Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Ketum PPFI Deddy Mizwar Kunjungi Lembaga Sensor Film - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Entertainment

Ketum PPFI Deddy Mizwar Kunjungi Lembaga Sensor Film

Published

on

JAYAKARTA NEWS— Deddy Mizwar kembali ke khittah, yaitu dunia film. Ia menjadi Ketum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) menggantikan Firman Bintang yang habis masa jabatannya. Sebagai pengurus baru PPFI, baru-baru ini mengunjungi Lembaga Sensor Film (LSF) guna berdialog dan mengkonfirmasikan sejumlah hal dengan anggota.

“Sebagai pengurus baru, PPFI ingin silaturahmi dengan semua mitra dan sekaligus minta kejelasan beberapa hal,” ujar Deddy Mizwar.

Pertemuan secara kekeluargaan tetapi substansi pembahasan berlangsung terbuka  dan hangat. Hasil pertemuan akan dijadikan bahan sosialisasi kepada anggota PPFI dalam masukan perbaikan UU Perfilman. Ketua LSF, Achmad Yani Basuki menyambut baik kunjungan ke LSF.

“Konteks-konteks dalam sebuah budaya dalam film sehingga LSF senantiasa berhati-hati dalam mengutamakan  dialog dengan pemilik  film. Itu aturannya. Kami di LSF menghindari adanya beda tafsir antara staf pemilik film dengan pemilik filmnya sendiri,” urai Achmad Yani Basuki.

Sementara PPFI mengusulkan adanya dialog rutin tiap bulan dengan LSF dengan pemilik perusahaan, produser dan sutradara film. Sehingga dapat dikurangi beda persepsi tentang mana yang boleh dan tidak boleh dalam koridor LSF.

“Kami dari PPFI akan bertemu Komisi DPR yang membawahi film,” pungkas Deddy Mizwar. Rombongan PPFI juga didampingi Zairin Zain (Sekjen), Wina Armada Sukardi (Ketua Organisasi dan Hukum). Dari LSF hadir Doddy Budiman (Wakil Ketua), dengan anggota Rommy Fibri, Sanggupri dan Sudana Dipwikarata. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement