Manara Lodewijk Kutuk Keras Aksi Penembakan Relawan di Madura

JAYAKARTA NEWS – Peristiwa penembakan yang dialami relawan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Muara (50), oleh orang tak dikenal di Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Jumat (22/12/2023) pagi, menjadi keperihatinan politisi Demokrat, Ir. Manara Lodewijk Hutapea.

“Saya sangat prihatin dan mengutuk keras atas penembakan relawan Prabowo-Gibran yang terjadi di Madura,” kata Manara, Caleg DPR-RI nomor urut 5 dari Dapil Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Rabu (27/12).

Dikatakannya, penembakan terhadap salah satu relawan Prabowo-Gibran oleh orang tak dikenal itu, telah melanggar hukum dan prinsip-prinsip hak asasi manusia. 

“Tindakan semacam itu bisa dianggap sebagai pelanggaran terhadap kehidupan dan keamanan individu, serta dapat dikecam secara moral dan etis,” tegas Manara yang juga pengrus pusat di Ikatan Sarjana Katolik Indonesia. 

Dia pun meminta agar aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan dan penegakan hukum yang mungkin diperlukan untuk menegakkan keadilan, agar kasus ini segera dituntaskan dalam waktu yang cepat sehingga dapat diketahui motif dari penembakan itu.

“Jika pelaku sudah ditangkap, tentu motif penembakan dapat diketahui, apakah terkait Pemilu, dendam pribadi, atau ada masalah lainnya. Bagaimanapun juga, keamanan dan keselamatan masyarakat harus diutamakan,” tegas Manara.***/mel

Sebanyak 136 Tenaga Kesehatan Dikerahkan dalam Program Keluarga Keren Bebas Stunting

SUMENEP, JAYAKARTA NEWS– Kolaborasi TNI AL bersama BKKBN yang melakukan Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (18/7), mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Acara yang dibuka langsung oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Pendopo Kab. Sumenep itu merupakan program peningkatan kualitas kesehatan dan dilangsungkan selama dua hari mulai 18-19 Juli 2023 di Masalembu.

Bahkan TNI AL mengerahkan Kapal Bantuan Rumah Sakit KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 yang membawa 136 Tenaga Kesehatan untuk melaksanakan operasi baksos kemanusiaan dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Masalembu.

Bantuan kesehatan yang dilaksanakan antara lain Operasi Major, Bibir Sumbing, Khitanan, Operasi Katarak, hingga pengobatan gigi dan mulut.

Tak hanya itu, sejumlah kegiatan juga digelar, d iantaranya penyuluhan edukasi gizi dan stunting, penyuluhan Keluarga Berencana, masak menu sehat, bakti sosial dengan penyerahan paket menu sehat untuk stunting dan Ibu menyusui.

“Kami menyampaikan terima kasih atas seluruh support, kekuatan dan energi dari TNI AL atas penguatan pada upaya penurunan stunting. Mudah mudahan seluruh kegiatan ini berjalan dengan baik dan bisa direplikasi di banyak titik daerah lain, sehingga target penurunan stunting bisa dilakukan secara signifikan dan di maksimalkan,” ucap Khofifah.

Menurutnya, penguatan yang diberikan oleh TNI AL ini menjadi energi dan kekuatan dalam upaya Pemprov Jatim menurunkan stunting bersama dengan seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Terutama untuk mempercepat tercapainya target penurunan stunting Jatim di angka 14 Persen di tahun 2024 mendatang.

“Jika merujuk data prevalensi stunting di Jatim, angkanya sudah konsisten mengalami penurunan signifikan. Terbukti, pada tahun 2020, prevelensi stunting di Jatim mencapai 25,6 persen. Kemudian tahun 2021 turun 23,5 persen, dan di tahun 2022 kembali turun menjadi 19,2 persen. Angka yang terus turun ini, patut disyukuri karena saat ini telah dibawah standar WHO di angka 20 persen,” tandas Khofifah.

Berdasarkan data survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten/kota dengan prevalensi stunting masih diatas angka Jatim yaitu sebesar 21,6%. Tetapi penurunannya sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya (2021).

Khofifah menjelaskan, bahwa Kab. Sumenep yang memiliki pulau terpencil dan terbanyak di Jawa Timur menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan stunting. Sehingga, kehadiran KSAL bersama tim diyakini dapat membangun penguatan diberbagai titik layanan kesehatan.

” Strong Partnership seperti saat ini menjadi kunci didalam penurunan angka stunting di Jawa Timur,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Khofifah, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) harus difahami sejak dini yang dimulai sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Ini penting, untuk memastikan ibu dan janin yang dilahirkan sehat. Karenanya, substansi inilah yang harus difahami oleh masyarakat yang akan berkeluarga.

“Edukasi dan pemahaman yang utuh harus terus disampaikan demi mengantisipasi peningkatan kenaikan stunting di Jatim. Langkah mitigatif dan edukasi seperti inilah yang terus dilakukan oleh Pemprov Jatim. Termasuk, langkah antisipatif kepada calon pengantin,” tegasnya.

Di hadapan KSAL, Khofifah menyebut upaya menurunkan stunting juga dilakukan oleh banyak unsur di Jawa Timur termasuk Baznas Jatim hingga Ika Unair.

Dimana, secara khusus Baznas Jatim akan membersamai kegiatan bakti TNI AL baik di Sumenep dan di Kepulauan Masalembu. Begitu juga, dengan IKA Unair akan ikut turun memberikan layanan kesehatan bersama TNI AL.

“Terima kasih, semoga upaya sinergis antar berbagai pihak ini bisa mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Jawa Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali turut menekankan bahwa kunci dari pencegahan stunting adalah peningkatan kualitas hidup generasi muda.

“Bangsa yang sejahtera dapat dilihat dari kualitas hidup generasi mudanya. TNI AL berkomitmen menyediakan akses kepada layanan kesehatan dan dukungan lainnya yang dapat menyukseskan program ini,” sebutnya.

“Mari kita terus bergerak maju dalam memberikan perubahan. Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang telah berkontribusi,” tutupnya.

Meneguhkan tekad menurunkan stunting, di kesempatan itu KSAL Laksamana TNI AL Muhammad Ali juga dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Stunting. Begitu juga dengan Ketua Umum Jalasenastri Fera Muhammad Ali menjadi Bunda Asuh Anak Stunting.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Republik Indonesia dr Hasto Wardoyo menyebutkan, Pembangunan Keluarga adalah pondasi utama tercapainya kemajuan bangsa. Karenanya, pencegahan stunting harus menjadi prioritas di tiap daerah dan melibatkan sinergi banyak pihak.

Hasto Wardoyo pun mengapresiasi capaian Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah. Sebab, dari angka 23,5% Stunting di Jatim menurun menjadi 19,2%. Bahkan, angka Stunting di Kabupaten Sumenep menurun dari 29% ke 21,6%.

“Saya yakin gerakan bersama BKKBN didukung oleh TNI AL dan Pemerintah Daerah adalah tugas mulia untuk membangun anak bangsa, demi generasi yang cerdas. Penurunan Stunting di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur ini luar biasa. Kita doakan Jatim di 2024 bisa mencapai angka di bawah 14%,” ujarnya. (poedji)

Sebanyak 49 Paus Terdampar di Perairan Pantai Desa Patereman Madura

JAYAKARTANEWS— Para nelayan yang tinggal di pesisir pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, pada Kamis(18/2) terkaget-kaget karena banyak kawanan Ikan Paus Jenis Pilot terdampar di kawasan mereka tinggal.

Berdasarkan informasi via drone UTM diperkirakan Ikan Paus yang terdampar per hari Jum’at (19/2) berjumlah 49 ekor mengingat pada hari Kamis (18/2/21) sejumlah ikan paus sudah diselamatkan kembali ke habitatnya ke laut.

Dari total Ikan Paus yang terdampar itu banyak ditemukan mati di perairan tersebut. Pemicunya, karena mereka terlalu lama berada di perairan dangkal usai terseret arus.

Sejumlah warga dibantu aparat kepolisian dari Polsek Modung pun sempat menghalau kawanan Paus itu agar tidak terdampar. Namun, upaya itu tidak sepenuhnya berhasil.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa gerak cepat dengan meninjau secara langsung Kawanan Ikan Paus terdampar di Perairan Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jumat (19/2) pagi.

Turut mendampingi Gubernur Khofifah pada peninjauan tersebut, Bupati Bangkalan Abdul Latif, beberapa kepala OPD Prov. Jatim, serta unsur Forum Koordinasi di Tingkat Kecamatan Modung Kab. Bangkalan.

Usai peninjauan, Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah ini mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan tim Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengetahui penyebab terjadinya Ikan Paus yang terdampar di daerah tersebut.

Sementara untuk sampel dari Ikan Paus yang sudah mati, akan segera diteliti oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga Surabaya.

“Jadi untuk sampel Ikan Paus yang sudah mati akan segera diteliti oleh tim FKH Unair yang sudah datang, dan akan kita tunggu hasilnya. Terkait total jumlah Paus yang terdampar jumlahnya akan dipastikan lagi, karena sudah ada beberapa relawan yang dari jam 10 pagi kemarin sampai maghrib  mendorong ikan Paus kembali ke laut. Per hari jum’at (19/2/21) sesuai data via drone UTM terdapat 49 ekor,” urai Khofifah.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah terdapat tiga ekor Ikan Paus yang masih hidup baru saja dirinya ikut melepas ke laut. Proses pelepasan Ikan Paus ke laut ini harus dilakukan bersama-sama.

“Jadi ikan Paus ini kalau dilepas ke laut harus bersama-sama. Karena, ada suasana kebersamaan dari Ikan Paus ini, mengikuti satu nafas luar biasa,” ujar gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa Pemprov telah mengirim dua eskavator untuk mengevakuasi Ikan Paus tersebut selanjutnya dikuburkan sambil menunggu air surut.

“Yang penting eskavatornya ke sini dulu. Nanti dikonsultasikan forum koordinasi kecamatan, mulai Camat, Kapolsek, Danramil dan klebun di titik mana lokasi penguburan ikan paus dalam jumlah cukup banyak ini , saya rasa mereka jauh lebih tahu. Jadi memang Ikan Paus yang sudah mati kan harus segera dikuburkan di sekitar ini,” pungkasnya. (poedji)

Perempuan Membangun Madura

Arumi Emil Dardak(tengah) bersama ibu-ibu di Madura. (foto:istimewa)

Jayakarta News – Selama ini mungkin ada pemikian kalau kaum perempuan kurang bisa untuk diajak bekerja sama dalam memajukan suatu wilayah. Tentu saja image yang demikian ini kurang pas diterapkan dalam era yang sudah demikian canggih.

Perempuan sekarang tidak seperti dulu yang lebih banyak diam di rumah. Lihat saja posisi-posisi tinggi yang diraih kaum hawa ini, mulai Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati, Camat dan Lurah pernah diisi oleh perempuan.

Jadi kalau ada yang mempunyai pemikiran sempit tentang peran serta perempuan lebih baik dikesampingkan. Perempuan dan laki-laki sudah sejajar dan berhak berkompetisi untuk jabatan tertentu.

Oleh karena itu tidak salah kiranya Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Emil Dardak mengajak kaum perempuan melalui organisasi seperti kader PKK, Perwosi dan Dharma Wanita Persatuan juga ikut mewujudkan pemerataan pembangunan di Jatim, khususnya di Pulau Madura melaui perspektif kewilayahan Madura Raya agar bisa cepat tercapai.

“Ketika kita memikirkan mengenai Madura, kita tidak bisa memikirkan mengenai kabupaten saja, karena perspektif pembangunannya adalah perspektif kewilayahan, Madura Raya,” katanya saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Pertemuan Silaturahim TP PKK, Perwosi, dan DWP se wilayah kerja Bakorwil Pamekasan di Pantai Sembilan Giligenting, Kab. Sumenep, Selasa (1/10) malam.

Dirinya berharap, melalui perspektif tersebut akan dapat terbangun toleransi, dan tercipta sportifitas. Dan itu dapat dilakukan dengan cara saling berbagi untuk memaksimalkan kelebihan dan melengkapi kekurangan daerah masing-masing dengan semangat memajukan Madura Raya. “Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep dapat berbagi satu sama lain,” tuturnya.

Selain itu, ia mengemukakan, melalui pendekatan tersebut diharapkan PKK, Perwosi dan DWP juga ikut andil dan bisa berkontribusi lebih sehingga dapat menyelesaikan permasalahan terkait stunting dan IPM rendah yang ada di Madura.

“Sehingga dalam pembangunan bisa maksimal , semuanya bisa maju, harapan saya ini bisa kita tuntaskan dari kita-kita yang ada di PKK, Perwosi, dan Dharma Wanita. Dan koordoinasilah dengan perspektif kewilayahan,” harapnya.

Arumi Emil Dardak juga berpesan kepada semua Ketua TP PKK, pengurus Perwosi dan DWP di wilayah Madura Raya untuk dapat bersinergi dan menjalin kemitraan dengan Bupati, Bakorwil, dan Kepala Dinas setempat demi kemajuan Madura.

“Membantu para Bapak Bupati dan juga Bakorwil untuk memajukan Madura lebih terkonsep dengan baik,” pungkasnya. (poedji)