Manoj Punjabi Kecewa Film ‘Silam’ Masuk Kategori Usia 17 Tahun

Manoj Punjabi–foto istimewa

Bos rumah produksi MD Pictures, Manoj Punjabi, merasa kecewa lantaran film horor terbaru yang dia produksi berjudul ‘Silam’ mendapatkan klasifikasi penonton usia 17 tahun ke atas.

Padahal, Manoj berharap film yang diangkat dari buku berjudul sama karya Risa Saraswati itu bisa dinikmati oleh anak-anak usia 13 tahun ke atas.

“Film ini harusnya masuknya kriteria usia 13 tahun, pada bagian sensor saya enggak jelas kriteria mereka apa. Ada film usia 13 tahun dan 17 tahun itu kriterianya apa,” kata Manoj dalam jumpa pers dan screening film Silam di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, baru baru ini.

“Saya kecewa, oke kalau mau 17 tahun konsisten semua (film horor) masuk 17 ke atas. Jadi kita tahu kalau film horor itu 17 tahun. Ini film sebenarnya dibuat untuk 13 tahun,” lanjutnya.

Manoj sempat mempertanyakan tentang apa saja kriteria film yang masuk kategori penonton usia 13 tahun kepada Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia.

“Jadi kami bingung, film apa yang dapat kriteria 13 tahun dan yang mana yang dapat 17 tahun. Kami sudah menghadap pihak sensor dua kali dan ngomong ‘kenapa ini (film Silam) jadi masuk Usia 17 tahun,” ujarnya.

Menurut Manoj, LSF belum memiliki pakem yang jelas tentang kriteria film yang berdasarkan kategori usia penonton.

“Biar jelas, kalau saya lihatnya mereka enggak ada penilaian yang tepat atau yang tetap. Lebih seperti ya udah ini 17, ya udah ini 13, seperti kocok arisan. Mereka nonton atau tidak pun enggak tahu, tadi tim kami ke sana,” ujar Manoj.

Film ‘Silam’ arahan sutradara Jose Poernomo ini bercerita tentang seorang anak berusia 10 tahun bernama Baskara (diperankan Zidane Khalid) yang menjadi pelampiasan ibunya yang depresi setelah ayah Baskara meninggal dunia.

Hingga suatu hari, ketika Baskara kabur dari rumah, dia mengalami suatu peristiwa yang membuatnya bisa melihat banyak mahluk gaib.

Film yang dijadwalkan tayang pada 13 Desember mendatang itu turut dibintangi Wulan Guritno, Surya Saputra, Nova Eliza, dan lainnya. (pik)

 

IPO MD Pictures Tergetkan Raih Rp 416 Miliar

CALON  emiten sektor rumah produksi (production house) PT MD Pictures Tbk. menargetkan laba bersih perseroan sepanjang tahun ini dapat mencapai Rp110 miliar. Nilai tersebut meningkat 80,68% dibandingkan dengan laba perseroan pada 2017.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pada 2017 MD Pictures membukukan laba bersih sebesar Rp60,88 miliar, meningkat 148,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan laba tersebut dikerek terutama dari bisnis film perseroan.

CEO MD Pictures Manoj Punjabi menyampaikan, pada tahun ini perseroan akan agresif memproduksi film berkualitas yang sesuai minat pasar. Pada semester II/2018, perseroan berencana memasarkan hingga delapan film baru. Bisa dicatat beberapa film produksi MD Pictures berhasil mencapai Box Office seperti ‘Ayat Ayat Cinta 2’, ‘Rudy Habibie’, dll.

“Ada banyak faktor pendukung kami untuk achieve target bottomline tersebut seperti pertumbuhan industri film sendiri, jumlah penonton meningkat, pertumbuhan jumlah bioskop menjadi 1.900 dari 1.500 layar, kenaikan harga tiket, dan yang paling penting kualitas filmnya,” ungkap Manoj kepada penulis belum lama ini.

Manoj menjelaskan sikap masyarakat Indonesia terhadap film berkualitas sangat mendukung sehingga menuntut industri production house menjual karya yang sesuai pertmintaan. Dengan dana IPO (Initial Public Offering) , perseroan juga akan agresif berekspansi. Salah satu ekspansi ke luar negeri yang telah ada pada pipeline MD Pictures adalah produksi film dengan salah satu perusahaan asal Amerika Serikat.

Adapun, MD Pictures berencana melaksanakan IPO dengan melepas sebanyak-banyaknya 1.980.953.000 saham baru dengan harga penawaran Rp210.

Dengan harga penawaran Rp210 per saham, MD Pictures berpotensi meraup Rp416 miliar, atau di atas target perusahaan yang sebesar Rp300 miliar.

‘Devil’s Whisper’, Film Horor Kolaborasi Indonesia dan Hollywood

RUMAH produksi MD Pictures siap merilis film horor bertajuk Devil’s Whisper. Film ini diproduksi bersama dengan perusahaan hiburan asal Amerika, Vega Baby Company, sehingga disebut-sebut akan menghadirkan nuansa film horor sekelas Hollywood.

Film yang mengambil lokasi syuting di AS ini dibintangi sejumlah aktor Hollywood seperti Luca Oriel, Tessie Santiago dan Marcos Ferraez. Dari Indonesia, ada aktris Luna Maya yang juga terlibat berperan di film ini.

Devil’s Whisper bercerita tentang Alex, seorang remaja yang bercita-cita menjadi seorang pendeta. Pada suatu hari, ia menemukan sebuah kotak kayu kecil di dalam lemari neneknya. Tak disangka, pada hari dimana kotak tersebut dibuka akan menjadi awal malapetaka untuk dirinya.

Satu per satu kejadian yang mengerikan terjadi. Iblis kuno yang tanpa sengaja ia bebaskan tersebut menjadikan hari-hari Alex seperti di neraka. Kesengsaraan Alex memuncak disaat teman-temannya turut menjadi korban dari kekejaman iblis tersebut.

Ia harus mencari cara untuk menghentikannya, sebelum ia kehilangan semua orang yang dicintainya dan sebelum ia kehilangan dirinya sendiri. Mampukah Alex menghentikan penderitaannya?

Jawaban dari pertanyaan tersebut baru bisa disaksikan saat Devil’s Whisper tayang pada 19 Oktober mendatang. Tak hanya di Indonesia,  MD Pictures menyebut bahwa film yang disutradarai Adam Ripp ini juga akan dirilis worldwide. Film ini juga berhasil menyabet Best Horor Feature di Atlanta Undergound Film Festival 2017 dan Best Supernatural di New Hope Film Festival 2017. ***