Maudy Ayunda dan Aeris Beaute, Tawarkan Produk Kecantikan

JAYAKARTA NEWS – Satu lagi kiprah aktris multi talenta, Maudy Ayunda yang menarik perhatian publik. Kali ini, ia bersinergi dengan alat kecantikan Aeris Beaute. Kebetulan Maudy dan Aeris Beaute memiliki visi dan misi sama yaitu memprioritaskan diri sendiri secara lebih baik.

“Kami menawarkan langsung produk kecantikan khusus kepada wanita Indonesia,” kata Maudy yang dikenal sebagai artis musik dan film ini.

Dikatakannya, Aeris Beaute sangat membumi, kualitas tinggi dan terjangkau serta ramah lingkungan. “Produk terbaru kami terdiri atas Premium Set, Dreamy Sweater dan Dreamy Headbad. Produk terbaru kami terdiri atas On the Go Premium Set, Dreamy Sweater dan Dreamy Headband,” tuturnya.

Ini, menurutnya, merupakan pilihan tepat bagi pengguna wanita Indonesia. “Dan kami terus mengikuti perkembangan industri make up dan perawatan kulit dengan menghadirkan produk mumpumi. Boleh dikata, kami sebagai pionirnya,” kali ini yang bicara Patricia dan Teresa dua sahabat pencipta alat make up kecantikan.

Jujur, kita akui, produk Aeris Beaute tak kalah kualitas dengan produk luar negeri. “Kami telah memastikan produk kami 100 persen vegan dan bebas dari kekejaman pengguna bahan dasar hewan serta produk sampingan apa pun dalam formula,” tambahh Maudy Ayunda.

Adapun perusahaan yang dibangun Patricia dan Teresa sejak 2018 telah menjadi berkat bagi semua orang yang kurang beruntung. Selain itu, juga bermitra nirlaba dengan World Harvest dan Liberty Society mendayakan pengungsi Afganistan, Somalia, Irak dan Yaman.

“Kami juga membantu dan mensupport secara sosial mereka yang perlu dibantu ekonominya,” timpal Patricia optimistis. (Pik)

BJ Habibie Menangis Dengarkan Lagu OST Habibie & Ainun 3

SELAIN dipercaya menjadi Ainun Habibie dalam film ‘Habibie & Ainun 3’, sutradara Hanung Bramantyo juga menunjuk Maudy Ayunda (24 tahun, yang menjadi Ainun) menjadi penyanyi original sound track (ost) dalam film tersebut.


“Saya diminta bagian dari sebuah lagu ciptaan Melly Goeslaw bertajuk ‘Kamu dan Kenangan’ yang berangkat dari kisah cinta sejati Bapak BJ Habibie dan isteri tercinta, ibu Hasri Ainun Bestari,” ucap Maudy dalam peluncuran OST tersebut di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Grand Indonesia, Jakarta.


“Saya diminta teh Melly Goeslaw, ini kebanggaatn buat saya. Lagunya sendiri,waktu saya pertama kali dengar demonya, sudah bisa membayangkan bagaimana sedih dan harunya film ersebut. Liriknya sangat dalam dan lugas, sangat menggambarkan rasa cinta pak Habibie ke ibu Ainun. It’s such a perfect song for the movie,” kata Maudy.


Bahkan pak Habibie menangis ketika pertama mendengarkan lagu yang dilantunkan oleh Maudy. “Kata pak Habibie, liriknya memiliki makna mendalam,” katanya. Selain itu, keluarga BJ Habibie pun ikut tersentuh mendengarkan lagu tersebut.

Ketika mendendangkan lagu ‘Kamu dan Kenangan’, diiringi balutan string yang sangat apik yang dibuat oleh Anto Hoed, suami Melly Goeslaw.

Melly Goeslaw sendiri mengatakan, lagu yang ia ciptakan terinspirasi dari skenario, karena ost mrmang liriknya harus berdasarkan skrip, ini diambil dari sudut pandang BJ Habibie yang kesepian sejak ditinggal ibu Ainun.
Video musiknya makin terasa megah yang disutradarai oleh Davy Linggar. BJ Habibie dihadirkan dalam video klip tersebut.

Maudy Ayunda adalah aktris musik yang bernaung dibawah label Trinity Optima Production dan MD Music. Beberapa kali membintangi film nasional, terutama yang bertema remaja dan drama rumah tangga. (pik)

Curhat Maudy Ayunda tentang Mama-nya

Maudy Ayunda—foto instagram maudy

JAYAKARTA NEWS—Cantik, cerdas dan sukses dalam pendidikan dan karier, itulah Maudy Ayunda. Tidak mudah untuk mencapai itu semua. Hanya mereka yang konsisten dan mau bekerja keras yang mendapatkannya. Diakui Maudy apa yang dicapainya saat ini tak lepas dari dukungan orangtua, khususnya sang mama yang selalu siap menjadi ‘teman’ diskusinya.

“Aku tuh deket banget sama mama… Banyak hal aku selalu cerita ke mama, dan minta pendapatnya. Walau kadang pendapat kita berbeda dan bisa jadi perdebatan panjang,” ungkap Maudy yang melanjutkan pendidikan S2-nya di Stanford University, AS.

Saat dirinya mulai banyak kegiatan, lanjut Maudy, mama-nya lah orang pertama yang diajaknya berdiskusi, mengenai seberapa penting semua hal itu untuk  dirinya dan apa yang menjadi prioritasnya.

Maudy dan mama-nya, Muren Murdjoko Jasmedi—foto instagram maudy

“Walau awalnya khawatir, akhirnya mama bisa mengerti dan akan selalu siap mendukung setiap langkahku. Aku nggak tau akan seperti apa hidupku tanpa mama. Love you mom! Semoga di momen Ramadhan kali ini aku bisa lebih banyak menghabiskan waktu bareng mama,” ungkap tulis Maudy di akun instagramnya.

Maudy Ayunda memang selalu sibuk. Dia memiliki sejumlah  kegiatan yang menyita waktunya, bukan hanya menyanyi. Karena kelewat sibuk, waktunya bersama keluarga pun jadi terbatas. Hal itu juga diakui oleh sang mama, Muren Murdjoko Jasmedi.

“Tante maunya Maudy deket tante terus, nggak kemana mana. Tapi kan kenyataannya justru banyak kerjaan, tante jarang bisa quality time,” ujar Muren sambil tertawa. Untungnya, tambah Mauren, Maudy juga menyadari hal itu. Jadi meski dia sibuk tetap berusaha meluangkan waktunya untuk kumpul keluarga.   

Muren juga mengaku bangga dengan capaian anaknya. Bagaimana anaknya berjuang untuk menekuni kuliahnya sembari menjaga kariernya di dunia entertainment tetap eksis. Itu semua adalah bukan hal yang mudah.

Sebagai orangtua, kata Muren, dia selalu mensupport anaknya dan selalu menyemangati. “Meski bisa memutuskannya sendiri, namun Maudy selalu melibatkan orangtuanya dalam langkah yang akan diambilnya. Dia suka curhat tentang ini-itu. Dia juga bertanya pandangan kami tentang langkah yang akan diambilnya,” jelas Muren.***ebn

Ini Kebiasaan Maudy Ayunda yang Sulit Ditinggalkan

Maudy Ayunda–foto instagram maudyayunda

JAYAKARTA NEWS—Kebiasaan membaca buku semakin tinggalkan masyarakat seiring dengan makin eksisnya gadget yang memudahkan orang mencari apapun informasi yang di butuhkan lewat dunia maya. Meski jumlah pembaca buku terus menurun, namun sebagian di antaranya –para penggemar buku— tetap setiap dengan kebiasaannya. Satu di antaranya adalah Maudy Ayunda.

Menurut Maudy, meskipun dia sangat sibuk dengan berbagai aktivitas, ia tetap memiliki waktu untuk membaca buku, khususnya  buku-buku menarik yang membuatnya penasaran. Kebiasaan ini tak bisa ditinggalkannya.  Salah satu buku yang baru-baru ini selesai dibacanya adalah ‘Vox’ karya Christina Dalcher yang dihabiskannya hanya dalam dua hari.

“Melahap buku ini dalam dua hari. ‘Vox‘ menggambarkan dunia kontemporer di mana wanita dibatasi untuk mengatakan 100 kata sehari, di antara keterbatasan lainnya. Kedengarannya tidak masuk akal? Mungkin. Tapi “alasan” di balik itu semua terlalu familiar,” tulis Maudy Ayunda di instagramnya.

“Sangat menakutkan. Saya selalu menyukai buku-buku tentang Dystopias. Margaret Atwood, George Orwell – antara lain. Saya kira distopia dimaksudkan untuk mengguncang Anda. Ini mengingatkan kita bahwa kemungkinan terpuntir – seperti biasa – hanya sekitar sudut. Kami tidak bisa bersikap pasif, kami benar-benar tidak bisa,” tandasnya.

Membaca buku memang menjadi salah satu kegemaran Maudy. “Aku sudah bisa membaca sejak usia 3 tahun. Sejak itu aku sudah mulai membaca  buku. Keluarga kami kebetulan juga semuanya pencinta buku.”

“Orangtua membiasakan kami membaca buku, mengajarkan berpikir kritis, dan itu terus terbawa sampai sekarang.  Aku masih ingat suatu ketika papa pergi ke Singapura  pulangnya bawa buku satu koper. Pas buka koper papa, isinya buku semua. Wahhh, semuanya senang. Begitulah. Memang orangtua lebih suka membelikan kami buku sebagai hadiah, ketimbang yang lain,” tutur Maudy yang baru-baru ini mengumumkan dirinya memilih akan melanjutkan S2-nya di  Stanford University ketimbang Harvard.

Untuk program S2, sebenarnya Maudy mendaftar dua dua universitas terkenal itu, Stanford dan Harvard. Hebatnya, di dua university itu, Maudy  berhasil diterima.  Padahal untuk masuk ke sana, bukan main sulitnya karena persyaratannya ketat juga jumlah yang diterima sedikit dibanding jumlah mereka yang mendaftar. Otomatis, persaingan pun sangat ketat. Tapi  pemeran  film ‘Trinity  the Nekad Traveler’ ini berhasil menembusnya. Kini dia tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti perkuliahan di Stanford. ***ebn

Rilis Oxygen, Maudy Ayunda Merangkap Jadi Produser

maudy ayunda–istimewa

Album “Oxygen” adalah karya istimewa bagi Maudy Ayunda, dalam album ini dia tidak hanya berperan jadi penyanyi, tapi untuk pertama kalinya menjadi seorang produser musik.  Di album ini, didukung penuh oleh CIMB Niaga. Maudy memang co-fouder gerakan #KejarMImpi yang diinisiasi CIMB Niaga.

“Oxygen” adalah album ketiga dari Maudy, selang tiga tahun dari album keduanya berjudul “Moments” (2015) dan “Panggil Aku..” (2011).

Aktris 23 tahun itu kini mengambil alih kemudi, dia menulis beberapa lagu hingga memilih sendiri musisi yang ingin diajak bekerjasama. Mereka adalah Rendy Pandugo, Simhala Avadana, Ifa Fachir, Teddy Adhitya dan Tatsuro Miller.  

“Aku mulai di dunia musik umur 14 tahun, dulu masih benar-benar mendengarkan apa kata industri, label, masih mengikuti arus,” kata Maudy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Seiring bertambahnya usia, Maudy makin mengenal dirinya sendiri, juga seperti apa karya yang ingin dia buat. Sebuah karya yang benar-benar sesuai dengan isi hati, selera dan jati dirinya. Bolak-balik studio, mengganti aransemen, mengulang rekaman, semua dijalaninya sampai menemukan hasil yang sreg.

“Oxygen” menunjukkan kedewasaan Maudy Ayunda yang ditunjukkan dari sisi musik.
“Penulisan album ini proses menemukan jati diri,” ujar lulusan Universitas Oxford di Inggris itu. Kegundahan dewasa muda usia awal 20-an yang mempertanyakan arti hidup dan cinta tergambar dari album tersebut.

“Oxygen” berisi lagu-lagu berbahasa Indonesia dan Inggris, meliputi “Kini dan Selamanya”, “Aku Sedang Mencintaimu”, “Oxygen”, “Home To You”, “Kutunggu Kabarmu”, “Masih”, “We Don’t”, “Alasan Untuk Bahagia”, “Be Right Back” ,“Satu Bintang di Langit Kelam” yang merupakan remake dari trio Rida Sita Dewi, dan lagu “Jakarta Ramai”.

Album terbaru Maudy Ayunda dipasarkan dalam tiga bentuk, fisik berupa CD, digital di layanan streaming dan USB 16 GB berisi lagu, lirik, video klip dan foto eksklusif. ***