Veteran, Purawirawan dan Pejuang Sipil Desak Pemberlakuan UU Perampasan Aset

Langkah tegas Presiden Prabowo di bidang penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi, mendapat dukungan berbagai pihak. Dukungan terbaru datang dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) bersama seluruh organisasi purnawirasan TNI-Polri serta organ pejuang sipil.

Bertepatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025, bertempat di Gedung LVRI, Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Pusat, mereka menyampaikan 7 (tujuh) pernyataan sikap. Satu yang menarik adalah desakan mereka agar Undang Undang Perampasan Aset segera diberlakukan.

Bunyi lengkap ketujuh pernyataan sikap itu adalah sebagai berikut:

  1. Mendukung sepenuhnya langkah-langkah nyata Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah dalam melakukan pemberantasan korupsi secara tegas dan menyeluruh hingga ke akar-akarnya tanpa pandang bulu.
  2. Mendesak Kejaksaan, Polri, dan KPK segera mengambil langkah tegas dengan melakukan pemeriksaan terhadap para pejabat, mantan pejabat, politisi yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, termasuk yang melindungi pelaku korupsi.
  3. Mendesak pemerintah segera menghentikan segala bentuk perlawanan yang dilakukan oleh oknum-oknum elit pemerintahan baik di dalam lembaga eksekutif, lembaga legislative, maupun lembaga yudikatif terhadap kebijakan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  4. Mendesak pemerintah untuk meminta lembaga legislatif segera memutuskan dan mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset.
  5. Mendesak Pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh perusahaan BUMN dan swasta guna memastikan transparansi dan akuntabilitas  pengelolaan keuangan negara.
  6. Menyarankan Pemerintah membentuk badan pengawas independent untuk mengawasi dan menilai pelaksanaan pemberantasan korupsi dalam rangka upaya represif preventif dan represif yudisial.
  7. Menyarankan Pemerintah segera memperkuat ketahanan karakter bangsa Indonesia melalui pendidikan karakter dan penegakan hukum yang tegas.
  8. Pernyataan dibacakan oleh Ketua LVRI Jenderal TNI Purn HBL Mantiri, didampingi perwakilan dari unsur TNI-Polri, pejuang sipil, dan unsur lain. Tampak di antaranya, Letjen TNI Purn Bambang Damono, dari Forum Komunikasi Purnawirawan (Foko) dan Mayjen TNI Purn Sang Nyoman Suwisma dari Pepabri.

Hadir pula Plt Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak, dari unsur Persatuan Purnawirawan TNI-AL, TNI-AU dan Polri, FKPPI, Pemuda Panca Marga, dan unsur pejuang sipil. (*)

Presiden Jokowi Lantik Pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo melantik anggota Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pertimbangan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) periode tahun 2022-2027 di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 November 2023. Acara pelantikan tersebut juga diikuti secara daring oleh para anggota LVRI lainnya melalui konferensi video.

Pelantikan keanggotaan LVRI didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 44/M/Tahun 2023 tentang Pengesahan Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pimpinan Pusat serta Dewan Pertimbangan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Dalam pelantikan tersebut, H.B.L Mantiri dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LVRI, sementara sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat LVRI yaitu Ito Sumardi.

“Pada hari ini, Rabu tanggal 22 bulan November tahun 2023, Saya Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi melantik saudara-saudara dalam keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pertimbangan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia periode tahun 2022-2027,” ujar Presiden membacakan naskah pelantikan.

“Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” lanjut Presiden.

Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Jokowi yang kemudian diikuti oleh seluruh tamu undangan yang hadir.

Dalam keterangannya selepas acara pelantikan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat, H.B.L Mantiri menjelaskan bahwa tugas utama LVRI yaitu untuk mewariskan jiwa, semangat, dan nilai-nilai tahun 1945 kepada para penerus bangsa. Mantiri juga mengungkapkan rasa syukur atas pelantikan keanggotaan LVRI yang dilakukan bersamaan dengan pelantikan Panglima TNI yang dinilai sebagai salah satu penerus perjuangan para veteran.

“Kita bersyukur kita bersama-sama satukan kesinambungan, tidak terpisah antara kita yang sudah veteran dengan para TNI yang masih aktif,” ujar Martini.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut adalah para kepala lembaga negara, sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan para kepala staf angkatan.***/mel

Respon Bendera Lusuh dan Compang-camping, FPK Ganti Bendera Baru

PASURUAN, JAYAKARTA NEWS – Unggahan di Media Sosial Facebook terkait kondisi bendera Merah-putih di Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Pandaan yang terlihat kusut dan compang-camping terkibar di tiang bendera, direspon cepat oleh seniman dan budayawan Pasuruan dengan segera mengganti bendera yang baru.

Lukas Cahyabuana, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DKKP) bersama Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Pasuruan hari ini, 7 Juni 2023 mengganti bendera tersebut bersama dengan seniman lainnya.

Bendera Merah-Putih di Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Pandaan yang terlihat kusut dan compang-camping/foto: istimewa

Kepada wartawan Lukas menyebutkan, pihaknya merasa trenyuh dengan kondisi bendera di kantor para pejuang dan purnawirawan yang kondisinya sangat memprihatinkan, dan ini merupakan wujud kecintaan kepada NKRI berikut simbol-simbol kebangsaannya.

Sejauh pengamatan Lukas, tidak tergantinya bendera tersebut, mungkin yang beraktivitas di tempat tersebut rata-rata berusia sepuh.

“Mungkin yang beraktivitas di sini para bapak purnawirawan yang sudah sepuh, kami ganti bendera ini sebagai wujud kecintaan kami para seniman kepada NKRI” ujarnya.

Di tempat yang sama, Agung Setiyono, ketua FPK Pasuruan menambahkan, jika urusan nasionalis, simbol-simbol negara termasuk bendera adalah tanggungjawab semua komponen bangsa, termasuk seniman dan budayawan.

Untuk itu pihaknya langsung merespon ketika tahu jika unggahan tersebut obyeknya ada di Pasuruan.

“Ini tindakan sederhana sebagai bentuk cinta kami kepada nusa dan bangsa” tuturnya. (Dian)