JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menghadiri acara Testimonial Day Greysia Polii di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (12/6). Menpora Amali memberi kenangan berupa jaket yang dikenakannya kepada Greysia.
Momen ini terjadi usai Menpora Amali memberi sambutan, seterusnya menghampiri Greysia Polii. Jaket yang sedang dipakai lalu dilepasnya. Greysia kemudian langsung memakai jaket tersebut.
“Jaket yang saya pakai ini, saya beri sebagai kenangan untuk Greysia,” kata Menpora Amali. Demikian dikutip dari laman kemenpora.go.id
Dalam kesempatan ini, Menpora Amali memuji katakter Greysia Polii yang pantang menyerah. Meski sempat jatuh bangun dalam berkarier, Greysia akhirnya mampu menunjukkan prestasi ditingkat Olimpiade Tokyo 2020 dengan meraih medali emas.
“Hari ini kita tentu merasa sedih dan seolah tidak ikhlas. Namun, itu lah perjalanan waktu. Kita harus mengikhlaskan Greysia Polii yang sudah memutuskan untuk pensiun,” kata Menpora Amali.
Menpora Amali juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan Greysia Polii dengan segala prestasi yang dicapainya.
“Saya secara pribadi dan mewakili bapak Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada Greysia Polii atas dedikasinya pada dunia bulu tangkis,” jelas Menpora Amali.
Sebagai informasi, Testimonial Day Greysia Polii dibuka dengan penampilan penyanyi Raisa. Lalu acara tersebut ditutup dengan pertandingan eksebisi dari beberapa pebulu tangkis. Laga ini berlangsung seru sekaligus menghibur penonton yang hadir secara langsung.***/din
JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali kembali mengingatkan kepada para pengurus cabang olahraga bahwa, Kemenpora ke depan akan konsisten dalam penerapan DBON (Desain Besar Olahraga Nasional) untuk keikutsertaan Indonesia di ajang multievent regional, Asia hingga olimpiade.
“Maka, untuk kali ini dan selanjutnya saya kembali mengingatkan akan melakukan seleksi ketat, review dengan lebih ketat dari tim review, untuk keikutsertaan Indonesia di multievent,” kata Menpora Amali pada Webinar Nasional Program Studi Pendidikan Olahraga Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara daring dari Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (28/5) sore. Demikian dikutip dari laman kemenpora.go.id
Menpora Amali kembali tegaskan bahwa rekomendasi itu bukan dari Kemenpora melainkan sepenuhnya dari tim review Kemenpora.
“Kemenpora hanya memfasilitasi saja, saya pesan teman-teman yang rapat di tim review tidak boleh ada hak suara, kita percaya kepada tim yang diketuai oleh Prof. Asmawi dari UNJ dan dari berbagai perguruan tinggi lainnya. Saya meyakini para profesor olahraga ini akan selalu menjaga integritasnya, objektifitas dan sebagainya dan hasilnya bisa kita lihat walaupun ada lika liku sana sini, protes, hujatan dan bulian,” tutur Menpora Amali.
Dalam pelaksanaan paradigma baru olahraga nasional Menpora Amali akan menggunakan big data dengan berkolaborasi dengan pihak,-pihak terkait hingga memulai perekrutan atlet usia dini sesuai amanah DBON.
“Kita menjalankan perubahan paradigma baru olahraga nasional, dan kita harus menggunakan big data (PT Telkom), mulai mempersiapkan pembinaan usia dini yang dimulai perekrutan bulan Juli ini. Dan kita bina di 10 sentra yang ada di perguruan tinggi fakultas keolahragaan yang ada lab sport science dan lab school-nya,” kata Menpora Amali.
Dengan penataan yang rapi dan matang ini, Menpora Amali berharap jangka panjang pembinaan olahraga nasional akan terus terjaga dengan baik.
“Kita berharap pembinaan jangka panjang akan terjaga karena anak-anak ini sudah serba di tata. Mulai dari mulai tidur sampai bangunnya, latihannya, belajarnya, dipandu sejak awal oleh sport science dan nutrisinya. Begitu masuk atlet elit nasional akan ditempatkan di pusat pembinaan atlet di Cibubur,” ujarnya lagi.
Selanjutnya tentang pembiayaan untuk bidang olahraga terutama di daerah yang mana olahraga ini masuk masih dalam pilihan dan tergantung oleh pimpinan daerahnya. Kemudian tentang juga kesejahteraan atlet
“Jika pimpinanya suka olahraga maka olahraganya akan maju, jika tidak pasti olahrahanya juga kurang mendapat perhatian. Dengan adanya Perpres DBON dan UU Keolahragaan ini maka kita kunci semua dalam aturan ini supaya jangan sampai berganti pimpinan di instansi daerah ini kebijakan akan berganti. Dan fokus pada cabor yang memungkinkan meraih medali khususnya di olimpiade,” ujar Menpora Amali.
“Menjadi atlet saat ini adalah profesi maka dia harus dikelola seperti profesi lainnya dan pengharaan ini akan diberikan kepada atlet yang berprestasi baik masih aktif sebagai atlet maupun telah purna prestasi sehingga ada jaminan menjadi atlet dan jaminan hari tuanya.***/ebn
JAYAKARTA NEWS— Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah sukses merebut medali emas dan mempertajam rekor Snatch dan Clean & Jerk dan total angkatan di kelas 73 kg cabang olahraga angkat besi SEA Games 2021 Vietnam.
Dikutip dari kemenpora.go.id, kebahagiaan Erwin yang berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya itu semakin lengkap tatkala impian Erwin bakal menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) terwujud. “Mantap. Saya akan jadi PNS yang bakal punya pensiun. Pak Menteri kan tadi sudah bicara di depan saya dan ayah,” kata Rahmat yang pernah meraih perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali memang menjanjikan Rahmat bakal jadi PNS. “Tadinya, kan kita mau jadikan Rahmad sebagai PNS tetapi usianya belum cukup. Sekarang, dia akan jadi PNS karena usianya sudah cukup seperti Eko Yuli Irawan,” kata Menpora Amali langsung dihadapan Rahmat dan ayahnya, Erwin Abdullah.
Sama halnya dengan Eko Yuli Irawan yang meraih emas kelas 61kg, Menpora Amali juga sudah memperkirakan Rahmat juga akan mengulang prestasi yang diraih dua tahun lalu pada SEA Games 2019 Filipina. Alasannya, Rahmat itu adalah atlet Olimpiade. “Saya memang meminta Rahmat untuk bisa menunjukkan dirinya lifter kelas dunia saat acara kunjungan di pelatnas angkat besi di Kwini Jakarta Pusat. Dan, permintaan itu bisa diwujudkannya,” jelas Menpora Amali.
Dalam pertandingan kelas 73kg cabor angkat besi SEA Games 2021 Vietnam yang digelar Hanoi Sports and Competition Centre, Vietnam, Sabtu (21/5), Erwin Rahmat Abdullah bukan hanya merebut medali emas dengan total angkatan 345 kg tetapi memperbarui rekor SEA Games untuk kedua jenis angkatan.
Pada angkatan Snatch, Erwin berhasil mempertajam rekor dengan mencatat angkatan 155kg. Sebelumnya, dia memecahkan rekor pada SEA Games 2019 Filipina dengan angkatan 145kg. Putra tunggal pasangan Erwin Abdullah dan Ami AB yang tampil dingin itu kembali mempertajam rekor angkatan Clean & Jerk dengan angkatan seberat 190kg pada angkatan kedua. Angkatan tersebut melampaui rekornya pada SEA Games 2019 Filipina seberat 185kg.
JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali melakukan dialog terbuka dengan Skuad Tim Nasional (Timnas) Wushu Indonesia yang bakal diterjunkan pada SEA Games 2021 Vietnam dalam kunjungan ke pelatnas wushu di Gedung GBK Arena Komplek Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Senin (25/6/2022). Menteri asal Partai Golkar ini menanyakan apakah ada keluhan dari Edgar Xavier Marvello dan kawan-kawan saat menjalani pelatnas.
“Tolong sampaikan apakah ada keluhan selama menjalani pelatnas. Bagaimana dengan menu makanan, suplemen dan tempat penginapan?” tanya Menpora Amali yang didampingi Deputi IV Kemenpora, Chandra Bhakti, Chef de Mission (CdM) SEA Games 2021 Vietnam, Ferry J Kono dan Wakil CdM Ade Lukman dan Sekjen PB WI, Ngatino.
“Tidak ada masalah pak,” jawab anggota skuad Timnas Wushu Indonesia secara serentak. “Dimana penginapannya?” tanya Menpora Amali lagi. “Kami menginap di Hotel Arya Duta Jakarta pak,” jawab Edgard Xavier Marvello dan kawan-kawan.
Dalam kunjungan itu, Menpora Amali meminta seluruh atlet wushu untuk memanfaatkan waktu tersisa dengan maksimal dalam upaya meraih prestasi puncak di SEA Games 2021 Vietnam. “Manfaatkan waktu tersisa untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada sehingga bisa tampil maksimal dan meraih medali emas di Vietnam nanti,” imbuhnya.
Pelatih Kepala Timnas Wushu Indonesia, Novita mengatakan, Edgard Xavier Marvello dan kawan-kawan sudah siap tampil di SEA Games 2021 Vietnam. Dan, dia menyebut tiga emas menjadi target yang bakal disumbangkan bagi Kontingen Indonesia.
“Seluruh atlet wushu yang tampil di Taolu maupun Sanda sudah siap tampil. Mudah-mudahan kita bisa menyumbangkan 3 medali emas yang menjadi target baik dari Taolu maupun Sanda,” kata Novita yang didampingi pelatih Taolu, Susyana dan pelatih Sanda, Letda (Mar) Mukhlis.
Ketika disinggung bagaimana mengantisipasi masalah non teknis mengingat nomor Taolu tidak terukur, Novita menjawab, “Kita sudah mengantisipasinya dengan mempersiapkan seluruh atlet bisa tampil sempurna khususnya nomor Taolu. Itu dilakukan dalam upaya menghindari penilaian yang tidak fair.”
Mukhlis sendiri mengaku sudah mempersiapkan fisik, teknik maupun strategi kepada seluruh atlet sanda yang bakal tampil di SEA Games 2021 Vietnam. Bahkan, dia menyebut sudah mempelajari calon lawan yang bakal dihadapi.
“Sampai sekarang memang kita belum mendapat kepastian lawan yang dihadapi. Tetapi, kita sudah mempelajari rekaman pertandingan seluruh atlet dari negara lain yang kemungkinan tampil,” tegasnya.***/din
JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi membuka “Sirkuit Nasional Wushu Taolu 2022 Stage I secara virtual, Selasa (19/4) malam. Acara ini digelar di Yogyakarta mulai 18 – 25 April 2022.
Dalam sambutannya, Menpora Amali memberikan pujian kepada PB Wushu Indonesia karena konsisten menyelenggarakan kompetisi. Menurutnya, berdasarkan catatan Kemenpora wushu adalah salah satu cabang olahraga yang dikelola dengan baik.
“Wushu tata kelolanya bagus, kemudian kompetisinya dalam bentuk pertandingan-pertandingan, kejuaraan maupun sirkuit juga secara reguler dilakukan. Ini sebagai contoh bagaimana mengurus cabang olahraga dengan baik. Jadi terima kasih kepada pak ketua umum, sekjen dan seluruh pengurus,” kata Menpora Amali dalam sambutannya.
Wushu Taolu/foto: humas PB WI
Menpora Amali berharap apa yang sudah dilakukan dengan baik tersebut dapat dipertahankan. Pasalnya, pemerintah saat ini tengah mendorong kepada seluruh cabang olahraga untuk melakukan pembinaan sejak usia dini. Hal tersebut yang sudah dilakukan oleh Wushu, karena mempersiapkan lapisan-lapisan atlet-taletnya di berbagai event.
“Terbukti pada perhelatan-perhelatan multi event maupun single event, baik itu internasional maupun regional wushu selalu menyumbangkan medali,” katanya.
Disamping itu, Menpora Amali bicara terkait perubahan paradigm olahraga setelah adanya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Keolahragaan dan Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang merupakan blueprint dari prestasi olahraga nasional.
“Target kita adalah Olimpiade, Asian Games dan SEA Games hanya kita jadikan sebagai sasaran antara. Oleh karena itu pengiriman atlet di berbagai event itu benar-benar didasarkan pada hasil catatan prestasi yang ada di masing-masing cabang olahraga dan secara individual atlet itu,” katanya.
Menpora Amali pun mengapresiasi adanya kegiatan ini. Dia berharap wushu menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade 2032 nanti. “Mudah-mudahan kegiatan ini akan menghasilkan atlet-atlet kelas dunia dan bisa membanggakan bagi bangsa dan negara. Selamat melaksanakan Sirkuit Nasional Wushu Taolu untuk tingkat junior. Semoga akan menghasilkan atlet-atlet junior dan selanjutnya menjadi atlet elit tingkat internasional,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto mengatakan meski masih dalam situasi pandemi covid-19, namun pembinaan atlet wuhsu harus terus dilakukan salah satunya dengan kegiatan sirkuit tersebut. “Saya meminta kepada seluruh pengurus mulai dari tingkat sasana sampai dengan provinsi untuk tetap semangat dan mencari inovasi-inovasi yang disesuaikan dengan kondisi situasi di daerah masing-masing, agar terus-menerus melakukan pembinaan khususnya di usia dini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Khusus kepada seluruh atlet yang tampil Saya berharap bisa memberikan penampilan terbaik sehingga mampu meraih prestasi membanggakan bagi sasana dan juga keluarga.
Dalam kesempatan ini, Airlangga mengucapkan terimaakasih kepada Menpora, Dewan Kehormatan PB WI, KONI Pusat dan NOC Indonesia yang telah memberikan dukungan terhadap kemajuan olahraga wushu di Indonesia.
“Kepada orang tua atlet yang telah tekun mengawasi, mengantar, memberikan semangat kepada anaknya untuk berlatih. Dan tentunya kepada seluruh pengurus, pelatih, wasit dan juri di semua tingkatan yang berkomitmen untuk memajukan prestasi wushu Indonesia,” katanya.***/din
JAYAKARTA NEWS— Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia yang dengan bergulirnya waktu berubah nama menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), pada hari ini Selasa (19/4/2022) genap berusia 92 tahun, lebih tua dari usia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang baru merdeka pada 17 Agustus 1945.
Organisasi ini dibentuk oleh para pemuda yang sebagian ikut menghadiri kongres pemuda di Jakarta sebagai alat perjuangan kemerdekaan Indonesia pada saat itu yang dideklarasikan oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo bersama rekan-rekan pemudanya. Tantangan jaman pun berganti setelah 92 tahun berlalu, namun semangat kebangsaan yang menjiwai berdirinya PSSI tidak akan pernah berubah.
Seperti diketahui, cabang olahraga sepakbola sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia dari berbagai sektor dan kini pun sudah menjadi sebuah industri. Masyarakat pun sangat berharap akan kejayaan sepakbola Indonesia di pentas Internasional.
Oleh karena itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyebut jika pemerintah sangat serius dalam pembenahan sepakbola nasional menuju prestasi internasional. Hal tesebut terbukti dengan dikeluarkannya Inpres No. 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.
“PSSI kini sudah berusia 92 tahun. Harapan rakyat kita sangat luar biasa kepada sepakbola, karena 73 hingga 75 persen orang Indonesia suka sepakbola. Pemerintah serius, sampai Pak Presisden Joko Widodo mengeluarkan Inpres No. 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, disamping kita juga harus melakukan perbaikan tata kelola olahraga secara keseluruhan, tapi sepakbola ini secara spesifik juga kita kerjakan pembenahannya,” ucap Menpora Zainudin Amali, Senin (18/4/2022) malam kepada para awak media.
Sepakbola Indonesia di bawah pelatih kepala Shin Tae-yong pada bulan Mei mendatang akan mengikuti pesta olahraga SEA Games 2021 Hanoi. Menpora Amali berharap perjuangan skuad Garuda Muda di Vietnam akan membuahkan hasil yang membanggakan bagi masyarakat Indonesia.
“Harapan saya tentu sama dengan harapan seluruh rakyat Indonesia, membawa kebanggaan juga kehormatan bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tuturnya.
“Selamat ulang tahun PSSI ke-92. Mudah-mudahan kompetisi sepakbola musim selanjutnya sudah berjalan dengan normal yang bisa dihadiri penonton di Stadion, apalagi kita akan menjadi tuan rumah FIFA World CUP U-20,” pungkasnya.***/din
JAYAKARTA NEWS— Akhirnya World Anti-Doping Agency (WADA) mengizinkan bendera Merah Putih kembali berkibar di ajang olahraga internasional pada Februari 2022 mendatang. Sanksi WADA terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) harusnya berdurasi selama satu tahun, dipercepat menjadi empat bulan saja.
“Saya atas nama pemerintah menyampaikan terimakasih kepada tim, Pak Oktohari (Ketua Tim Satgas Percepatan Sanksi WADA Raja Sapta Oktohari-red) khususnya, pada teman-teman LADI dan pada semua pihak yang mempercepat bagaimana yang tadinya sanksi satu tahun, menjadi sekitar empat bulan,” ujar Menpora Amali dalam konferensi pers di Media Center Kemenpora, Senin (17/1).
Menurut Menpora Amali, tim Satgas dan LADI telah bekerja dengan cepat baik dari sisi komunikasi, administrasi maupun teknis sehingga apa yang diminta oleh WADA bisa terpenuhi.
“Alhamdulillah pemenuhan-pemenuhan terhadap apa yang diminta oleh WADA, supaya Indonesia bisa komplais (patuh) kerjasama yang sangat baik antara tim Satgas dan kemudian LADI dan teman-teman dari Kemenpora, ini luar biasa. Jadi kita bergerak ke arah yang positif. Kejadian ini menjadi pelajaran buat kita untuk membuat lembaga anti doping Indonesia semakin baik dan sesuai dengan acuan yang ada di dalam WADA,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman kemenpora.go.id
Dalam kesempatan ini, Menpora Amali mengatakan dirinya telah mendapat laporan dari Ketua Tim Satgas Raja Sapta Oktohari dan LADI bahwa WADA telah membolehkan bendera Indonesia berkibar di ajang-ajang olahraga internasional pada Februari 2022.
“Mudah-mudahan kalau tidak ada aral melintang, itu (bendera Indonesia berkibar lagi) awal Februari sudah bisa, insyaallah, dari konfirmasi ketua tim satgas, bendera Indonesia sudah bisa berkibar,” jelas Menpora Amali.
Menurut Menpora Amali, sanksi WADA terhadap LADI belum dicabut karena masih ada tahapan-tahapan yang dilakukan secara kelembagaan.
“Jadi ada tahapan, yang memutuskan tidak sendirian, mereka ada rapat. Jadi nggak bisa begitu sudah terpenuhi hari ini kemudian langsung besoknya diumumkan. Jadi ada ada proses-proses karena keputusan bersama, keputusan institusi,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua tim Satgas Percepatan Sanksi WADA Raja Sapta Oktohari mengatakan WADA belum mencabut sanksi kepada LADI. WADA hanya menginformasikan bahwa bendera Indonesia bisa berkibar lagi di event olahraga internasional karena sejumlah syarat yang diajukan WADA telah terpenuhi.
“Bahwa bendera merah putih akan berkibar kembali, namun kalau kita bicara sanksi itu kita harus menjadikan LADI yang profesional tidak semudah membalikkan telapak tangan,” katanya.
Okto mengatakan kerja keras dan koordinasi atas semua pihak baik Kemenpora dan LADI akhirnya dapat memberikan kabar gembira. Pekan lalu, ia menerima pesan singkat dari Niggli yang selanjutnya dipertegas dengan surat yang dikirimkan oleh Head of the Compliance Unite WADA Emiliano Simonelli.***/rnl
JAYAKARTA NEWS— Menpora Amali menerima Ketua Umum Pengurus PWI Pusat, Atal S Depari didampingi Sekjen Mirza Zulhadi, dan Ketua SIWO PWI Gungde Ariwangsa. Kehadiran para pengurus PWI di Ruang Kerja Menpora, Graha Pemuda Lantai 10, Senayan Jakarta Pusat tersebut dalam rangka melaporkan rencana Peringatan Hari Pers dalam waktu dekat.
“Pagi ini saya menerima Ketua Umum PWI Pusat, Pak Sekjen dan Pengurus PWI serta SIWO yang menyampaikan rencana Peringatan Hari Pers pada tanggal 9 Februari 2022 mendatang di Kendari,” ucap Menpora Amali saat memberikan keterangan usai pertemuan, Jum’at (14/1) pagi. Demikian dikutip dari rilis humas Kemenpora.
Menpora sangat antusias dan memberikan apresiasi, karena dilaporkan dalam perhelatan besar nasional para wartawan itu diselenggarakan Sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional
“Saya mengapresiasi selama ini PWI dan SIWO sangat membantu pemberitaan-pemberitaan kegiatan keolahragaan khususnya dan apalagi sekarang kita punya tanggung jawab mensosialisasikan Perpres No 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional,” katanya.
“Besar harapan kami supaya mendapat dukungan dari PWI seluruh Indonesia dan tentu SIWO dan terima kasih saat Peringatan Hari Pers nanti juga diadakan sosialisasi sebagaimana seperti yang dilakukan di Bali waktu itu,” tambahnya.
Untuk lebih konkrit dan mempertajam sosialisasi, Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari menyampaikan pula draf MoU yang nanti akan ditandatangani dalam rangkaian peringatan HPN di Kendari, Sulawesi Tenggara. Selain itu ada rencana mewujudkan Pusat Informasi Olahraga Nasional yang bisa menjadi rujukan pengetahuan dan pemberitaan tentang perkembangan olahraga tanah air.
“Pak Menpora agar lebih konkrit akan pentingnya sosialisasi DBON, kami dari PWI khususnya SIWO menyampaikan draf MoU. Nanti melalui Bapak Deputi agar ditelaah dan final nanti ditandatangani dalam rangkaian HPN di Kendari,” kata Atal.***/rnl