Rommy Fibri, Wartawan yang Jadi Ketua Lembaga Sensor Film

JAYAKARTA NEWS— Rommy Fibri Hardiyanto terpilih sebagai Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) dan Wakil Ketua adalah Ervan Ismail. Rommy mendapat suara terbanyak dalam sidang pleno penentuan secara daring sesuai imbauan pemerintah yaitu physical distancing.

Sidang pleno tersebut diikuti 17 anggota LSF periode 2020-2024 yang hari itu juga dilantik oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim di Kemendikbud, Jakarta, baru-baru ini.

Dalam sambutannya, Mendikbud menekankan agar LSF makin menajamkan wawasan dan cara pandang out of the box untuk mengimbangi perkembangan teknologi. “Film berkualitas bisa jadi media pendukung dan melengkapi pelaksanaan pembelajaran,” pesan Mendikbud.

Sedangkan Rommy Fibri berjanji akan membangun LSF yang independen. “Independen, akuntabel, kredibel dan profesional,” papar Rommy Fibri yang sarjana kedokteran gigi UGM yang berusia 48 tahun ini. Kedepannya, LSF akan lebih menguatkan proses sensor.

“Kita akan perhatikan masukan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan kinerja LSF. Film bioskop, film televisi dan iklan kita akan sensor sebelum beredar di masyarakat. Kita fokuskan pemilihan dan penilaian judul, tema, gambar, adegan, suara dan teks terjemahan sebuah film,” ungkap Rommy Fibri yang pernah bekerja sebagai wartawan majalah Tempo, produser eksekutif Liputan 6 SCTV, Pemred Tabloid Mingguan Prioritas, Direktur Harian Jurnal Nasional, produser TV Muhammadiyah, Sekjen Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI).

Pernah mengajar bidang ‘Panduan Investigasi’ di The London School of Public Relation dan menulis beberapa buku. Tahun 2003, bergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) cabang Jakarta dan sebagai pengacara muda dalam Komite Pembela Kebebasan Pers (KPKP) dan mendirikan LBH Pers di Jakarta. Jabatan terakhir yang dipegangnya adalah anggota Komite bidang Hukum dan Advokasi di LSF tahun 2016-2020. (pik)

Ketum PPFI Deddy Mizwar Kunjungi Lembaga Sensor Film

JAYAKARTA NEWS— Deddy Mizwar kembali ke khittah, yaitu dunia film. Ia menjadi Ketum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) menggantikan Firman Bintang yang habis masa jabatannya. Sebagai pengurus baru PPFI, baru-baru ini mengunjungi Lembaga Sensor Film (LSF) guna berdialog dan mengkonfirmasikan sejumlah hal dengan anggota.

“Sebagai pengurus baru, PPFI ingin silaturahmi dengan semua mitra dan sekaligus minta kejelasan beberapa hal,” ujar Deddy Mizwar.

Pertemuan secara kekeluargaan tetapi substansi pembahasan berlangsung terbuka  dan hangat. Hasil pertemuan akan dijadikan bahan sosialisasi kepada anggota PPFI dalam masukan perbaikan UU Perfilman. Ketua LSF, Achmad Yani Basuki menyambut baik kunjungan ke LSF.

“Konteks-konteks dalam sebuah budaya dalam film sehingga LSF senantiasa berhati-hati dalam mengutamakan  dialog dengan pemilik  film. Itu aturannya. Kami di LSF menghindari adanya beda tafsir antara staf pemilik film dengan pemilik filmnya sendiri,” urai Achmad Yani Basuki.

Sementara PPFI mengusulkan adanya dialog rutin tiap bulan dengan LSF dengan pemilik perusahaan, produser dan sutradara film. Sehingga dapat dikurangi beda persepsi tentang mana yang boleh dan tidak boleh dalam koridor LSF.

“Kami dari PPFI akan bertemu Komisi DPR yang membawahi film,” pungkas Deddy Mizwar. Rombongan PPFI juga didampingi Zairin Zain (Sekjen), Wina Armada Sukardi (Ketua Organisasi dan Hukum). Dari LSF hadir Doddy Budiman (Wakil Ketua), dengan anggota Rommy Fibri, Sanggupri dan Sudana Dipwikarata. (pik)