Mengenal Sosok Mayjen Herianto, Ketua Umum Inkai 2022-2027

Prof Kikiek: Mayjen Heri Idealis

JAYAKARTA NEWS – Malam ini Jumat 17 Februari 2023 berlangsung pemilihan Ketua Umum PP Inkai 2022-2027. Jadwal ini maju dua hari lebih cepat dari jadwal semula.

Calon terkuat Ketum adalah Mayjen TNI Herianto Syahputra. Mantan Kasdam Jaya ini jenderal yang sederhana tapi tegas.

Prof Kikiek, eks Sekjen Inkai dua periode menyebut Mayjen Herianto sangat pas untuk memimpin Inkai ke depan.

“Ada banyak alasan mengapa harus dia,” ujar Prof Kikiek. Salah satunya, Heri ingin mengembalikan kekuatan Inkai ke daerah-daerah. Selama ini sumberdaya keuangan Inkai disedot semua ke pusat.

Selain itu, sosok Heri sangat menarik karena kesederhanaannya. Demikian ujar Prof Kikiek, “Sosok idealis yang paling tepat untuk memimpin Inkai.” (rr)

Takut Kalah, Panpel MKB PP Inkai Bikin Ulah

JAYAKARTA NEWS – Sehari menjelang berlangsungnya Musyawarah Keluarga Besar (MKB) Pengurus Pusat Institute Karate-Do Indonesia (PP Inkai) (17/2/2023), tangan-tangan kotor mulai bermain. Panitia Pelaksana melakukan manuver menjegal calon terkuat Ketua Umum PP Inkai, Mayor Jenderal TNI Herianto Syahputra.

Caranya, dengan mengeluarkan surat yang menyebutkan bahwa Mayjen Herianto tidak memenuhi syarat sebagai Calon Ketua Umum PP Inkai. Dua alasan yang dicantumkan. Pertama, Mayjen TNI Herianto tidak menyerahkan surat dari Pengadilan Negeri. Kedua, jumlah dukungan tertulis hanya 7 (tujuh) provinsi. Satu dukungan dibatalkan.

Atas ulah Panpel MKB PP Inkai yang tidak fair tadi, para pendukung Mayjen Herianto pun bereaksi keras. Salah satunya datang dari pendukung utama Herianto, yakni Prof Hermawan Sulistyo.

Kikiek, panggilan akrab Prof Hermawan Sulistyo bahkan menuding Panitia Penjaringan dan Penyaringan tidak sah, sebab dibentuk oleh Pengurus Pusat yang sudah habis masa jabatannya. “Produk dari bapak yang illegal adalah anak haram yang tentu saja illegal,” tandas patron Dojo Renzo itu.

Yang lebih aneh, panitia penjaringan dan penyaringan terdiri dari tiga orang sebagai Organizing Committee. Dua di antaranya anggota PP Inkai (Falconi dan Isori), dan satu lagi, Gorga, sudah tidak aktif selama puluhan tahun.

“Ada satu lagi yang lebih gila. Mereka menetapkan syarat dukungan 10 provinsi. Padahal syarat itu tidak ada dalam Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga PP Inkai. Menpora harus tahu. KONI harus melek. Betapa oknum PP Inkai menghalalkan segala cara untuk melanggengkan kekuasaannya yang korup dan tidak ada prestasi itu,” tegas Kikiek dalam nada tinggi.

Yang terakhir, imbuh tokoh aktivis 98 itu, soal persyaratan surat keterangan tidak sedang tersangkut perkara pidana dari Pengadilan Negeri. “Entah bodoh atau ngawur. Sejak kapan TNI tunduk pada peradilan sipil. Kelihatan sekali mencari-cari alasan yang tidak masuk akal untuk menjegal seorang perwira tinggi TNI-AD aktif yang berniat mengabdikan diri mengembangkan karate di Indonesia,” katanya. (rr)

PP Inkai Harus Dijebol dan Dibangun Tatanan Baru

JAYAKARTA NEWS— Sejatinya, INKAI (Institute Karate-Do Indonesia) adalah perguruan karate tertua dan terbanyak di Indonesia. Sayang, dalam perjalanannya banyak oknum pengurus yang melenceng. Akibatnya, terjadi degradasi, baik di bidang prestasi maupun moral.

Pernyataan tegas itu disampaikan Prof Hermawan Sulistyo, sosok senior yang sudah puluhan tahun malang-melintang di dunia karate, termasuk di kepengurusan INKAI. “Per Desember 2022, saya mundur dari kepengurusan INKAI. Mundur bukan berarti apatis, tetapi mundur untuk maju menjebol dan membangun tatanan baru di tubuh organisasi INKAI pusat,” ujar Kikiek, di kantornya, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Laiknya “king maker”, ia menemukan sosok “jago” yang dinilai pantas menduduki kursi tertinggi di Pengurus Pusat INKAI. Sosok itulah yang sekarang ia dukung. “Saya akan fight hingga dia terpilih sebagai Ketua Umum PP INKAI dalam MKB mendatang. Setelah itu, saya fokus mengurus dojo saya. Dojo Renzo,” ujar doktor lulusan Arizona State University, Amerika Serikat, itu.

Sosok yang dimaksud Prof Kikiek adalah Mayor Jenderal TNI Herianto Syahputra, S.I.P., M.Si. Sebagai perwira tinggi TNI-AD, ia menjabat Koordinator Staf Ahli Panglima TNI. Sedangkan, di INKAI, Heri adalah Ketua Pengprov Inkai DKI Jakarta 2019-2023.

Prof Kikiek tampil di barisan paling depan sebagai pendukung Mayjen Herianto memuncaki kepengurusan INKAI. “Visinya sangat bagus. ‘INKAI Prestasi Mendunia, Baik Prestasi Olahraga Maupun Prestasi Moral’,” tegas Kikiek.

Problem utama INKAI saat itu memang dua hal itu. Tidak ada prestasi yang mendunia, dan moral yang buruk.

“Sejak MKB tahun 2017, sudah menjalankan praktik kotor untuk meraih dukungan. Dalam perjalanan, juga banyak melanggar norma-norma karate. Ada banyak. Satu saja saya sebut sebagai contoh. Sejak tahun 2015 PP INKAI tidak pernah ada laporan pertanggungjawaban keuangan yang jelas,” tambahnya.

Sampai pada tahap tertentu, Kikiek masih berharap ada perubahan, dan bertahan. Akan tetapi, ketika pengurus pusat INKAI mulai menginjak-injak aturan dan etika, nalar sehatnya berontak. Ditambah, praktik-praktik intimidatif terhadap atlet karateka. “Begitu mereka mulai menginjak anak-anak (karateka), naik darah saya!” tandas Prof Hermawan Sulistyo.***din