan atau logam mulia yang akan digadaikan, mulai dari jenis, kadar, dan berat.

Untuk layanan ini, demi keamanan, Pegadaian membatasi layanan ini untuk barang yang akan digadaikan nilainya tidak boleh melebihi Rp10. Ketika nasabah selesai mengisi semua informasi yang diminta Pegadaian, akan muncul perkiraan jumlah pinjaman yang bisa diajukan nasabah.

Selanjutnya nasabah menentukan lokasi pengambilan, kemudian pengiriman dan menyelesaikan proses pembayarannya. Apliasi PDS kemudian akan menghubungkan permohonan nasabah itu ke sistem Go-Send untuk dicarikan mitra kurirnya.

Dalam hal ini, nasabah perlu memperhatikan, agar mereka mengikuti tata cara serah terima barang jaminan setelah mitra Go-Send datang.

Bagaimana caranya?

  1. Foto barang jaminan dalam keadaan terbuka
  2. Foto barang jaminan dalam keadaan terbuka tersebut dengan dipegang kurir
  3. Foto barang jaminan yang sudah terbukus dan dipegang oleh kurir.
  4. Unggah semua foto tersebut.

Begitu barang diterima Pegadaian, petugas perseroan akan memverifikasi ulang. Jika pengajuan nasabah diterima, akan muncul notifikasi. Selanjutnya, nasabah tinggal mengikuti verifikasi ulang dengan memasukkan OTP dan rekening penerima. Dan terakhir, nasabah akan menerima e-paper kontrak gadai.

Pegadaian menurut Teguh menjamin keamanan gadai on demand ter-cover asuransi. Untuk memastikan keamanan. Proses verifikasi juga dilakukan secara berlapis sebagai langkah preventifnya.

Untuk diketahui, sementara ini layanan tersebut masih diujicobakan di beberapa lokasi di Jakarta. Alasannya, perseroan secara berkala harus mereview dan melihat respons masyarakat sebelum digulirkan ke seluruh area Jakarta dan kota besar lainnya.

Gadai on demand ini baru bisa melayani pengguna Android, sedangkan untuk pengguna iOS, baru akan diluncurkan dalam waktu dekat ini.***

Pegadaian dan Kemenpora Gelar Nobar Piala Dunia 2018

Peluncuran “Nonton Bareng Piala Dunia 2018 Pemuda-Pemudi Zaman Now”.

PT Pegadaian (Persero) bersama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga meluncurkan “Nonton Bareng Piala Dunia 2018 Pemuda-Pemudi Zaman Now”. Dalam kegiatan tersebut, selain acara nonton bareng nantinya juga akan diisi oleh kegiatan-kegiatan literasi pengembangan generasi muda milenial.

Peluncuran program ini dilakukan pada Senin, (14/5/2018) di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga dan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Kepala Badan ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf, dan Direktur Utama Pegadaian Sunarso.

Pada kesempatan itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengatakan, acara nonton bareng Piala Dunia 2018 di 15 kota ini bagus sebagai media untuk mempromosikan Asian Games 2018 yang terhitung kurang dari 100 hari lagi akan dimulai di Jakarta dan Palembang nanti. “Semoga dengan adanya kegiatan Nonton Bareng ini bisa semakin meningkatkan animo masyarakat terhadap Asian Games 2018 dan juga bisa memberikan kegiatan positif bagi pemuda dan pemudi agar terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif yang kontraproduktif,” ujar Imam.

Menteri BUMN juga menyambut baik diluncurkannya acara ini karena selain untuk mempromosikan Asian Games sesuai arahan Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu, kegiatan ini sebagai bukti BUMN hadir untuk negeri dalam segala aspek. “Kami dari BUMN berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini bisa terus dilakukan oleh BUMN-BUMN lainnya, terutama yang berhubungan dengan kegiatan promosi Asian Games 2018,” ungkap Rini.

Nonton Bareng Piala Dunia merupakan media yang tepat untuk mempromosikan Asian Games dan juga literasi kepemudaan karena kegiatan 4 tahunan sekali itu sangat digemari oleh masyarakat Indonesia khususnya pemuda dan pemudi. Pada Piala Dunia 2014 lalu, tercatat jumlah rata-rata penonton dari seluruh dunia pada setiap pertandingannya adalah sebanyak 188 juta penonton. Apalagi jadwal pertandingan Piala Dunia 2018 nanti sangat bersahabat dengan waktu Indonesia, karena akan berada di antara pukul 17.00 sampai dengan pukul 22.00 WIB.

“Sepakbola adalah olahraga paling populer di dunia, dan menurut saya Sepakbola itu sangat menarik karena merupakan miniatur dari sesuatu yang besar dan penyederhanaan dari sesuatu yang rumit,” imbuh Sunarso.

Kegiatan Nonton Bareng ini akan dimulai di kota Tangerang pada tanggal 26 Juni 2018 dan ditutup di Kota Denpasar Bali pada tanggal 15 Juli 2018. Nantinya acara Nonton Bareng ini selain kegiatan yang berhubungan dengan pertandingan Piala Dunia, juga akan menyediakan tempat bagi promosi produk-produk UKM di masing-masing Kota tempat diselenggarakannya Nonton Bareng. Selain itu di setiap kota juga akan menampilkan sentuhan hiburan kesenian/budaya lokal agar suasana semakin meriah dan menarik. ***