Menpora Persilahkan PSSI Laksanakan KLB, Pemerintah tak akan Intervensi

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menegaskan pemerintah tidak akan ikut campur dalam pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan dilakukan PSSI. Termasuk juga tidak akan melakukan intervensi apapun.

Demikian dikatakan Menpora Amali kepada wartawan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/11). Menpora Amali mempersilakan PSSI untuk melaksanakan KLB.

“Kita pemerintah dalam posisi tidak ikut campur, apalagi intervensi dalam pelaksanaan KLB yang sudah diputuskan oleh PSSI karena itu menjadi ranah PSSI. Silakan dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah mereka putuskan,” kata Menpora usai bertemu Presiden Jokowi. Demikian dikutip dari menpora.go.id

Disamping itu, Menpora Amali juga melaporkan kepada Kepala Negara soal kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Segala kesiapan termasuk tempat-tempat yang akan digunakan pada ajang itu harus dipersiapkan dengan baik. 

“Tadi juga Pak Presiden menanyakan tentang kesiapan venue-venue yang sebentar lagi akan direnovasi, karena FIFA kan mau supaya semua venue utama maupun lapangan-lapangan latihan itu harus direnovasi diperbaiki tetapi tidak mayor dan itu minor saja,” jelas Menpora.

Hal lain yang disampaikan Menpora Amali yakni beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), mulai dari pelaksanaan Hari Sumpah Pemuda di Ibu Kota Nusantara (IKN) serta persiapan Papua sebagai provinsi olahraga.

“Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana kita mendorong lagi Papua sebagai provinsi olahraga, sedang kita persiapkan itu karena memang dari hasil penelitian yang dikerjakan teman-teman di Uncen (Universitas Cendrawasih) itu dampak dari pelaksanaan PON terhadap meningkatkan rasa nasionalisme orang Papua,” pungkas Menpora Amali.***/bnt

Komunitas Suporter Aremania, Bobotoh, Bonek dan Jakmania Ikut FGD Perumusan Implementasi UU No 11 Tahun 2022

JAYAKARTA NEWS— Focus Group Discussion (FGD) tentang perumusan implementasi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan digelar di Ruang Sasono Mulyo 1 Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Jum’at (14/10) sore. Kegiatan FGD dari tanggal 14-16 Oktober ini juga diikuti oleh Komunitas Suporter Aremania, Bobotoh, Bonek, The Jakmania.

Menpora Zainudin Amali membuka acara FGD dan mengawalinya dengan mengheningkan cipta. “Sebelum saya melanjutkan, saya mohon semua berdiri. Marilah kita berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing seraya kita mengheningkan cipta dan mendoakan arwah para korban Tragedi Kanjuruhan mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa, dan kepada keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menerima musibah ini. Mengheningkan cipta, mulai,” ucap Menpora Amali sebagaimana dikutip dari kemenpora.go.id

Selanjutnya dijelaskan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari rakor yang dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober, dimana Menpora Amali mendapatkan aspirasi dan masukan dari salah satunya adalah kelompok suporter. Hal ini menjadi penting karena dalam UU No 11 Tahun 2022 Pasal 54-55 mengatur secara jelas tentang suporter.

“Ini merupakan kelanjutan rakor tanggal 6 Oktober, dan yang hadir waktu itu adalah klub, kemudian dari Kepolisian, dari Kementerian Kesehatan, BNPB, Kemendagri, dan dari PSSI,” ucapnya. 

“Mana yang bisa segera bisa kita tindaklanjuti duluan adalah hal yang terkait dengan suporter ini. Terima kasih Pak Budiman Dalimunthe yang dalam waktu cepat dapat melaksanakan ini,” tambahnya.

Tentang suporter atau siapapun orang yang hadir di lapangan guna mendukung cabor sudah jelas pengaturannya di pasal 54-55 UU No 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, itu diatur disitu.

“Memang selama ini sejak lahir UU beberapa bulan yang lalu kita menunggu beberapa turunannya yang di Peraturan Pemerintah (PP) untuk berbagai hal. Tetapi begitu saya lihat dan saya diskusikan dengan teman-teman PSSI dan dengan Pak Budiman ternyata didalam penjelasannya bahwa pasal-pasal yang menyangkut suporter ini sudah cukup jelas,” terangnya.

“Tinggal merumuskan implementasi di lapangan dan apa yang menjadi pegangan. Misalnya disitu ada perintah Undang-undang untuk mereka harus tergabung dalam satu organisasi dan harus punya AD/ART, kemudian tentang hak dan kewajiban dan lain sebagainya, serta perlindungan terhadap suporter harus termuat disitu,” imbuhnya.

Itulah yang diinisiasi oleh Ketua Devisi Pembinaan Suporter PSSI dan teman-teman suporter, untuk melakukan FGD. Dalam hal ini Menpora Amali menginginkan untuk khusus suporter apa yang menjadi implementasi selanjutnya dibahas dan ditentukan oleh suporter sendiri, agar apa yang selama ini dialami dapat dituangkan dalam tata aturan.

“Nah saya sampaikan biarlah isinya implementasi lahir dari teman-teman, bukan kita yang merumuskan. Biarlah para suporter itu sendiri yang membuat kemudian mereka mensosialisasikan di internal mereka,” lanjut kata Menpora Amali. 

Mengenai baru terlibat empat kelompok suporter yakni Aremania, Bobotoh, Bonek, dan The Jakmania, ini diharapkan melahirkan gagasan awal bahan-bahan bahasan untuk nanti dilanjutkan kepada yang lain.

“Ini kan baru empat nanti yang lain diajak lagi untuk mendiskusikan siapa tahu ada masukan lagi. Paling tidak sudah ada bahan dasar untuk disosialisasikan dan didiskusikan selanjutnya,” katanya. 

Terakhir, dukungan pemerintah selalu ada, tidak pernah berhenti, demi perbaikan-perbaikan, khususnya untuk perlindungan dan keikutsertaan suporter demi kemajuan sepak bola Indonesia.

“Nah dari kami sebagai pemerintah tentu menfasilitasi dan membantu, kita tidak akan mengatur-atur isinya seperti apa, yang penting isinya masih tetap seperti dengan panduan atau koridor UU No 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan,” tutupnya.***/din

Menpora Pastikan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 Tetap Digelar di Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memastikan bahwa tragedi Kanjuruhan tidak mengganggu persiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepakbola U-20 atau FIFA World Cup U-20 tahun 2023 mendatang.

Menpora Amali, hingga saat ini pemerintah terus melakukan perbaikan infrastruktur baik itu renovasi stadion yang akan digunakan maupun pendukung lainnya. Meskipun, perbaikan-perbaikan tersebut sifatnya perbaikan minor.

“(Persiapan) masih jalan, insya Allah tidak ada gangguan, perbaikan infrastruktur tetap jalan,” ujar Menpora Amali

Menpora Amali menjelaskan, sejatinya Indonesia sudah siap menyelenggarakan gelaran tersebut pada tahun 2021 lalu. Kala itu, stadion-stadion yang rencanannya akan digunakan sudah siap namun karena ada pandemi maka kegiatan ditunda hingga tahun 2023. Sehingga seiring mulai bergulirnya liga, stadion-stadion yang awalnya menjadi venue kemudian digunakan sementara oleh klub-klub untuk pertandingan Liga. 

“Saya sampaikan berkali-kali, kalau kita ini siap dari 2021 sebenarnya, cuma karena ada pandemi  menunda itu ke 2023,” ujarnya.

Namun demikian, Menpora Amali menekankan bahwa pihaknya juga tengah fokus menyelesaikan tragedi Kanjuruhan terutama terkait dengan penanganan korban.

“Tapi kalau bagi kita pemerintah segera menyelesaikan tragedi Kanjuruhan, penanganan korban itu yang paling penting. Dari awal saya sudah sampaikan penanganan yang paling penting dan duka cita mendalam sudah disampaikan Presiden usai peristiwa dan berbagai pihak. Kita sedang fokus untuk urusan tragedi Kanjuruhan,” tegas Menpora Amali.***/ebn

Tak Ingin Dianggap Intervensi oleh FIFA, Menpora Amali Sebut Masalah Suporter Telah Diatur Dalam UU Keolahragaan

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan terkait suporter sepakbola telah diatur dalam UU Keolahragaan Nomor 11 tahun 2022. Menpora Amali mengaku dirinya sangat berhati-hati dalam melangkah bersama federasi sepakbola agar tak dianggap intervensi oleh FIFA. 

“Tentu saya sangat hati-hati sekali, jangan sampai apa yang kita lakukan bisa ditafsirkan sebagai intervensi oleh FIFA. Tetapi lebih banyak selama ini yang pemerintah lakukan adalah pembinaan, fasilitasi dan sebagainya,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber pada acara Indonesia Town Hall di Studio Grand Metro TV, Jakarta, Kamis (6/10) malam. Demikian dikutip dari laman kemenpora.go.id

Menurutnya, substansi tentang suporter telah diantur jelas dalam UU Keolahragaan No.11/2022. Suporter adalah bagian dari industri sepakbola nasional.

“Misalnya, terkait suporter. Dalam UU Keolahragaan No. 11 tahun 2022 kita kuatkan suporter. Ada pasal-pasal yang mengatur tentang supporter dan mereka menjadi bagian dari sepakbola,” urainya.

“Selama ini suporter hanya dianggap sebagai konsumen. Di dalam UU ini sangat jelas hak dan kewajibannya bahkan mereka harus punya organisasi, AD-ART, keanggotaannya bahkan ada perlindungan hukumnya baik dilapangan maulun di luar,” tambah Menpora Amali.

UU yang baru ini lanjutnya, telah menempatkan suporter sebagaimana harapan para suporter. Hanya memang belum tersosialisasi. “Nah ini menjadi pekerjaan Divisi Suporter di PSSI untuk mensosialisasikan kepada klub-klub yang memiliki suporter seperti apa hak dan tanggungjawabnya,” ucap Menpora Amali.

“Pemerintah akomodir itu, karena memang kita sebelumnya kita mendapat banyak masukan dari beberapa supporter seperti The Jak Mania. Sepakbola kita tanpa suporter, kita bisa bayangkan saat pandemi yang lalu seperti apa?,” tambahnya.

Terkait fasilitasi untuk timnas pemerintah fasilitasi semua, termasuk bagaimana mendatangkan pelatih dan sebagainya. “Timnas kita fasilitasi. Tetapi, kebijakan yang akan mereka lakukan kita tidak campuri. Kita tahu diri, kita membina, pembinaan usia dini juga kita support dengan PPLP, setelah itu silakan diambil, padahal didalam aturannya klub-klub ini memiliki kewajiban membina,” katanya.

“Kita pernah memiliki pengalaman pernah di banned. Jadi hati-hati betul saya kalau mau berkomunikasi, berkoordinasi kita berikan kepada federasi ini sebagai masukan saja, bukan sebagai instruksi kepada mereka,” pungkas Menpora Amali.***/ebn

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup U-20 Tahun 2023

JAYAKARTA NEWS— Indonesia telah siap menjadi tuan rumah gelaran bergengsi yang diikuti 24 negara peserta itu. Hal tersebut ditegaskan oleh Menpora Amali di kantornya, Selasa (20/9/2022).

“Jika melihat dari perjalanan persiapan Indonesia, sebenarnya kita sudah sangat siap. Dan kota-kota yang juga diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah juga sudah siap,” tegas Menpora Amali sebagaimana dikutip dari laman kemenpora.go.id

Menurut Menpora Amali, Indonesia sudah siap sebagai tuan rumah FIFA World Cup U-20 tahun 2021 lalu. Namun, karena pandemi maka pelaksanannya ditunda ke tahun 2023.

“Sebenarnya kita sudah siap dari tahun 2021 karena ada pandemi maka ditunda. Tapi, pada keseluruhannya FIFA tidak ada masalah, karena itu minor saja karena sempat dipakai beberapa stadion itu. Enam stadion utama dan pendukung-pendukung lapangan latihannya sudah siap semua di 6 kota,” urai Menpora Amali.

Menpora Amali kembali menegaskan kepada seluruh rakyat Indonesia agar tidak ragu dan bertanya-tanya terkait pelaksanaan FIFA World Cup U-20 ini.

“Kemarin kita sudah meluncurkan maskot, dan logonya juga sudah oleh FIFA. Maskotnya yakni Bacuya (Badak Cula Cahaya). Ini menandakan memang Piala Dunia U-20 ini ada di Indonesia karena Badak Bercula satu ini hanya ada di Indonesia,” tutur Menpora Amali.

“Jadi, pertanda bahwa kita akan menjadi tuan rumah FIFA World Cup U-20 dan langsung FIFA hadir di Indonesia Direktur Pertandingannya.Dan beliau juga hadir saat pertandingan U-16 Indonesia vs Vietnam sambil melihat bagaimana kesiapan Surabaya sebagai salah satu Stadion yang disiapkan,” tambahnya.

Secara keseluruh Indonesia memang telah menyiapkan semua sarana pendukungnya dengan baik sejak ditunjuk tahun 2019 lalu. Kemudian Indonesia menang bidding. 

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keppres dan Inpres yang mana sebagai penanggungjawab penyelenggaraan adalah Menpora Zainudin Amali, Ketua Umum PSSI sebagai penanggungjawab prestasi timnas dan Menteri PUPR sebagai penanggungjawab infrastruktur.

“Nanti bulan Oktober 2022 ini akan diinspeksi kembali oleh FIFA. Mudah-mudahan dengan sudah diluncurkan maskot dan logo FIFA World Cup U-20 tahun 2023, sehingga meyakinkan kita bahwa kita benar-benar ditunjuk FIFA menjadi tuan rumah,” harap Menpora Amali. 

“Jadi, tidak usah ragu dan bertanya-tanya apakah jadi atau tidak. Karena ini FIFA langsung yang melounching maskotnya di Jakarta pada saat CFD kemarin,” pungkas Menpora.***/ebn

Menpora: Bulutangkis Masuk Cabor Unggulan DBON

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengatakan, cabor bulutangkis ini menjadi olahraga yang sangat favorit di Indonesia dan punya sejarah yang panjang. Oleh karenanya bulutangkis menjadi cabor unggulan yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Hal tersebut di sampaikan Menpora Amali saat diwawancarai oleh CNN Indonesia terkait ‘Pembinaan Cabor  Bulutangkis’ secara virtual dari Kantor Kemenpora, Senayan, Selasa (20/9). Demikian dikutip dari laman kemenpora.go.id

Di dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), bulutangkis ditempatkan sebagai salah satu cabor unggulan. Dengan pertimbangan, Pertama,  bulutangkis ini sudah dipertandingkan di level Olimpiade dan konsisten menghasilkan medali.

“Kedua, bulutangkis memang olahraga yang banyak diminati oleh rakyat Indonesia. Ketiga, bulutangkis  cocok dengan fisik orang Indonesia. Karena itulah hasil diskusi kita dengan para pakar dan  para guru besar atau profesor akhirnya kita tempatkan menjadi cabor unggulan,” katanya.

Menurutnya, karena sudah masuk cabor unggulan, maka setiap urusan yang ada di bulutangkis baik dipembinaan sampai dengan pengiriman ke luar negeri, pemerintah ikut menfasilitasi. “Disitulah posisi bulutangkis di mata pemerintah,” jelasnya. 

“Bulutangkis kalau kita samakan dengan Brasil yang dikenal sebagai negaranya sepakbola maka Indonesia juga dikenal sebagai negaranya bulutangkis,” katanya.

Itulah sebabnya, lanjutnya, pemerintah memandang bahwa bulutangkis ini sebagai cabang olahraga yang harus diberi tempat karena disamping untuk sarana berolahraga masyarakat juga karena prestasinya. “Banyak atlet bulutangkis Indonesia yang main di level dunia, baik di All England, Thomas Cup dan series-series yang lainnya. Bahkan untuk mutieven seperti Olimpiade, Asian Games dan SEA Games atlet Indonesia selalu menghasilkan medali,” sambungnya.***/ebn

PON harus Jadi Ajang Evaluasi Pembinaan Prestasi Olahraga Nasional Menuju Prestasi Internasional

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyebut, pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi evaluasi pembinaan atlet di daerah. Pembinaan itu ujungnya adalah prestasi olahraga Indonesia di kancah internasional.

“PON empat tahun sekali itu artinya evaluasi terhadap pembinaan di daerah sudah sejauh mana yang sudah dilakukan KONI-KONI daerah dan induk cabor di daerah dalam melakukan pembinaan,” kata Menpora Amali saat membuka Rapat Kerja Nasional dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Rakernas dan Musornaslub) KONI Tahun 2022 di Golden Ballroom Hotel Sultan Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Menpora Amali menekankan pentingnya kesiapan tuan rumah saat mengikuti bidding. Dari kesiapan itu pula Menpora Amali sampaikan harus sesuai kemampuan yang ada.

“Kalau sudah mengajukan diri sebagai tuan rumah multieven PON maka kesiapannya harus sungguh-sungguh. Kemudian, jangan berambisi terlalu besar mempertandingkan sekian banyak cabor padahal kemampuannya tidak seperti itu, agar tidak terkesan memaksakan diri,” ujar Menpora Amali.

“Kami senang kalau ada daerah yang mengajukan diri menjadi tuan rumah. Tapi, untuk menjadi tuan rumah tidak cukup dengan keinginan saja, harus ada kesiapan-kesiapan dan harus disesuaikan dengan kemampuan. Yang paling utama kesiapan tuan rumah, pemerintah pusat akan memberikan dukungan tapi jangan berharap terlalu besar yang akan dominan adalah pemerintah pusat,” urai Menpora Amali menambahkan.

Menpora Amali menegaskan kembali agar KONI daerah menghentikan aksi ambil atlet di daerah lain demi mengejar menjadi juara umum saat menjadi tuan rumah multieven seperti PON.

“Yang paling penting, jangan memaksakan diri agar selalu menjadi juara umum dengan melakukan segala cara. Saya titip benar kepada Ketua Umum KONI karena kita sudah menuju prestasi global hal seperti ini harus diperketat, benar-benar kualitas pembinaan yang kita lihat,” tegas Menpora Amali.

“Bukan ambil sana sini atlet yang sudah dibina oleh daerah lain, saya berharap itu dihentikan itu tidak baik untuk pembinaan prestasi kita,” pungkas Menpora Amali. (azh)

Ketua Umum KONI Pusat Sebut DBON Sebagai Panduan Olahraga Prestasi

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali yang telah membuka Rapat Kerja Nasional dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Rakernas dan Musornaslub) KONI Tahun 2022.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Menpora Zainudin Amali yang telah berkenan hadir membuka Rakernas ini, sekaligus memberikan arahan kepada kita semua,” kata Marciano Norman saat memberikan laporan pelaksanaan acara Rakernas dan Musornaslub) KONI Tahun 2022 di Golden Ballroom Hotel Sultan Senayan, Jakarta, Senin (12/9).

Dalam kesempatan ini Ketua KONI Pusat sampaikan tekad untuk merujuk kepada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai panduan menuju prestasi olahraga nasional ke tingkat global.

“Kita semua yang menjadi bagian dari pemangku kepentingan di bidang olahraga, khususnya pembinaan olahraga prestasi harus merujuk kepada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang telah ditentukan sebagai kebijakan pemerintah untuk meningkatkan prestasi olahraga,” ujarnya.

KONI Pusat terus melakukan kerjasama dengan KONI Provinsi dan Pengurus Pusat-Pengurus Besar Cabor untuk melakukan digitalisasi organisasi keolahragaan.

“Kami bekerjasama dengan KONI Daerah untuk menata kembali data-data digitalisasi atlet, organisasi itu sendiri sehingga memudahkan Kemenpora, KONI Pusat, NOC Indonesia untuk mengirimkan atlet ke multieven internasional,” tutur Marciano.

“Kami juga bertekad dengan banyaknya even olahraga nasional untuk mengoptimalkan pemakaian sarana prasarna hasil produksi dalam negeri, kapan lagi kalau kita tidak mulai dari sekarang,” ajaknya.

Marciano juga menyampaikan tekadnya untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional tanpa doping dengan bekerjasama dengan IADO. “Kami juga bertekad meningkatkan kualitas pembinaan prestasi tanpa doping. Kita yakin atlet kita dengan proses pelatihan dan bimbingan yang benar, mereka bisa mencapai prestasi tanpa doping. Untuk itu kerjasama KONI Pusat dengan IADO terus ditingkatkan,” jelasnya.

Rakernas KONI Tahun 2022 ini dihadiri 34 KONI Provinsi, 34 Kadispora dari 34 Provinsi, Ketua pengurus pusat/pengurus besar cabor dari 70 cabor, dan pemangku kepentingan di bidang olahraga lainnya. (azh)

ASEAN Paragames 2022 Pencapaian Terbesar Indonesia Sepanjang Sejarah

JAYAKARTA NEWS— Pencapaian kontingen Indonesia di ASEAN Paragames 2022 menjadi yang terbesar dalam sejarah sejak 2001. Tim Merah Putih merangkum 425 keping medali. Rinciannya: 175 emas, 144 perak, dan 106 perunggu.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dalam laporannya kepada Presiden RI pada upacara penutupan ASEAN Paragames 2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/8/2022). Demikian apg2022.com

“Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua NPC (National Paralympic Committee) Indonesia Shenny Marbun beserta jajarannya yang telah mempersiapkan para atlet secara keras, maupun membantu penyelenggaraan sehingga menjadi sukses. Di mana para akhirnya kita meraih prestasi 175 emas. Ini merupakan jumlah medali emas terbanyak yang dihasilkan sepanjang keikutsertaan Indonesia di event ini sejak pertama kali dilangsungkan pada 2001 di Kuala Lumpur, Malaysia,” katanya.

Kepada atlet yang telah mewujudkan juara umum, Menpora Amali juga berterima kasih atau perjuangan, semangat tanpa menyerah, dan suportivitas yang ditunjukkan. Apa yang diperlihatkan ini menurutnya telah menginspirasi banyak orang selama penyelenggaraan ASEAN Paragames 2022 ini berlangsung.

“Terima kasih kami sampaikan juga kepada CdM Andi Herman yang juga kepala Kejaksaan Tinggi yang telah memenuhi target, bahkan melampaui perhitungan awal yang dijanjikan yakni 104 emas menjadi 175 emas. Pencapaian yang luar biasa,” imbuhnya.

Pelaksanaan ASEAN Paragames 2022 yang bertemakan “striving for equality” di Kota Solo ini telah diikuti oleh 1907 orang yang terdiri dari 1248 atlet dan 659 ofisial. Mempertandingkan 14 cabang olahraga, dengan 57 nomor pertandingan serta memperebutkan 1260 medali emas, perak, dan perunggu.***/din

Pemerintah akan Bangun Pusat Pelatihan Sepak Bola di IKN

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah akan membangun pusat pelatihan sepak bola atau training center di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal tersebut disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (03/08/2022).

“Bapak Presiden setelah melihat perkembangan sepak bola nasional makin baik, maka beliau memberikan arahan kepada saya dan Ketua Umum PSSI segera akan membangunkan training camp sepak bola kita, di situ semuanya sudah lengkap, dan akan dilakukan di Ibu Kota Nusantara, ibu kota negara yang baru,” ujar Menpora dalam keterangannya, sebagaimana dikutip dari laman setkab.go.ud

Menpora melanjutkan, rencananya di IKN pemerintah akan membangun berbagai fasilitas olahraga, baik fasilitas utama maupun fasilitas pendukung secara lengkap. Hal ini juga berkaitan dengan rencana pengajuan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2036 kelak.

“Sekaligus beliau beberapa waktu yang lalu sudah memberikan arahan kepada saya untuk kita bidding menjadi tuan rumah Olimpiade 2036, tetapi proposal itu sudah mencantumkan pelaksanaannya ada di IKN,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menambahkan bahwa pihaknya merasa gembira dengan gagasan Presiden Jokowi yang ingin membangun pusat pelatihan sepak bola di IKN. Menurutnya hal tersebut merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat di tanah air.

“Ini yang ditunggu-tunggu oleh publik. Sekali lagi, terima kasih Pak Presiden atas atensi kepada sepak bola dan insyaallah sepak bola Indonesia akan terus baik dan maju,” ujar Ketua Umum PSSI.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung.***/ebn