Dari pada Bosan di Rumah, Ayo Ikut Kompetisi Daya Ingat Via Online

JAYAKARTA NEWS— Imbauan untuk bekerja, belajar, beribadah, dan berkegiatan di rumah saja membuat sebahagian besar orang mulai merasa bosan. Khususnya para pelajar, pada umumnya mereka kehilangan waktu berinteraksi dan bermain bersama teman-teman yang biasa ditemui di sekolahnya.

Terlalu lama berada di kondisi ruang yang sama dan rutinitas yang monoton membuat otak kita mengalami penurunan fungsi khususnya daya ingat dan konsentrasi. Melihat permasalahan ini, IMSC (Indonesia Memory Sports Council) berinisiatif menjalankan kompetisi yang menguji kecepatan dan ketepatan daya ingat secara daring yang dapat diikuti oleh pelajar maupun masyarakat umum di Indonesia.

Ketua Umum IMSC Yudi Lesmana menjelaskan, untuk mengikuti kompetisi tersebut kita sebelumnya harus mendownload  aplikasi MindX Memory Games yang dapat diinstall melalui Playstore.  “IMSC mengadakan kompetisi yang dinamakan Mindx Online Memory Championship (MOMC) 2020. Kompetisi ini akan mempertandingkan 3 disiplin daya ingat yaitu : Random Images, mengingat urutan gambar acak dalam waktu 5 menit, Random Words, mengingat urutan kata acak dalam waktu 5 menit, dan Random Numbers, mengingat urutam angka acak dalam waktu 5 menit,” jelas Yudi.

Peserta diharuskan mengaktifkan 1 gadget/laptop tambahan agar panitia dapat mengawasi jalannya kompetisi melalui aplikasi video conference supaya peserta tidak mencatat selama kompetisi berlangsung dan hanya fokus menyelesaikan tantangan daya ingat di Aplikasi MindX.

Kompetisi ini dibagi atas 3 kategori sesuai umur yaitu adult, junior, dan kids dimana pemenang dari kompetisi daya ingat daring ini akan mendapatkan uang tunai, voucher belajar, badge pin juara, dan sertifikat. Babak final kompetisi ini akan diadakan pada 12 April 2020, dimana saat ini peserta secara bergantian menjalani babak penyisihan.

IMSC merupakan salah satu penyelenggara kompetisi daya ingat berpengalaman dimana pada tahun 2017 telah menjadi tuan rumah World Memory Championship di Jakarta yang medatangkan 21 negara dan terakhir menyelenggarakan Asia Open Memory Championship 2019 di Bali yang diikuti 16 Negara. Kegiatan Memory Sports Indonesia dapat dilihat pada Instagramnya @memorysportsid dan websitenya di www.memorysports.id. ***ebn

Indonesia Borong Medali Dalam Philipphine Open Memory Championship

Tim Indonesia dalam ajang 5th Philippine Open Memory Championship –istimewa

Indonesia berhasil meraih  9  medali yakni  1 emas, 5 perak dan  3 perunggu dalam kejuaran daya ingat, 5th Philippine Open Memory Championship yang diselenggarakakan di Great Eastern Hotel, Quezon City, 30 Juni hingga 1 Juli 2018.

“Indonesia pada tahun ini berhasil meraih 9 medali dengan tim yang beranggotakan 4 peserta,” ujar Ketua Umum Indonesia Memory Sports Council (IMSC), Yudi Lesmana di Manila, pada hari minggu selepas kompetisi.

Bertanding di kategori junior, Rania dari SMPN 1 Tolitoli, Sulawesi Tengah, berhasil membawa pulang  1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Ia pun berhasil meraih juara 2 untuk posisi keseluruhan di kategori remaja.

Kemudian, disusul Rinaldy Adin dari SMAN 8, Jakarta dengan 2 perak, dan 2 perunggu. Peserta lainnya Sitti Farhana dari SMPIT Al-Fahmi Palu, Sulawesi Tengah meraih prestasi dengan 1 medali perak di cabang Speed Numbers (mengingat urutan angka acak dalam waktu 5 menit).

Kejuaraan tersebut diikuti puluhan peserta perwakilan dari 7 negara (China, Singapura, Indonesia, Uzbekistan, Mongolia, Azerbaijan, dan Filipina). Terdapat 10 jenis pertandingan dalam kompetisi itu yakni lima menit mengingat wajah dan nama, lima menit mengingat urutan kata acak, lima menit mengingat urutan angka biner acak, lima menit mengingat urutan angka acak, dan lima menit mengingat urutan gambar acak.

Rania, SMPN 1 Tolitoli ,Sulteng raih 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu

Selain itu, diujikan juga nomor 15 menit mengingat angka acak, 10 menit mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok, lima menit mengingat tahun dan kejadian, mengingat angka acak yang diucapkan dalam interval 1 detik per 1 angka, dan mengingat secepat-cepatnya 1 deck kartu remi (52 kartu) yang telah dikocok (Speed Cards).

“Sebanyak 10 jenis nomor di atas bertujuan untuk mengasah dan mempertajam kemampuan konsentrasi dan daya ingat seseorang sehingga dapat dikatakan para peserta sedang memperkuat otot-otot otaknya dalam kompetisi ini,” kata Yudi.

REKOR FANTASTIS

Pencapaian rekor fantastis diraih dalam pertandingan ini seperti Rania yang mampu mengingat 198 urutan kartu acak dalam 10 menit dan 187 gambar dalam 5 menit. Kemampuan luar biasa dalam mengingat wajah dan nama juga ditunjukkan oleh Rinaldy yang mampu mengingat 37 nama dan 180 digit angka acak masing-masing dalam 5 menit. 

Anggota Tim lainnya, Teuku Alvaro Omar G. (14 tahun) juga berhasil meraih penampilan terbaiknya dengan mengingat 36 digit angka yang diucapkan dalam waktu 36 detik. Dengan raihan rekor-rekor ini, akhirnya Indonesia berhasil menempati posisi ke-2 terpaut skor tipis dengan tuan rumah Filipina yang menempati posisi pertama

“Hasil kejuaraan ini membuktikan kemampuan otak anak bangsa kita tidak dapat dipandang sebelah mata. Walaupun dengan biaya pribadi, Tim Olimpiade Memory Indonesia tetap menunjukkan taringnya di mata dunia dan membawa harum nama Indonesia,” kata Ketua Tim.

“Terima kasih atas dukungan seluruh anggota dan orang tua peserta binaan IMSC baik secara materil maupun immateril. Mulai berbuat untuk pendidikan dan mari menjadi bagian dari kemajuan bangsa,”  tambahnya.***